
Sekarang Bintang duduk di kursi taman yang kosong, sedang menunggu orang yang membuat sahabatnya berubah. Ia sudah menghubungi teman - teman lamanya untuk meminta bantuan, ia sengaja tak melibatkan sahabatnya karena sebenarnya ia sudah tahu dalang dibalik semua ini. Tapi ia hanya memastikan dugaannya benarnatas salah.
Lima menit berlalu akhirnya yang di tunggu datang.
Aril : "Udah lama ya?" tanyan
Bintang : "Baru kok"
Aril : "Lo ngapain ngajak gue ketemuan?"
Bintang : "Siapa yang nyuruh lo deketin Crystal?" tanyanya to the point. Aril terkejut mendengar pertanyaan Bintang
Aril : "Maksud lo apasih, gue ngak ngerti" jawabnya gugup
Bintang : "Lo mau jujur atau mati" ancamnya
Aril menelan ludah nya ia mengedarkan pandangannya dan melihat ada beberapa orang dari kejahuan melihat ke arah mereka "Pilihan di tangan lo, masih mau liat matahari atau nggak" sambungnya lagi "Mereka semua psikopat"
Aril : "Oke....oke....gue di suruh sama seseorang, dia ngancem gue, dia bilang kalo gue nggak nurut keluarga gue jadi sasarannya" jawabnya gugup
Bintang : "Siapa?"
Aril : "Da...Danu" jawabnya
Dan benar dugaan Bintang Danu dalang semua ini
Bintang : "Apa rencananya? Alasannya?"
Aril : "Buat balas dendam sama lo, dengan cara nyakitin orang yang dekat sama lo, rencananya Crystal trus porotin dia dan Danu juga gue buat nidurin Crystal" Bintang langsung menatap tajam "Tapi gue nggak mau, gue juga udah punya tunangan dan tunangan gue juga tau alasan gue ngelakuin ini" Bintang mengeram menahan emosi "Satu lagi" Bintang menoleh "Sebenarnya Crystal udah tau" lanjutnya Bintang pun mengangguk
Bintang : "Besok lo putusin Crystal jam 5 sore"
Aril : "Tapi misinya belum selesai, gimana kalo Danu tau? Trus gimana dengan keluarga gue?" ucapnya dengan kecemasan
Bintang : "Lo tenang aja, keluarga lo aman, Danu biar gue yang urus" ucapnya meyakinkan
Aril : "Makasih"
Bintang : "Lo boleh pergi"
Setelah pria itu pergi ia mengeluarkan ponsel yang di simpan dalam kantongnya, ia sudah merekam semuanya. Bintang mengotak atik ponselnya mencari satu nomor dan menelfonnya.
Bintang : "Jagain Aril dan keluarganya, jangan sampe ada yang lecet sedikit pun" ucapnya pada orang di sebrang sana
[......]
Bintang : "Oke gue percaya sama lo, kalo ada sesuatu langsung hubungin gue"
__ADS_1
[......]
Bintang menutup telponnya. Ia mengepalkan tangannya"Danu lagi....Danu lagi sampe kapan dia ganggu hidup gue" gumamnya
Keesokannya
Di karnakan guru sedang rapat tentang ujian anak - anak kelas XII jadi jam pelajaran tidak di laksanakan.
Bintang mengumpulkan sahabatnya di rooftop sekolah.
Ia berdiri menatap gedung - gedung yang menjulang tinggi serta deretan genteng.
Crystal, Tania, Bayu, Bagas bahkan Kevin pun akhirnya datang.
Bayu : "Ngapain lo nyuruh kita ke sini?" tanyanya
Bagas : "Ada hal penting apa?"
Bintang berbalik dan duduk di sofa tua
Bintang : "Duduk" ucapnya tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan, semua tak membantah dan menurutinya.
Tanpa berkata Bintang mengeluarkan handponenya dan memutarkan rekaman suara yang ia dapatkan kemarin. Mereka mendengar dengan seksama rekaman tersebut hingga selesai.
Mereka terkejut dengan apa yang di dengarnya dan langsung melihat ke arah Crystal yang menunduk karna tidak berani menatap sahabatnya itu.
Tania menggenggam tangan Crystal
Air mata Crystal sudah tidak bisa di bendung lagi mengalir begitu saja di pipi chubbynya
Bintang : "Ini masalah gue, Danu itu masalah gue, seharuanya lo cerita sama gue, Crys kita udah dua tahun jadi sahabat" lirihnya, ia merasa bersalah karna dirinya para sahabatnya ikut terkena masalah.
Crystal : "Maaf" cuma itu yang keluar dari mulut Crystal saat ini
Bintang : "Lo nggak salah, gue marah sama lo karna lo nggak cerita sama kita"
Bintang dan Tania memeluk Crystal
Tania : "Gue kangen sama lo Crys, gue kangen bawel lo, gue kangen celotehan lo, gue kangen cerita bareng lo, omelan lo, candaan lo, keceriaan lo" ucanya sambil menangis
Crystal : "Gue juga kangen sama kalian, gue kangen bercanda bareng, ketawa bareng, pergi bareng, gue kangen semuanya" ucapnya sesegukan
Bayu, Bagas dan Kevin hanya menyaksikan mereka berpelukan seperti telletubbis.
Bagas : "Lo nggak kangen sama gue Crys?" celetuknya mencairkan suasana
Crystal : "Nggak" jawabnya sambil memghapus air matanya
__ADS_1
Bagas : "Gitu amat lo sama gue, gue kan juga pengen di peluk" ucapnya dengan raut yang di buat sedih
Crystal : "Tuh pelukan sama tiang listrik"
Tania : "Nah ini baru Crystal" semua terkekeh
Crystal : "Sekali lagi gue minta maaf sama kalian karna nggak jujur" ucapnya menyesal
Bintang : "Udah Crys ini bukan salah lo, kita lupain aja semuanya ya"
Crystal mengangguk dan melihat sahabatnya satu - satu. Ia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mereka.
Kevin : "Tru Aril gimana?"
Bintang : "Aril sama keluarganya aman, gue udah nyuruh orang buat jagain dia"
Bagas : "Gue nggak abis pikir mau dia apasih, dulu gue, kemarin Kevin, sekarang Crystal, besok siapa lagi?"
Crystal : "Kevin? Emang dia ngapain Kevin?"
Tania : "Kemarin waktu lo keluar kota, dia nyerang Kevin abis - abisan"
Kevin : "Iya, untung ada Bintang yang nolongin gue" godanya tapi tak di gubris oleh Bintang
Bayu : "Trus gimana ceritanya lo ketemu Aril?"
Bintang menyegir melihat Crystal
Bintang : "Hehe...sebelumnya gue minta maaf sama lo Crys" Crystal mengerutkan keningnya "jadi yang kemarin gue minjam handpone lo itu bukan buat nelfon bang Azka, tapi....ngambil nomor nya Aril, kalo gue bilang sama lo pasti lo nggak boleh makanya gue boong, trus gue telfon anak - anak juga buat jaga - jaga takutnya kalo dia ngelawan, ternyata nyalinya ciut tampangnya aja yang kayak preman, gue gretak dikit dia udah takut, yaudah gue tanya aja semuanya" jelasnya panjang kali lebar
Bayu : "Kenapa lo ngubungin anak - anak? Kenapa lo nggak ajak kita - kita?" protesnya
Bintang : "Kalo gue ngajak kalian, dia nggak akan takut kan dia udah kenal sama kalian, jadi dia nggak mungkin percaya kalo gue bilang kalian psikopat"
Bayu : "Trus lo bilang anak - anak psikopat?" Bintang mengangguk "Trus dia percaya?" Bintang kembali mengangguk Semua tertawa
Tania : "Iya pasti percaya secara mukanya serem - serem semua"
Semua kembali tertawa.
Kevin mengerutkan keningnya, ia bingung apa yang di maksud anak - anak?
Setaunya Bintang dan yang lainnya tidak punya geng atau perkumpulan orang - orang semacamnya. Ia akan menanyakannya nanti.
Kevin : "Trus Danu gimana?" pertanyaannya membuat semua berhenti tertawa
Bintang : "Gue urus nanti setelah memastikan Aril dan keluarganya aman"
__ADS_1
Semoga suka
Like dan komennya jangan lupa