
" Biiippp ,,, Biiippp"
Suara dering Alarm dari ponsel milik Aleena. Aleena sengaja menyeting Alarm di ponselnya.
Aleena ingin bangun lebih awal, Karena harus mencatat materi yang tertunda kemarin. Karena Elio mengajak pergi.
Dengan langkah gontai Aleena menuju kamar mandi, Agar rasa kantuknya hilang. Selesai mandi Aleena keluar kamar menuju dapur.
Aleena ingin meminta Bik Nah membuatkan secangkir kopi dan Roti bakar kesukaan nya.
"Bik ,,, sibuk gak?" Tanya Aleena tersenyum manis.
"Non mau di buatkan apa sama Bibik?" Tanya Bik Nah.
"Mau Creamy Latte , sama Roti bakar hehe" Ucap Aleena.
"Siap Nina cantik, di tunggu di kamar yah" Ucap Bik Nah tersenyum.
"Makasih Bik Nah sayang hehe" Seru Aleena lalu berlarian kecil menuju kamar.
Aleena membuka buku catatan dan juga buka yang kemarin di pinjam dari perpustakaan. Lumayan banyak karena sudah banyak Absen masuk Kuliah.
Aleena tidak ingin mengecewakan Kedua orang tua nya. Karena mereka Sudja mempercayai Aleena. Aleena ingin lulus sesuai rencana dan ke inginan Kedua orang tua nya.
Sambil menikmati roti bakar dan secangkir kopi hangat, dan juga Playlist musik yang ada di ponsel miliknya.
"Al ,,, " Terdengar suara sang Mama dari balik pintu.
"Boleh Mama masuk?" Tanya Sang Mama.
"Masuk Ma" Jawab Aleena dari dalam kamar.
Tak lama kemudian Sang Mama masuk ke dalam kamar dan mendekati Aleena.
"Sibuk?" Tanya Sang Mama sambil mengusap kepala Aleena.
"Gak juga sih, Aku lagi buat catatan materi untuk hari ini"
"Oya , kemarin di jemput siapa?" Tanya Sang Mama ingin tau.
"Elio, anak baru di kampus" Jawab Aleena tenang.
"Setau Mama teman kampus kamu hanya Tara yang suka main ke rumah, di luar itu Diaz dan Lian" Ucap Sang Mama.
"Ohh jadi Aleena gak boleh punya banyak teman nihhh " Ucap Aleena tersenyum.
"Gak Gitu Nak, Mama dan Papa tidak pernah membatasi kamu berteman dengan siapapun. Selama kamu bisa jaga diri kamu dan menjaga kepercayaan Mama dan Papa" Jelas Sang Mama.
"Siap Mama ku Sayang " Aleena tersenyum.
"Kamu ada masalah dengan Diaz atau Lian?" Tanya Sang Mama.
"Masalah? Maksud Mama?" Aleena terkejut.
"Sudah lama mereka tidak pernah lagi ke rumah kita" Ucap Sang Mama.
"Diaz siang ini mau antar Aku ke kampus Ma" Jawab Aleena.
"Lian? Sejak kalian Traveling. Mama tidak pernah dengar kamu curhat tentang Lian lagi. Kenapa?" Tanya Sang Mama ingin tau.
"Deeggg " Jantung Aleena bergetar, Aleena mengatur nafasnya agar sedikit relax.
Haruskah Aleena jujur pada Sang Mama tentang apa yang terjadi dengan Lian.
"Lian sibuk kerja, Jadi Aku gak maksa Lian harus bisa tiap waktu bersama Aku Ma" Jelas Aleena berbohong.
"Good Girl, Kamu sangat pengertian sekali sayang " Puji Sang Mama.
"Non, Mas Diaz sudah datang " Seru Bik Nah dari balik pintu.
__ADS_1
"Iya Bik, makasih " Jawab Aleena.
"Aku siap-siap dulu Ma, Diaz udah datang" Aleena , sambil merapihkan buku dan alat tulis nya ke dalam Tote bag.
"Diaz memang sangat pengertian, Dia selalu menjaga kamu" Ucap Sang Mama.
"Iya Ma, tapi hubungan kami masih berteman baik hehe" Jawab Aleena.
"Iya Mama paham, Kita tidak akan pernah tau ke depan nya hubungan kalian nanti seperti apa" Ucap Sang Mama.
"Yang Pasti Aleena mau kami semua bahagia, Meski salah satu dari kami tidak bersama" Jawab Aleena.
"Yasudah, cepat ganti baju. Kasian Diaz menunggu!" Ucap Sang Mama.
"He'eh" Jawab Aleena.
Aleena menuruni anak tangga, Diaz sudah menunggu cukup lama. Aleena tersenyum melihat Diaz, ada rasa rindu dalam hati Aleena.
Hampir satu Minggu mereka tidak bertemu.
Diaz menatap lama wajah Aleena, Aleena semakin cantik. Andai saja saat ini hubungan mereka berjalan baik.
"Heeiiii , kenapa natap Aku kaya gitu" Seru Aleena.
"Hmmm , I Miss you so much Aleena" Ucap Diaz tulus.
"Miss you too" Jawab Aleena tersenyum.
"Kita jalan sekarang?" Tanya Diaz.
"He'eh" Jawab Aleena.
Mereka melangkah menuju mobil milik Diaz.
...***...
@Kampus.
"Mmmm, ada dua mata kuliah. Agak sore kaya nya" Ucap Aleena.
"Aku jemput nanti, Aku masih ada urusan sebentar " Ucap Diaz.
"Oke, nanti Aku kabari. Thanks Diaz" Ucap Aleena.
Diaz hanya mengantar Aleena sampai parkiran, Diaz harus mengantar Anne ke Airport. Hari siang ini Anne akan kembali ke Amsterdam.
Aleena melangkah melewati koridor, Aleena tersenyum karena Aleena melihat Tara yang tengah duduk di bangku depan perpustakaan.
"Ra ,,," Seru Aleena sambil melambaikan tangannya ke arah Tara.
Tara tersenyum, lalu menghampiri Aleena.
"Tuan Putri udah masuk kuliah lagi?" Ledek Tara.
"Kemarin kemana?" Tanya Aleena.
"Gue ?" Tanya Tara.
"Iya Lo , gak ngampus" Ucap Aleena.
"Gue cabut sama Aldy hehe" Jawab Tara.
"Haaaahhhh , gokil. Udah mulai nakal Lo yahh" Seru Aleena.
"Dihhhh , baru sekali. Emang nya Lo Traveling jauh banget haha" Seru Tara membela diri.
"Hehe ,,, bisa aja Lo " Aleena tersipu.
"Btw, gue denger ada anak baru? Trus kemaren doi duduk di bangku gue?" Tanya Tara.
__ADS_1
"He'eh ,,, Tau dari mana?" Aleena bingung.
"Cctv Gue di sini banyak Aleena sayang hehe" Ucap Tara.
"Spy Lo banyak di sini , Gue lupa " Ucap Aleena.
"Yuk masuk kelas" Ajak Tara.
Aleena mengangguk tanda setuju.
Mereka memasuki kelas, Tara terkejut karena bangku milik nya sudah di tempati oleh Elio.
"Al ,,, Kursi Gue " Seru Tara menggerutu sedikit kesal.
"Lo Ngomong lah sama Doi. Kalo itu kursi Lo hehe" Ucap Aleena.
Tara melangkah mendekati Elio, di ikuti oleh Aleena yang melangkah di belakang Tara.
"Sori , ini kursi Gue" Seru Tara sambil meletakkan Tas nya di atas meja.
"Kemarin Gue duduk di sini" Jawab Elio tenang.
"Kemarin Gue gak masuk" Jawab Tara.
Aleena hanya tersenyum melihat Tara dan Elio yang berebut kursi.
"Trus Gue duduk di mana?" Seru Elio bingung.
"Cari kursi yang lain, banyak kursi kosong " Jawab Tara.
"Tapi Gue mau duduk di sini , dekat beautiful girl " Ucap Elio menatap Aleena lalu tersenyum.
"Waduh , berat Beautiful girl" Ucap Tara.
"Is Real, Aleena memang cantik " Ucap Elio.
"Iya Gue juga tau, tapi ini kursi yang biasa Gue duduk. Tanya aja yang lain " Tara mulai kesal.
"Oke, gue pindah" Jawab Elio.
"Emang harus pindah, ini tempat Gue" Ucap Tara.
Elio meraih Tas nya , lalu mendekati Aleena.
"Al, setelah ini Aku mau bicara. Please" Ucap Elio.
"Oke" Jawab Aleena.
"Thanks " Ucap Elio lalu melangkah ke arah belakang, Ada kursi kosong selang 1 kursi di barisan Aleena.
"Al ,,, Lo udah kenal Deket?" Bisik Tara pelan.
"Gak deket juga, baru aja ketemu trus kenal kemarin " Jawab Aleena.
"Tapi asli doi keren banget, Style nya beda banget sama cowok di sini" Ucap Tara yang mulai sadar dengan gaya Elio.
"Feeling Gue , Doi suka sama Lo" Seru Tara.
"Tara ,,, Tara. Semua cowok yang Deket sama Gue. Feeling Lo selalu bilang suka sama Gue " Ucap Aleena geleng kepala.
"Seriusan Al, emang gitu. Gak ada yang gak suka apa lagi cinta sama Lo" Ucap Tara.
"Ssstttt ,,, udah keep dulu feeling Lo. Nohhh Dosen udah masuk" Seru Aleena.
"Gila on time banget ini Dosen" keluh Tara.
"Yukkk , serius belajar hehe" Ucap Aleena.
Mereka mengikuti pelajaran yang cukup panjang, hampir sembilan puluh menit.
__ADS_1
...***...