CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* @ Bukit Bintang versi Jogjakarta *


__ADS_3

Menikmati sunset di Jogjakarta, namun dengan suasana hati yang tidak baik. Saat ini ada seorang Pria yang menemani Aleena, salah satu Pria yang mencintai Aleena.


Aleena menatap wajah Elio, mungkin Elio lelah menempuh perjalanan jauh Jakarta - Jogjakarta dengan menggunakan Motor.


Elio tertidur dengan duduk bersandar pada kursi.


Wajah Aleena mendekati wajah Elio, Aleena menghela nafas. Lama Aleena menatap wajah Elio yang masih tertidur, Elio memiliki wajah yang innocent. Tidak ada sedikitpun terlihat orang jahat.


Kalau pun Elio bukan orang baik atau Elio berniat jahat terhadap dirinya, Firasat dan feelingnya pasti menolak. Dan yang pasti Sang Mama tidak mengijinkan Aleena pergi bersama Elio ketika Event Touring kemarin.


Aleena memang belum lama mengenal Elio, masih bisa di hitung dalam hitungan bulan. Namun Elio sudah berani menyatakan perasaannya terhadap Aleena.


Aleena masih menatap wajah Elio, Elio membuka kedua matanya. Dengan cepat Aleena mengalihkan pandanganya, dengan berpura-pura melihat layar ponselnya.


"Sori, Aku ketiduran" Seru Elio.


"Nevermind, Aku tau kamu pasti lelah. Jarak yang kamu tempuh cukup jauh" Jawab Aleena tersenyum.


"Mau seberapa jauh, asalkan Aku bisa bertemu kamu. Itu bukan suatu masalah" Ucap Elio.


Aleena menghela nafas, mendengar ucapan Elio tadi.


"Kita mau kemana lagi?" Tanya Elio.


"Yang pasti Aku harus kembali ke rumah Hany, tapi kamu belum jawab pertanyaan Aku. Dari mana kamu tau Aku berada di sini?" Ucap Aleena.


"Oke, Aku akan jawab semuanya dengan jujur. Tapi----" Ucap Elio.


"Tapi apa?" Aleena terkejut.


"Aku mau malam ini kamu temani Aku" Pinta Elio.


"Where?" Tanya Aleena bingung.


"Ikuti kemana roda motor ku melaju" Ucap Elio.


"Kamu sengaja mengulur waktu, Aku gak bisa dan gak mau buat Hany kawatir menuggu Aku di rumah" Ucap Aleena menolak.


"Aku gak mengulur waktu, Aku mau menikmati langit malam di Jogja sama kamu" Ucap Elio.


"Baiklah " Ucap Aleena setuju.


Elio kembali menggenggam tangan Aleena, menuju parkiran. Elio sangat senang, bisa bersama wanita yang sangat ia cintai menikmati kota Jogjakarta.


Elio melajukan motornya, menuju daerah Gunung Kidul. Aleena mengikuti kemana Elio akan membawanya, tanpa banyak bertanya.


Aleena memandang sekeliling dalam perjalanannya, Elio membawanya ke sebuah perbukitan.


Elio selalu saja tau tempat-tempat yang cantik dan natural. Elio dan Aleena memiliki kesukaan yang sama, menyukai tempat seperti ini.


Elio memarkirkan motornya, lalu mereka melangkah bersama menuju pintu masuk area perbukitan. Terlihat di depan pintu masuk sebuah Papan Nama bertuliskan 'Bukit Bintang'.


"Bukit Bintang" Ucap Aleena dalam hati.

__ADS_1


Bukit Bintang kali ini jauh lebih bagus dan cantik, karena sudah di sediakan tempat untuk para pengunjung seperti tempat duduk dengan konsep layaknya seperti kafe.


Elio masih menggenggam tangan Aleena, Elio memilih tempat duduk yang berada di tepi sebelah kiri. Karena lebih privasi dan nyaman untuk berbincang-bincang.


Elio menarik sebuah kursi agar Aleena duduk lebih dulu.


"Aku pesan kopi dulu, kamu mau apa?" Tanya Elio.


"Kopi juga gapapa, lumayan penahan ngantuk " Jawab Aleena.


"Oke wait" Ucap Elio sambil mengusap kepala Aleena. Lalu meninggalkan Aleena untuk memesan minuman.


Tak lama Elio datang dengan seorang pelayan yang membawa beberapa pesanan. Elio duduk di samping Aleena, sang pelayan meletakan kopi dan Snack di atas meja dan berlalu meninggalkan Aleena dan Elio.


Elio meraih cangkir kopi lalu meniup kopi yang masih panas, Elio meminum sedikit demi sedikit.


"Minumlah dulu, buat hangatkan badan" Seru Elio. Sambil mengarahkan cangkir kopi milik Aleena. Aleena meraih cangkir kopi yang berada di tangan Elio lalu meminumnya.


"Oke, sekarang Aku udah ikuti apa mau kamu. Coba jelaskan semua" Pinta Aleena.


"Masih menunggu penjelasan dari Aku hehe" Ucap Elio.


"Aku serius El,,, " Ucap Aleena dengan nada suara sedikit kesal.


"Oke ,,, oke " Jawab Elio.


Sebelum bicara Elio merogoh saku Jacket, Elio meraih sebungkus rokok, Elio menyalakan satu batang roko dan menghisapnya. Aleena memperhatikan Elio.


"Sejak awal Aku tau rumah kamu, dan tau keberadaan kamu di sini. Aku punya orang kepercayaan yang bisa mencari tau informasi apapun. Termasuk kamu, wanita yang sangat Aku cintai" Elio mulai bercerita.


"Spy ?" Ucap Aleena lagi.


"Bukan Spy, tapi kalo kamu bilang itu juga terserah. Dia orang kepercayaan keluarga Aku" Jawab Elio.


"Kamu gak bercanda?" Tanya Aleena.


"Buat apa Aku bercanda, kamu minta Aku bicara jujur. Aku udah jujur, sebenarnya Aku gak pernah cerita tentang hal ini sama siapapun. Tapi karena kamu yang minta, Aku jujur" Jelas Elio lalu kembali menghisap rokok.


"Sebenarnya kamu itu siapa?" Tanya Aleena.


"Kamu udah tau siapa Aku, My name Elio " Jawab Elio.


"Bukan itu maksudnya, Aku belum tau kamu dan keluarga kamu. Bahkan Aku gak pernah tau rumah kamu" Ucap Aleena.


"Aku akan bawa kamu ke rumah, agar kamu tau siapa Aku. Dan kamu gak harus terus curiga sama Aku. Aku bukan orang jahat, sikap Aku seperti ini terhadap kamu, atas dasar cinta " Jelas Elio.


"Enough, jangan terus berucap cinta. Aku berada di kota ini mencari jawaban dari sebuah Cinta" Ucap Aleena.


Aleena kembali meraih cangkir kopi, lalu meminumnya. Sepertinya Aleena mulai merasakan dingin. Aleena tidak menggunakan Sweater atau Jacket yang cukup tebal.


Aleena hanya menggunakan T-shirt dan di lapisi Cardigan berwarna putih. Elio membuka Jacket Jeans miliknya. Lalu memberikan pada Aleena, agar Aleena memakainya.


Aleena meraih Jacket Elio, Elio membantu Aleena memakai Jacket. Aleena terharu dengan sikap peka Elio terhadapnya.

__ADS_1


Elio mengikat rambutnya, seperti biasanya. Elio memang memiliki wajah yang tampan, dengan hidungnya mancung dan sangat lancip. Alis mata yang cukup tebal serta warna kulitnya putih.


Elio tidak terlihat seperti anak Club'Motor pada umumnya, Dia pandai merawat tubuhnya.


"Sampai kapan kita di sini?" Tanya Aleena.


"Sampai kita bosan, atau mungkin kita tunggu sunrise" Jawab Elio.


Aleena diam tidak bicara lagi, sebenarnya Aleena senang berada di sini. Karena selama berada di Jogja Aleena hanya berdiam diri di rumah Hany.


Karena Hany sibuk Kuliah dan bekerja membantu Usaha keluarganya di bidang Meubel.


"Aku tau, kamu nyaman berada di sini" Ucap Elio menatap Aleena. Elio bisa membaca suasana dan apa yang di pikirkan Aleena.


"Kamu benar, Aku nyaman berada di sini. Ternyata Jogja juga punya Bukit Bintang" Ucap Aleena.


"Bukit Bintang yang pernah kita datangi kemarin, sebenarnya bukan nama sebenarnya. Aku sendiri yang kasih nama tempat itu " Ucap Elio.


"Lalu, apa nama sebenarnya Bukit itu?" Tanya Aleena.


"No name, alias belum ada nama hehe" Elio tersenyum. Aleena pun ikut tersenyum.


"Kamu kalo senyum makin cantik, i like it" Ucap Elio jujur.


"Thanks " Ucap Aleena.


Tiba-tiba jatuh tetesan air dari atas langit, tepatnya gerimis. Aleena bangkit dari duduknya dan berdiri ke tepi pagar beton.


Aleena menadahkan kedua tangannya, sambil menatap ke arah langit. Aleena ingin merasakan jatuhnya air hujan, hujan di kota Jogjakarta untuk pertama kalinya.


Elio mendekati Aleena, lalu memeluk tubuh Aleena dari belakang. Elio mulai merasakan Wangi parfum tubuh Aleena sangat lembut.


Aleena tidak bereaksi, atau berusaha melepaskan pelukan Elio. Mungkin karena udara malam ini memang begitu dingin.


"Sampai kapan kita berada di bawah hujan, hujan semakin besar" Bisik Elio.


"Aku suka suasana kaya gini" Ucap Aleena.


"Lebih romantis?" Seru Elio.


Aleena mengangguk.


"Kita cari penginapan, dekat sini ada resort. Malam ini kita bermalam di sana" Ucap Elio.


Aleena menatap Elio.


"Gak mau?" Tanya Elio.


Aleena melirik jam tangannya, sudah pukul 01.34 hampir tengah malam. Aleena tidak mungkin Aleena kembali ke rumah Hany sekarang.


Aleena kawatir kedua orang tua Hany akan berpikir tidak baik terhadap Aleena dan Elio.


"Baiklah, kita bermalam di sini" Ucap Aleena setuju.

__ADS_1


Elio senang mendengar ucapan Aleena, Dia akan melewati malam ini bersama Aleena. Menunggu pagi bersama orang yang paling di cintainya.


__ADS_2