Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
Bayu


__ADS_3

"Mampir dulu"


"Lain kali aja, udah sore juga aku mau langsung pulang" tolak Bayu sembari tersenyum manis


"Kamu hati-hati ya, kalo udah sampe kabarin aku"


"Iya sayang"


Tania mengerutkan dahinya melihat pemuda yang tak kunjung melajukan motornya "Kenapa?"


Bayu menunjuk pipi kiri nya "Cium dulu"


"Apaan sih kamu ih, gak mau, udah pulang sana" Tania tertawa melihat wajah kekasih yang tampak kesal dan pemuda itu mencibir


cup..


Senyum Bayu mengembang "Makasih sayang"


"Sama-sama, bye sayang"


"Bye sayang"


Senyum manis itu masih tercetak di wajah tampan Bayu hingga memasuki pekarangan rumahnya


"Dari mana saja kamu"


Seketika senyumannya luntur mendengar suara serak nan tegas itu, Bayu menghela nafas panjang "Dari kampus"


Pria paruh baya itu tertawa mendengus "Jam kampus selesai tiga jam yang lalu, kamu itu dari dulu gak pernah berubah selalu keluyuran, mau jadi apa kamu, hah?"


"Bukan urusan papa"


"Berani kamu sama papa" pria yang di panggil papa itu mulai meninggikan suaranya


"Sudah pa"


"Mama gak usah ikut campur" Beni memelankan suaranya lalu kembali menatap Bayu "Bereskan barang-barang kamu, kita berangkat ke Amerika sekarang juga, perpindahan kuliah kamu biar papa yang urus"


Bayu menatap tajam ke arah papanya, ternyata pria paruh baya itu tidak pernah berubah "Sampai kapan pun aku gak akan pernah ikut papa, aku akan tetap tinggal di sini"


"Oke, kalo kamu tidak mau ikut dengan papa, kembalikan semua fasilitas yang pernah papa kasih ke kamu"


"Oke!!" Bayu mengeluarkan beberapa kartu dari dalam dompetnya "Uang yang papa transfer semuanya ada dalam kartu itu, uang itu gak pernah aku pakai sedikit pun, mobil yang papa kasih juga gak pernah aku pakek" ia menunjukkan kunci motor di tangannya "Motor ini aku beli pakai uang aku sendiri"


"Dari mana kamu dapat uang?"


"Aku punya temen yang baik, yang mau bantu aku cari duit, tanpa imbalan sedikit pun" sarkas Bayu kemudian mendekati sang mama "Mama jaga diri baik-baik ya, aku gak papa kok, jadi gak usah khawatir, jaga kesehatan juga, aku sayang mama" ia mencium punggung tangan lembut itu yang selalu mengelus rambutnya dulu


"Silahkan ambil semua fasilitas itu termasuk rumah ini, aku gak butuh" setelah mengucapkan itu Bayu meninggalkan rumah besar tidak pernah menjadi rumah baginya

__ADS_1


"Aaaakhhh.... sialaaaan!! kamu liat hah? kamu liat kan anak kamu itu, keras kepala" ucap Beni pada Mayang degan suara yang keras


"Iya!! sama seperti kamu yang keras kepala, akibat dari keras kepala kamu itu anak aku pergi" Mayang berlalu pergi meninggalkan Beni sambil menangis


Sedangkan Beni terus saja berteriak seperti orang gila dan membanting semua yang ada di dekatnya


...****************...


Tania baru saja menuruni anak tangga, niat awal yang ingin minum di urungnya karna suara bel, ia berjalan mendekati benda persegi panjang itu "Iya sebentar" teriaknya


"Sayang?" hampir saja tubuhnya ambruk akibat dari pelukan sang kekasih yang membuatnya mematung "Kamu kenapa?"


"Biarin kayak gini sebentar aja"


Gadis berkaos lengan pendek itu terdiam mengiyakan permintaan Bayu, tangan nya mengelus lembut punggung pemuda yang sudah beberapa tahun ini menjadi kekasihnya


Bayu melepaskan pelukan yang amat sangat menenangkan, ia menatap wajah cantik itu, ada raut terkejut di sana "Maaf ya, kamu pasti shock"


"Sedikit" balas Tania "Kamu kenapa?"


"Papa aku" Bayu kembali menghela nafas yang kesekian kalinya


"Dia nyuruh kamu kuliah di Amerika lagi?" pertanyaan itu di jawab dengan anggukan, Tania mengiring kekasihnya duduk di sofa "Kamu gak mau?"


"Ya gak lah, sampai kapan pun aku gak akan mau ikut sama dia"


Bayu menangkup ke dua pipi Tania "Salah satunya, tapi kalo pun kita gak pacaran aku tetep gak mau ikut dia"


"Kamu yakin? mereka orang tua kamu loh"


Mendengar itu Bayu berdecih, orang tua? ia bahkan lupa kalo dia masih punya orang tua "Mereka hanya mendapat gelar orang tua tapi gak dengan perannya, mereka gak ada buat aku, mereka selalu tinggalin aku sendirian, bahkan aku hampir lupa kalo aku punya orang tua"


Untuk pertama kalinya Tania melihat pemuda itu menangis di hadapannya, ia meraih tubuh kekar itu ke dalam pelukannya sambil menggosok-gosok punggung Bayu guna menenangkannya


"Aku kaget liat kamu nangis" kekeh Tania dan kekasihnya pun ikut terkekeh


"Aku jelek ya?" tanya Bayu sambil menghapus air matanya


"Gak, masih ganteng kok"


"Mungkin untuk sementara aku tinggal sama Bintang dulu"


"Kamu di usir dari rumah?"


"Iya, fasilitas semuanya di ambil termasuk rumah" Bayu tersenyum menatap Tania, meski pun mereka sudah bersahabat dari lama cemburu ya tetep cemburu "Tenang aja, cuma sementara kok, sampe aku dapet kos-an"


"Kenapa gak di rumah Bagas atau Kevin?"


"Aku gak enak sama orang tuanya Bagas ya walaupun mereka gak masalah sih, tapi tetep aja aku ngerasa gak enak, kalo misalnya Bagas tinggal sendirian aku bakalan tinggal di sana, di rumah Kevin, kamu tau sendiri kan kalo perusahaan mama nya lagi ada masalah, aku gak mau nambah beban dia"

__ADS_1


"Kalo di sini?"


"Kamu mau di julitin sama tetangga kamu? hm?" Bayu mengelus rambut hitam panjang itu "Kita kan sahabat jadi gak usah cemburu, okeey"


Tania menghela nafas berusaha menghilangkan rasa yang tidak pantas itu, ia tersenyum "Iya gak papa"


"Sebenernya aku masih mau lama di sini, tapi udah sore, aku harus pulang eh.. ke rumah Bintang maksudnya"


"Yaudah kamu hati-hati yaa, kalo udah sampe kabarin aku"


"Iya sayang" Bayu mengecup kening Tania "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


...****************...


Bayu membuka benda persegi panjang berwarna putih itu tanpa mengetuk terlebih dulu, seperti memasuki rumah sendiri


"Assalamualaikum bang, semua" sapanya dengan ramah, setelah salamnya di balas ia berlalu pergi menuju dapur


"Gak usah heran, dia emang gitu" jelas Azka pada teman-teman nya yang tampak keheranan


"Kita juga sering gitu kalo datang ke rumah temen sendiri" ucap Aldy yang di setujui oleh Roy


"Yaudah lanjut, sampe mana tadi?" Rey bertanya setelah meneguk minumannya


Dan para kating tampan itu melanjutkan berdiskusi tentang tugas-tugasnya


"Kapan datang?" tanya Bintang pada Bayu yang sedang mangambil botol minum dari dalam kulkas


"Baru aja"


"Mata lo kenapa? abis nangis atau apa?"


Bayu tersenyum lembut "Ntar gue cerita, sekarang gue mau makan laper nih"


"Gak ada makanan, ada nya mi instan, mau?"


"Yaelah rumah bagus kayak gini gak ada makanan, masak kek lo kan cewek, pemalas amat"


Bintang menabok lengan sahabat kecilnya itu "Enak aja lo ngatain gue pemalas, gue udah masak tadi, cuma yaa udah habis"


"Kok gak nyisain gue sih"


"Gue gak tau kalo lo mau ke sini" sekali lagi Bintang menabok lengan Bayu "Lagian rumah gue bukan restoran"


"Sakit Bi elah, hobi banget nabok gue" keluh Bayu sambil mengelus lengannya "Yaudah, gue masak mi instan aja, mana mi nya?"


"Tuh dalam lemari di bawah tuh"

__ADS_1


__ADS_2