Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
75 Tawaran


__ADS_3

Mila menghentikan langkahnya di koridor kampus dan senyumnya pun ikut terhenti saat seorang gadis berhenti di hadapannya, yang ia yakini gadis itu seniornya, terlihat dari dandanannya yang mencolok


"Jauhin Azka" ucap Beby to the point


"Hah!?"


"Lo budek ya? gue bilang jauhin Azka, hubungan gue sama Azka renggang gara-gara lo"


Mila hanya diam tak berani mengatakan apapun pada seniornya itu


"Kalo gue masih liat lo deket sama Azka" Beby mendekatkan wajahnya pada gadis yang menunduk takut itu "Gue nggak akan segan-segan ngasih lo pelajaran, ngerti!!" ancamnya


Mila mengerjap takut "Nger-ngerti kak"


"Bagus"


Mila bernafas lega begitu sang senior pergi dari hadapannya "Hampir aja aku mati" ia mengatur nafasnya dengan teratur "Serem banget seniornya, aku harus apa, masa harus ngejahuin kak Azka, dia kan baik banget, kalo nggak..."


Gadis itu kembali menghela nafas, dengan sedikit murung ia berjalan menuju kelasnya.


*****


Bintang mendongak saat namanya di panggil, ke empat sahabat dan sang kekasih ikut mendongak membuat pemuda yang memanggil sedikit terlonjak "Ekhem.. Azka nyuruh lo ke ruang BEM" ucap Rey


"Ngapain?"


Rey mengangkat kedua bahunya "Nggak tau, katanya sekarang"


Setelah pemuda itu pergi Kevin menyentuh bahu kekasihnya "Kamu daftar jadi anggota BEM?"


"Nggak mungkin Bintang ikut" Tania yang menjawab karena memang ia tau sifat sahabatnya itu


"Bukan Bintang banget" timpal Crystal


"Jaman SMA dia juga pernah di tawarin jadi anggota OSIS, tapi di tolak" tambah Bayu


"Jadi nggak mungkin aku daftar jadi anggota BEM" jelas Bintang


"Trus kenapa bang Azka manggil kamu?"


"Mungkin dia nyuruh lo untuk gabung jadi anggota BEM" ucap Bagas


"Tapi kan harusnya dia tau kalo gue nggak suka ikut gituan"


Bayu menghela nafas "Dari pada kita nebak-nebak nggak jelas di sini, mending lo temuin langsung orangnya" pemuda itu menjadi pusing


"Bener, aku nemuin bang Azka dulu ya" ucap Bintang pada kekasihnya


"Aku ikut"

__ADS_1


"Mau ngapain?"


"Aku khawatir sama kamu"


Bintang terkekeh "Aku itu cuma nemuin bang Azka bukan algojo"


Kevin mendengus "Bukan itu"


Bintang mengerutkan dahinya kemudian melengos, ia tau apa yang ada di pikiran pemuda itu "Kamu tenang aja aku nggak kepincut sama kak Rey"


"Bener ya?" Kevin menatap Bintang dengan serius


"Ekhem.. kita orang kali bukan patung" sindir Bayu


"Tau nih, nggak liat tempat" timpal Bagas


Bintang memutar bola matanya "Udah ya, aku nemuin bang Azka dulu"


"Inget jangan deket-deket senior itu" peringat Kevin


"Iya nggak deket-deket" Bintang berdiri "Duluan guys" pamitnya yang di balas dengan ucapan oke


Tak lama Bintang menghilang Kevin berdiri


"Mau kemana lo?" tanya Bayu


"Kita kelas juga yuk" ajak Tania diangguki semua


*****


Bintang ingin mengetuk benda persegi panjang yang bisa bergerak itu, namun benda itu sudah lebih dulu terbuka


"Eh Bintang, Azka udah nungguin lo dari tadi" ucap Dika sahabat sang abang "Ayok masuk"


Gadis itu mengangguk kemudian ikut masuk bersama pemuda yang tidak jadi pergi dari ruangan itu


"Lama banget sih, gue tungguin dari tadi" omel Azka "Duduk"


Bintang mencibir namun menurut juga, ia duduk di kursi kosong dekat Azka, sambil duduk ia menatap satu persatu orang yang ada di sana sedang memegang beberapa kertas, mungkin mereka sedang mendiskusikan sesuatu


Azka ingin mengatakan sesuatu pada sang adik namun terhenti saat gadis itu mengangkat tangan di depan wajahnya


"Kalo lo nyuruh gue ke sini untuk nawarin gue masuk anggota BEM, gue nggak mau" ucap Bintang kemudian melipat kedua tangannya di dada sambil menyadarkan tubuhnya


Azka menelan saliva sambil menatap sahabatnya yang terlihat melongo, pemuda itu menghela nafas, ia sudah menjelaskan semua kepada mereka tentang Bintang yang pasti menolak


"Siapa bilang kita mau nawarin lo jadi anggota BEM" ucap Riyan


"Trus ngapain gue di panggil ke sini?" tanya Bintang

__ADS_1


"Jadi kita itu mau ngadaiiiinn... em..." Aldy memutar otaknya mencari alasan yang tepat


"Study tur" tambah Dika "Ya kita mau ngadain study tur"


"Bener, kita mau ngadain study tur ke Bandung" sahut Roy


Bintang mengangkat sebelah alisnya "Hubungannya sama gue apa?"


"Jadi gini, Azka pernah cerita kalo lo pernah study tur ke Bandung waktu SMA, kebetulan tahun ini yang mau di kunjungin kampus kita itu kota Bandung, lo pasti tau dong wisata apa aja yang ada di Bandung, nah jadi kita mau lo ikut" jelas Rey panjang lebar yang membuat semua bernafas lega


"Lo mau ijut kan?" tanya Roy


"Kapan?"


"Kan baru rencana, mungkin bulan depan" jawab Azka


Bintang terdiam sejenak "Gue pikir-pikir dulu"


"Kita kasih lo waktu 2 minggu untuk mikir" ucap Riyan


"2 minggu lagi kita ngumpul di sini, dan lo" Rey menunjuk Bintang "Harus ada jawabannya"


Bintang nyaris terlonjak melihat tatapan tajam Rey, cukup lama ia menatapa mata tajam itu hingga "Aaaa.. apaan sih?" omelnya pada sang abang yang tiba-tiba mengagetkannya


"Lo ngapain bengong"


Bintang berdecak "Oke, ada lagi yang mau di bahas"


semua menggeleng "Nggak ada" jawab Azka


*****


Bintang terlonjak kaget saat merasakan ada seseorang yang menariknya dari belakang secara tiba-tiba, karena hilangnya keseimbangan tubuh ia akan terjatuh namun dengan cepat orang tersebut menangkapnya dan jadilah posisi mereka sekarang berpelukan


Bintang menatap mata pemuda yang sedang memeluknya saat ini dengan nafas yang tak beraturan


"Mikirin apa sih? sampe jalannya bengong gitu, untung aja ada aku, kalo nggak mungkin jidat kamu udah benjol" omel Kevin


Bintang menyenderkan kepalanya pada dada bidang kekasihnya dan memeluk erat tubuh pemuda itu, Kevin membalas pelukan erat kekasihnya itu sambil mengelus rambut panjangnya


"Apa-apaan nih?" ucap Azka yang datang dan langsung memisahkan sepasang kekasih itu "Pelukan depan umum, ini kampus tempat belajar bukan pacaran" omelnya


"Sirik aja lo" Bintang melayangkan tinjuan ke perut sang abang cukup keras membuat si empu meringis


"Rasain, ini semua gara-gara lo, bikin orang tambah bad mood aja, ayok kita pergi" Bintang menarik tangan tangan kekasihnya dan pergi


Azka menggaruk belakang kepalanya "Kok gue sih yang di salahin"


Bugh....

__ADS_1


__ADS_2