Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
67. Mobil Baru


__ADS_3

"Mila!!" panggil Putri salah satu senior Mila di tempat kerja


"Iya mbak, ada yang bisa aku bantu?" tanya Mila


"Ini tolong kamu tanyain meja nomor 12 mau pesen apa" jawab Putri sambil menyodorkan buku menu, note kecil dan pulpen pada Mila


"Loh kenapa aku mbak? Aku kan bagian cleaning service bukan waiters"


"Nggak papa lah, kamu kan nggak terlalu sibuk, sekalian belajar, siapa tau bisa naik pangkat"


"Tap-"


"Udah lah sana" Putri mendorong punggung Mila yang mau tak mau berjalan ke arah pelanggan yang duduk di meja nomor 12


"Silahkan mas, ini menunya" ucap Mila dengan gugup


"Astaga!! Ini kenapa sih isi kepala gue Mila semua? Nggak di rumah, di jalan, dan sekarang nih pelayan juga mirip dia, wah nggak waras nih otak gue"


Mila mengerutkan dahinya melihat pemuda yang menjadi pelanggannya bergumam sambil memukul-mukul kepalanya, yang tak lain dan tak bukan adalah seniornya di kampus, Azka.


"Kak Azka kenapa? Kepalanya sakit?" tanya Mila membuat pemuda yang sedang memijat pelipisnya itu menghentikan gerakan tangannya kemudian mendongak


"Kok lo tau nama gue sih?"


"Hah!? Maksudnya? Kita kan saling kenal, masa nggak tau nama gue sih"


"In-ini beneran lo?" tanya Azka sambil meneliti Mila dari atas sampai bawah


"Iyalah ini aku, emangnya siapa?"


"Udahlah nggak usah di bahas lagi, lo ngapain di sini?"


"Aku, aku kerja di sini"


"Jadi waiters?"


"Bukan sih sebenarnya, lagi bantu yang lain aja, oh ya, ka Azka jadi pesen?"


"Eh, jadi kok jadi, gue pesen cappucino sama kentang goreng medium"


Setelah mencatat pesanan sang senior dan mengatakan tunggu sebentar, Mila kembali ke tempatnya.


******


Jam 7 pagi Bintang sudah bangun dan memakai pakaian santainya, baru saja kakinya menginjak tangga yang terakhir, terdengar dari luar deru mobil berhenti di halaman rumah.


"Siapa yang dateng pagi-pagi?" gumamnya


Ceklek


"Siapa?" tanya Azka yang baru keluar dari kamarnya


"Nggak tau"


Mereka berjalan keluar rumah dan terlihat seorang pria paruh baya keluar dari mobil sport warna merah menghampiri mereka.


"Selamat pagi, Non, Den" sapa pria itu dengan ramah


"Iya pagi" balas Azka dengan ramah juga "Ada yang bisa saya bantu?"


"Perkenalkan nama saya Udin" pria yang mengaku Udin itu mengulurkan tangannya dan di sambut baik oleh Azka "Saya ke sini, di suruh pak Adam mengantarkan mobil ini untuk Non Bintang" jelasnya


"Adam? Ayah saya?" tanya Bintang


"Iya Non" jawab Udin


Bintang mengerutkan dahinya "Oh gitu, yaudah deh pak, makasih ya udah di anterin"


"Sama-sama Non, itu sudah menjadi tugas saya, ini kuncinya, saya permisi"


"Iya hati-hati di jalan pak"


Pak Udin tersenyum dan mengangguk kemudian pergi


Kring... Kring...

__ADS_1


Bintang melihat ponselnya yang berdering di sana tertera nama "Ayah"


"Angkat lah" ucap Azka


"Assalamualaikum, Yah"


"Waalaikumsalam, sayang, gimana kabar kamu sama bang Azka?" balas Adam


"Alhamdulillah, Bintang baik bang Azka juga baik, Ayah sama Bunda gimana kabarnya?"


"Alhamdulillah, Ayah sama Bunda juga baik, oh ya mobil yang Ayah kirim udah sampe?"


"Jadi mobil ini beneran dari Ayah?"


"Iya dong, mobil itu untuk kamu sayang, udah sampe ya?"


"Udah Yah, baru aja nyampe"


"Suka nggak?"


"Suka lah, banget malah, makasih ya Ayah"


"Sama-sama sayang, apa pun untuk putri kesayangan Ayah"


Bintang terkekeh dan tiba-tiba ponselnya di rebut oleh Azka


"Kok cuma Bintang yang dapet kiriman, Azka nggak dapet" ucap Azka dengan cemberut meskipun orang di sebrang telfon tak dapat melihatnya, namun sang Ayah dapat menandai dengan nada bicaranya


"Siapa dulu yang nggak mau di kasih motor?" sindir Adam


"Ya itu kan dulu, beda kalo sekarang, si blacky udah mulai ngambek"


"Boong Yah, blackynya baik- baik aja" teriak Bintang


"Diem lo"


"Nggak usah di beliin Yah"


"Berisik, diem nggak lo"


Azka langsung menutup mulut sang adik yang amat sangat berisik, terdengar tawa sang Ayah di sebrang sana


"Jangan berantem ya kalian" peringat Adam


"Kita nggak berantem kok Yah, cuma adu mulut aja" balas Azka di sertai kekehan


"Inget harus saling menjaga satu sama lain"


"Siap Ayah, akh... Sakit tau" Azka mengibas - ngibaskan tangannya yang di gigit oleh Bintang


"Lo pikir gue nggak sesak nafas apa? Huh" kesal Bintang


"Bodo amat"


"Azka!!" panggil Adam


"Iya Yah"


"Udah dulu ya, Ayah masih ada kerjaan"


"Eh, motor Azka gimana?"


"Iya nanti Ayah kirim motor baru buat kamu"


"Makasih Ayah, Ayah yang terbaik"


"Apapun untuk jagoan Ayah"


Bintang kembali merebut ponselnya "Hallo Ayah"


"Iya sayang"


"Ayah sama Bunda sehat-sehat ya di sana"


"Pasti sayang, kalian juga sehat-sehat ya, Ayah tutup telfonnya, Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


Begitu telfon terputus Bintang langsung memeluk Azka "Gue kangen mereka"


"Gue juga" Azka membalas pelukan sang adik


"Mereka kapan sih mereka pulangnya?"


"Do'ain aja urusan mereka cepet selesai, biar bisa sama-sama kita lagi, udah ah melow - melownya dari pada melow, mending kita cobain mobil baru"


Bintang melepas pelukannya dan mengangguk antusias, kemudian keduanya menghampiri mobil sport yang sudah menunggunya sedari tadi untuk di ajak berkeliling.


*****


"Kenapa berhenti?" tanya Bintang


"Kita sarapan di sini, gue udah laper, kelamaan kalo nunggu lo masak dulu".


"Oke lah"


"Bang buburnya 2 ya" ucap Azka pada penjual bubur ayam


"Baik mas, tunggu sebentar, silahkan duduk" balas penjual bubur dengan ramah


Bintang dan Azka duduk di salah satu bangku yang kosong, tak lama pesanan mereka datang, setelah mengucapkan terima kasih mereka menyantapnya dengan nikmat.


"Bintang!!"


Sontak Bintang mendongak begitu pun dengan sang abang, ia terdiam sambil melihat pemuda yang beberapa detik lalu memanggilnya "Aril!?"


"Heh, ingetan lo bagus juga" ucap Aril, masih ingat Aril kan? Pria yang pernah di suruh Danu untuk mendekati Crystal "Apa kabar Bi?"


"Astaga!! Baik gue, lo sendiri?"


"Seperti yang lo liat"


"Lo ngapain di sini? Sama siapa?"


"Bareng temen-temen, biasa joging, biar sehat"


Bintang ber-oh tanpa suara dan ingin kembali bersuara namun deheman Azka membuatnya tersadar bahwa masih ada manusia di sebelahnya


"Pacar lo?" Aril lebih dulu bersuara


"Bukan, dia abang gue"


Aril mengangguk kemudian menyodorkan tangannya pada Azka "Aril"


"Azka" balas Azka menyambut uluran tangan Aril


"Gue duluan ya" ucap Aril setelah mendengar panggilan dari temannya


"Oke hati-hati lo"


"Oh ya, salam ya buat temen-temen lo, terutama Crystal"


"Iya ntar gue sampein"


Sebelum pergi Aril melambaikan tangannya dan di balas lambaian tangan pula oleh Bintang


"Siapa" tanya Azka


"Aril" jawab Bintang seadanya


"Iya gue tau namanya Aril, maksud gue siapanya lo?"


"Temen gue waktu SMA"


"Yang mana? Kok gue nggak tau"


"Bukan satu sekolah, gue kenal sama dia waktu gue SMA, dianya udah kuliah, mungkin satu tingkat di bawah lo lah"


"Trus gimana ceritanya bisa jadi temen?"


"Banyak nanya lo, nggak penting juga, intinya dia temen gue, udah ya, pulang yuk"

__ADS_1


Sebenarnya Azka masih kepo, tapi ya sudahlah bukan urusannya juga. Setelah membayar keduanya kembali ke mobil dan melanjutkan berkeliling.


__ADS_2