
Permintaan Tante Martha masih terngiang di telinga Aleena dan juga masih ada di dalam pikirannya. Pilihan sulit, jika Aleena menerima permintaan Tante Martha bagaimana dengan Lian.
Walau atas dasar demi Diaz, entahlah Aleena masih belum bisa memberikan keputusan. Besok pagi Elio akan menjemputnya untuk Event Touring Club'Motor Elio.
Mungkin pikiran dan hatinya akan lebih fresh setelah pulang dari Event itu. Aleena meraih Backpack miliknya, lalu Aleena memasukan beberapa barang yang Aleena butuhkan.
Aleena tersenyum melihat topi rajut berwarna baby pink yang diberikan oleh Diaz. Aleena meraih nya lalu memasukan ke dalam Backpack. Tidak ketinggalan Syal dengan warna senada yang juga di berikan oleh Diaz, Aleena masukan ke dalam Backpack.
Sudah waktunya untuk tidur, Aleena meredupkan lampu tidur. Agar kamarnya masih ada cahaya. Aleena merebahkan tubuhnya lalu memejamkan kedua matanya.
Pukul 05.27 Wib.
Aleena sudah bangun sebelum Alarm dari ponsel nya berbunyi. Aleena sudah menyetel Alarm pukul Enam pagi. Namun tiga puluh menit lebih awal Aleena sudah bangun.
Aleena segera pergi mandi, dan bersiap-siap dan menunggu Elio datang menjemputnya. Aleena sudah mengenakan T-shirt Club' Motor Elio. Aleena padukan dengan Jaket Jeans dan Sepatu sports, Style Aleena hari ini Sporty namun tetap terlihat cantik.
Aleena meraih Backpack nya yang berada di atas meja Laptop. Lalu melangkah ke dapur untuk sarapan.
Aleena sudah meminta Mbok Nah untuk membuatkan nasi goreng tanpa kecap kesukaan Aleena.
"Non cantik, sarapan susah siap. Di tambah teh manis hangat untuk Nona cantik " Ucap Mbok Nah sambil tersenyum.
"Makasih Mbok Nah sayang " Jawab Aleena tersenyum.
"Non, hari ini kayanya semangat sekali " Ucap Mbok Nah sambil menatap wajah Aleena yang sejak tadi selaku tersenyum dan berseri.
"Masa? Aku biasa aja. Memang Aleena gak pernah senyum yah Mbok" Jawab Aleena.
"Maksud Si Mbok, hari ini Non Aleena wajahnya berseri" Ucap Mbok Nah.
"Mbok bisa aja, Aleena jadi GR Nih" Ucap Aleena.
"Yasudah Di habiskan sarapan nya, Si Mbok mau cuci piring dulu " Ucap Mbok Nah.
"Siap " Jawab Aleena.
Aleena kembali menikmati nasi goreng buatan Mbok Nah.
"Non, kayanya ada yang datang" Seru Mbok Nah.
"Iya Mbok, teman Aleena" Jawab Aleena.
"Biar Mbok buka pintu, Non habiskan sarapan nya" Ucap Mbok Nah.
__ADS_1
"Aleena udah selesai Mbok, Biar Aleena yang buka. sekalian Aku berangkat" Ucap Aleena lalu bangun dari kursi.
"Ndak pamit sama Nyonya dulu Non?" Tanya Mbok Nah.
"Mama udah tau hari ini Aku pergi, nanti kalo Mama tanya. Aku udah jalan yah Mbok" Ucap Aleena.
"Baik Non" Jawab Mbok Nah sambil tersenyum menatap Aleena yang melangkah meninggalkan ruang makan.
Aleena membuka pintu, Aleena terkejut ternyata yang datang Lian. Aleena melirik jam tangannya. Hampir Jam enam pagi, kenapa Elio belum datang. Dan mau apa Lian datang sepagi ini.
"Tumben, pagi-pagi datang. Ada apa?" Tanya Aleena heran.
"Kenapa? bukannya Aku suka datang tengah malam. Kalo datang pagi-pagi aneh yah" Jawab Lian tersenyum.
"Aku pikir Elio yang datang, harusnya Dia udah jemput Aku" Jawab Aleena.
"Kamu jadi pergi?" Tanya Lian.
"He'eh, mau refresh otak Aku juga. This is my first experience naik motor, dan Aku harap setelah ini pikiran Aku jauh lebih fresh hehe" Jawab Aleena.
"Apa yang kamu pikirkan, sampai kamu mau ikut?" Tanya Lian.
"Kamu udah tau alasannya, sebelum Aku tau Diaz sakit. Dan hal lain, Aku juga butuh refreshing dulu" Ucap Aleena.
"Oke, Aku akan menunggu kamu kembali setelah event Touring. Dan kita harus bicara" Ucap Lian.
"Yup, I promise" Jawab Aleena.
Tak lama terdengar suara knalpot racing Motor milik Elio. Aleena sedikit lega, karena Aleena bisa menghindari Lian jika Lian ingin bicara perihal yang sama seperti Tante Martha.
Elio membuka Helmnya, lalu menghampiri Aleena dan Lian yang duduk di teras rumah Aleena.
"Sorry , I'm late " Ucap Elio pada Aleena.
"Telat lima menit Ko hehe" Aleena tersenyum.
"Kakak senior, Sori yah. Gue ijin ajak Aleena dulu" Ucap Elio dengan gaya nya yang cuek.
Lian sedikit kesal dengan Elio karena memanggilnya dengan sebutan Kaka senior. Namun Lian bisa menutupi rasa kesal dan cemburu nya terhadap Elio.
"It's Ok. Gue mau Aleena bahagia ikut sama Lo. Karena dia bilang ini pengalaman pertama naik motor jarak jauh. Pesen Gue tolong jaga Aleena baik-baik" Ucap Lian.
"Thanks Kaka hehe" Jawab Elio.
__ADS_1
Aleena hanya tersenyum melihat raut wajah Lian seperti anak kecil.
"Yuk , hampir telat nih" Ajak Elio sambil melangkah ke arah motornya.
Aleena mendekati Lian, lalu menatap wajah Lian.
"Aku pergi dulu yah, titip Diaz. Aku segera pulang" Ucap Aleena tersenyum sambil mengusap pipi Lian.
Lian meraih tangan Aleena lalu mengecup nya dan memeluk Aleena.
"Jaga hati dan cinta kamu untuk Aku" Bisik Lian dengan lembut. Lian melepaskan pelukannya dan sekali lagi mengecup kening Aleena.
"He'eh" Jawab Aleena.
"Take care, bye" Ucap Lian.
Aleena melangkah mendekati Elio yg sudah berada di atas motornya.
Lian memperhatikan Aleena, Elio memakaikan Helm untuk Aleena, dan memberikan sarung tangan untuk Aleena.
Kedua mata Lian memperhatikan apa yang di lakukan Elio terhadap Aleena, Lian cemburu dan sedikit sesak dadanya melihat Aleena dan Elio.
Aleena mulai menaiki motor dengan memegang pundak Elio, Lian mencoba untuk tenang.
Elio men-Starter Motornya, perlahan motor melaju meninggalkan Lian dan rumah Aleena.
Mungkin seperti ini rasanya, melihat orang yang kita cintai pergi bersama orang lain.
Akhirnya Lian menyadari, seperti perasaan Aleena. Ketika melihat Lian dan Raya pergi bersama. Rasa ini jauh lebih sakit, ketika Raya meninggalkan Lian.
Lian mulai takut kehilangan Aleena, Lian sudah yakin dengan cintanya. Dan hati nya sudah menemukan tempat berlabuh yang sebenarnya.
Aleena yang sudah merubah Lian seperti sekarang, Aleena yang bisa membuat Lian lepas dari Raya.
Ada rasa penyesalan dalam hati Lian, kenapa Lian lebih memilih mencoba berulang - ulang memulai hubungan dengan Raya.
Padahal Lian sendiri tau ending nya seperti apa, kalau bukan karena Diaz juga memiliki perasaan yang sama. Mungkin Lian dan Aleena saat ini sudah bahagia bersama dan mungkin akan segera menikah.
Karena keinginan kedua orang tuanya seperti itu, berharap Aleena dan Lian bisa menikah.
"Aku akan kembali, menunggu kamu pulang. Dan menyambut kamu pulang di sini" Ucap Lian dalam hati.
Lian melangkah ke arah mobil, lalu melajukan mobilnya dengan cepat. Entah mau kemana Lian melajukan mobilnya tanpa tujuan.
__ADS_1
Lian teringat ucapan Aleena, yang pernah pergi ke Taman Langit bersama Diaz di saat hari mulai terang.
Lian akan pergi ke Taman Langit seorang diri tanpa Aleena. Mungkin akan jauh lebih baik pergi kesana.