
Bintang : "Kalian kenapa? Pada tegang gitu mukanya" tanyanya saat masuk ke kamar Azka
Bagas berdiri
Bagas : "Gue mau nemuin Danu, gue mau kasih dia pelajaran" ucapnya penuh emosi, Bintang membulatkan matanya
Bintang : "Ngak gue ngak akan gizinin lo buat nemuin dia, dan gue ngak gizinin siapapun buat nemuin dia" ucapnya datar penuh penekenan
Bagas : "Tapi Bi ini udah keterlaluan, Kevin ngak salah, please izinin gue nemuin dia"
Bintang : "Ngak, sekali gue bilang ngak tetep ngak, lo lupa apa yang udah dia lakuin sama lo dulu hah!!!" meninggikan suaranya, Tania berdiri mengelus pundak Bintang guna menenangkan "Cukup gue kehilangan sepupu gue, dan gue ngak mau kehilangan sahabat - sahabat gue termasuk lo, sampai kapanpun gue ngak akan ngizinin siapapun buat nemuin si breksek itu" teriaknya penuh amarah, mata dan wajahnya memerah, ntah kenapa setiap mendengar nama Danu ia naik pitam
Bagas menunduk dan terduduk di sofa ia tak berani menatap Bintang yang sedang tersulut emosi. Bayu berdiri
Bayu : "Nan tahan emosi lo" ucapnya mencoba meredam emosi Bintang
Bintang mengatur nafas dan mengendalikan emosinya berusaha meredam amarahnya
Bintang : "Maafin gue Gas, gue ngak bermaksud buat marahin lo, gue cuma ngak mau kehilangan lo, gue pernah hampir kehilangan lo dan gue ngak akan ngebiarin itu terjadi lagi" lirihnya, ia merasa bersalah karna sudah memarahi sahabatnya itu bahkan ia pun tidak sadar jika di sana ada Kevin
__ADS_1
Bagas : "Gue juga minta maaf, gue ngak bermaksud bikin lo marah" ucapnya menyesal
Kevin yang tak tau apa - apa hanya menyaksikan, ia tidak pernah melihat Bintang semarah itu lagi pula ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
Kevin : "Sebenarnya ini ada apa sih? Gue jadi bingung" angkat bicara
Semua mata mengarah padanya dengan tatapan yang sulit di artikan
Bayu : "Gue rasa dia harus tau, demi keselamatannya" ucapnya mentap Bintang
Bintang menghela nafas dan mengangguk. Bayu mengajak Bagas dan Tania keluar dari kamar memberikan mereka berdua waktu
Azka : "Lah, kapan kalian datang?" tanyanya sambil melahap makanan di depannya
Bunda : "Bintang mana?"
Tania : "Masih di kamar Bun"
Bunda : "Oh...yaudah ayo duduk kita makan sama - sama" semua mengangguk dan duduk di kursi yang kosong "Oh ya Bunda ngak liat Crystal, kemana dia? Biasanyakan dia paling berisik"
__ADS_1
Tania : "Crystal lagi keluar kota Bunda, ada acara keluarga katanya" jawabnya Ajeng mengangguk
Ayah : "Ya sudah, ayo di lanjut makanya, jangan sungkan" ucapnya semua mengangguk
Di kamar Azka
Kevin : "Mau sampe kapan lo diem? Lebaran monyet" ucapnya memecah keheningan
Bintang : "Lo kenal Miko?" berbalik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Kevin
Kevin : "Cuma sekedar tau aja sih dia cowok Aurel, dan gue juga udah tau cerita lo sama dia, Bayu yang cerita"
Bintang : "Miko sama Danu taruhan buat dapatin gue" mulai bercerita "Miko deketin gue secara langsung, sedangkan Danu melalui Nadin, Nadin itu sepupu gue, saru - satunya sepupu perempuan, gue sama dia deket banget bagaikan saudara kandung, awalnya gue sukanya sama Danu bukan Miko, tapi karna Nadin bilang dia suka sama Danu, jadi gue ngalah dan milih Miko" yang awalnya tatapan Bintang biasa saja berubah menjadi tatapan tajam seperti singa yang ingin menerkam mangsanya "Setelah dia tau gue milih Miko, dia mutusi Nadin secara sepihak. Nadin frustasi, stres dan dia hampir gila, apa lagi saat dia tau Danu cuma manfaantin dia buat dapetin gue" air mata Bintang tidak dapat di bendung lagi, cairan bening itu terjatuh membasahai pipi putihnya "Ahirnya Nadin bunuh diri" ia menghapus air matanya
Kevin terdiam membiarkan Bintang meluapkan kesedihannya
Kevin : "Lo sempet jadian sama Miko?" tanyanya ragu - ragu, Bintang menggeleng
Bintang : "gue udah tau duluan, jadi gue harap kalo lo ketemu Danu lagi, lo harus hubungin gue, harus!!" peringatnya penuh penekanan
__ADS_1
Kevin : "Jadi lo khawatirin gue nih" godanya mencairkan suasana, wajah Bintang memanas dapat ia pastikan wajahnya memerah, bagaimana bisa ia berkata seperti itu pada Kevin, Bintang berusaha santai. Bintang : "Gue serius, gue ngak mau lo mati gara - gara gue, ntar gue masuk penjara lagi" alibinya
Kevin terkekeh, ia tau kalau gadis itu menghawatirkannya.