Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
68. Papa Kevin?


__ADS_3

Kevin berbalik saat mendengar suara klakson mobil yang tidak di kenali berhenti di halaman rumah kekasihnya, ternyata sang kekasih lah yang keluar dari mobil asing tersebut bersama calon kakak ipar.


Bintang menghampiri Kevin sedangkan Azka masuk ke dalam rumah setelah saling melempar sapaan dengan pacar adiknya.


"Kevin kamu ngapain di sini?" tanya Bintang


Bukannya menjawab Kevin malah berbalik tanya "Mobil siapa?"


"Mobil aku lah, mobil siapa lagi?"


"Mobil baru?"


Bintang mengangguk "Di kirimin sama cinta pertama aku"


Sontak Kevin langsung menatap Bintang "Mantan kamu yang mana? Danu? Oh atau Miko?"


"Apaan sih? Aku bilang kan cinta pertama bukan mantan"


"Siapa cinta pertama kamu?" tanya Kevin dengan kesal sambil menatap gadis di hadapannya yang tampak terdiam "Siapa Bintang" desaknya


"Ayah aku, hahaha" tawa Bintang langsung pecah melihat wajah kesal kekasihnya itu


Kevin mendengus kesal, ia mencubit pipi Bintang yang masih tertawa "Bercandaan kamu nggak lucu" geramnya "Aku udah mikir kemana - mana tau nggak"


"Siapa suruh mikir kayak gitu?"


"Semua orang pasti juga mikirnya gitu"


"Yaudah aku minta maaf, ayo masuk"


Kevin melingkarkan tangannya ke leher Bintang kemudian melangkah masuk ke dalan rumah

__ADS_1


"Udah rapi aja lo, mau kemana?" tanya Bintang pada sang abang yang tampak kerepotan


"Kampus, ada kuis dadakan" jawab Azka masih sibuk dengan barang - barangnya "Gue pinjem mobil"


"Ogah, mobil baru nih" tolak Bintang "Lagian lo kan ada kuis dadakan, lebih cepet naik motor"


"Yaelah nggak gue apa - apain, motor gue di bagasi, lama kalo ngeluarin dulu, kalian kan berangkat bareng"


Selesai dengan tasnya Azka langsung menyambar kunci mobil yang di letakkan atas meja saat masuk tadi kemudian berlari cepat keluar rumah.


"Jangan sampe lecet" teriak Bintang


Belum lama Azka menghilang di balik pintu, beberapa detik kemudian pemuda itu menongolkan kepalanya saja untuk "Jangan macem - macem ya kalian" tatapan tajamnya tertuju pada Kevin, lalu ia benar - benar pergi terdengar dari deru mobil yang menghilang


"Abang kamu kok sekarang gitu banget ya, perasaan dulu nggak deh, malahan ngedukung aku" komentar Kevin


"Cuma gertakan doang" balas Bintang sambil melangkah ke meja makan dan duduk di ikuti oleh Kevin


"Tapi aku takut beneran"


"Mobil kamu yang lama, kemana?" tanya Kevin setelah meletakkan gelas minumnya


"Masih di bengkel Bima, mungkin hari ini selasai dan di anter"


"Trus mau di ke manain?"


"Nggak di ke mana - manain, simpen di bagasi aja"


"Kenapa nggak di jual?"


"Nggak ah sayang, banyak kenangannya"

__ADS_1


Kevin mengangguk lalu kembali meneguk air di depannya


"Kevin!"


"Iya sayang"


"Aku boleh nanya sesuatu nggak?" tanya Bintang dengan ragu - ragu


"Nanya apa?"


"Tapi kamu jangan marah ya"


"Iya sayang, mau nanya apa sih? Nanya aja nggak usah ragu" Kevin menatap Bintang dengan seksama


"Kita kan udah lama kenal, pacaran juga udah 2 tahun lebih, aku boleh nggak tau tentang papa kamu?" tanya Bintang dengan hati - hati,


Seketika ekspresi Kevin berubah, melihat itu Bintang merasa bersalah, ia menyentuh punggung tangan kekasihnya "Nggak mau cerita juga nggak papa kok" ucapnya tersenyum


Kevin meletakkan tangan kirinya di atas tangan Bintang, ia menghela hafas panjang, gadis di hadapannya ini berhak tau tentang keluarganya termasuk sang papa yang dia sendiri tidak tau keberadaannya.


"Papa aku itu anak rantau, yang aku tau cuma kota asalnya dari Makasar, selebihnya nggak tau, latar belakang papa, semua keluarga papa, aku nggak tau sama sekali, aku sering liat mama sama papa berantem, sekedar adu mulut gitu dan setelahnya baikan lagi, hampir setiap hari kayak gitu, papa selalu marahin mama, apa pun yang mama lakuin pasti selalu salah di mata papa, bahkan hal sepele sekalipun, setiap kali mereka bertengkar papa pergi dari rumah ninggalin mama nangis sendirian, tapi mama nggak pernah ngeluh dan selalu tersenyum di depan aku, awalnya mereka nggak pernah berantem, selalu rukun, harmonis, papa selalu memeperlakukan mama dengan baik, pertengkaran itu di mulai sejak Karin lahir, aku juga nggak tau kenapa papa berubah"


Kevin menghela nafas untuk menahan rasa sesak di dadanya "Sampai suatu hari aku liat mereka bertengkar hebat, sampe papa nampar mama, setelah itu papa pergi dari rumah dan nggak pernah balik lagi, dari hari itu sampe sekarang aku nggak pernah lagi ketemu sama papa, aku juga nggak tau dia kemana, semenjak itu mama berjuang sendirian untuk membesarkan aku dan juga Karin, mama ngejalanan itu semua sendirian tanpa papa"


"Mama kamu hebat" komentar Bintang sambil mengusap pipinya yang basah


"Iya dia memang hebat, dia segalanya buat aku" Kevin membantu kekasih mengusap air matanyab "Nggak usah nangis"


"Aku sedih dengar cerita kamu, aku nggak bisa ngebayangin kalo aku yang ada di posisi itu, mungkin aku udah putus asa"


"Aku nggak akan tinggalin kamu" Kevin tersenyum, tangannya terangkat untuk mengusap kepala gadis di hadapannya "Dasar cengeng"

__ADS_1


"Biarin" balas Bintang acuh "Aku ke kamar dulu, mau siap - siap ke kampus"


"Iya, aku tunggu di sini"


__ADS_2