
Happy Reading
******
Ketiga motor gede itu melaju dengan kecepatan sedang, menembus jalanan yang renggang.
Di tangah perjalanan handpone Bintang berbunyi pertanda ada panggilan masuk. Bintang menepuk punggung Kevin tanda menyuruhnya untuk berhenti.
Kevin menepikan motornya dan menghentikannya di pinggir jalan. Bayu dan Bagas yang mengikuti dari belakang juga ikut menghentikan motornya.
Bintang : "Assalamualaikum, Bun"
[......]
Bintang : "Di jalan, mau pergi ke mall sama temen - temen, kenapa Bun?"
[......]
Bintang : "Hah!!! Kok bisa, yaudah Bintang ke sana sekarang, Assalamualaikum"
[......]
Telfon terputus
Bayu : "Kenapa Nan? Bunda kenapa?" tanyanya panik, Bintang tidak menjawab ia mengepalkan tangannya
Crystal : "Bintang ada apa? Jangan diem aja dong, Bunda kenapa?"
Bintang : "Bunda nggak papa, kita ke rumah sakit sekarang, Bang Azka di keroyok" jelasnya
Semua terkejut mendengar penjelasan tersebut, tanpa bicara lagi mereka langsung memutar motornya menuju rumah sakit.
__ADS_1
Selama perjalanan Bintang memeluk Kevin dengan erat, dadanya sesak, matanya yang memerah mengeluarkan cairan bening. Hal yang ia takutkan terjadi, apalagi itu terjadi pada kakak kesayanganya, Azka.
Kevin sangat mengerti suasana hati kekasihnya itu, sesekali mengusap tangan yang melingkar di perutnya.
*****
Sampai di rumah sakit Bintang langsung berlari di koridor dengan air mata yang terus mengalir. Ketika sudah sampai di depan kamar VIP tersebut Bintang langsung membukanya.
Bintang terdiam sesaat ketika mata indahnya yang penuh dengan air, melihat orang yang sangat ia sayangi terbaring tidak berdaya dan terdapat luka - luka lebam dan goresan di wajahnya.
Air matanya mengalair semakin deras tapi wajahnya tetap datar, tidak seperti orang lain yang terisak - isak. Atensinya beralih pada Adam yang sedang memeluk Ajeng guna menenangkan sang istri yang terus menangis di sofa.
Bintang berbalik keluar dari ruangan tersebut berjalan di koridor dengan tangan yang mengepal kuat dan amarah yang mengebu - gebu. Ia terus berjalan cepat tanpa memperdulikan sahabat dan kekasihnya yang terus memanggil.
Sampai ia berhenti di lorong yang sepi dekat gudang, tentunya di ikuti oleh sahabat dan kekasihnya.
"Aaarrrgghhhh" teriaknya langsung memukul dinding beberapa kali sampai tangannya memerah dan mengeluarkan darah, ia meluapkan semua amarah yang di pendamnya selama ini.
Tak ada yang berani mencegahnya dan menahannya. Crystal dan Tania saling memeluk dan menangis melihat sahabatnya yang sedang mengamuk seperti singa yang bercabik - cabik mangsanya.
Mereka juga pernah melihat Bintang mengamuk seperti ini sebelumnya, saat ia tau Nadin meninggal. Dan saat itu Azka pergi menemui Danu yang berakhir ke rumah sakit, dan si rawat selama satu minggu.
Karna kejadian itulah yang membuat Bintang mengamuk. Hal itu terjadi lagi dan itu membuatnya sangat marah, apalagi karna orang yang sama.
Berbeda lagi dengan Kevin yang berusaha menghentikan perbuatan gadis yang sangat ia sayangi itu. Gadis yang membuatnya jatuh cinta, yang tentu saja terus memukul dinding dan berteriak.
Bintang : "Lepasin tangan gue!!! Aarrgghhhh!!!" teriaknya masih tersulut emosi hingga mendorong tubuh kekar Kevin sampai tersungkur, ntah kekuatan dari mana hingga tangannya menjadi berkali - kali lipat lebih kuat. Kevin tidak menyerah ia kembali berdiri
Kevin : "Kenapa kalian diem aja!!? Lakuin sesuatu!!!" teriaknya masih berusaha menghentikan Bintang yang kembali memukul dinding, tangannya sudah banyak mengeluarkan darah sampai menempel pada dinding
Bayu : "Percuma Vin, nggak ada yang bisa cegah dia"
__ADS_1
Bagas : "Bay kita harus ngelakuin sesuatu, kita nggak bisa ngebiarin dia kayak gini terus" ucapnya diangguki Bayu
Bagas memegang tangan kiri Bintang, Bayu memegang bahunya, dan Kevin memegang tangan kanan Bintang, kemudian secara bersamaan mereka menarik tubuh Bintang untuk menjauh dari dinding.
Bagas : "Bintang stop!!!"
Bintang : "Lepasin gue!!!" terus memberontak "Aaarrrgghhhh!!!"
Bayu : "Nanda stop!!! Lo nggak bisa kayak gini terus, tangan lo bisa patah!!!"
Bintang : "Itu nggak seberapa dengan apa yang di rasain oleh orang yang gue sayang!!! Lepasin gue!!!" masih memberontak
Kevin : "Bintang!!! Kalo lo masih mau mukul, lo pukul gue aja, luapin semua amarah lo sama gue!!!" teriaknya menarik tangan kanan Bintang untuk memukul dada bidangnya
Seketika Bintang berhenti berontak, menatap tajam ke arah Kevin sambil mengatur nafasnya. Bayu dan Bagas masih memegangnya siap siaga kalau tiba - tiba ia kembali mengamuk.
Tapi dugaan mereka salah, Bintang langsung memeluk Kevin dan menangis sejadi - jadinya, meluapkan semua yang ia rasakan di dada bidang Kevin.
Kevin membalas pelukan Bintang dengan erat dan hangat sambil mengelus kepalanya memberikan ketenangan.
Semua bernafas lega melihat Bintang sudah tenang. Tania dan Crystal yang sedari tadi berpelukan, lansung berlari memeluk pasangan masing - masing sambil menangis.
Kevin : "Tenang ya sayang, ada aku di sini" ucapnya lembut
Bintang : "Hal yang gue takutin terjadi Vin, hal itu terjadi" lirihnya yang masih terisak
Kevin tidak menjawab, ia terus mengusap kepala Bintang sesekali mencium pucuk kepalanya menyakurkan rasa sayangnya.
Kevin membiyarkan Bintang terus menangis di dadanya. Ia tidak peduli jika seragamnya harus basah dan terkena darah dari tangan Bintang. Yang ia inginkan agar kekasihnya itu bisa tenang.
Karna merasa lelah menangis dan sedikit tenang, Bintang melepaskan pelukannya menatap Kevin dengan mata sayunya. Bintang sangat lelah, kakinya lemas dan tangannya mulai perih akibat pukulannya tadi.
__ADS_1
Kevin : "Gimana? Udah lebih tenang?" tanyanya, Bintang hanya mengangguk "Kita kembali ke kamar Bang Azka" Bintang kembali mengangguk karna tenaganya sudah habis.
Kevin membantu Bintang berjalan dengan merangkul bahunya. Bintang hanya menurut karna ia sudah sangat lelah. Yang lainnya juga mengikuti Bintang dan Kevin.