
Bugh....
"Aduh!" ucap Azka reflek karna sedikit terdorong ke depan
"Eh.. maaf-maaf aku nggak sengaja, aduh maaf ya"
Azka berbalik dan tersenyum saat tau siapa yang menabraknya kemudian mengambil setengah buku yang di bawa oleh gadis yang menabraknya tadi hingga terlihat wajah cantik gadis itu "Jangan terlalu mandiri, minta bantuan kalo kesusahan"
"Aku belum terlalu kenal sama orang sini, jadi nggak enak minta tolong, hehe.."
"Kalo gitu tiap kali lo butuh bantuan, lo panggil nama gue 3 kali dan gue pasti dateng"
"Jaman sekarang mana bisa kayak gitu, lagi pula kak Azka manusia bukan jin"
"Bisa dong, itu namanya telepati antar hati, hati gue" Azka menunjuk dada kirinya "Dan hati lo" kemudian menunjuk dada kiri Mila namun tidak kena
Jantung Mila seakan akan meledak mendengar perkataan itu, rasanya ingin melayang, seketika peringatan seniornya tempo hari melesat di pikirannya, dengan cepat Mila menyadarkan dirinya dengan mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Azka sambil berdehem.
"Kenapa?" tanya Azka
"Nggak papa, ak-aku antar ini dulu"
"Gue bantuin ya"
Mila menggeleng cepat "Nggak usah, aku bisa sendiri kok"
"Tidak menerima penolakan, gue bantuin bawa ke perpus kan"
"Tap-" belum sempat memprotes Azka sudah berjalan lebih dulu, Mila menoleh sekitar berharap tidak ada yang melihat dengan berat hati ia melangkah menyusul seniornya
*****
"Yaelah Bandung doang, belum luar negri" ucap Bayu setelah mendengar cerita sahabat kecilnya
"Lagi pula study tur nggak lama-lama banget" timpal Bagas
"Paling lama 3 hari plus 2 malam, nggak terlalu lama untuk LDR an" tambah Crystal
Tania ikut menyahut "Tenang aja, Kevin pasti setia kok"
Bintang menghela nafas berat "Bukan LDR atau setia nggak setianya yang gue pikirin"
__ADS_1
"Trus?" tanya Bagas
Bintang mencondongkan badannya setelah melihat sekitar kantin, ke empat sahabatnya melakukan hal yang sama "Kalian tau kan gimana interaksi antara Kevin sama kak Rey, nah kalo dia tau, gue nggak bisa bayangin apa yang akan terjadi"
"Emang Kevin seserem itu ya" ucap Crystal
"Banget, kalo dia udah marah seremnya kayak monster" jawab Bintang
"Lebay lo" ujar Tania
"Lo nggak tau sih kalo dia marah gimana"
"Lo nggak usah kasih tau dia aja kalo kak Rey ikut" saran Bayu dan Bagas membenarkan
"Trus kalo tiba-tiba dia tau gimana, bisa marah besar dia, nih ya, pertama gue pergi ke Bandung ada kak Rey nya, yang kedua gue nggak kasih tau dia, double dong gue dapetnya" jawab Bintang, gadis berkuncir itu terlihat sangat frustasi
"Apanya yang double?"
Semua langsung menoleh dengan eskpresi yang berbeda "Astaga!! ngagetin aja lo" kesal Bagas sambil mengelus dadanya
"Bisa nggak sih kalo dateng itu ngucap salam kek atau apa gitu jangan ngagetin, kalo kita jantungan berjamaah gimana, mau tanggung jawab" omel Crystal ikut kesal
"Lah kok jadi nyalahin gue sih, kalian yang kenapa ngomongnya bisik-bisik gitu" balas Kevin tak mau di salahkan
"Kalian lagi ngomongin apa sih, serius banget sampe kaget gitu?" tanya Kevin
Mereka saling pandang tidak tau harus menjawab apa, dengan Bintang yang berusaha memberi kode untuk tidak mengatakan apa yang mereka bahas
"Kita lagi... em... lagi ghibahin senior yang ngedeketin juniornya" alibi Crystal dan Bintang bernafas lega
"Bener banget, kan kalo lagi ngumpul trus nggak ghibah rasanya kurang lengkap" tambah Tania
"Kamu ikutan?"
Bintang menoleh lalu menggeleng "ikut denger, ya kan gue cuma ikut denger kan"
"Ikut denger apanya, orang dia yang bawa beritanya" saat ini Bayu ingin menjadi kompor
Dan Bagas yang menjadi apinya "Tau tuh, dia yang bawa berita malah nuduh orang, lempar batu sembunyi tangan namanya"
"Wah.. lo berdua nyari perkara" Bintang menatap Kevin "Nggak usah di percaya omongan mereka, aku cuma denger doang kok nggak ikut ghibah" ia mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya
__ADS_1
Kevin menggenggam kedua jari lentik kekasihnya itu kemudian tersenyum "Iya aku percaya"
Dan yang lainnya berdecir
******
Sampai di perpus Azka membantu sang junior menyusun buku-buku di tempatnya, dari sela-sela buku itu ia memperhatikan wajah gadis yang sedang menyusun buku dengan serius, wajah tanpa polesan make-up namun sangat cantik.
Mila mengibaskan telapak tangan di depan muka Azka "Kak!"
"Eh" Azka mengerjakan matanya "Iya kenapa?"
"Kak Azka udah selesai belum?"
"Oh, udah kok"
Mila mengangguk "Aku juga udah selesai, kalo gitu aku duluan ya"
"Tunggu Mil" Azka meraih tangan Mila "Bareng ke kelas"
"Tapi kan kita beda kelas"
"Nggak masalah, barengan aja yuk" Azka menarik tangan Mila keluar dari perpus yang di tarik dengan pasrah mengikut
Mata Mila bertemu dengan mata seseorang yang menatapnya tajam, tiba-tiba Mila melepaskan genggaman Azka dan hal itu membuat pemuda yang menjadi seniornya menoleh "Aku bisa jalan sendiri, nggak enak di liat orang"
Azka tersenyum dan mengangguk mengerti, mungkin karena status mereka yang belum jelas pikirnya, ia ingin kembali melanjutkan jalannya namun tidak jadi karena melihat Mila yang diam di tempat "Kenapa? ayok gue anter ke kelas"
"Nggak usah, aku ke kelasnya sendiri aja"
"Tapi Mil-"
"Aku duluan kak" Mila langsung pergi
"Mil!! Mila!!" Azka mengerutkan keningnya "Yaudah lah" ia berjalan menuju kelasnya
*****
Ntah sudah berapa kali Bintang mondar-mandir di kamarnya dan ntah berapa kali juga ia menghela nafas "Gua harus bilang apa ke Kevin? kalo gue jujur dia pasti nggak boleh, tapi kalo gue boong... aakh... gue kan nggak bisa boong trus kalo ketauan dia bisa marah besar, aaakhh.... gila gue lama-lama"
Bintang dari kamar begitu mendengar suara deru motor sang Abang berhenti di depan rumah "Bang!!"
__ADS_1
Azka yang baru saja mendudukkan diri di sofa menyaut "Apa?"