CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Bali Berada *


__ADS_3

@The Villas - Ayana Resort and Spa.


Penginapan yang super nyaman mewah dan lengkap. Di kategorikan High Class, mereka menyewa Villa yang view nya langsung ke Laut.


Seorang pelayan mengantar mereka tepat di depan pintu Villa.


Lian memilih Dua Bedroom, kamar Mereka saling berhadapan.


Aleena memasuki kamar, di ikuti Diaz. Aleena memandang sekeliling kamar mereka.


Aleena membuka sliding door, menuju Balkon. Aleena tersenyum karena bisa memandang laut Bali.


Diaz melangkah menghampiri Aleena, Lalu berdiri di sebelah Aleena.


"Kamu suka tempat ini?" Tanya Diaz sambil menatap Aleena.


"Suka banget, thanks ya" Jawab Aleena tersenyum.


"Makasih nya sama Lian, bukan Aku" Ucap Diaz.


Aleena hanya tersenyum menatap Diaz.


"Nanti malam kita ke Rock Bar, kamu pasti suka. Kita bisa liat Sunset di sana" Jelas Diaz.


"Yang Aku tau, katanya Rock Bar itu tempat Sunset terbaik di Bali, karena bisa liat langsung Kilauan Sunset di langit samudera Hindia" Ucap Aleena.


"Of course, makanya Lian pilih tempat ini. Biar kita punya cerita di sini" Ucap Diaz.


"Cerita untuk Raya, sebelum meninggalkan Jakarta" Ucap Aleena.


"Eehhh, iya juga sih" Ucap Diaz malu.


Aleena melirik ke arah Balkon kamar Lian dan Raya, Aleena melihat Raya keluar bersama Lian.


Aleena mundur perlahan dan duduk di bangku, agar tidak terlihat Lian dan Raya jika Aleena berada di Balkon.


Balkon kamar mereka di sekat oleh dinding pahatan kayu khas Bali. Aleena bisa melihat mereka dari balik pilar.


Diaz menatap Aleena, lalu mengikuti Aleena duduk di bangku sebelah Aleena.


"Nanti kamu akan terbiasa dengan kelakuan mereka" Ucap Diaz pelan.


"I'm fine Diaz" Ucap Aleena tersenyum.


"Aku percaya kamu Aleena" Ucap Diaz sambil mengusap kepala Aleena.


"Aku istirahat sebentar yah, nanti bangunin Aku kalo mau ke Rock Bar" Ucap Diaz sambil melangkah menuju tempat tidur.


Aleena menghela nafas, melihat Raya dan Lian dari balik sekat dinding. Mereka begitu mesra, sikap Lian terhadap Raya begitu lembut.


Harusnya Aleena tidak berada di balkon, melihat Raya dan Lian. Aleena beranjak dari duduknya, untuk masuk ke dalam kamar.


Terlihat Diaz tertidur pulas, Aleena putuskan untuk berjalan-jalan melihat sekitar penginapan.


Aleena melangkah ke Loby penginapan, untuk duduk di tepi kolam. Melihat pemandangan Laut Bali.


Selama di Bali Aleena harus menjaga sikap dan emosi nya jika melihat Raya dan Lian. Ini sudah menjadi resiko yang Aleena pilih.


Agar terbiasa, dan bisa beradaptasi dengan mereka. Karena mereka akan menjadi teman untuk Lian dan Raya.


Sudah sore langit Bali sudah gelap, Aleena menunggu Diaz tengah bersiap-siap untuk Rock Bar.


Mereka ingin melihat Sunset dan Langit Bali, sambil minum di sana.


Diaz menghampiri Aleena, mereka melangkah ke arah Rock Bar.


@ It's time sunset Cocktail at Rock Bar.


Aleena dan Diaz memesan Cocktails sambil menikmati Sunset di Langit Bali.


Aleena mencari Lian dan Raya belum terlihat di sini.


"Nunggu Lian?" Tanya Diaz yang dari tadi memperhatikan Aleena.


"Mereka belum datang?" Tanya Aleena.


"Miss Raya, kalo make up lama" Ucap Diaz.


"Bisa aja kamu" Aleena tersenyum.


"Gimana perasaan kamu sekarang?" Tanya Diaz.


"Jauh lebih tenang, dan harus terbiasa dengan mereka" Ucap Aleena.


"Heeiii, kalian pergi berdua aja!" Seru Raya menghampiri Diaz dan Aleena.


Raya dan Lian duduk berdampingan tepat di depan Aleena dan Lian.


"Gue pikir Lo berdua udah cabut" Ucap Diaz santai.


Aleena melirik ke arah Lian yang sedang tersenyum.


"Senyuman itu" Ucap Aleena dalam hati.


Aleena sangat menyukai senyuman milik Lian.


"Cheers ,,," Seru Raya sambil mengangkat Gelas.


"Semoga Liburan kita kali ini benar-benar menyenangkan. Untuk Raya yang mau kembali ke London" Seru Diaz.


"Thanks, Love you all" Seru Raya.


Sambil memeluk Lian lalu mengecup bibir Lian.


"Deeeggg"


Aleena mencoba tenang. Aleena berusaha tersenyum.


Diaz memegang lengan Aleena, Diaz tau apa yang Aleena rasakan. Aleena melirik ke arah Diaz.


Aleena tidak mau terlalu banyak minum, karena Diaz dan Raya sudah mulai mabuk. Aleena tidak mau ambil resiko mabuk berat.


"Mas, ayo dong nambah lagi. Cemen banget" Seru Diaz sambil tertawa.


Diaz sudah mabuk, begitu juga Raya.


"Come on Honey, let's Drink" Ajak Raya.

__ADS_1


"Enough" Ucap Lian menolak.


"Lian, ayo ajak mereka kembali ke kamar" Pinta Aleena.


Lian mengangguk tanda setuju, Aleena menarik pelan tangan Diaz. Agar Diaz berdiri dan kembali ke kamar.


Aleena melangkah tertatih menuntun Diaz yang langkahnya mulai gontai.


"Aleena, sorry jadi bikin kamu repot" Ucap Diaz.


"It's ok Diaz, makanya Aku gak mau banyak minum nanti kalo kita mabuk semua siapa yang bawa masuk kamar" Jelas Aleena.


Tiba di kamar Aleena merebahkan Diaz. Diaz mulai tertidur, Aleena melangkah ke Balkon.


Aleena melirik ke arah Balkon kamar Lian dan Raya. Terdengar Sliding door terbuka, Terlihat Lian keluar Balkon.


Aleena kembali mundur, lalu pelan-pelan melangkah masuk ke dalam kamar.


️23:14 Pm.


Aleena belum juga memejamkan mata, Aleena bolak-balik di dalam kamar.


Aleena melangkah keluar kamar, Aleena ingin keluar penginapan. Aleena melangkah seorang diri menyusuri lorong penginapan.


Terus saja Aleena melangkah, entah mau kemana kakinya melangkah.


Aleena menghentikan langkahnya di Sebuah Gazebo dekat kolam ikan.


Cuaca malam ini begitu cerah, bintang dan bulan menampakan wujudnya.


Udara semakin dingin, hembusan angin pantai mulai terasa dingin. Tapi Aleena masih ingin berada di sini.


"Belum tidur?" Bisik Lian lembut di telinga Aleena sambil menyelimuti Aleena dengan jacket miliknya.


"Lian" Ucap Aleena terkejut.


"Waktu yang Aku nanti, bisa berada di dekat kamu" Ucap Lian membelai rambut Aleena.


"Lian, Aku gak mau Raya salah paham" Ucap Aleena cemas.


"Raya sudah tertidur, dia mabuk berat" Jelas Lian.


"Diaz juga, tertidur pulas" Ucap Aleena.


"Kenapa kamu gak tidur?" Tanya Lian.


"Entahlah, mata ku belum juga ngantuk" Ucap Aleena.


"Aleena" Bisik Lian memeluk Aleena.


Aleena menatap Lian, dan membalas pelukan Lian.


"Seandainya aja, kamu wanita pertama yang ada dalam hidup ku" Ucap Lian.


"Ssstttt ,,, Ini udah jadi takdir kita" Ucap Aleena.


"Aku harus mencuri takdir siapa? Agar Aku bisa hidup bersama kamu" Ucap Lian.


"Kita gak bisa melawan takdir" Ucap Aleena.


"Aku masih berharap agar kita bisa bersama" Ucap Lian.


Lian mengecup lembut bibir Aleena, Aleena membalas. Dinginnya malam membuat mereka terhanyut dalam suasana.


"Lian, kita harus kembali" Ucap Aleena.


"Aku masih ingin bersama kamu" Jawab Lian.


"Ingat Lian, kita jaga perasaan Raya" Ucap Aleena.


Lian melepaskan pelukannya, lalu menggandeng tangan Aleena menuju kamar.


Mereka melangkah saling bergandengan tangan hingga tepat di depan pintu kamar.


"Kamu masuk dulu" Ucap Lian.


Aleena mengangguk lalu melangkah ke dalam.


Selang beberapa menit Lian masuk ke dalam kamarnya.


Setelah Lian masuk ke dalam kamarnya, Aleena kembali keluar. Aleena putuskan untuk tidur di sofa ruang TV.


Aleena keluar kamar membawa bantal dan bedcover untuk menyelimuti tubuhnya dari rasa dingin.


Lian terkejut melihat Aleena tertidur di Sofa, Lian mendekati Aleena lalu mengusap lembut wajah Aleena.


"Sayang bangun" Bisik Lian di telinga Aleena.


Aleena terkejut mendengar suara Lian, sambil membuka matanya.


"Tidur di dalam, udah pagi" Ucap Lian.


Aleena mengangguk lalu melangkah ke dalam kamarnya.


Lian duduk di Sofa tempat Aleena tidur, Aleena tidak bisa tidur satu kamar dengan orang lain.


Harusnya Lian lebih peka, Aleena mengorbankan perasaan untuk kebahagiaan dirinya dan Raya.


"Honey, kamu udah bangun?" Raya datang menghampiri Lian dan duduk di samping Lian.


"Gimana enak tidurnya?" Tanya Lian.


"Aku mabuk berat ya? Sorry honey repotin kamu" Ucap Raya memeluk Lian. Lian hanya mengusap rambut Raya.


"I am hungry" Keluh Raya.


"Kita mandi dulu baru kita sarapan" Ucap Lian.


"Kenapa gak pesan aja, kita makan di sini" Ucap Raya manja.


"Oke" Lian meraih pesawat telepon yang berbeda di sampingnya.


"Thanks Honey" Ucap Raya.


"Udah pada bangkit Lo" Ucap Diaz dari depan pintu kamar.


"Diaz Lo mau sarapan apa?" Tanya Lian.

__ADS_1


"Bebas Mas" Jawab Diaz lalu duduk di sebelah Raya.


"Aleena mana?" Tanya Raya.


"Masih tidur Doi" Jawab Diaz.


"Semalem Aleena gak tidur di kamar" Ucap Diaz.


"What's?" Raya terkejut.


"Tadi pagi gue bangun, Dia tidur di sofa" Ucap Lian.


"Diaz, gimana sih" Ucap Raya.


"I'm drunk, sorry" Ucap Diaz.


"Diaz ajak Aleena sarapan" Ucap Raya.


"Gak tega gue banguninnya, Lo aja deh" Seru Diaz.


"Oke" Ucap Raya melangkah menuju kamar Aleena.


Aleena menatap Aleena yang tertidur pulas, Aleena sangat cantik Puji Raya.


"Aleena, bangun." Panggil Raya pelan.


Aleena membuka matanya perlahan, lalu terbangun.


"Udah jam berapa?" Tanya Aleena.


"Jam 9, ayo kita sarapan, kita mau ke Ocean Beach" Jelas Raya.


"Oke" Jawab Aleena.


Aleena beranjak dari tempat tidur. Lalu menuju ruang Tv untuk bergabung bersama Diaz dan Lian yang sudah menunggu.


"Yuk Makan!" Seru Diaz.


Selesai sarapan, mereka menuju Ocean Beach untuk berenang.


Aleena belum mau berenang, Aleena lebih memilih ke pantai. Dari Ocean Beach ada tangga terbuat dari batu. Karena letak Ocean Beach di atas tebing.


Sehingga untuk menuju pantai harus melewati tangga. Yang memang khusus untuk para Tamu yang menginap di Area Ayana Resort and Spa.


Aleena berjalan seorang diri di pantai, memang ada beberapa pengunjung yang juga turun ke pantai.


Aleena duduk di atas pasir putih, sambil menatap jauh ke Samudera Hindia. Sepertinya sore ini Aleena akan kembali ke sini. Untuk melihat Sunset dari pantai.


Lian memandangi Aleena dari atas Ocean Beach. Ingin rasanya Lian menghampiri Aleena, hanya saja ada rasa di sampingnya.


"Diaz, ajak Aleena naik!" Seru Raya.


Diaz melirik ke arah pantai, Melihat Aleena sedang duduk di atas pasir.


Diaz naik dari atas pool, untuk menghampiri Aleena di sana.


"Honey, gimana kalo Si Nakal Diaz kita jodohin sama Aleena" Ucap Raya.


Lian hanya diam dan menatap Raya dengan tatapan tidak suka.


Ada rasa takut di hati Lian, jika benar-benar itu terjadi. Diaz bersama Aleena.


"Kenapa diam?" Tanya Raya sedikit ketus.


"Aku gak suka ikut campur urusan Orang lain, meski Diaz adik ku. Apalagi ini masalah perasaan" Ucap Lian tenang.


"Setidaknya kita semua happy" Ucap Raya kembali.


"Semua tergantung mereka, kita gak bisa maksa!" Jawab Lian.


"Tapi aku berharap mereka bisa bersama, seperti kita" Ucap Raya lalu mengecup pipi Lian.


Lian hanya mengangguk pelan.


Diaz mendekati Aleena, dan duduk di samping Aleena.


"Heeii, kenapa gak ke pool?" Seru Diaz.


"Aku lebih suka di sini, lebih tenang" Jawab Aleena sambil menoleh ke arah Diaz, lalu kembali menatap Laut.


"Masih canggung yahh sama Romeo and Juliet" Ucap Diaz sedikit bercanda.


"Gak ko' , di sini lebih menyatu dengan alam" Jelas Aleena.


"Jangan cemaskan Aku tentang Lian dan Raya, semua akan berjalan sesuai harapan mereka" Ucap Aleena kembali.


"Jujur Aku salut sama kamu, kamu korbanin perasaan kamu demi mereka" Ucap Diaz.


"Hidup itu pilihan, Aku memilih ini agar Lian bahagia" Jelas Aleena.


"Good girl" Ucap Diaz.


"Aku harap ada keajaiban untuk kamu dan Lian" Ucap Diaz.


"Thanks, meski kemungkinan itu tipis" Ucap Aleena sambil tersenyum.


"Semangat Aleena!" Ucap Diaz.


Diaz beranjak dari atas pasir, lalu mengulurkan tangannya ke arah Aleena.


Aleena menyambutnya, Diaz mengajak Aleena untuk mendekati air laut untuk menikmati ombak.


Aleena mengambil Air laut dengan kedua tangannya untuk di arahkan ke arah Diaz. Diaz terkejut lalu tersenyum, Diaz membalas ke arah Aleena.


Aleena berlari menghindari Diaz, Diaz mengejar Aleena. Aleena masih berlari, Akhirnya Diaz menangkap tubuh Aleena.


Mereka hilang keseimbangan dan terjatuh, tubuh Aleena jatuh tepat di atas tubuh Diaz. Mata mereka saling bertatapan, ingin sekali Diaz mengecup bibir milik Aleena.


Namun Aleena sadar apa yang akan Diaz lakukan, Aleena coba mengelak halus.


"Sorry" Ucap Aleena sambil berusaha bangun dari atas tubuh Diaz.


"It's Ok" Ucap Diaz dengan wajah malu.


Dari kejauhan Lian melihat apa yang terjadi dengan Aleena dan Diaz. Lian cemas jika memang kalau Diaz dan Aleena bisa saling jatuh cinta.


Lian coba membuang pikiran itu, karena Lian percaya pada cinta Aleena. Dan percaya Diaz, karena Diaz tidak mungkin mengkhianati Lian.

__ADS_1


Lian makin tidak mengerti dengan hati dan perasaannya. Siapa yang Lian cintai? Raya atau Aleena?.


Benar kata Aleena, hati tidak pernah memilih. Namun hati pasti tau di mana Dia akan berlabuh.


__ADS_2