
Riyan dan Dika menghampiri Azka yang masih merapikan buku - bukunya
"Ka!" panggil Dika
Azka menoleh "Paan?"
"Orang tua lo masih di Bogor kan?" tanya Riyan
"Masih emang kenapa?"
"Gimana kalo malam minggu nati kita ngumpul di rumah lo" ucap Dika "Kita ajak Rey sekalian"
"Trus suruh adek lo ajak pacar, sama temen - temennya, biar rame" timpal Riyan
"Boleh juga, oke deh" ucap Azka, Dika dan Riyan bertosria "Ntar gue kasih tau Bintang"
*****
Sesuai rencana, malam minggu teman - teman Azka dan Bintang datang ke rumah untuk menghabiskan malam minggu bersama. Sepulang dari kampus Tania dan Crystal langsung ke rumah Bintang untuk menyiapkan keperluan yang akan digunakan.
"Haaah...."
Helaan lega dari ke tiga gadis itu setelah memindahkan alat pemanggang yang amat sangat berat untuk ukuran wanita.
"Berat banget nih alat" ucap Crystal sambil memukul pelan alat pemanggang itu
"Pinggang gue rasanya mau patah" tambah Tania yang meregangkan otot - ototnya
"Yang cowok pada kemana sih? Lama banget datengnya" gerutu Bintang "Bang Azka juga, kemana lagi tuh anak?"
"Istirahat bentar deh, capek banget" ucap Tania langsung duduk di kursi panjang, Bintang dan Crystal ikut duduk
******
Azka yang baru saja keluar dari kamar berjalan menuju pintu dan membukanya, ia mengiring teman - temannya untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Yang lain mana?" tanya Dika sambil meletakkan kantong kresek berisi cemilan dan minuman
"Belom pada dateng" jawab Azka
"Trus di depan, mobil siapa?" tanya Riyan
"Itu mobil temennya adek gue, Tania sama Crystal" Dika dan Riyan mengangguk
"Kalian jadi ngajak Rey?" tanya Azka
"Jadi, mereka lagi di jalan, bentar lagi nyampe" jawab Riyan
Tak lama yang lainnya berdatangan, Azka mengajak mereka untuk ke halaman belakang rumahnya.
Kevin mendekati Crystal yang sedang menata sosis untuk di bakar bersama dengan Bagas "Bintang mana?" tanyanya
"Masih di kamar" jawab Crystal tanpa menoleh
Kevin mengangguk kemudian berbalik dan berjalan memasuki rumah
"Mau kemana lo?" cegat Azka
__ADS_1
Kevin tersenyum "Mau ke dapur, ambil minum, haus" mengelus - elus lehernya
Tanpa merespon Azka kembali berjalan dan bergabung teman - temannya. Kevin menghela nafas 'c**alon kakak ipar, serem amat yak' batinnya, kemudian melanjutkan jalannya
******
Ceklek......
Bintang keluar dari kamar, berjalan menuruni tangga menuju halaman belakang rumahnya, ia hendak berbelok namun tiba - tiba ada yang menarik tangannya masuk ke dalam dapur.
"Hai, sayang"
"Ya ampun Kevin, kamu ngagetin aja tau nggak, aku kira tadi penculik, jantung aku mau copot" omel Bintang
Kevin mencubit gemas pipi kekasihnya "Gemesin banget sih kamuuuuu"
Bintang tersenyum "Kamu baru dateng?"
"Iyah, bareng sama Bayu, Bagas juga" jawab Kevin, Bintang mengangguk "Kok senior itu ada di sini?"
"Kak Rey?"
"Iyah lah, siapa lagi"
"Dia kan temennya bang Azka, jadi wajar dong dia ikut"
"Jaga senyum kamu" ucap Kevin dengan nada cemburu
Bintang tersenyum lalu mengunyel pipi Kevin "Duh, pacar aku lucu banget sih"
"Aku serius Bintang, jangan senyum di depan mereka, senyuman kamu itu bagus, aku nggak mau mereka suka sama senyuman kamu"
*****
Sepertinya cuaca malam minggu ini kurang bersahabat, awan mulai berkumpul menutupi sinar bulan dan kerlipan bintang di atas sana, juga terdengar suara - suara kecil gemuruh petir.
"Kayaknya mau ujan deh" ujar Riyan menatap awan, yang lainnya melihat ke arah awan
"Mending kita pinggirin aja, ya buat jaga - jaga" ucap Aldy
Semua mengangguk menyetujui dan mulai mengemasi peralatan yang di tata pinggir kolam dan memindahkannya ke tempat yang tidak terkena hujan. Rintik hujan mulai berjatuhan, yang awalnya rintik - rintik kecil menjadi lebat.
Bintang mengulurkan tangannya merasakan tiap rintik hujan yang menetes mengenai telapak tangannya. Ia tersenyum bahagia, karna sudah hampir satu bulan ini hujan tidak menghampirinya.
Bayangan pertama kali ia bermain hujan bersama Kevin dulu muncul di kepalanya. Itu kali pertamanya ia tertawa bahagia di depan orang yang baru di kenalnya.
Bintang menoleh pada Kevin yang sedang menatapnya, mereka saling melempar senyuman. Ia kembali melihat air yang berjatuhan dan memainkan kedua tangannya di bawah derasnya hujan.
"Ayok masuk, di sini dingin" ajak Azka
Tangan kirinya meraih tangan sang adik yang masih asik memainkan air hujan, dan tangan kanannya memegang piring berisi sosis bakar.Bintang mengerucutkan bibirnya namun tidak protes, ia juga menarik tangan kekasihnya.
Jadilah mereka sekarang duduk lesehan di ruang keluarga, dengan cemilan ringan, sosis bakar, jagung bakar, dan beberapa minuman.
Dika menghela nafas "Gagal dah malam minggu kita" ucapnya dengan kecewa
"Nggak papa, malam minggu kan bukan malam ini aja" ucap Kevin
__ADS_1
"Iyah, kita bisa ulang malam minggu besok, atau malam minggu lainnya" timpal Roy
"Gimana kalo kita main game aja" usul Aldy
"Game apa?" tanya Bagas
"Enaknya game apa?" Aldy berbalik tanya
Semua diam dan berfikir tentang game apa yang akan di mainkan
"Nggak usah game lah, kita nonton aja, mendadak mager nih" sahut Crystal
"Boleh juga, nonton apa?" tanya Riyan
"Yang ekstrim aja, nggak usah yang baperan" ujar Roy
"Gimana kalo horor? Suasananya mendukung" ucap Bayu
Bintang melempar bantal sofa pada sahabat kecilnya itu "Modus"
"Tau aja lo" balas Bayu plus cengirannya
Bintang menggeleng kemudian berdiri dan berjalan menuju tempat menyimpan kaset CD, lalu mengeluarkan beberapa kaset SD bergendre horor untuk di pilih.
"Adanya cuma ini" ucap Bintang
Rey yang sedari tadi tidak mengeluarkan suara menepis tangan Aldy yang hendak memberikan satu kaset CD yang mengandung konten dewasa, dan mengambil kaset CD yang lain lalu memberikannya pada Bintang.
"Yang ini aja bagus" ucap Aldy
"Lo mau ngerusak otak adek gue, huh?" sahut Azka
Aldy menyengir tanpa dosa "Bukan ngerusak, cuma ngasih tau"
"Kampret" Azka menjitak kepala Aldy
"Sakit ege"
Aldy mengelus - elus kepalanya, lalu membalas jitakan Azka, jadilah perang jitak - jitakan antara keduanya, yang lainnya tertawa termasuk Bintang.
Rey yang sedang dekat dengan Bintang, tertegun melihat wajah gadis itu yang sangat cantik saat tertawa 'cantik'
Di sela - sela tawa Kevin tak sengaja melihat ke arah Rey yang sedang memandangi kekasihnya dengan tatapan yang berbeda, hatinya memanas, api cemburu pun berkobar.
"Jadi nonton nggak nih?" lerai Dika
Rey tersadar lalu memberikan kaset CD yang di pegangnya pada Bintang, gadis di hadapannya itu menerima kaset tersebut lalu memasukkannya ke dalam DVD.
Bintang memainkan remot pada layar TV dan filmnya pun mulai, ia kembali ke tempat duduknya.
"Kamu kenapa?" tanya Bintang melihat wajah kekasihnya yang cemberut
"Nggak papa" jawab Kevin
"Yakin?" Kevin mengangguk
Bintang menghela nafas, ia menyenderkan kepalanya pada bahu kekar kekasihnya itu.
__ADS_1
Suasana yang awalnya biasa saja, lama ke lamaan berubah menjadi tegang dan mencengkam. Di tambah dengan dengan suara gemuruh hujan dan kilatan - kilatan dari luar membuat suasana semakin menakutkan.