
Pelajaran pertama telah usai, Mila membereskan bukunya kemudian keluar dari kelas. Ia berjalan meyusuri lorong koridor kampus
"Laper" Mila mengelus - ngelus perutnya "Kantin sebelah mana ya?" sambil celingak - celinguk
Mila bertanya pada mahasiswa lain yang berpapasan di mana keberadaan kantin. Setelah mengatakan terima kasih, ia berjalan ke arah yang di tunjuk.
"Gila mahal - mahal banget makanannya"
Sesampai di kantin Mila melihat aneka makanan yang di jual, sungguh membuat kantongnya jebol, ia memutuskan untuk membeli air mineral dan sebungkus roti, ya cuma itu yang cocok dengan kantongnya, kemudian duduk di bangku kosong agak pojok untuk mengisi perutnya.
Mila mendongak saat tiba - tiba ada seorang pria yang duduk di hadapannya
"Gue boleh duudk di sini?" tanya pria itu
Mila reflek melihat meja lain yang memang sudah penuh, dan kembali menoleh pada pria di depannya "Boleh kok, kak" jawabnya
"Lo yang tadi pagi kan?"
"Eh, ehm..." Mila menggaruk pelipisnya "Iya kak, sekali lagi aku minta maaf"
"Santai aja" pria itu mengulurkan tangannya "Azka"
Dengan ragu Mila menyambut uluran itu "Mila"
"Nama yang cantik"
"Makasih, nama kakak juga bagus"
Hening....
Canggung....
Ya itu yang di rasakan oleh Mila, ia menghela nafas dan mengalihkan pandangannya ke segala arah untuk menghilangkan rasa canggung. Tak ada percakapan di antara mereka sampai....
"Woy!!...." Dika yang baru datang langsung menepuk bahu Azka "Di tungguin dari tadi, ternyata di sini, berduaan lagi sama cewek"
"Apaansih lo, ganggu aja" balas Azka "Kenapa?"
"Kita kan mau bahas tentang anggota BEM yang baru"
Azka menoleh pada Mila "Mil, gue duluan ya"
"I-iya kak" balas Mila
Azka langsung beranjak dan menarik tangan Dika yang sadari tadi diam sambil memandangi wajah Mila
"Gebetan baru?" tanya Dika begitu mereka keluar dari kantin
"Bukan urusan lo" jawab Azka
"Cantik, sederhana" komentar Dika membuat Azka tersenyum kecil "Tapi bukan tipe gue" tambahnya yang langsung mendapat tabokan di tangan, ia pun tertawa
*****
"Hai cantik"
Bintang langsung menoleh dan mendapati sang kekasih sudah duduk di sebelahnya dengan senyuman manis
"Kamu tau dari mana aku di sini?"
"Dari sini" Kevin menyentuh dada sebelah kirinya dengan telapak tangan yang membuat Bintang reflek menoleh "Hati kita kan nyatu"
Bintang tersenyum lalu memukul lengan kekasih dengan buku yang ia pegang "Paling bisa kamu" kemudian kembali fokus pada bukunya
Kevin terkekeh "Kamu dari kapan di sini?"
"Dari pagi, dosen di kelas aku nggak masuk"
"Tumben ke Perpus? Biasanya ke rooftop"
"Sstt.... Jangan kenceng - kenceng ngomongnya" Bintang melihat orang sekeliling yang sedang menatap mereka, Kevin ikut mengedarkan pandangannya sambil meminta maaf dengan menangkup kedua telapak tangannya
"Kalo ke rooftop, ntar di omelin lagi sama Bang Azka, males dengerinnya" sambung Bintang dan kembali melanjutkan aktivitasnya
Kevin mengangguk paham, ia berdiri lalu menghampiri rak buku yang ada di belakang, mengambil salah satu buku dan kembali duduk.
15 menit lamanya, Kevin menutup buku yang di bacanya "Laper nggak?" tanyanya namun tak di respon oleh kekasih
"Yank!!" masih tak di respon
"Bintang!!"
Kevin menghela nafas lalu
Cup
__ADS_1
Bintang tersentak dan langsung menoleh "Kevin, kamu apaansih?" omelnya
"Lagian kamu, aku panggilin nggak nyaut - nyaut"
"Yaudah, ada apa?"
"Kamu laper nggak?"
Bintang menggeleng "Nggak"
Kevin melipat tangannya di atas meja lalu meletakkan dagu di atasnya sambil menghela nafas
"Kamu laper?" tanya Bintang dan saat kekasihnya itu mengangguk lemah dengan wajah cemberut, ia tertawa pelan "Duh, kasian banget pacar aku laper" ledeknya "Kenapa nggak bilang dari tadi, ayok kantin"
Kevin kembali menegakkan tubuhnya, berdiri untuk mengembalikan buku yang ia baca serta buku yang di baca oleh Bintang, kemudian menggandeng tangan kekasih keluar dari Perpustakaan.
*****
Bintang menghela nafas, keluar dari mobil lalu membuka kap bagian depan "Ini mobil kanapa lagi? Huh!?" menggaruk tengkuknya "Mana gue ngerti soal mesin" ia mengedarkan pandangannya "Sepi amat nih jalanan, biasanya rame"
Setelah menutup kembali kap mobilnya, Bintang masuk ke dalam mobil untuk mengambil ponselnya, mengotak - atiknya lalu meletakkan ke telinga
"Assalamualaikum, sayang"
"Waalaikumsalam, Kevin kamu di mana?"
"Aku lagi di mini market, beli minum kenapa?"
"Jauh nggak dari kampus?"
"Lumayan lah, kenapa sih? Hm?"
"Ini mobil aku tiba - tiba mog...."
Tut... Tut... Tut
"Hallo Kevin... Kevin... Hallo" Bintang melihat layar ponselnya yang sudah gelap "Yah, lowbet lagi, gimana nih? Huh!?"
"Bintang!!"
Bintang yang merasa terpanggil langsung menoleh "Kak Rey?"
Rey turun dari motor gedenya "Lo ngapain di pinggir jalan sendirian kayak gini?" tanyanya setelah melepaskan helm
"Ini mobil gue tiba - tiba berenti, gue juga nggak tau kenapa? Mungkin mogok" jelas Bintang
"Boleh kok"
Rey membuka kap mobil, menggulung lengan hoodie yang di pakai hingga siku, kemudian memeriksa mesin mobil Bintang. Yang punya mobil hanya memperhatikan Rey yang sedang mengotak - atik mobilnya.
"Air radiatornya habis, dan ada beberapa mesin yang kotor, jadi harus di bawa ke bengkel" jelas Rey
"Oh gitu"
Rey mengangguk sambil kembali menurunkan lengan hoodienya "Emangnya lo nggak tau?"
Bintang menyeringai "Nggak, biasanya Bang Azka yang periksa, gue mana ngerti soal ginian"
"Lo udah telfon Azka?"
"Hp gue mati" Bintang menutup kap mobilnya
"Trus sekarang gimana?" tanya Rey, Bintang menggeleng "Bareng gue aja yuk, gue anterin"
"Eh, nggak usah kak, makasih, ngerepotin"
"Nggak repot kok, santai aja, dari pada di omelin Azka karna pulang telat"
Bintang diam sambil berfikir sejenak, bukan memikirkan omelan sang Abang melainkan sang kekasih, apa yang akan terjadi jika pria itu tau kalau dirinya pulang bersama senior ini.
"Ntar gue bantu jelasin ke cowok lo" sahut Rey seakan tau pikiran juniornya
Bintang menggaruk pelipisnya "Yaudah deh, gue bareng lo"
Rey tersenyum miring lalu berjalan mendekati motor dan memasang helmnya. Bintang naik ke atas jok motor bagian belakang setelah mengambil tas di dalam mobil.
*****
Kevin keluar dari mini market dengan sebotol minuman dingin di tangannya. Ia hendak menaiki motor namun terhenti saat ponselnya berbunyi, satu senyuman terukir saat melihat nama yang tertera di benda pipih itu
"Assalamualaikum, sayang"
"Waalaikumsalam, Kevin kamu di mana?"
"Aku lagi di mini market, beli minum, kenapa?"
__ADS_1
"Jauh nggak dari kampus?"
"Lumayan lah, kenapa sih? Hm?"
"Ini mobik aku tiba - tiba mog...."
Tut... Tut... Tut...
"Hallo sayang... Mobil kamu kenapa? Bintang... Hallo, kok di matiin sih?" Kevin mengerutkan keningnya sambil menatap layar ponsel "Jangan - jangan terjadi sesuatu lagi"
Tanpa pikir panjang Kevin langsung memasang helm dan melajukan motornya. Dengan perasaan yang tak karuan ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
Dari kejauhan Kevin melihat mobil yang amat sangat di kenal terparkir di pinggir jalan. Ia meghentikan motornya di dekat mobil milik kekasih namun tak menemukan pemiliknya.
Kevin turun dari motor setelahnya melepaskan helm, ia berjalan ke pintu kemudi, mengintip ke dalamnya sambil mengetok - ngetok kaca jendela.
"Bintang!!" teriak Kevin sambil mengedarkan pandangannya "Bintang!! Kamu ke mana sih?" mengacak - ngacak rambutnya
Kevin mendekati motornya dan kembali memasang helm kemudian melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, hanya satu tujuannya saat ini.
*****
Kaki Bintang yang hendak menaiki tangga harus terhenti saat mendengar bel rumahnya berbunyi berkali - kali, dengan cepat ia berbalik dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek....
Tubuhnya hampir ambruk saat sang kekasih langsung memeluknya "Kevin kamu kenapa?"
Kevin melepaskan pelukannya "Kamu nggak papa kan? Kamu baik - baik aja kan?" sambil memutar - mutar tubuh kekasih
"Aku baik - baik aja kok, kamu kenapa sih?"
"Telfon kamu tiba - tiba putus, aku panik, aku khawatir, aku takut kamu kenapa - kenapa"
Bintang memegang pipi Kevin "Maaf ya udah bikin kamu khawatir, tadi hp aku batrenya habis, makanya tiba - tiba telfonnya putus"
"Iya nggak papa, aku liat kamu baik - baik aja udah seneng kok"
Bintang menarik tangan kekasih untuk duduk di sofa "Kamu jangan panikan gitu dong, kamu pasti ngebutkan ke sini tadi?"
"Aku kan khawatir sama kamu" bela Kevin
"Iya aku tau kamu khawatir, tapi keselamatan yang utama, kalo tadi kamu yang kenapa - kenapa gimana?" omel Bintang
"Iya deh iya aku usahain... Oh ya kamu tadi pulangnya gimana?" tanya Kevin
Bintang terdiam mencari alasan yang tepat, tidak mungkin ia mengatakan jika di antar oleh Rey, bisa - bisa kekasihnya itu marah.
"Sayang!!"
Bintang tersentak "Eh iya"
"Kamu kenapa sih? Jadi bengong gitu?"
"Nggak papa kok, kamu tadi nanya apa?"
"Kamu tadi pulangnya gimana? Naik apa? Sama siapa?"
"Ehm.. Udahlah nggak usah di pikirin, yang penting aku udah sampe rumah, udah baik - baik aja, ya kan"
"Iya juga sih, trus mobil kamu gimana?"
"Gampang, nanti aku telfon Bima, bawa ke bengkel" jawab Bintang dan Kevin mengangguk paham
Kruyuk....
"Kamu laper?"
Kevin tersenyum lebar "Banget"
"Yaudah ayok makan"
Keduanya beranjak dari sofa dan berjalan ke meja makan.
******
Iya tau up-nya lama
Sebagai permintaan maaf aku up 3 eps
Itu pun kalo barengan munculnya ๐
Komen yang banyak ya guys
Selamat membaca
__ADS_1
Mohon maaf lahir batin๐ ya