Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
Tinggal


__ADS_3

Mila sedikit merapikan bajunya kemudian keluar dari kamar mandi "Aaaaaaa....." teriaknya melihat seorang pemuda yang hendak membuka pintu kamar mandi "Kamu ngapain? mau ngintip yaaa" tuduhnya


Pemuda yang reflek menutup telinga itu langsung menggeleng "Bukan-bukan, enak aja lo bilang gue mau ngintip, gue mau ke toilet" balas pemuda itu dengan sewot


"Ini toilet cewek, toilet cowok sebelah sana" Mila menunjuk ke arah sebelah kirinya


"Gue gak tau, gak ada tulisannya"


"Kamu bohong ya, ini kan ada tandanya" tangan kecil itu kembali menunjuk ke atas pintu kamar mandi


Pemuda yang di tuduh ingin mengintip itu mendongak melihat tanda di atas pintu kemudian menoleh ke pintu yang satu nya, tandanya terlihat sama "Sorry"


"Modus" gumam Mila menatap punggung tegap itu yang menjauh "Untung aja aku udah pakek baju"


"Kamu kenapa Mil?" tanya Putri yang hendak mengganti seragamnya


"Gak papa kak, aku pulang duluan ya"


"Iya, kamu hati-hati ya"


"Kakak juga hati-hati pulangnya" setelah saling berbalas salam Mila berlalu dari tempat bersih-bersih itu


Di luar cafe Mila melihat sang senior yang sedang bersandar pada mobilnya "Kak Azka, cafe nya udah tutup"


"Gue gak mau ke cafe kok, tadi ada urusan sedikit di sekitar sini dan gak sengaja lewat, iseng mampir dan ternyata lo belom pulang, bareng yuk gue anter" jelas Azka


"Eh.. gak usah kak gak usah, aku gak mau ngerepotin kakak, lagian kan rumah kita gak searah, kasian kak Azka kalo harus bolak balik"


Azka tersenyum mendengar penolakan halus itu "Gue gak ngerasa di repotin kok, ini kan udah malem gak baik cewek pulang sendirian, kalo kenapa - kenapa di jalan gimana, lo gak mau kan bikin nyokap lo khawatir"


Ada benarnya, tapi meski pemuda yang menjadi seniornya ini tidak keberatan tetap saja ada rasa tak enak jika terus-terusan menerima bantuannya, Mila tersentak saat tangannya di tarik oleh Azka


"Udah malem, jangan kelamaan mikir, gue gak akan macem-macem kok, cuma nganterin pulang"


Mila duduk manis di bangku penumpang tidak banyak mengeluarkan suara "Makasih ya kak udah nganterin aku pulang"

__ADS_1


"Sama-sama Mil, istirahat yang cukup ya, jaga kesehatan"


"Iya kak, kakak juga jaga kesehatan ya"


Azka menghentikan laju mobilnya di depan pagar rumah Mila kemudian menoleh ke gadis itu yang tampak kesusahan membuka sabuk nya, ia mendekatkan diri setelah membuka sealbelt nya untuk membantu Mila


Dengan jarak yang hanya sejengkal ini Mila bisa melihat wajah Azka yang amat sangat tampan menurutnya, nyaris sempurna, bahkan hawa panas nafasnya bisa ia rasa kan


Untuk beberapa saat organ bagian dalam kedua manusia itu berpacu lebih cepat, bahkan saat Azka memundurkan tubuhnya


"Sekali lagi makasih kak, kakak hati-hati pulang nya" ucap Mila dengan gugup


"Iya sama-sama"


Masih dengan jantung yang berdegup Mila turun dari mobil mewah itu, melambaikan tangan saat sang senior membunyikan klakson, ia memegang dadanya sebelah kanan "Kalo kayak gini terus bisa mati muda aku"


...****************...


Bintang memberikan minuman kaleng pada Bayu yang sedang asik menonton tv, ia pun ikut mendudukkan diri di sebelah pemuda itu


"Oh ya, waaaah udah lama gue gak ketemu mama Mayang, dia apa kabar?"


"Sehat kok"


"Trus lo ngapain di sini? eh.. gue bukan bermaksud buat ngusir lo tapi kan mereka pulang, lo gak ngobrol atau ngumpul gitu sama mereka"


Mendengar itu Bayu tertawa mendengus, ngobrol? ngumpul? tidak mungkin, ia kembali meneguk minumannya "Sama kayak sebelumnya, bokap gue nyuruh gue pindah ke Amerika, dia ambil semua fasilitas kalo gue gak mau"


"Termasuk rumah?" pertanyaan Bintang di jawab dengan anggukan lemah "Trus lo mau tinggal di sini?"


"Kalo di bolehin sih"


"Gue sih boleh-boleh aja, boleh banget malah, tapi Tania gimana?"


"Gue udah ngomong sama dia tadi sore dan dia gak masalah" jawab Bayu

__ADS_1


"Oooh bagus lah kalo gitu, tinggal aja di sini"


"Bang Azka gimana? trus Kevin gimana?"


Bintang menurunkan kedua kakinya "Kalo bang Azka mah pasti boleh, kalo Kevin ntar gue yang jelasin ke dia, tenang aja dia pasti ngerti kok"


"Makasih ya Bi, cuma sementara aja kok, sampe gue dapet kos-an"


"Ck, gak usah makasih-makasih an, kayak ke siapa aja, tinggal aja selama yang lo mau, kita kan udah sahabat dari kecil, anggap aja rumah ini rumah lo juga, gue yakin Ayah sama Bunda pasti lebih seneng lo tinggal di sini dari pada nge-kos"


Bayu tersenyum lebar ke arah sahabat kecilnya itu yang di balas senyuman lebar juga, perhatian keduanya beralih ke suara pintu yang terbuka


"Gue pikir lo udah balik Bay" ucap Azka yang menenteng kedua sepatunya


"Gue boleh ngomong bentar bang" ucapan Bayu membuat Azka menaikkan sebelah alisnya, terlihat ada raut serius dan takut di wajah tampan itu


Azka meletakkan sepatunya terlebih dulu kemudian duduk, menatap sang adik dan pemuda yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri "Ada apa?"


"Bayu lagi ada masalah sama bokap nya, dia di usir dari rumah, jadi Bayu boleh kan tinggal di sini?"


Melihat keterdiaman Azka, Bayu ikut berucap "Sementara aja kok bang, sampe gue dapet kos-an"


"Sorry gue kaget tadi" Azka berdehem terlebih dahulu "Lo itu udah gue anggap sebagai adek gue sendiri, jadi rumah ini rumah lo juga, lo boleh tinggal selama yang lo mau, lagian gue lebih suka lo tinggal di sini dari pada nge-kos"


"Tuh kan apa gue bilang, pasti di bolehin" Bintang berujar setelah menghela nafas, ntah mengapa ia ikut deg-degan


Bayu bernafas lega "Makasih bang"


"Sama-sama, gue pikir apa tadi" Azka menepuk pelan lutut Bayu "Muka lo tegang banget, yaudah kalo gitu gue istirahat dulu" tepukan itu beralih ke bahu Bayu "Kalian jangan begadang" kemudian beranjak pergi menuju kamar sambil membawa sepatunya


"Gara-gara lo gue ikutan deg-degan" ungkap Bintang sambil menepuk lutut Bayu dan pemuda itu terkekeh "Oh ya, lo bisa tidur di kamar sebelah kamarnya bang Azka"


"Iya, makasih Bi"


"Makasih mulu lo, yaudah kalo gitu gue juga mau tidur, jangan begadang lo"

__ADS_1


"Bentar lagi gue tidur" balas Bayu pada sang sahabat yang kemudian beranjak pergi menaiki tangga menuju kamarnya dan ia pun tersenyum, sangat-sangat bersyukur mempunyai sahabat yang amat sangat baik seperti Bintang


__ADS_2