Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
78. Orang Baru


__ADS_3

Kevin membukakan pintu mobil dan mempersilahkan kekasihnya keluar begitu mereka sampai di depan rumah gadis itu.


"Tidur yang nyenyak ya, mimpi yang indah" ucap Kevin sambil mengelus kepala kekasihnya itu


Bintang tersenyum "Kamu pulangnya pakek mobil aku aja ya, biar aman"


"Iya, besok aku jemput kamu ya, assalamualaikum sayang"


"Waalaikumsalam, hati-hati ya kalo udah sampe kabarin aku"


Bintang melambaikan tangannya saat pemuda itu membunyikan klakson dan kemudian menghilang di balik pagar hitam


Ia menghela nafas setelah mendaratkan bokongnya ke sofa "Akhirnya beban pikiran gue hilang"


"Kenapa?"


Bintang langsung menoleh "Ngagetin aja lo" omelnya "Apanya yang kenapa?"


"Beban pikiran lo, kok bisa hilang kenapa?" tanya Azka begitu ia duduk di sebelah adiknya


"Iya dong, karna Kevin ngebolehin gue ikut study tur ke Bandung"


Dalam hati Azka mengumpati kekasih adiknya itu karna telah menggagalkan rencananya yang ingin sang adik menjadi anggota BEM, ia tersenyum pada Bintang "Bagus kalo gitu" 'Harusnya gue kontek Kevin dulu, kalo gini gue jadi repot sendiri harus ngurus tentang study tur, senjata makan tuan ini namanya' batinnya


*****


Setelah membersihkan diri Kevin merebahkan diri ke kasur ternyaman nya, ia meraih ponsel yang ada di sebelahnya untuk menelfon pujaan hati


"Assalamualaikum cantik" salamnya lebih dulu


"Waalaikumsalam" jawaban dari sebrang telfon


"Aku udah sampe rumah"


"Nggak ada yang lecet kan, atau ada yang kurang?"


"Nafas aku sedikit berkurang, setengahnya sama kamu" Kevin yakin gadis di sebrang sana sedang menahan senyumnya atau mungkin tersenyum sangat lebar yang ia tandai dengan durasi kekasihnya itu menjawab


"Apaan sih kamu, kalo nafas kamu setengahnya di aku berarti nafas aku satu setengah dong"


Kevin tertawa "Kamu lagi apa?"


"Lagi mikirin cowok lain"


"Kok kamu gitu, telfonan sama aku tapi pikirannya ke cowok lain, nyebelin kamu"


"Emangnya aku nggak boleh mikirin Ayah"


"Oh.... hehe aku kira kamu mikirin siapa, kalo Ayah kamu nggak papa"


Terdengar gadis itu tertawa kecil "Makanya jangan suuzon"


"Iya-iya, eh ngobrolnya kita lanjut besok ya, sekarang kamu tidur udah malem"


"Kamu juga tidur, good night"


"Good night sayang, jangan lupa mimpiin aku, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


****


"Pagi Mi, Pi" sapa Crystal begitu datang ke meja makan


"Pagi sayang" balas Cintia sang Mami


"Anak gadis Papi rapi banget sih, katanya nggak ada kuliah" ujar Dewa sang Papi


"Nggak kuliah bukan berarti nggak keluar kan Pi"


"Kamu mau pergi sama Bagas ya" tebak si Mami


Gadis yang sedang mengolesi roti dengan selai itu mengangguk "Refreshing Mi, mumet sama tugas"


"Dia ke sini kan jemput kamu?" tanya Dewa


Ting... tong...


"Itu dia orangnya, Crystal ke depan dulu ya" ia berdiri lalu berjalan ke pintu rumahnya


ceklek...


Mata Crystal membulat lebar serta tangannya reflek menutup sedikit mulut yang menganga saat melihat seorang pemuda yang berdiri tegap dengan senyum manis di bibirnya

__ADS_1


"Gilang?!" dan saat pemuda di hadapannya itu mengangguk ia langsung berhambur ke pelukan pemuda itu dengan wajah yang amat senang


"Crys! gue nggak bisa nafas" keluh pemuda bernama Gilang itu


Crystal langsung melepas pelukannya "Sorry-sorry gue terlalu seneng"


"Ini penyiksaan namanya"


"Iya maaf, gue kangen banget sama lo, udah lama banget nggak ketemu, lo makin ganteng aja" ujar Crystal tanpa memudarkan wajah bahagianya


Pemuda itu mengusap rambutnya dengan cool sambil berucap "Iya dong Gilang, pangling kan lo"


"Pangling banget, gue hampir aja nggak ngenalin lo"


"By the way, gue nggak di suruh masuk nih, capek tau baru sampe"


Crystal menepuk jidatnya "Astaga sampe lupa, ayok masuk" ia menggandeng tangan pemuda itu "Mami sama Papi seneng ketemu lo"


"Siapa sih yang nggak seneng ketemu sama gue" ucap Gilang dengan PD nya


Dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap interaksi mereka dari balik kaca mobil. Wajahnya memerah, dengan kuat ia mencengkram stir mobil hingga terlihat urat-urat tangannya, pemilik mobil itu menancap gas meninggalkan rumah mewah Crystal.


"Assalamualaikum Tante, Om"


"Waalaikumsalam" Cintia dan Dewa menoleh kemudian tersenyum


"Gilang? ya ampun ini beneran kami" tanya Cintia menghampiri Gilang


"Beneran dong Tante, ini Gilang keponakan Tante yang paling ganteng" jawab Gilang kemudian mencium tangan wanita yang di panggil Tante itu lalu beralih mencium tangan Dewa


"Kamu makin ganteng aja, Om sampe pangling loh" ucap Dewa


Cintia menyuruh sang keponakan sarapan bersama


"Kebetulan Gilang juga laper"


"Oh ya Lang, gimana kabar Papa sama Mama kamu?"


Gilang lebih dulu menelan roti yang ia kunyah "Alhamdulilah, mereka sehat, mereka juga titip salam untuk Om dan Tante"


Dewa mengangguk sebagai balasan kemudian menoleh pada sang putri yang sedang menatap layar ponselnya namun wajahnya terlihat berbeda dari sebelumnya "Crystal kamu kenapa?"


Crystal mendongak dari ponselnya "Crystal nggak jadi pergi, Bagas ada kuis dadakan katanya" jawabnya lesu


"Gimana kalo perginya sama gue, sekalian lo kenalin kota Jakarta ke gue" timpal Gilang


"Emangnya lo nggak capek"


"Perginya nggak sekarang, tapi minimal hari ini lo pergi"


"Oke deh" balas Crystal dengan senyum lebar


Dewa berdehem "Gilang" yang memiliki nama menoleh "Kamu jadi kan pindah kuliah di sini?"


"Jadi Om, rencananya Gilang mau kuliah di tempat Crystal, biar nggak repot nyari kampus lain"


"Tante setuju" sahut Cintia "Sekalian aja kamu tinggal di sini, biar rumah ini rame"


"Siap Tante"


*****


Braaak...


Bagas menghempas tasnya ke atas meja dengan keras, karna kelakuannya itu membuat orang yang ada di sana terlonjak


"Astaga!! kenapa sih lo?" tanya Bintang


"Tau nih bikin kaget aja" timpal Tania


"Eh bukannya lo nggak kuliah ya hari ini, mau jalan sama Crystal, kenapa ngampus?" Bayu ikut bertanya


Pemuda yang sudah mendaratkan bokongnya itu hanya diam


Kevin yang geram kembali melemparkan tas yang sebelumnya di hempas ke meja pada pemiliknya


"Jawab woy, malah diem aja"


Bagas mengusap kasar wajahnya "Mungkin nggak sih kalo Crystal selingkuh?"


Semua menoleh dan terdiam cukup lama


"Ya nggak mungkin lah" jawab Tania "Crystal itu tipe yang setia"

__ADS_1


Bintang menyetujui dengan anggukkan "Kenapa lo ngomong kayak gitu?"


"Tadi waktu gue mau jemput dia, gue liat dia sama cowok" jelas Bagas


"Temennya kali" sahut Bayu


"Masa temen peluk-pelukan trus waktu mau masuk rumah Crystal gandeng tangan cowok itu"


Semua terdiam mendengar penjelasan Bagas tentang pacarnya


"Gini deh, lo jangan mikir yang aneh-aneh dulu bisa jadi temen masa kecilnya, atau saudara jauh, sepupu mungkin" ucap Kevin


"Setuju" timpal Tania "Setau gue nih ya, Crystal nggak mungkin meluk orang sembarangan apalagi cowok"


"Inti dari hubungan itu kepercayaan" ntah mengapa Bayu jadi menasehati


"Coba deh lo ngomong sama dia, lo tanya baik-baik, ntar kalian pergi kan" tambah Bintang


Pemuda yang sedang galau itu menyenderkan punggungnya "Nggak jadi gue udah kesel duluan, gue batalin deh"


"Makanya kalo ngelakuin sesuatu itu jangan gegabah, jangan pakek emosi" Bayu kembali menasehati dan ntah mengapa hari ini pemuda itu berkata benar, Bagas terheran karenanya


"Gas!"


Si pemilik nama menyaut "Apa?"


"Sekarang lo telfon Crystal dan ajakin lagi dia pergi" ucap Bintang


"Kenapa?"


"Udah telfon aja cepet, sebelum terlambat" desak Bintang


"Gue tau apa yang ada di pikiran lo" sahut Tania "Kalo Crystal nggak jadi pergi sama lo, otomatis cowok yang tadi ke rumah dia pasti dan gue yakin banget cowok itu ngajak Crystal pergi" jelasnya "Tunggu apa lagi, telfon sekarang"


Bintang jadi geram sendiri melihat sabahat laki-lakinya itu diam saja


"Cepet!!"


Bagas yang tersentak mendengar teriakan ke empat sahabatnya langsung mengambil ponsel di kantongnya dan menelpon sang kekasih, tak lama terdengar suara dari benda tipis itu


"Waalaikumsalam cantik"


(.....)


"Kamu masih di rumah kan?"


(.....)


"Ini, aku nggak jadi kuis, karna... dosennya nggak dateng, kita masih bisa pergi kan"


(.....)


"Oke, aku jemput kamu sekarang ya"


(.....)


"Iya, waalaikumsalam cantik"


Bagas menatap sahabatnya satu-persatu yang juga menatapnya


"Tunggu apalagi pergi sana" ucap Kevin


"Makasih ya guys, kalo aja kalia-"


"Udah nggak usah banyak omong, pergi sana" potong Bayu


"Iya-iya bye"


*****


Ting...tong...


Laki-laki paruh baya dan gadis cantik dengan kompak menoleh ke pintu


"Siapa yang datang?" pertanyaan dari Cintia setelah wanita itu meletakkan secangkir teh untuk suaminya


"Pasti Bagas"


Pria paruh baya yang sedang menyeruput tehnya mengerutkan dahi "Katanya nggak jadi pergi?"


"Dosennya nggak dateng, jadi kuisnya nggak jadi" setelah menjawab Crystal pamit untuk membukakan pintu tak lama kembali bersama seorang pemuda yang lebih tinggi darinya


"Waalaikumsalam" jawab Dewa dan Cintia bersamaan saat kekasih dari putrinya itu memberi salam kemudian menyalami mereka

__ADS_1


Sedikit terjadi obrolan antara Bagas dengan kedua orang tua Crystal hingga pemuda itu meminta izin untuk membawa pergi anak gadisnya.


__ADS_2