Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
44


__ADS_3

Happy Reading


*****


Akhirnya Kevin memutuskan untuk mencari keluar, ia mencari di lorong koridor dekat gudang di mana tempat Bintang tadi mengamuk, tapi tidak ada.


Hatinya semakin gelisah, ia juga mencari ke parkiran, kantin rumah sakit dan taman tapi sosok yang ia cari tidak ada.


Kevin kembali ke ruangan Azka, ia merogoh hp dari saku mengotak - atiknya lalu meletakkan di telinganya.


Kring... Kring... Kring...


Suara handpone yang tidak asing lagi di telinganya, ternyata Bintang tidak membawa handponenya.


"Arrgghhh..." geramnya "Lo kemana sih Bi!!" mengusap wajah dengan kasar dan mengacak - ngacak rambutnya.


*****


Di basament


Bintang : "Makasih ya udah temenin gue"


Caka : "Tapi gue kecewa sama lo Nan, gue kira lo ngajak kita buat nyerang Danu, eh taunya cuma jadi penonton"


Baim : "Tau nih, tangan gue udah gatel pengan nonjok si brengsek itu"


Dev : "Iya bener, gue juga gedek sama tu orang"


Raka : "Ho'oh kalo aja Nanda nggak ngelarang, habis tu orang"


Bima : "Berisik banget lo pada, kayak mak - mak komplek yang lagi ngerumpi"


Pandu : "Udah - udah, Nan mendingan lo masuk, istirahat, obatin tu luka, kita pulang dulu, besok ke sini lagi jengukin Bang Azka" Bintang mengangguk


Bintang : "Oke, hati - hati ya lo pada" semua mengacungkan jempol "Bay lo juga pulang ya"


Bayu : "Oke gue pulang, baik - baik lo di sini"


"Assalamualaikum" salam mereka bersamaan


"Waalaikumsalam, bye" melambaikan tangan.


*****

__ADS_1


Bintang masuk ke dalam rumah sakit, berjalan di koridor dengan langkah gontai karna lelah berkelahi. Tapi sebelum itu ia sudah mengganti pakaiannya.


Saat masuk ke kamar sang Abang ia terjekut melihat sosok pria yang sangat ia kenali sedang berdiri memunggunginya.


Bintang menelan salivanya 'Mati gue' batinnya


Kevin : "Dari mana kamu?" tanyanya datar, Bintang menarik nafas dan mengeluarkannya berusaha setenang mungkin. Ia berjalan dengan santai melewati tubuh besar Kevin


Bintang : "Tawuran" ucapnya santai dan terus berjalan ke sofa.


Kevin tidak menghiraukan, ia masih berdiri di tempatnya di kiranya Bintang hanya bercanda.


Kevin : "Aku serius Bintang, dari mana kamu?" tegasnya sedikit menikkan suaranya


Bintang : "Berisik, nggak percayaan banget lo sama gue" ucapnya pelan, Bintang berbalik dan duduk, Kevin terkejut melihat muka Bintang yang babak belur, ia mendekati Bintang dan duduk di sebelahnya


Kevin : "Kamu dari mana? Kamu beneran tawuran? Tawuran di mana malem - malem kayak gini? Ngapain juga kamu tawuran? Kenapa kamu nggak ngasih tau aku? Siapa yang ngajak kamu tawuran? Anak mana hah? Jawab aku dong, jangan bikin aku khawatir" melemparkan betubi - tubi pertanyaan


Bintang : "Bawel lo kayak mak - mak komplek, mendingan lo obatin luka gue, perih tau" pintanya


Kevin : "Yaudah tunggu bentar"


Ia berdiri dan pergi sebentar kemudian balik lagi dengan obat merah dan kapas di tangannya, kembali duduk di samping Bintang dan mengobatinya.


Kevin : "Sorry... Sorry, ya abisnya aku kesel sama kamu" ucapnya "Nah udah, sekarang kamu jelasin ke aku, kenapa kamu bisa kayak gini?" tanyanya satelah meletakkan obat merah dan kapas di atas meja. Bintang menyandarkan punggung di kepala sofa dan menatap Kevin lalu tersenyum


Bintang : "Nemuin Danu" jawabnya santai


Kevin : "Ngapain kamu nemuin dia?"


Bintang : "Untuk menyelesaikan masalah yang ada, dan sekarang masalahnya udah kelar, dia nggak akan gangguin gue, elo, Bang Azka dan semuanya" jelasnya


Kevin : "Kok bisa? Gimana caranya? Trus hubungannya sama luka kamu ini apa?" Bintang menghela nafas


Bintang : "Yaa ampuun sayang, kamu banyak nanya, aku jadi pusing, prosesnya nggak penting, yang penting sekarang semuanya udah selesai, kamu jangan khawatir lagi, aku capek mau istirahat" ucapnya, kemudian berbaring di sofa dan menjadikan paha Kevin sebagai bantal lalu memejamkan mata.


Kevin terdiam seribu bahasa, ia mencerna perkataan Bintang termasuk panggilan 'Aku - Kamu' dan satu lagi Bintang memanggilnya dengan sebutan 'Sayang'.


Kevin tidak ambil pusing sekarang ia senang dengan panggilan tersebut. Dari awal memang Kevin mengajak untuk mengganti panggilan, tapi Bintang menolak karna belum terbiasa dan Kevin memaklumi hal itu.


Kevin mengelus lembut kepala Bintang kemudian ikut ke dunia mimpi.


Bintang terbangun dari tidurnya dan meninggalkan dunia mimpi. Ia melihat Kevin yang tidur dengan bersender di sofa. Bintang mendudukan badannya dan menatap Kevin, kemudian berdiri berjalan menuju ranjang Azka. Ia duduk di kursi samping ranjang.

__ADS_1


Bintang meraih tangan Azka dan meletakkannya di pipi.


"Bang...bangun napa...tidur mulu, nggak capek apa, sesuai janji gue masalahnya udah selesai, sekarang janji lo bangun, buka mata lo" celotehnya, air bening yang asin mengalir di pipi lebamnya. Bintang kembali meletakkan tangan Azka ke tempat semula, ia melipat kedua tangannya di pinggir kasur dan menjatuhkan kepalanya sambil menangis "Bang...hiks.... bangun Bang....hiks.... masalahnya udah selesai hiks...hiks...gue kangen....hiks....hiks.... sama lo...hiks...hiks... bangun lah Bang...hiks....hiks..." dengan isak tangisnya


"Sejak kapan Adek gue jadi cengeng" ejeknya


Bintang berhenti menangis mendengar suara serak dan berat yang amat sangat ia rindukan. Ia mendongakkan kepalanya sebuah senyuman terukir di wajah sendunya, ia langsung memeluk sosok yang di sayanginya, yang sangat berarti dalam hidupnya.


Bintang semakin terisak di pelukan sang kakak, sedangkan Azka yang tadinya tersenyum tiba - tiba luntur saat melihat wajah Bintang yang babak belur. Ia ingin langsung bertanya tapi di urungnya, menunggu Bintang sedikit tenang dan berhenti menangis di pelukannya.


Azka : "Sejak kapan Adek gue jadi cengeng kayak gini? Hm? Nggak cocok tau nggak" ucapnya mencoba menenangkan "Siapa yang bikin Adek tersayang gue ini nangis? Hm? Kasih tau gue biar gue hajar tu orang" tambahnya, Bintang menyudahi pelukannya


Bintang : "Lo yang bikin gue nangis" masih dengan isaknya sambil memukul lengan Azka


Azka : "Kok gue?"


Bintang : "Ya pokoknya elo yang bikin gue nangis, siapa suruh luka kayak gini" kesalnya mengusap air matanya


Azka tertawa melihat kelakuan Adik tersayangnya itu, ia mencoba menghibur Bintang dengan kejailannya agar adinya itu sedikit tenang.


Azka : "Muka lo kenapa Bi?" tanyanya saat Bintang sudah tenang


Bintang : "Bukan apa - apa" jawabnya santai


Azka : "Jelasin sama gue sekarang" tegasnya, Bintang memutar bola matanya


Bintang : "Gue ngajak Danu battle, kalo dia menang gue akan ikutin semua kemauan dia, tapi kalo dia kalah, dia akan pergi jauh - sejauhnya dan nggak akan ganggu kita lagi" jelasnya


Azka : "Trus siapa yang menang?" tanyanya cemas


Bintang : "Ya menang...." memasang wajah sedihnya "Ya gue lah" dengan bangganya


Azka : "Lo serius kan Bi?"


Bintang : "Iyalah serius, nggak percayaan amat lo sama gue"


Azka : "iya - iya gue percaya"


Bintang : "Oh ya, lo sendiri kepana bisa bisa kayak gini?"


Azka : "Lo tau sendiri jawabannya, udahlah nggak penting, males gue bahasnya"


Bintang mengangguk

__ADS_1


__ADS_2