
Lian kembali merapihkan Bajunya, Tapi kali ini Lian membutuhkan dua Travel bag untuk mengemasi semua pakaiannya.
Lian sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk hidup di tempat yang baru bersama Raya. Lian sudah mendapatkan ijin dari Sang Papa dan Lian di percaya Oleh Sang Papa untuk memimpin anak perusahaan di Jepang.
Sedikit aneh, seharusnya Lian bersama Aleena ke Jepang. Namun Lian pergi ke Jepang bersama Raya, untuk beradaptasi dan membuka hidup baru bersama Raya.
Apakah hubungan Lian dan Raya akan jauh lebih serius lagi dengan ikatan pernikahan. Lian akan menikahi Raya. Setelah perceraian Raya dan Justin selesai.
Lian berharap semua yang telah Lian rencanakan berjalan dengan baik. Mungkin Lian dan Raya sudah terikat sejak dulu. Masih ada benang merah yang mengikat di hati mereka.
Dan keputusan ini sudah Lian pikirkan dengan matang. Semoga saja Raya bisa mengikuti keinginan Lian. Karena Lian akan menjadi kepala keluarga dan pendamping hidup Raya.
Sejak dulu Lian selalu di kendalikan oleh Raya, semua keinginan Raya dan apapun yang Raya inginkan Lian selalu menuruti dan mengikuti Raya.
"Honey, kapan kita berangkat?" Tanya Raya mendekati lalu memeluk Lian.
"Besok malam" Jawab Lian lalu mengusap rambut Raya.
"Gimana? Udah ada kabar dari Justin?" Tanya Lian ingin tau.
"Aku belum hubungi Papa, Aku takut" Jawab Raya.
"Secepatnya kamu mengirim surat perceraian untuk Justin. Aku gak mau kita hidup dalam satu atap tanpa ikatan" Ucap Lian.
"What? sejak kapan kamu berfikir tentang moral. Dulu kita menikmati sama-sama tanpa ada pertimbangan seperti ini" Ucap Raya dengan wajah tidak suka.
"Heeiii ,,, Aku gak mau Mama dan Papa Aku berfikir buruk sama kamu. Mereka juga ingin melihat Aku menikah dan mempunyai anak" Ucap Lian.
"Tapi----" Ucap Raya.
"Kamu tuh kenapa? Harusnya kamu bahagia mendengar kita akan menikah. Jadi kita gak akan pernah terpisah lagi " Ucap Lian.
"Honey, i'm happy. Aku cuma takut suatu hari nanti Justin akan datang mencari kita. Aku tau Justin seperti apa" Jelas Raya.
"Aku gak takut, selama kita sama-sama saling berjuang. Kita saling menguatkan, semua itu bisa kita lalui" Jelas Lian meyakinkan.
"But, i'm not sure" Ucap Raya pesimis.
Lian terkejut mendengar ucapan Raya, sepertinya Raya setengah hati dengan apa yang sudah di rencanakan oleh Lian.
__ADS_1
Sebenarnya ada apa dengan Raya? Sejak dulu tiap kali Lian mengajak Raya ke arah yang lebih serius. Seperti bertunangan atau menikah Raya selalu punya alasan untuk menolaknya.
Tapi setelah Raya tinggal lama Di London, ternyata Raya sudah menikah dengan Justin. Dan saat ini Raya pergi dari hidup Justin, memilih bersama Lian tapi tanpa ikatan.
"Aku sudah putuskan ini dengan sangat baik, Lama Aku berfikir dan merencanakan ini. Agar kita bisa bersama selamanya, tapi kamu respon kamu seperti ini. Kamu setengah hati " Ucap Lian dengan wajah sedih.
"Heeiii ,,, Maafkan Aku. Aku gak ada maksud kaya gitu. Kalo Aku gak mencintai kamu Aku gak akan ambil sikap kaya gini. Pergi meninggalkan Justin dan Orang tua ku yang pasti dalam tekanan Justin dan keluarganya" Raya menjelaskan.
"Kamu cuma takut, Tapi seharusnya kita bisa lawan rasa takut kamu sama-sama " Ucap Lian.
"Ok, kita coba" Ucap Raya.
"Kamu gak yakin dengan jawaban seperti itu, dan sepertinya suatu hari nanti kamu juga akan pergi dari Aku. Sama seperti kamu pergi dari Justin " Ucap Lian.
"Nope, Trust me Honey " Raya memeluk Lian untuk meyakinkan Lian.
Namun Lian hanya diam, ada keraguan dalam hati Lian.
Sebenarnya bisa saja Lian menolak kehadiran Raya lagi dalam hidupnya. Lian bisa membuka hatinya untuk Aleena dan memulai hubungan dengan Aleena.
Seperti keinginan Papa dan Mamanya, Mereka ingin sekali Lian bisa bersama Aleena. Namun Lian memiliki tanggung jawab terhadap Raya.
Di tambah Lian tau Diaz adik satu satunya sangat mencintai Aleena. Sebenarnya sejak dekat Aleena Lian sudah mencintai Aleena.
Hanya saja Lian mencoba untuk meyakinkan lagi hatinya. Siapa yang akan menempati ruang hatinya. Raya cinta pertama dan cinta masa kecilnya, Atau Aleena sang Peri hati yang sudah merubah Lian seperti sekarang.
Lian memberikan ruang untuk Diaz dan Aleena agar bisa selalu bersama. Lian tau Diaz belum pernah merasakan jatuh cinta seperti ini.
Sejak dulu Diaz selalu berhubungan dengan wanita tapi tidak pernah setulus dengan Aleena.
Yang Lian tau beberapa kali Diaz menjalin hubungan hanya karena sebuah gengsi, Karena Diaz di dorong oleh teman-temannya untuk segera mempunyai wanita.
Diaz itu agak sulit menemukan seseorang yang benar-benar klop di hatinya. Lian tau sejak pertama kali bertemu Aleena. Diaz sudah jatuh cinta pada Aleena, terlihat dari cara Diaz memandang Aleena dan bersikap membela Aleena di saat Aleena kecewa dengan sikap Lian.
Diaz ingin Aleena bersama Lian, Lian dan Diaz sama-sama menahan perasaannya dan menjaga perasaan masing-masing. Yang pasti mereka tidak ingin hubungan persaudaraan mereka hancur hanya karena seorang wanita.
Walaupun semua keputusan ada di tangan Aleena, Aleena yang akan memilih. Diaz pun tau Aleena akan memilih Lian, tapi tanpa lelah Diaz berusaha menjadi sandaran untuk Aleena dan menjadi bayang-bayang Lian untuk Aleena.
"What do you think?" Ucap Raya membuyarkan lamunan Lian.
__ADS_1
"Nope, Aku hanya berpikir apakah kita benar-benar bisa bersama selamanya. Degan kamu yang masih ragu dan takut " Ucap Lian.
"Aku gak ragu, Aku hanya menjaga kamu dari Justin. Karena Aku tau Justin seperti apa" Ucap Raya.
"Harusnya Aku yang menjaga kamu dari Justin, bukan kamu yang menjaga Aku Raya" Ucap Lian.
"Apa Aku salah kawatir sama kamu, Aku takut Justin melakukan hal nekat untuk menghancurkan kita terutama kamu" Ucap Raya.
"Aku gak takut, selama kita berpegangan tangan bersama. Untuk melawan Justin " Ucap Lian.
"Oke, Will see. Semoga kita bisa lalui ini bersama" Ucap Raya.
Lian menatap wajah Raya, sekali lagi Lian melihat keraguan dalam diri Raya. Terlalu banyak misteri yang Raya sembunyikan.
Entah apa maksud tujuan Raya lari dari Justin, padahal waktu pertama kali Raya kembali dari London. Raya tetap keras ingin kembali ke sana dengan alasan Papanya.
Tinggal menunggu hitungan Jam, Mereka akan pergi meninggalkan Jakarta. Lian akan mencoba hidup bersama Raya.
Lian akan tau apa maksud dan tujuan Raya kembali bersama tapi tanpa adanya ikatan.
Mungkin Raya masih ingin bebas tanpa ikatan apapun dengan siapa saja.
Sifat Raya memang seperti itu sejak dulu, saat masih sekolah Raya menjalani hubungan dengan Pria lain. Tanpa Lian tau, Akhirnya Lian mengetahui hubungan Raya.
Alasannya Raya masih muda dan bebas untuk memilih siapa yang akan menjadi pacarnya. Dan Raya meyakinkan Lian kalau hanya Lian cinta sejatinya.
Raya hanya jenuh berhubungan dengan Lian, makanya Raya memilih menjalin hubungan lagi dengan teman satu sekolahnya dulu.
Hubungan mereka sempat terhenti beberapa bulan karena Raya menjalani hubungan dengan teman satu sekolahnya.
Dan akhirnya Raya kembali pada Lian, dengan alasan hanya Lian yang terbaik. Sudah hampir tiga kali Raya seperti itu.
Namun Lian masih memaafkan Raya dan memberikan kesempatan pada Raya. Lian juga yakin kalau Raya memang cinta sejatinya, karena berkali-kali berpisah namun mereka selalu bersama lagi.
Lian selalu sabar menghadapi sifat Raya, meski berkali-kali terluka oleh sifat dan sikap Raya.
Lian mengambil keputusan ini, karena Lian ingin meyakinkan apakah benar Raya sangat mencintai Lian atau hanya Lian sebagai pelarian saja untuk Raya.
Dan ini kesempatan terakhir untuk Raya, sudah tidak ada lagi kesempatan jika Raya melakukan kesalahan yang sama.
__ADS_1