Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
14


__ADS_3

Pelajaran pertama telah selesai, sekarang mereka berada di kantin. Mereka makan dalam keheningan tidak ada keributan, kejailan ataupun rayuan yang dilontarkan Bagas kepada Crystal.


Bintang dan Tania saling menatap kemudian melihat ke arah Bagas seolah mengisyaratkan sesuatu. Bagas yang mengerti kode itu memberanikan diri untuk memulai aksinya.


Bagas berfikir sejenak mencari ide, kemudian ya mencomot siomay milik Crystal guna memancing agar Crystal bersuara tapi hasilnya nihil, Crystal tak bersuara sama sekali.


Lagi dan lagi Bintang dan Tania mengisyaratkan Bagas untuk merayu Crystal tapi Bagas menggeleng tak berani. Suasana kembali hening tak ada keributan di meja makan itu.


Crystal : "Bi kesukaan lo apa aja sih?" tanyanya secara tiba-tiba membuat Bintang terbatuk


Bintang : "Uhuuk....uhuuk....uhuuk...." sambil memegang dadanya


Kevin : "Hati-hati dong Bi.....nih minum" seraya menyodorkan minum Bintang pun minum kemudian melihat kearah Crystal sambil mengatur nafas


Crystal : "Lo ngak papa?" tanyanya khawatir tapi tetap datar


Bintang : "Gue ngak papa" sambil menggeleng "Lo ngapain nanya kayak gitu?"


Crystal : "Ya ngak papa nanya aja, emang gue ngak boleh nanya kesukaan sahabat gue sendiri? Hm?"


Bintang : "Ngak ada yang salah sih"


Crystal : "Yaudah trus kesukaan lo apa?"


Bintang berfikir sejenak, ia ragu untuk mengatakannya dan takut jika Kevin akan mengetahuinya tapi tidak mungkin ia tidak memberitahu Crystal.


Bintang : "Dari segi apa dulu nih?"


Crystal : "Warna? Hobby? Makanan? Minumam?"


Bintang : "Kalo warna gue suka merah, putih, dan biru, kalo hobby.....main ujan, makanan dan minumam semuanya suka kecuali yang memabukkan"


Crystal : "Oh.....trus tontonan? Olahraga?"


Bintang : "Tontonan?..... Gue suka kantun kayak Koboy, Cars, Naruto gitu - gitu deh kecuali barbie, trus kalo olahraga gue suka Badminton, Bola kaki gue juga suka tapi nonton doang kalo mainnya gue ngak suka. Emangnya kenapa sih lo nanya - nanya kayak gitu?" balik tanya


Crystal : "Ngak papa sih pengen tau aja"


'Oh...sekarang gue tau apa aja yang Bintang suka tanpa harus nanya langsung sama dia' batin Kevin sambil tersenyum


"Yaudah gue ketoilet dulu, trus langsung kekelas" ujar Crystal sambil berdiri semua mengangguk


Setelah Crystal hilang dari pandangan Bintang mulai bicara


Bintang : "Gue yakin ada sesuatu sama tu anak"


Tania : "Oh my god...oh my god...oh my god... kok bisa sih Crystal kayak gitu?"

__ADS_1


Bayu : "Gue juga yakin pasti ada sesuatu, ngak mungkin dia berubah kayak gitu"


Bagas : "Jangan - jangan dia kerasukan jin saat Camping lagi, iiihh serem banget" menggidik takut


Tania : "Ngacok lo kalo ngomong"


Bagas : "Siapa tau aja, waktu Camping kan dia pernah matahin ranting pohon gede buat ngidupin api unggun, bisa jadi aja penunggunya marah trus ngikutin Crystal sampe sini" racaunya


Kevin : "Horor banget sih pikiran lo"


Bayu : "Apa mungkin kejadian yang sama keulang lagi?" Bintang langsung menatap Bayu


Tania : "Ngak mungkin, Crystal ngak pernah cerita apa - apa ke gue, apalagi masalah cowok"


Bintang menggigit jari - jarinya dengan wajah cemas dan ketakutan


Kevin : "Kejadian yang sama? Maksudnya?"


Semua melihat kearah Kevin kecuali Bintang yang terus berfikir tentang Crystal. Tania dan Bagas melihat kearah Bayu dan mengangguk Bayu pun mengangguk.


Bayu : "Vin ikut gue" berdiri "Lo berdua jaga Bintang" kemudian pergi diikuti Kevin yang masih bingung


Bintang tetap tak mendengar ia masih memikirkan Crystal. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras, wajah dan matanya memerah menahan emosi. Tania berpindah duduk disamping Bintang mengelus tangannya.


Bintang : "Ngak, ngak kejadian itu ngak boleh terulang lagi, cukup gue aja yang ngalamin, jangan Crystal" ucapnya menahan emosi


Bintang : "Gue takut Tan, gue takut, gue ngak mau kejadian itu terulang lagi apalagi sama Crystal" ucapnya gemetar


Bagas : "Iya kita tau perasaan lo, kita akan cari tau kebenarannya ya, lo tenang dulu" ucapnya lembut, Bintang mengangguk


Tania : "Udah mendingan kita ke kelas aja yuk, ngak usah di pikirin kagi, oke!!" Tania merangkul Bintang dan berdiri meninggalkan kantin diikiti Bagas yang hanya diam.


Di rooftop berdiri dua pria tampan menatap arah gedung - gedung yang berlomba - lomba mencapai langit dan jejeran genteng.


Kevin merasa bingung karena Bayu hanya diam saja dari tadi, tapi ia tak berani bersuara.


Bayu : "Notif lo apa deketin Bintang?" Kevin tersentak kaget langsung menoleh


Kevin : "Maksud lo apa?" mengerutkan keningnya


Bayu : "Kalo lo cuma mau mainin perasaan Bintang , mending lo jahuin dia"


Kevin : "Kok lo ngomong gitu sih? Gue serius sama dia dan gue ngak punya niatan buat mainin dia"


Bayu : "Bagus kalo gitu, gue cuma ngak mau kejadian yang dulu terulang lagi sama dia" sambil bernafas lega


Kevin : "Kejadian? Kejadian apa?"

__ADS_1


Bayu menoleh


Bayu : "Duduk" berbalik kemudian duduk di sofa yang sudah berumur tapi masih kokoh dan ada beberapa kursi kayu lainnya. Kevin ikut duduk tanpa membantah "Lo kenal sama cowok yang di pesta malam itu?"


Kevin : "Miko? Pacarnya Aurel?" Bayu mengangguk "Ngak terlalu kenal sih, gue cuma tau mereka pacaran dari awal masuk sekolah kelas dua, itu aja sih, trus hubungannya dengan Bintang apa?"


Bayu : "Dulu Bintang itu orangnya ceria, bawel, cerewet, manja, banyak omong, suka ngomel - ngomel, hangat, semamgat, sering senyum penampilanya anggun, rapi kayak Crystal dan Tania ngak urak - urakan kayak sekarang"


Kevin : "Hah!!... Serius lo?" Bayu mengangguk "Trus kenapa dia bisa berubah?"


Bayu menghela nafas


Bayu : "Bintang itu orangnya royal, mudah nerima siapapun yang mau jadi teman dia, sampai dia ketemu sama satu cowok yang membuat dia nyaman dan mengenal kata cinta" Kevin tak menjawab hanya menyimak "Bintang percaya banget sama cowok itu dia nggak percaya dengan hal-hal yang buruk tentang cowok itu, bahkan dia ngak percaya sama gue sekalipun, sampai dia sendiri yang menyaksikan obrolan cowok itu dengan temannya, cowok itu mengatakan kalau dia jadikan Bintang barang taruhan dengan tertawa bangga" Kevin membuatkan matanya tak percaya yang dikatakan Bayu "mendengar itu gue jadi emosi lalu menghampiri cowok itu menghajar nya habis-habisan" ucap Bayu sambil mengeram dan mengepalkan tangannya mengingat kejadian itu. "Sejak saat itu Bintang hancur dan merubah penampilannya seperti sekarang, dengan harapan tidak ingin berhubungan dengan lelaki manapun dan cowok itu Miko" Kevin terdiam mencerna perkataan Bayu, dia tahu kekhawatiran yang dirasakan Bayu, jika dia di posisi itu dia akan melakukan hal yang sama "Gue harap lo ngerti maksud gue" Bayu berdiri menepuk - menepuk pundak kevin dan tersenyum lalu beranjak meninggalkan kevin yang masih berfikir.


Kevin : "Gue janji sama Bay, gue janji sama diri gue sendiri, akan selalu jagain Bintang" ucapnya sambil menatap punggung Bayu yang menjauh "Dan gue ngak akan ngecewain lo" tambahnya berdiri menyusul bayu menuju kelas.


Sudah satu minggu Crystal bersikap dingin seperti Bintang


Bintang : "Lah kenapa jadi bawa - bawa gue?"


Author : "Kan sikap lo dingin Bi"


Bintang : "Kan lo Authornya, makanya rubah dong sikap gue, kasian sama Kevin yang ngejar - ngejar gue"


Author : "Iya ntar gue rubah sikap lo, tapi nanti yak, dan buat lo Kevin sabar yak, semua akan indah pada waktunya"


Kevin : "Iya tapi kapan gue capek tau ngejar mulu"


Author : "Kan lo cowoknya jadi harus ngejar"


Kevin : "Serah lo aja deh, kan lo Authornya"


Lanjut


Hari ini Bintang, Tania, Kevin, Bayu dan Bagas berada di mal, mereka janjian dengan Crystal yang katanya ingin mengenalkan gebetan barunya.


Bagas : "Gue yakin cowok ini yang bikin Crystal berubah" ucapnya di tengah-tengah berjalan menuju cafe tempat janjian


Tania : "Iya gue juga yakin dan gue akan buktiin kalau cowok ini gak baik buat Crystal" semua mengangguk


Mereka sudah tahu kalau Crystal berubah bukan karena sakit hati, melainkan gebetan barunya. Katanya gebetan barunya itu suka dengan cewek tomboy, mandiri, cuek, jutek dingin dan sebagainya. maka dari itu Crystal merubah penampilannya.


Mereka sampai di cafe dan mengedarkan pandangan untuk mencari tempat duduk yang kosong. Aktivitas mereka terhenti karena ada suara yang mengejutkan mereka.


Like dan comment yang kakak 😊


Makasih🙏

__ADS_1


__ADS_2