Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
27


__ADS_3

Sekarang Bintang duduk di kursi taman yang kosong, sedang menunggu orang yang membuat sahabatnya berubah. Ia sudah menghubungi teman - teman lamanya untuk meminta bantuan, ia sengaja tak melibatkan sahabatnya karena sebenarnya ia sudah tahu dalang dibalik semua ini. Tapi ia hanya memastikan dugaannya benarnatas salah.


Lima menit berlalu akhirnya yang di tunggu datang.


Aril : "Udah lama ya?" tanyan


Bintang : "Baru kok"


Aril : "Lo ngapain ngajak gue ketemuan?"


Bintang : "Siapa yang nyuruh lo deketin Crystal?" tanyanya to the point. Aril terkejut mendengar pertanyaan Bintang


Aril : "Maksud lo apasih, gue ngak ngerti" jawabnya gugup


Bintang : "Lo mau jujur atau mati" ancamnya


Aril menelan ludah nya ia mengedarkan pandangannya dan melihat ada beberapa orang dari kejahuan melihat ke arah mereka "Pilihan di tangan lo, masih mau liat matahari atau nggak" sambungnya lagi "Mereka semua psikopat"


Aril : "Oke....oke....gue di suruh sama seseorang, dia ngancem gue, dia bilang kalo gue nggak nurut keluarga gue jadi sasarannya" jawabnya gugup


Bintang : "Siapa?"


Aril : "Da...Danu" jawabnya


Dan benar dugaan Bintang Danu dalang semua ini


Bintang : "Apa rencananya? Alasannya?"


Aril : "Buat balas dendam sama lo, dengan cara nyakitin orang yang dekat sama lo, rencananya Crystal trus porotin dia dan Danu juga gue buat nidurin Crystal" Bintang langsung menatap tajam "Tapi gue nggak mau, gue juga udah punya tunangan dan tunangan gue juga tau alasan gue ngelakuin ini" Bintang mengeram menahan emosi "Satu lagi" Bintang menoleh "Sebenarnya Crystal udah tau" lanjutnya Bintang pun mengangguk


Bintang : "Besok lo putusin Crystal jam 5 sore"


Aril : "Tapi misinya belum selesai, gimana kalo Danu tau? Trus gimana dengan keluarga gue?" ucapnya dengan kecemasan


Bintang : "Lo tenang aja, keluarga lo aman, Danu biar gue yang urus" ucapnya meyakinkan


Aril : "Makasih"


Bintang : "Lo boleh pergi"


Setelah pria itu pergi ia mengeluarkan ponsel yang di simpan dalam kantongnya, ia sudah merekam semuanya. Bintang mengotak atik ponselnya mencari satu nomor dan menelfonnya.


Bintang : "Jagain Aril dan keluarganya, jangan sampe ada yang lecet sedikit pun" ucapnya pada orang di sebrang sana


[......]


Bintang : "Oke gue percaya sama lo, kalo ada sesuatu langsung hubungin gue"

__ADS_1


[......]


Bintang menutup telponnya. Ia mengepalkan tangannya"Danu lagi....Danu lagi sampe kapan dia ganggu hidup gue" gumamnya


Keesokannya


Di karnakan guru sedang rapat tentang ujian anak - anak kelas XII jadi jam pelajaran tidak di laksanakan.


Bintang mengumpulkan sahabatnya di rooftop sekolah.


Ia berdiri menatap gedung - gedung yang menjulang tinggi serta deretan genteng.


Crystal, Tania, Bayu, Bagas bahkan Kevin pun akhirnya datang.


Bayu : "Ngapain lo nyuruh kita ke sini?" tanyanya


Bagas : "Ada hal penting apa?"


Bintang berbalik dan duduk di sofa tua


Bintang : "Duduk" ucapnya tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan, semua tak membantah dan menurutinya.


Tanpa berkata Bintang mengeluarkan handponenya dan memutarkan rekaman suara yang ia dapatkan kemarin. Mereka mendengar dengan seksama rekaman tersebut hingga selesai.


Mereka terkejut dengan apa yang di dengarnya dan langsung melihat ke arah Crystal yang menunduk karna tidak berani menatap sahabatnya itu.


Tania menggenggam tangan Crystal


Air mata Crystal sudah tidak bisa di bendung lagi mengalir begitu saja di pipi chubbynya


Bintang : "Ini masalah gue, Danu itu masalah gue, seharuanya lo cerita sama gue, Crys kita udah dua tahun jadi sahabat" lirihnya, ia merasa bersalah karna dirinya para sahabatnya ikut terkena masalah.


Crystal : "Maaf" cuma itu yang keluar dari mulut Crystal saat ini


Bintang : "Lo nggak salah, gue marah sama lo karna lo nggak cerita sama kita"


Bintang dan Tania memeluk Crystal


Tania : "Gue kangen sama lo Crys, gue kangen bawel lo, gue kangen celotehan lo, gue kangen cerita bareng lo, omelan lo, candaan lo, keceriaan lo" ucanya sambil menangis


Crystal : "Gue juga kangen sama kalian, gue kangen bercanda bareng, ketawa bareng, pergi bareng, gue kangen semuanya" ucapnya sesegukan


Bayu, Bagas dan Kevin hanya menyaksikan mereka berpelukan seperti telletubbis.


Bagas : "Lo nggak kangen sama gue Crys?" celetuknya mencairkan suasana


Crystal : "Nggak" jawabnya sambil memghapus air matanya

__ADS_1


Bagas : "Gitu amat lo sama gue, gue kan juga pengen di peluk" ucapnya dengan raut yang di buat sedih


Crystal : "Tuh pelukan sama tiang listrik"


Tania : "Nah ini baru Crystal" semua terkekeh


Crystal : "Sekali lagi gue minta maaf sama kalian karna nggak jujur" ucapnya menyesal


Bintang : "Udah Crys ini bukan salah lo, kita lupain aja semuanya ya"


Crystal mengangguk dan melihat sahabatnya satu - satu. Ia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mereka.


Kevin : "Tru Aril gimana?"


Bintang : "Aril sama keluarganya aman, gue udah nyuruh orang buat jagain dia"


Bagas : "Gue nggak abis pikir mau dia apasih, dulu gue, kemarin Kevin, sekarang Crystal, besok siapa lagi?"


Crystal : "Kevin? Emang dia ngapain Kevin?"


Tania : "Kemarin waktu lo keluar kota, dia nyerang Kevin abis - abisan"


Kevin : "Iya, untung ada Bintang yang nolongin gue" godanya tapi tak di gubris oleh Bintang


Bayu : "Trus gimana ceritanya lo ketemu Aril?"


Bintang menyegir melihat Crystal


Bintang : "Hehe...sebelumnya gue minta maaf sama lo Crys" Crystal mengerutkan keningnya "jadi yang kemarin gue minjam handpone lo itu bukan buat nelfon bang Azka, tapi....ngambil nomor nya Aril, kalo gue bilang sama lo pasti lo nggak boleh makanya gue boong, trus gue telfon anak - anak juga buat jaga - jaga takutnya kalo dia ngelawan, ternyata nyalinya ciut tampangnya aja yang kayak preman, gue gretak dikit dia udah takut, yaudah gue tanya aja semuanya" jelasnya panjang kali lebar


Bayu : "Kenapa lo ngubungin anak - anak? Kenapa lo nggak ajak kita - kita?" protesnya


Bintang : "Kalo gue ngajak kalian, dia nggak akan takut kan dia udah kenal sama kalian, jadi dia nggak mungkin percaya kalo gue bilang kalian psikopat"


Bayu : "Trus lo bilang anak - anak psikopat?" Bintang mengangguk "Trus dia percaya?" Bintang kembali mengangguk Semua tertawa


Tania : "Iya pasti percaya secara mukanya serem - serem semua"


Semua kembali tertawa.


Kevin mengerutkan keningnya, ia bingung apa yang di maksud anak - anak?


Setaunya Bintang dan yang lainnya tidak punya geng atau perkumpulan orang - orang semacamnya. Ia akan menanyakannya nanti.


Kevin : "Trus Danu gimana?" pertanyaannya membuat semua berhenti tertawa


Bintang : "Gue urus nanti setelah memastikan Aril dan keluarganya aman"

__ADS_1


Semoga suka


Like dan komennya jangan lupa


__ADS_2