Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
Burung


__ADS_3

"Kita bareng aja" ucap Rey pada orang di sebrang telfon


"Oke tunggu, hati-hati lo"


"Waalaikumsalam"


"Mau pergi ya?"


Rey menoleh ke mama nya yang sedang menikmati sarapan, ia pun duduk "Iya ma, ada urusan kampus, mungkin sampe sore" jelas nya


"Hati-hati pergi nya, jangan capek-capek"


Rey mengangguk sambil tersenyum tipis, ibu tiri nya itu sangat baik dan menyayangi nya seperti anak kandung, rasa nya ia ingin sekali di lahir kan dari rahim wanita cantik itu "Pagi" balas nya saat Danu menyapa


"Kamu kemana hari ini kemana Dan?"


"Rencananya mau pergi, kenapa ma?"


"Mama mau ngajak kamu ke perusahaan"


Danu berdehem seraya melirik sekilas ke arah Rey yang tampak menyimak "Kayak nya Danu gak bisa deh hari ini, gimana kalo kak Rey aja yang ke perusahaan? lo mau kan ke perusahaan?"


"Mama sebenarnya mau ajak Rey, tapi dia ada urusan kampus, makanya mama ajak kamu" jelas sang mama


"Hmm nanti Danu usahain deh ke perusahaan mama, tapi Danu gak janji ya ma"


"Iya sayang"


"Rey duluan ma, temen Rey udah dateng" pemuda tampan itu menyalami tangan mama tiri nya dan berpamitan dengan Danu kemudian menghampiri Azka yang sudah berdiri di depan rumah nya


"Baru juga mau ngetuk"


"Yuk pergi"


Kedua pemuda itu memasuki mobil dengan Azka sebagai pengemudi yang kembali melajukan mobil nya


"Itu motor siapa?"


"Adek tiri gue"


"Gue baru tau lo punya adek tiri"


Rey melemparkan tas nya ke bangku belakang "Gue juga baru tau, setahun yang lalu"


"Parah lo gak cerita-cerita"


"Belom sempet aja, kapan-kapan gue kenalin"


"Cewek atau cowok?"


"Cowok kok, kenapa emang?"


"Kalo cewek gak usah di kenalin, ntar naksir lagi, gue udah punya gebetan" jawaban Azka membuat pemuda di sebelah nya berdecih


"Narsis" cibir Rey "Kayak bakal di terima aja"

__ADS_1


"Jelas dong, gak ada yang bisa nolak pesona seorang Azka"


Rey menghela nafas "Serah dah" dan Azka tersenyum senang karna nya


Kedua pemuda berparas tampan itu berjalan dengan gagah di koridor kampus, padahal mereka hanya berjalan dengan santai namun ntah mengapa terlihat sangat mempesona


"Sangking ganteng nya gue, semua orang ngeliat ke arah gue" ucap Azka seraya menyisir rambut nya


"Mereka liat bukan karna lo ganteng, tapi resleting lo ke buka"


Dengan cepat Azka memeriksa celana bagian bawah nya kemudian menatap sengit pemuda yang tertawa di sebelah nya "Sialan lo"


"Kenapa lo? gak biasa nya ketawa kayak gitu" tanya Aldy yang menghampiri mereka bersama Dika dan Roy


"Tadi ada burung yang hampir lepas"


Kening Dika mengkerut "Apa nya yang lucu?"


"Ya lucu lah, kan muka nya panik gitu"


"Emang muka panik burung gimana?" pertanyaan Aldy membuat Rey makin tertawa mengingat wajah Azka yang panik tadi


Roy menghela nafas "Lo cari aja burung, trus lo ngapain kek biar dia panik, trus lo liat muka nya"


"Nyari burung di mana?"


"Lagian juga susah tau bikin burung panik, belom juga kita deketin, dia udah kabur" sahut Dika


Aldy merangkul bahu Rey "Kok lo bisa bikin burung panik, gimana cara nya?"


"Cara nya-"


Sepanjang jalan menuju ruang BEM Aldy masih bertanya tentang burung apa yang di maksud Rey dan si dalang nya masih tertawa


"Bukan apa-apa" jelas Azka lalu duduk di bangku nya "Siapa aja yang ngadain seminar?"


"Daftar nama nya di Agung, setau gue Minggu ini cuma dua, anak kedokteran sama ekonomi" jelas Roy


...****************...


Bintang duduk manis di salah satu bangku dekat stan es cream sembari menunggu sang kekasih mengantri membeli cemilan dingin itu untuk nya, wajah nya sedikit cemberut melihat beberapa gadis centil yang dengan sengaja mengedipkan mata bahkan menyapa kekasih nya "Cewek centil"


"Makasih" ucap nya pada Kevin yang menyerahkan es cream


"Kamu kenapa? kok cemberut gitu? aku kelamaan ya? maaf yaa" Kevin mengelus tangan putih itu


Masih dengan wajah cemberut nya Bintang menjawab "Gak papa"


"Jangan cemberut gitu, jelek tau"


Kevin memamerkan senyum manis nya guna menghibur Bintang, namun gadis pencinta rasa strawberry itu tetap cemberut "Kamu kesel sama cewek-cewek yang genit ke aku tadi ya"


"Gak"


"Bohong, gemes deh" Kevin mencubit gemes pipi chubby yang sedikit mengembung itu "Udah ah jangan cemberut, kesel nya ke mereka cemberut nya ke aku, gak adil"

__ADS_1


Akhirnya Bintang menunjukkan senyum termanis nya yang menular ke Kevin "Gitu dong, kan cantik" pipi chubby itu pun memerah dan Kevin tertawa karna nya "Oh ya, abis ini kita ketemu Amel ya, aku mau kenalin kamu ke dia sekalian bahas tentang rencana ngegagalin perjodohan konyol itu"


"Tapi aku kasian sama mama kamu"


"Kamu tenang aja, aku akan cari cara untuk bantu mama" ucapan Kevin di balas dengan anggukan


"Yaudah yuk"


Kevin menggandeng tangan Bintang sembari berjalan meninggalkan stan es cream


"Ketemuan nya di mana?"


"Di resto aja, sekalian makan siang" jawab Kevin setelah nya membuka pintu mobil "Silahkan masuk"


"Terima kasih" balas Bintang kemudian memasang sealbelt sembari menunggu Kevin masuk mobil


"Kok sendiri sih, biasa nya juga aku yang pasangin"


"Biar cepet Vin, ayok jalan"


"Ish nyebelin" berucap sambil memasang sealbelt dengan wajah cemberut yang membuat Bintang tertawa, sangat lucu


Kegiatan Bintang yang menusuk-nusuk pipi Kevin terhenti saat ada notif di ponsel nya, wajah yang tadi nya tersenyum berubah jadi serius dengan kening yang mengerut


"Kenapa?" tanya Kevin yang melihat perubahan itu, kening nya ikut mengerut melihat gambar yang di tunjukkan Bintang "Itu kenapa?"


Benda persegi itu berdering dan dengan cepat Bintang menggeser ikon berwarna hijau "Halo, itu kenapa Pan?"


"Oke-oke, gue ke bengkel sekarang"


"Bye..."


"Kenapa sayang? ada apa? mereka kenapa?"


"Pandu bilang ada yang nyerang bengkel mereka, kita ke bengkel sekarang ya"


"Iya sayang, kita ke bengkel"


"Trus pertemuan kita sama Amel gimana?"


"Kan bisa lain waktu, nanti aku kasih tau dia" jawab Kevin di balas deheman


Kevin menggenggam tangan gadis yang terlihat cemas itu dan mengecup nya "Kamu tenang ya, jangan cemas gitu"


"Aku khawatir mereka kenapa-kenapa"


"Kan mereka jago berantem, jadi gak bakal kenapa-kenapa, tenang sayang, tarik nafas, hembus kan"


Sesuai instruksi Bintang menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan "Bisa lebih ngebut lagi gak"


"Gak bisa"


"Vin plissss"


"Kalo kita yang kenapa-kenapa, gimana?"

__ADS_1


Bintang berdecak "Sepi juga jalanan nya, ayolah Vin sedikit aja, plissss"


"Oke-oke, kamu pegangan ya" Kevin merubah posisi persneling dan menginjak gas untuk mempercepat laju mobil nya


__ADS_2