CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Jogja i'm coming *


__ADS_3

Aleena sudah duduk di bangku pesawat, menunggu pesawat akan segera take off beberapa menit lagi. Semoga keputusan Aleena kali ini tepat, siapa yang benar-benar ada di dalam hati nya.


Saat ini Aleena harus memilih tiga pria yang mencintainya, sebenarnya wanita tidak berhak memilih. Seorang wanita hanya menunggu dipilih oleh seorang pria untuk di jadikan pendamping hidupnya.


Terdengar suara seorang Pramugari, memberikan informasi jika pesawat akan segera take off dalam hitungan detik. Dan Aleena akan meninggalkan Jakarta untuk beberapa hari.


Aleena memilih pergi ke Jogjakarta, karena Aleena memiliki teman lama yang tinggal disana. Semoga saja dalam waktu beberapa hari, Aleena bisa jauh lebih tenang.


Hanya butuh waktu satu jam sepuluh menit untuk sampai di Jogjakarta, Seorang Pramugari memberikan informasi bahwa pesawat akan segera mendarat.


Aleena tersenyum lega, karena sebentar lagi Aleena akan segera sampai di Jogjakarta dan bertemu Hany sahabat lamanya.


Aleena menunggu Hany datang menjemputnya, sebelum nya Aleena sudah memberi tau kalau Aleena menunggu di tempat yang sudah mereka sepakati.


Dari kejauhan terlihat sosok Hany, yang mendekati Aleena. Hany melambaikan tangannya lalu tersenyum ke arah Aleena.


Aleena membalas lambaian tangan.


Aleena mendekati Hany, lalu mereka saling berpelukan. Sudah hampir tiga tahun mereka tidak bertemu.


"Kangen banget sama Lo Aleena " Seru Hany memeluk Aleena.


"Miss you too, Han" Jawab Aleena membalas pelukan Hany.


"Lo makin cantik aja" Puji Hany jujur.


"Lo juga sama makin cantik, malah Lo lebih keliatan dewasa banget" Ucap Aleena.


"Langsung ke rumah Gue, apa mau keliling Jogja dulu?" Tanya Hany.


"Enaknya kemana?" Ucap Aleena bingung.


"Kalo Lo gak capek, kita cari makan. Udah mau masuk jam nya Dinner nih hehe" Ucap Hany.


"Bener juga hehe, yaudah kita cari makan deh" Jawab Aleena setuju.


"Mau makan apa?" Tanya Hany.


"Hmmm , yang enak apa kalo di sini?" Tanya Aleena.


"Yang belum pernah di makan di jakarta?" Tanya Hany.


"Naahhh , cocok hehe" Seru Aleena setuju.


Kedua sahabat itu melangkah keluar Airport untuk menelusuri kota Jogjakarta. Dan mencari tempat makan yang menurut Hany paling enak dan terkenal di Kota pelajar itu Alias Jogjakarta.


...***...


@Hany's Bedroom.


Hany membuka pintu kamarnya, lalu mempersilahkan Aleena untuk masuk kedalam kamarnya. Aleena lebih memilih tidur satu kamar bersama Hany, dari pada harus tidur di kamar tamu yang sudah di sediakan oleh Hany.

__ADS_1


"Lo yakin gak mau tidur di kamar tamu?" Tanya Hany sekali lagi.


"Nope, Gue punya sejuta curhatan. Gue butuh saran dan masukan dari Lo, karena sejak jaman sekolah dulu. Lo itu penasehat dan teman curhat gue yang the best hehe" Ucap Aleena.


"Hmmm , pantes Lo kabur ke sini. Lagi galau apa patah hati?" Goda Hany.


"Galau sih Gak, apalagi patah hati. Yang pasti Gue dilema besar" Ucap Aleena.


"Sepertinya sobat Gue ini lagi laris manis hehe" Goda Hany lagi.


"Dagangan kali laris manis hahaha" Ucap Aleena Sambil tertawa.


"Yaudah yuk sini cerita sama Gue, apa yang buat Lo lari dari kenyataan sampe ke Jogjakarta" Tanya Hany sambil menarik tangan Aleena untuk duduk di atas tempat tidurnya.


"Maksud Lo lari dari kenyataan?" Aleena bingung.


"Iyalah Lo lari kenyataan, trus apa dong yang pas?" Ucap Hany.


"Gue bukan lari, Cuma mau tenang. Makanya Gue gak bawa Hp Gue. Gue pake Hp nyokap Gue hehe" Ucap Aleena.


"Sampe segitu nya gak mau di ganggu" Hany terkejut.


"Saat ini, ada tiga cowok yang cinta sama Gue" Ucap Aleena sambil menyandarkan dagunya di kedua tangannya.


"Weww, seru tuh kedengeran nya. Trus ,,," Hany tidak sabar.


"Lian, Dia cinta pertama gue. Butuh waktu lama buat Deket sama Lian. Lian itu cowok cool dan penyendiri. Setelah melewati beberapa waktu dan proses akhirnya Gue bisa kenal dan dekat sama Dia sampai saat ini" Cerita Aleena.


"Maksud Lo, Lian udah punya cewek?" Tanya Hany.


"Intinya Raya pergi bertahun-tahun tanpa kabar, makanya Lian jadi tertutup. Setelah hubungan gue dekat sama Lian tiba-tiba kembali. Mungkin kalo Raya gak pernah kembali saat ini Gue sama Lian udah terikat" Ucap Aleena.


"Itu baru satu, yang dua lagi siapa?" Tanya Hany penasaran.


"Diaz, Diaz adik nya Lian dan juga teman kecil Raya. Meraka bertiga tumbuh bersama, Diaz tau selama ini Gue menahan perasaannya Gue sama Lian dan Nahan rasa sakit Gue dengan hadirnya Raya. Tapi Gue selalu positif thinking, Gue mau Lian bahagia. Kebahagiaan Lian itu Raya, Lian bahagia Gue jauh lebih bahagia. Diaz selalu jadi bayang-bayang Lian buat Gue, dan Diaz selalu ada di saat Gue down tentang Lian" Ucap Aleena.


"Diaz bilang cinta sama Lo?" Tanya Hany.


"Yup, justru Diaz merasa bersalah. Seharusnya Diaz gak pernah pulang ke Jakarta, yang akhirnya Gue dan Lian gak bisa menyatu" Jelas Aleena.


"Gue bingung, Lo bilang Lian udah sama siapa Cinta pertama nya. Raya ,,, tapi Kenapa Diaz jadi bersalah gitu?" Hany menggaruk kepalanya.


"Ternyata Raya pergi ke London, udah nikah. Saat dia kembali ke Jakarta lagi ribut sama suaminya. Dan Lian tau kalo Diaz cinta sama Gue, yang akhirnya Lian mengalah lebih memilih kembali sama Raya, Karena menurut Raya pernikahan Dia gak pernah bahagia dan bukan atas dasar cinta. Tapi karena Orang tua Raya punya hutang sama keluarga suaminya, jadi Raya harus nikah sama sebagai jaminan" Jelas Aleena.


"Dengan kata lain, Di jual?" Seru Hany.


"Entahlah gue gak ngerti" Ucap Aleena.


"Terakhir Raya datang lagi, Dan Lian putusin mau nikah sama Raya, Dia akan urus semua perceraian Raya. Tapi respon Raya datar, dan Raya mengulur waktu. Sampe akhirnya Lian menyerah" Jelas Aleena.


"Trus Lian menyesal, lebih milih Lo gitu?" Ucap Hany.

__ADS_1


"Mungkin Gue sama Lian gak di takdirkan bersama, Tiap ada kesempatan untuk bisa saling menyatakan perasaan Gue berdua selalu ada dinding yang menghalangi Cinta gue berdua" Keluh Aleena.


"Lo nyerah? yang Lo maksud penghalang itu apa?" Hany mendesak Aleena agar terus bercerita.


"Diaz" Jawab Aleena sambil menghela nafasnya.


"Diaz Maksa Lo buat milih Dia?" Tebak Hany.


"Maksud Gue Diaz bukan penghalang juga, Saat ini Diaz sakit. Sakit yang serius antara hidup dan mati. Gue juga gak yakin Diaz bisa sembuh, feeling Gue udah gak enak" Ucap Aleena.


"sakit apa?" Hany terkejut.


"Leukemia, Lo tau sakit itu gak main-main" Ucap Aleena.


"Maygat, separah itu?" Hany terkejut.


"Jadi maksud Lo, lebih milih Diaz karena saat ini Diaz sakit?" Ucap Hany lagi.


"Diaz itu baik banget sama Gue, Diaz care dan tulus sama Gue. Bahkan Diaz rela melakukan apa aja buat gue. Asal gue bahagia dan bisa senyum lagi. Dan Diaz gak pernah maksa gue buat Nerima cintanya, Bagi Diaz bisa jadi bayang-bayang Lian dan jadi sandaran buat Gue udah lebih dari cukup" Jelas Aleena.


"Jujur Gue takut kehilangan Diaz, Gue takut Diaz gak bisa melawan penyakitnya" Ucap Aleena yang mulai terisak.


"Al, ini udah jelas. Lo lebih cinta sama Diaz" Ucap Hany.


"Gue lebih nyaman hubungan Gue, Lian dan Diaz kaya gini. Tanpa ikatan, karena gak ada yang sakit. Kita sama-sama jaga perasaan" Ucap Aleena.


"Jadi sekarang Lo udah punya pilihan, cowok yang ke tiga itu? Siapa Dia?" Tanya Hany.


"Elio, Dia anak baru di kampus Gue. Dia super cuek, dari Style nya. Dia anak Club'Motor. Kamu belum lama kenal, tapi Elio udah berani bilang cinta sama Gue" Ucap Aleena.


"Haduh rumit amat sihhh hehe" Keluh Hany.


"Belum lama ini, Nyokap Lian bicara sama Gue. Dia minta gue buat tunangan sama Diaz.. karena Nyokap nya tau kalo Diaz juga cinta sama Gue. Awalnya orang tua Lian berharap Gue bisa tunangan sama Lian. Tapi saat ini Mereka lebih memilih kesembuhan Diaz, mungkin dengan gue sama Diaz tunangan Kondisi Diaz bisa jauh lebih baik. Paling gak Diaz bisa bertahan hidup selama tunggu Donor Tulang sumsum yang cocok untuk Diaz" Jelas Aleena.


"Menurut Lo gimana?" Tanya Aleena pada Hany.


"Asli completed banget " Gerutu Hany.


"Gue gak bisa kasi jawaban Al, ini menyangkut perasaan banyak orang, dan juga hidup dan mati" Ucap Hany.


"Lo aja bingung, apa lagi Gue. Makanya gue lebih memilih menghilang sejenak. Sampai Gue tau jawaban dari hati gue" Ucap Aleena.


Aleena merebahkan tubuhnya, sambil menatap langit langit kamar Hany yang terlukiskan gambar awan dan langit biru.


"Gue boleh yah beberapa hari di sini" Aleena memohon.


"Santai aja, sebetahnya Lo di sini" Jawab Hany.


"Thanks Bestie hehe" Ucap Aleena sambil tersenyum.


"Rumah gue selalu terbuka buat Lo Al" Ucap Hany.

__ADS_1


"Lo memang butuh waktu buat sendiri, lebih baik menjauh dari ke tiga cowok itu dulu. Biar Lo tau siapa yang benar-benar ada di dalam hati Lo" Ucap Hany.


__ADS_2