
Kevin masih menatap Bintang, jantungnya berdetak dua kali lipat membuatnya menjadi gugup. Ia menarik nafas dan menghembusnya perlahan guna mengurangi rasa deg - degannya.
Kevin : "Jadi lo khawatir sama gue" godanya mencairkan suasana, Bintang berdecak kesal
Bintang : "Ck, Vin gue serius, gue nggak bisa ngebiarin lo dalam bahaya kayak gini" ucapnya sedikit meninggikan suaranya kemudian mengalihkan pandangannya.
Kevin terkejut baru kali ini ia melihat Bintang marah
Kevin : "Oke...oke...gue minta maaf" menarik nafas panjang "Oke gue jujur sama lo, tadi pagi gue ketemu sama Danu dan anak buahnya, dia bilang gue harus jahuin lo, trus gue tolak, yaaa gue kan nggak mau jauhin lo, dan akhirnya dia ngajakin gue balapan pulang sekolah" jelasnya
Bintang : "Balapan?" Kevin mengangguk "Trus lo terima?"
Kevin : "Iya, tapi nggak jadi, kan gue di sini sama lo" jawabnya sambil tersenyum manis, Bintang mengangguk
Bintang : "Pokoknya kalo lo ketemu sama Danu lagi, lo harus kasih tau gue apapun alasannya"
Kevin : "Kenapa? Emang lo siapa?" tanyanya santai
Bintang terdiam mendengar pertanyaan Kevin 'Bener juga emang gue siapa?' batinnya
Kevin yang melihat Bintang terdiam merasa tidak enak dengan perkataannya. Pasalnya ia hanya asal bicara.
"Bi!!! maafin ucapan gue yang tadi ya, gue nggak bermaksud bikin lo tersinggung, oke...gue janji kalo gue ketemu sama Danu, gue kasih tau lo, tapi tolong lo jangan marah sama gue ya" pujuk Kevin
Tapi Bintang tetap tak bergeming, membuat Kevin menjadi frustasi. Mereka melanjutkan tanpa suara sampai selesai makan.
Selesai makan mereka kembali berjalan menyusuri gedung yang bertingkat tersebut. Selama mereka berjalan Kevin maupun Bintang tidak mengeluarkan suara.
Bintang : "Kita pulang aja, gue capek mau istirahat" ucapnya datar
Kevin : "Oke" jawabnya singkat, ia tidak tau harus biacara apa
Mereka berjalan menuju parkiran. Motor yang di naiki Bintang dan Kevin menembus jalanan yang lenggang.
Di tengah perjalanan Kevin menghentikan motor, karna ponselnya berbunyi
Bintang : "Kenapa Vin?"
__ADS_1
Kevin : "Handpone gue bunyi, gue angkat bentar ya"
Bintang : "Oh...iya"
"Assalamualaikum ma, ada apa?"
[.....]
"Hah, kok bisa?"
[.....]
"Yaudah Kevin ke sana sekarang, mama shareloc rumah sakitnya ya"
Bintang menyerngitkan keningnnya mendengar kata 'Rumah sakit'
[.....]
"Iya ma, Assalamualaikum" menutup telfon
Bintang : "Siapa yang sakit Vin? Nyokap lo?" tanyanya
Bintang : "Hah!!! Kok bisa?"
Kevin : "Gue juga nggak tau, gue harus ke sana sekarang"
Bintang : "Gue ikut"
Kevin : "Yaudah ayok"
Kevin kembali melajukan motornya berbalik karna rumah sakitnya berlawanan arah. Di perjalan Bintang terus berfikir, ini pasti perbuatan Danu.
Begitu tau ruangan sang adik, Kevin langsung berlari di lorong koridor dengan raut cemas, di ikuti oleh Bintang.
Saat masuk ruangan Kevin tidak melihat yang mama, dan langsung menuju tempat tidur Karin untuk melihat keadaanya. Ia langsung memeluk tubuh mungil adiknya itu, dengan nafas yang masih ngos - ngosan.
"Karin nggak apa - apa kok bang" ucapnya tersenyum, mencoba menghilangkan rasa cemas pada sang kakak.
__ADS_1
Kevin mencium kening Karin dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Kevin : "Kok bisa sih Rin, lo kecelakaan kayak gini?"
Karin : "Hehe...maaf bang, tadi nggak sengaja keserempet motor waktu mau nyebrang turun dari Bis" jelasnya dengan cengiran
Kevin : "Makanya lain kali hati - hati dong Dek, mana yang sakit hm?" tanya lembut
Karin : "Kaki karin ke seleo dikit, tapi nggak papa kok, udah di obatin, hehe"
Kevin menghela nafas
Kevin : "Mama mana?"
Karin : "Lagi ngurus administrasi" jawabnya Kevin mengangguk dan tersenyum
Melihat Kevin yang sangat khawatir, Bintang yakin bahwa Kevin sangat menyayangi karin. Ia bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Kevin saat ini, rasa takut kehilangan orang yang kita sayangi.
Bintang berjanji pada dirinya sendiri untuk mengakhiri ini semua. Ia tidak bisa lagi melihat orang yang tidak bersalah menjadi korban.
"Kak Bintang ngapain di situ? Sini kak" ucap Karin membuyarkan lamunan nya
Bintang melangkah mendekati ranjang Karin sambil tersenyum. Ia menciumi kening Karin cukup lama, tidak terasa air asin keluar dari mata indah Bintang, dan menetes membasahi kening Karin. Karin terkejut saat merasakan keningnya basah.
Karin : "Kakak kenapa nangis?" tanyanya saat Bintang menyudahi ciumannya, Bintang tersenyum
Kevin : "Lo kenapa Bi? Kok nangis? Lo ada masalah?" tanyanya dengan raut antara bingung dan khawatir
Bintang : "Gue nggak papa, kakak nggak papa kok" jawabnya seraya mengusap air mata di pipinya "Kakak ke toilet dulu ya, Vin gue ke toilet dulu" pamitnya
Kevin : "Lo yakin nggak papa?"
Bintang mengangguk dan langsung berjalan keluar ruangan Karin.
Karin : "Abang ngapain kak Bintang? Sampe dia nangis kayak gitu.... ayo..... ngaku sama Karin" tanyanya mengintogasi sang kakak
Kevin : "Lah....mana gue tau, kok lo nanya gue sih, gue juga nggak tau kenapa tiba - tiba dia nangis kayak gitu" elaknya
__ADS_1
Padahal ia sangat khawatir pada Bintang. Ia berfikir apa Bintang masih memikirkan ucapannya yang di cafe tadi. Kevin mengusap kasar wajahnya dan mengacak rambutnya