Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
73. Mengingat


__ADS_3

Kevin mengendarai motor kesayangannya dengan membonceng seorang gadis yang sedang menetap di hatinya saat ini dan semoga untuk selamanya akan menetap.


Sepertinya cuaca sedang tidak bersahabat, langit biru yang cerah hilang tertutupi awan yang mulai menghitam, terdengar suara gemuruh dan kilatan - kilatan kecil.


Bintang mendongakkan kepalanya memperhatikan langit yang sebentar lagi akan menjatuhkan air "Kayaknya mau hujan" ucapnya sedikit berteriak


"Kita cari tempat neduh" balas Kevin menoleh sekilas


Bintang sedikit merasa kecewa karna dirinya sudah lama tidak bermain hujan, maksud dirinya memberitahu akan hujan agar di ajak bermain di bawah derasnya air yang jatuh dari awan.


Baru saja sepasang kekasih itu turun dari motor, hujan pun ikut turun dengan sangat lebatnya. Bintang mengulurkan tangannya dan membiarkan air menyentuhnya, senyum terukir dengan manis di bibirnya. Kegiatan itu tak lepas dari pandangan Kevin.


Kevin sangat tau kesukaan kekasihnya ini, bermain hujan. Dia merasa dejavu dengan tempat ini, tempat di mana waktu pertama kali ia melihat gadis remaja SMA tertawa lepas, menari, berlari di bawah air, memperlihatkan sosok periang dan cerianya.


Kevin tersenyum mengingat kejadian itu semua, dirinya ikut mengulurkan tangan "Kamu inget nggak tempat ini?"


Bintang menoleh pada Kevin sebentar kemudian mengamati sekitar, ia baru sadar kalau tempat ini adalah tempat pertama kali dirinya bermain hujan bersama pemuda di sebelahnya, ia tersenyum pada Kevin dan mengangguk


"Di sana" Kevin menunjuk arah taman yang tidak jauh dari mereka, Bintang mengikuti arah tunjuk kekasihnya itu "Untuk pertama kalinya, aku ngeliat gadis memakai seragam SMA dengan bahagianya menari, berlari, dan tertawa menikmati air hujan"


Bintang tersenyum, tentu saja ia mengingatnya "Kamu tau? kamu orang pertama yang melihat semua itu, setelah kurang lebih 2 tahun lamanya, aku nggak pernah nunjukin itu ke orang lain"


"Itu artinya aku orang spesial"


Bintang mengidikkan bahunya "Mungkin"


Kevin melepaskan tasnya dan meletakkan di atas kursi yang ada di dekatnya, ia mencubit pipi Bintang keras


"Aww.... Kevin sakit...." Bintang menghentakkan tangan Kevin, menatap sengit pemuda itu "Kamu apaansih? sakit tau?" ia hendak memukul lengan Kevin namun dengan cepat Kevin menghindar


"Eit... nggak kena"


Dengan lihai Kevin menghindar dari pukulan kekasihnya, hal itu membuat Bintang kesal dan akhirnya ia terus mengejar Kevin untuk melampiaskan kekesalannya.


Hingga tanpa sadar sekarang mereka berlari - larian, tertawa, menari - nari seperti dulu di bawah derasnya hujan.

__ADS_1


Kevin menangkap pergelangan tangan Bintang dan menariknya ke dalam pelukannya, keduanya mengatur nafas karna lelah di sertai senyuman yang terukir di bibir keduanya.


Bintang mendongak menatap Kevin dengan mata sedikit menyipit karna air hujan "I love you"


"Aku lebih dari kata itu" Kevin mengecup kening kekasihnya


Jdaaaaarrr......


keduanya terlonjak dan reflek menatap langit


"Kita pulang yuk" ajak Kevin


"Tapi aku masih mau nikmati ujan"


"Nikmatinnya di atas motor aja, kalo terlalu lama ujan - ujanan ntar kamu sakit, kalo kamu sakit aku di marahin bang Azka"


Bintang mengangguk pelan "Yaudah deh iya"


"Jangan cemberut gitu, senyum"


*****


Mila tersenyum pada pemuda yang sedang berdiri di depan kelasnya, ntah mengapa pemuda itu sering sekali menemuinya, ntah itu di kampus, di cafe tempatnya bekerja, bahkan datang ke rumah.


Hal itu membuat hatinya senang, namun tak ingin berharap lebih, ia cukup sadar diri untuk menyukai pemuda yang memiliki latar belakang berbanding balik dengan dirinya.


"Mila!!"


Yang punya nama tersentak "Iya kak?"


"Lo itu kenapa sih sering banget bengong?" tanya Azka


"Hah, nggak papa kok" jawab Mila tersenyum canggung


"Ayok gue anter pulang"

__ADS_1


"Nggak usah kak, aku pulang sendiri aja"


"Nggak bisa gitu, kan lo berangkat bareng gue, jadi pulangnya juga bareng gue"


"Aku nggak langsung pulang tapi ke cafe dulu"


"Nggak masalah gue anter lo ke cafe"


Mila terdiam sesaat memikirkan cara menolaknya karna ia tak ingin sebuah rasa tumbuh di hatinya, sebuah panggilan membuatnya kembali tersentak.


"Tuh kan bengong lagi"


"Maaf kak, apa nggak ngerepotin kalo harus nganter aku?"


"Nggak kok malahan gue seneng bisa bareng lo terus"


Hati Mila berdesir mendengar itu, sadar Mila sadar kamu siapa dia siapa, nggak boleh, nggak boleh suka sama dia, rapalnya "Terserah kak Azka aja"


"Gitu dong" senyuman yang terbit di wajah tampan Azka mampu membuat gadis di hadapannya terpesona


Karna terlalu lama mengagumi sebuah senyuman, tanpa sadar Mila berjalan di samping Azka dengan bergandengan tangan.


*****


Bintang keluar dari kamar Azka dengan membawa baju, celana serta handuk. Menghampiri kekasih yang sedang duduk di sofa ruang keluarga dalam keadaan menggigil.


"Kalo ada Bunda pasti udah di omelin"


"Trus yang di marahin kamu" sahut Kevin sambil menerima pakaian dari Bintang "Bunda sayang banget sama aku"


"Iya, padahal kan anaknya aku, malah kamu yang di perhatiin"


"Aku juga iri sama kamu, setiap ke rumah pasti kamu yang lebih di perhatiin sama Mama, di manjain, padahal aku putranya"


Bintang tertawa "Berarti kita 1 sama, yaudah sana ganti baju, ntar masuk angin lagi"

__ADS_1


Kevin mengangguk "Kamu juga" kemudian beranjak dari tempat duduk berjalan menuju kamar mandi begitu pun dengan Bintang yang berjalan menuju kamarnya


__ADS_2