
"Selamat pagi!!"
Mila yang baru saja melewati pagar kampus tersentak saat mendapat sapaan yang tiba - tiba dan spontan mengelus dadanya "Astaga!! Kak Azka bikin kaget aja"
"Sorry, gue nggak bermaksud bikin lo kaget" ucap Azka "Assalamualaikum"
Mila tersenyum "Waalaikumsalam, nah gitu dong, kalo ketemu ngucapin salam, bukannya ngagetin"
"Iya deh, lain kali gue ngucapin salam" balas Azka sambil tersenyum menampilkan deretan giginya
Mila memalingkan wajahnya, ntah mengapa organ dalam dadanya tiba - tiba berdetak lebih cepat, sepulang kuliah nanti ia berniat ke dokter untuk memeriksa jantungnya 'Jantung aku kenapa?'
"Mil!! Lo kenapa?"
"Nggak papa kok" jawab Mila dengan gugup 'Aku kok deg - deg an gini ya?' batinnya "Ehm... Aku duluan kak"
"Tunggu!! Kok di tinggal, gue itu sengaja nungguin lo"
"Mau ngapain?"
"Yaa, biar barengan masuknya" Azka tersenyum saat gadis di hadapannya itu tersenyum dan mengangguk
"Mil" panggil Azka di sela - sela jalan mereka
"Iyah" sahut Azka
"Karna masih pagi, gimana kalo kita sarapan dulu?"
"Ehm... Tapi aku udah sarapan di rumah"
Azka menghentikan langkahnya dan reflek Mila juga menghentikan langkahnya "Kalo gitu, temenin gue aja sarapan ya, nggak enak tau makan sendirian"
Mila terdiam sejenak kemudian mengangguk membuat senyum pemuda tampan di sebelahnya kembali mengembang. Mereka putar arah menuju kantin.
"Lo pesen apa?" tanya Azka saat mereka mendaratkan bokong masing - masing di kursi kantin
"Kan aku udah sarapan" jawab Mila
"Ya minimal minumlah, masa lo cuma ngeliatin gue makan"
"Yaudah, es teh aja"
"Oke, gue pesen jus jeruk" ucap Azka yang langsung pergi sebelum mendapat protesan
*****
Crystal berjalan di lorong koridor sambil menggerutu kesal, karna sudah cukup lama ia menunggu Bagas menjemputnya di kelas tapi ntah kemana kekasihnya itu.
Dengan mata menyipit ia menangkap sosok yang di tunggunya sejak tadi sedang berbicara dengan seorang gadis yang tak di kenali, dan terlihat mereka mengobrol sangat asik.
Crystal mendengus kesal "Di tungguin dari tadi, ternyata enak - enakan ngobrol, sama cewek lagi"
Ia mendekati dua orang yang masih asik mengobrol itu, namun dengan sengaja berjalan di antara keduanya tanpa menoleh sama sekali membuat seseorang tersadar.
"Sayang!! Crystal!!" panggilan Bagas tak di hiraukan "****** gue, eh Nad gue duluan ya, ntar kita bahas lagi, bye"
Bagas langsung berlari mengejar sang kekasih "Yank!! Tunggu!!" berbagai panggilan ia lontarkan namun gadis yang berjalan di depannya malah mempercepat langkahnya.
"Tumben lama" ucap Tania begitu Crystal duduk di sebelahnya, di sana sudah ada Bayu, Bintang dan Kevin
__ADS_1
Belum sempat Crystal menjawab, ketiganya menoleh ke arah Bagas yang datang dengan nafas tersengal - sengal dan langsung duduk di sebelah kekasih.
"Gue lama karna" Crystal mengambil garpu lalu menusuk pentol siomay milik Tania dengan sadis sambil berkata "Nungguin orang yang lagi asik ngobrol" kemudian memasukkan ke dalam mulut, mengunyahnya dengan kasar membuat pemuda di sampingnya menelan saliva dengan susah payah
"Maksudnya?" tanya Bintang
"Kalian kenapa sih?" timpal Bayu sambil memiringkan kepalanya dan menopang dengan tangan
"Gue nungguin orang lama di kelas, sampe cacing dalam perut gue meronta - ronta, tapi orang itu malah enak - enakan ngobrol, sama cewek lagi" jelas Crystal berapi - api
"Wah, ini sih parah!!" olok Kevin
"Vin!!" tegur Bintang
"Tapi Kevin bener sih, parah banget" sahut Bayu yang langsung mendapat sikutan dari Tania
"Nggak usah ngomporin lo berdua" Bagas melempar tisu pada dua pemuda yang sedang cekikikan "Yank, dengerin aku dulu, namanya Nadia-"
"Harus banget di sebutin namanya" potong Crystal
"Oke, aku minta maaf, tadi yang aku ngobrol sama dia cuma bahas materi kuliah, nggak lebih" jelas Bagas
"Oh bahas materi, asik banget ya, sampe lupa" sindir Crystal
"Nggak kok, Aku nggak lupa, tadi dia cegat aku di jalan"
"Oh"
Bagas mencolek dagu Crystal "Nggak usah cemburu gitu"
"Siapa yang cemburu?"
"Kamu lah"
"Ngaku aja deh, kamu cemburu kan?" goda Bagas
"Nggak!! Aku nggak cemburu, aku cuma kesal" elak Crystal
Crystal memalingkan wajahnya saat Bagas berkali - kali mencolek dagunya "Apaan sih"
"Cieee yang cemburu"
"Nggak!!"
"Woy!! Udah kali, masih ada orang nih" celetuk Kevin
"Ganti nih siomay gue, yang hampir abis" ujar Tania
Crystal menyengir "Iya, gue ganti"
"Bi, aku ke toilet dulu ya" ucap Kevin
"Iyah" balas Bintang "Jangan lama - lama tapi, ntar aku jadi obat nyamuk lagi"
Kevin terkekeh sambil mengacak rambut Bintang kemudian beranjak pergi.
Bintang terus menatap punggung Kevin yang menjauh hingga matanya menatap sosok gadis yang ia kenali sedang celingak - celinguk seperti mencari tempat duduk, Bintang menandai dari nampan yang di bawanya.
"Mila!!"
__ADS_1
Yang punya nama langsung menoleh kemudian mendekat saat mendapat kode dari Bintang sambil tersenyum
"Hai Bi" sapa Mila
"Hai Mil, lo nggak dapet tempat duduk?" tanya Bintang
"Iya nih, penuh semua"
"Yaudah, gabung aja sini"
Mila melirik 4 orang yang ada di hadapan Bintang lalu bertanya "Emangnya boleh?" dan setelah mendapat anggukan, ia duduk di sebelah Bintang "Makasih"
"Oh ya, kenalin, ini temen - temen gue, lebih tepatnya sahabat gue, kita satu SMA" ucap Bintang, kemudian menyebutkan nama ke empat sahabatnya dan menjelaskan juga hubungannya dengan Mila.
*****
"Woy!! Ka mau ke mana lo? Buru - buru
amat" teriak Dika
Azka yang berjalan cepat menuju pintu berbalik sambil terus berjalan mundur menjawab "Ada urusan"
"Cewek!?" timpal Riyan, pemuda itu hanya tersenyum kembali berbalik dan melanjutkan jalannya
Mila mengerutkan keningnya saat mendapati seorang pemuda yang berdiri di depannya dengan nafas yang ngos - ngosan, begitu ia keluar dari kelas "Kak Azka kenapa? Kok ngos - ngosan gitu? Di kejar siapa?"
"Bukan di kejar, tapi ngejar lo" jawab Azka setelah nafasnya sedikit teratur
"Ngapain? Aku kan nggak lari, baru aja keluar dari kelas"
"Gue mau ngajakin lo pulang bareng"
Mila terdiam sambil berfikir, pemuda di depannya ini sudah mempunyai pacar, tapi mengapa terus - terusan mendekatinya? Apa maksud pemuda ini? Apa lagi pacarnya itu adalah gadis yang baik.
Ia harus apa? Jika menolak, alasannya apa? Jika menerima, Bintang bagaimana? Dan juga gadis itu sudah menolong dan memberikan pekerjaan.
Azka memiringkan kepalanya dengan alis terangkat, mengapa gadis ini selalu melamun? Apa yang ada di dalam otaknya?
"Aaaa..."
Plak
"Aakkhh..."
Mila menutup mulutnya dengan telapak tangan "Aduh, maaf kak, aku nggak sengaja" ucapnya panik
"Pedes banget" komentar Azka sambil terus mengelus pipinya, baru kali ini ia di tampar seorang gadis dan ia sendiri tidak tau salahnya apa "Kok lo nampar gue sih, salah gue apa?"
"Maaf kak, aku tadi kaget, abisnya muka kak Azka deket banget, sakit ya?"
Ide jail muncul di kepala Azka "Aduh sakit banget nih, harus di obatin" keluhnya
"Kalo gitu kita ke UKS aja yuk" Mila menarik tangan Azka namun di tahan oleh si empu
"Tunggu!! Gue laper, gimana kalo ngobatinnya sambil makan?"
"Gimana ya?"
"Aduh... Sakit banget"
__ADS_1
"Eh... Yaudah, obatinya sambil makan"
Dalam hati Azka bersorak senang, senyum kecil pun terukir.