CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Random feeling *


__ADS_3

Diaz masih menatap wajah cantik Anne, Gadis Blasteran Indo-Belanda ini sengaja datang untuk menemui Diaz dan menyatakan perasaan terhadap Diaz.


Jujur saja ini pertama kalinya dalam hidup Diaz, seorang gadis menyatakan perasaan terhadapnya. Diaz menjadi bingung dan entah harus menjawab apa dan bereaksi seperti apa.


Diaz sendiri tidak memiliki rasa kepada Anne, karena selama Diaz di Amsterdam. Diaz jarang sekali berkomunikasi dengan Anne. Hanya sekedar kenal dan sebagai teman satu kampus saja.


Dan yang Diaz tau Anne sudah memiliki hubungan dengan Bobby, salah satu teman dekatnya. Diaz tidak ingin mengambil resiko, pertemanan mereka bisa saja hancur hanya karena soal Wanita.


"Bagaimana tanggapan kamu, terhadap rasa yang Aku miliki?" Tanya Anne.


"Entahlah, Aku bingung. Aku juga gak mau kehilangan teman hanya karena masalah ini" Ucap Diaz tegas.


"Diaz, Aku menjalin hubungan dengan Bobby. Hanya semata ingin dekat dengan kamu. Mencari tau tentang kamu" Ucap Anne jujur.


"Ann, Cinta bukan mainan atau sekedar coba-coba" Ucap Diaz.


"I know, Hanya dengan cara itu Aku bisa mengenal kamu dan bisa tau banyak hal tentang kamu" Ucap Anne.


"Kamu tau apa tentang Aku?" Tanya Diaz.


"Gak banyak juga sih, kamu menghilang dari kampus. Aku bingung harus cari tau kamu kemana. Kalau bukan Bobby yang bicara kamu kembali ke Jakarta, Aku gak mungkin bisa berada di sini" Ucap Anne.


"Lalu hubungan kamu dan Bobby bagaimana?" Tanya Diaz.


"Aku jujur apa adanya, kalau selama ini yang Aku cintai kamu bukan Bobby. Aku berhubungan dengan Bobby hanya untuk bisa dekat sama kamu" Ucap Anne jujur


"Reaksi Bobby?" Ucap Diaz.


"Marah pasti, Dan setelah itu Bobby memberi tau kalau kamu kembali ke Jakarta. Dan saat itu hubungan kami berakhir" Jelas Anne.


Diaz menghela nafas panjang, lalu menatap wajah Anne kembali.


"Dengar Ann, Aku tidak akan pernah kembali ke Amsterdam lagi. Separuh jiwaku berada di sini, maaf jika kamu harus kecewa" Ucap Diaz.


"It's ok. Paling gak kamu tau tentang rasa yang Aku miliki untuk kamu" Ucap Anne.


"Sekali lagi Aku minta maaf " Ucap Diaz.


"Krriiing ,,, Krriiing " Bunyi ponsel Diaz.


Diaz meraih ponselnya, Terlihat Aleena menghubunginya. Diaz tersenyum menatap layar ponselnya.


"Where are you?" Tanya Aleena dalam panggilan telponnya.


"Hmmm ,,, Skye Bar" Jawab Diaz jujur.


"Are you sure?" Ucap Aleena terkejut.


"Yes, Aku bersama teman. Dia baru datang dari Amsterdam" Diaz berkata jujur.


"Ohh ok" Jawab Aleena.


"Kenapa? Mau join?" Tanya Diaz.


"Nope, lanjutkan. Kalo kamu gak keberatan Aku tunggu di rumah" Punya Aleena.


"Oke, setelah ini. Aku langsung ke rumah kamu" Ucap Diaz.


"Tapi kalo kamu gak ada waktu gapapa Yaz" Ucap Aleena.


"Selalu ada waktu untuk kamu" Ucap Diaz dari hati.


"Thank you Diaz" Ucap Aleena.

__ADS_1


"Nanti Aku kesana" Diaz meyakinkan.


"Oke" Jawab Aleena lalu menutup telponnya.


"Apa Dia Gadis yang kamu maksud?" Tanya Anne penasaran.


"Yup " Jawab Diaz.


"Lucky Girl" Ucap Anne.


Tiba-tiba terlintas di pikiran Diaz, untuk mengajak Anne ke rumah Aleena. Diaz ingin tau reaksi Aleena jika Diaz bersama wanita lain.


"kamu mau kenal dengan Aleena?" Tanya Diaz.


"Kalo kamu tidak keberatan, Aku mau ikut" Jawab Anne.


"It's ok" Jawab Diaz.


"Really?" Anne meyakinkan.


"Ayo, kamu boleh ikut" Jawab Diaz.


"Thanks" Jawab Anne tersenyum.


Diaz dan Anne melangkah keluar Skye Bar menuju rumah Aleena.


@ Aleena's Home.


Aleena membuka pintu rumahnya, Aleena terkejut ternyata Diaz datang bersama seorang Gadis. Gadis Blasteran yang cantik dan juga Sexy.


Aleena mencoba tenang dan tersenyum menyambut kedatangan Diaz dan Gadis bulenya.


"Al, ini Anne teman kampus Aku di Amsterdam" Ucap Diaz memberi tau Aleena.


"Hiii ,,, Aku Anne. Nice to meet you " Sapa Anne tersenyum.


Sebenarnya Aleena meminta Diaz untuk datang, ingin membahas tentang Lian. Namun Diaz tidak datang seorang diri.


"Kita ngobrol di taman belakang aja yuk" Ajak Aleena sambil tersenyum.


"Gapapa Aku join sama kalian?" Tanya Anne dengan wajah sedikit tidak nyaman.


"Santai aja, kalian kan tamu. Sebagai tuan rumah yang baik harus Aku sambut dong hehe" Ucap Aleena.


"Ok " Jawab Anne sedikit lega.


Aleena mengarahkan Diaz dan Anne menuju taman belakang rumah Aleena, dimana tempat paling Favorit Sang Mama dan Papa.


"Santai aja disini, sebentar yah Aku mau siapkan minuman dulu" Ucap Aleena lalu meninggalkan Diaz dan Anne.


Tak lama Aleena bersama Bik Nah membawa minuman dan beberapa cemilan untuk Diaz dan Anne.


"Yuk , di minum" Seru Aleena.


Aleena duduk tepat di hadapan Diaz, Aleena melihat dari gesture tubuh Anne dan dari cara Anne menatap Diaz sepertinya Anne menyukai Diaz.


Apakah ini teman wanita Diaz saat berada di Amsterdam, sampai Anne jauh-jauh datang hanya untuk bertemu Diaz?.


Perasan Aleena sangat Random, ada rasa kawatir Aleena akan kehilangan Diaz yang selam ini menemani hari-harinya setelah Lian Sibuk bekerja.


Dan saat ini Lian berada jauh dari Jakarta, Diaz selalu bersamanya menemaninya. Namun ketika Aleena tau ada wanita lain yang saat ini di depan matanya bersama Diaz.


Apakah Aleena akan kehilangan Diaz juga? Sama seperti Aleena kehilangan Lian?.

__ADS_1


"Heeiii ,,, Kamu lagi berfikir apa?" Tanya Diaz sambil mencubit pipi Aleena.


"Diiaazzz , sakit" Keluh Aleena sambil mengusap pipi yang di cubit oleh Diaz.


"Kangen Lian?" Tanya Diaz menatap Aleena.


"I don't think anything" Jawab Aleena.


Aleena berusaha menutupi, apa yang ia pikirkan tentang Diaz dan Anne. Anne Gadis modern dan juga cantik. Berbeda dengan Aleena hanya anak rumahan yang tidak tau mode dan Trend fashion.


"Aleena, kegiatan kamu saat ini apa?" Tanya Anne ramah.


"Masih kuliah, masih jauh dari kata tamat hehe" Ucap Aleena.


"Berapa lama lagi selesai" Anne kembali bertanya.


"Harusnya 2-3 tahun lagi, bisa lebih sih. Aku banyak ambil cuti dan bolos kuliah" Jawab Aleena polos.


"Wawww ,,, kenapa bisa?" Anne terkejut.


"Gapapa ini kemauan Aku juga, kadang suka jenuh aja sama belajar" Jawab Aleena.


Diaz yang sejak tadi memperhatikan Aleena, Diaz merasa Aleena tidak nyaman dengan kehadiran Anne.


Entah tidak nyaman atau ada rasa cemburu pada Anne. Harusnya Diaz tidak membawa Anne datang ke sini.


Mungkin Aleena ingin tau tentang Lian dan menunggu kabar Lian. Akhirnya Diaz putuskan mengantar Anne pulang lalu Diaz kembali lagi menemui Aleena.


"Al, Gapapa kan kalo kita pulang?" Tanya Diaz.


"Ohh it's ok" Jawab Aleena.


"Nanti malam Aku kembali" Ucap Diaz.


"Serius?" Tanya Aleena meyakinkan.


"Yup, Taman Langit ok!" Jawab Diaz.


"Thanks Diaz" Jawab Aleena tersenyum.


"Aleena Aku pamit yah, Nice to meet you" Ucap Anne.


"Semoga kita bisa jadi teman yang baik" Ucap Aleena.


"Really? Kamu mau jadi teman Aku?" Tanya Anne tersenyum.


"Why not, Kita memang butuh banyak teman hehe" Jawab Aleena .


"Yes of course" Jawab Anne tersenyum.


"Bye Aleena" Ucap Anne lagi.


"Bye, take care" Ucap Aleena.


Aleena menatap langkah Diaz dan Anne yang berjalan beriringan. Mereka terlihat sangat serasi sama seperti Lian dan Raya.


"Apakah Aku harus kehilangan Diaz juga? Kenapa hati Aku sakit melihat Diaz dan Anne" Ucap Aleena dalam hati.


Aleena membalikan tubuhnya, lalu melangkah masuk menuju kamar tidur miliknya. Mood Aleena semakin Random.


Aleena melangkah ke meja Laptop, Aleena meraih Laptopnya lalu membawanya ke atas tempat tidur.


Kalo mood nya sudah kacau, Aleena tau apa yang harus Aleena lakukan. Aleena kembali memutar Drama Mandarin kesukaan nya.

__ADS_1


Lagi dan lagi, entah sudah ke sekian kali Aleena melihat Drama ini. Biasanya setelah melihat Drama Mandarin ini Mood Aleena kembali normal.


"Chen Ling ku, My mood booster" Ucap Aleena.


__ADS_2