CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Trauble maker *


__ADS_3

Aleena melangkah masuk ke dalam kamar, Aleena begitu lemas dan capek. Mood nya hari ini benar-benar naik turun. Aleena mengunci pintu kamarnya.


Lalu menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, entah apa yang membuatnya hati dan mood nya menjadi berantakan. Aleena meraih ponselnya lalu meng off ponselnya.


Aleena tidak ingin ada yang menghubungi nya, Aleena hanya ingin menenangkan diri di dalam kamar. Sebelum masuk kamar Aleena berpesan pada sang Mama dan Bik Nah agar tidak menggangu nya dulu.


Aleena masih teringat kejadian tadi di kampusnya, Metha salah satu kakak senior satu tahun di atas Aleena.


Menegur Aleena, bukan menegur dari gaya dan bahas nya tidak pas kalo di bilang menegur. Lebih tepatnya mengancam atau memberi peringatan ke pada Aleena. Agar Aleena menjauhi Elio lagi.


Masih terngiang-ngiang di telinga Aleena ucapan kasar Metha. Metha menghampiri Aleena di koridor depan kelas Aleena.


"Lo yang Namanya Aleena?" Seru Mitha dengan nada suara keras dan menatap wajah Aleena. Saat itu Aleena seorang diri ingin melangkah menuju Danau belakang kampus.


"Iya , Kenapa?" Jawab Aleena tenang.


"Gue kasih tau sama Lo, mulai hari ini jangan pernah deketin Elio. Paham!" Ucap Mitha tegas.


"Maksudnya ?" Aleena bingung.


"Masih Gak Paham juga Lo, Udah jelas Gue bilang jangan pernah deketin Elio" Ulang Metha lagi kali ini dengan nada suara yang lebih tinggi dari yang pertama.


"Gue paham sama ucap Lo, yang gak Gue paham kenapa Lo larang Gue dekat sama Elio? Dan Lo juga harus tau. Gue sama Elio cuma teman" Jelas Aleena.


"Dan Gue juga gak bisa larang Elio deketin Gue" Ucap Aleena lagi.


"Kalo bukan karena Lo yang kecentilan, Elio gak bakal ke goda sama Lo!" Seru Metha.


"Punya bukti , kalo Gue goda Elio. Dan yang Lo bilang tadi Gue kecentilan?" Tantang Aleena.


"Itu Si Gunung Es, Bisa Lo taklukin. Kalo bukan Lo yang kecentilan, mana mungkin cowok Abnormal kaya Dia bisa Deket sama Lo!" Jelas Metha.


"Whatever, Lo mau ngomong apa aja. Mending Lo ngomong langsung ke Elio, Buat stop deketin Gue!" Seru Aleena Sambil berlalu meninggalkan Metha dan kedua teman nya.


Tragedi pagi di kampus, membuat Aleena merasa di pojokan. Belum pernah terjadi selama Aleena kuliah di sana. Selama ini sikap Aleena pada cowok di kampus biasa saja.


Meski kebanyakan mereka ingin dekat dan menjadi kekasih Aleena. Seperti Ryan sejak awal masuk Kuliah sudah terang-terangan jujur menyukai Aleena.


Hanya saja saat itu Aleena bertemu Lian, dengan sikap Lian yang dingin membuat Aleena terus ingin mengenal Lian.


Entah kenapa Metha begitu marah dengan dirinya karena Elio. Aleena tidak pernah mendekati cowok di kampus nya. Hanya Lian, Aleena hanya mendekati Lian saja.


Tapi kenapa Metha menilai Aleena kecentilan dan menggoda. Seharusnya hari ini masih ada dua jam mata kuliah. Namun Aleena sudah tidak mood untuk belajar.

__ADS_1


Akhirnya Aleena putuskan untuk pulang ke rumah.


...***...


Pukul 19.37 Wib.


Aleena membuka matanya perlahan, ternya Aleena benar-benar tertidur setelah pulang dari kampus. Aleena melangkah ke kamar mandi, agar tubuh nya sedikit relax.


Usai mandi Aleena teringat Diaz, hampir satu Minggu Diaz tidak ada kabar. Apakah Diaz sudah pergi? Apakah Diaz sudah meninggalkan Jakarta?. Aleena meraih ponselnya lalu meng on kan kembali ponselnya.


Sejak pulang dari kampus, Aleena men non aktifkan ponselnya. Setelah Ponsel menyala, Aleena meng-Scroll layar ponselnya untuk mencari kontak milik Diaz.


"Tuuutttt ,,, Tuuutttt " Nada tersambung.


Diaz tidak menjawab panggilan dari Aleena, Aleena mencoba nya lagi. Panggilan ke dua Diaz masih belum merespon.


Aleena mencoba sakali lagi, jika panggilan yang ke tiga Diaz tidak menjawab nya. Aleena akan pergi ke rumah Diaz. Dan panggilan yang ke tiga Diaz masih tidak menjawabnya.


Apa yang terjadi dengan Diaz, setau Aleena Diaz selalu menjawab panggilan telepon Aleena saat panggilan pertama. Namun Aleena tiga kali menghubungi namun tidak ada jawaban dari Diaz.


Aleena memesan Taxi online untuk mengantar ke rumah Diaz. Aleena bersiap-siap sambil menunggu Sang Driver Online datang menjemput.


Hanya Sepuluh menit Sang Driver Online sudah datang dan menunggu Aleena di depan gerbang.


"Ma ,,," Seru Aleena sambil mendekati Sang Mama.


"Kenapa sayang?" Tanya Sang Mama menatap wajah anak gadisnya.


"Aku mau keluar sebentar, Mau ke rumah Diaz" Ucap Aleena berpamitan.


"Gak makan malam dulu sama-sama?' Tanya Sang Mama.


"Taxi online sudah menunggu Ma, Aku makan sama Diaz aja mungkin hehe" Jawab Aleena tersenyum.


Lalu mencium tangan Sang Mama dan mengecup kedua pipi Sang Mama.


"Oke, Take care sayang" Ucap Sang Mama mengelus lembut kepala Aleena.


"Thanks Mama" Aleena tersenyum lalu berlari kecil menuju luar rumah.


Perjalanan kali ini menuju rumah Diaz terasa sangat lama, Karena Traffic jam. Jam nya orang pulang kantor. Biasanya hanya butuh waktu empat puluh lima menit menuju rumah Diaz.


Namun saat ini sudah satu jam belum juga sampai di rumah Diaz. Aleena akan sabar menunggu mobil yang melaju dengan perlahan.

__ADS_1


Dan ternyata satu jam tiga puluh menit sampai di rumah Diaz. Aleena segera turun dari mobil. Lalu menemui Security agar pintu gerbang di buka.


Setelah pintu gerbang terbuka Aleena berlari menuju pintu rumah Diaz. Aleena mengetuk pintu, terlihat Bik Nina membuka pintunya.


"Non , Aleena ,,, " Seru Bik Nina tersenyum dan memeluk Aleena.


"Kangen sama Aleena yah hehe" Ucap Aleena membalas pelukan Nik Nina.


"Iya udah lama, Non Aleena Ndak main ke sini" Ucap Bik Nina.


"Bik, Diaz ada?" Tanya Aleena.


Ekspresi wajah Bik Nina menjadi sedih dan tertunduk.


"Kenapa Bik, Diaz ada?" Tanya Aleena penasaran.


"Ada di kamar Non" Jawab Bik Nina pelan.


"Aku telpon beberapa kali gak di jawab. Mungkin Diaz tidur ya Bik" Ucap Aleena.


"Non masuk aja ke Kamar Mas Diaz, Bibik siapkan minum untuk Non Aleena " Ucap Bik Nina.


"Oke, Makasih yah Bik" Ucap Aleena.


Aleena menaiki tangga menuju kamar Diaz, kamar Diaz dan Lian memang berhadapan. Sebelum menuju kamar Diaz, Pasti melewati kamar milik Lian.


Tepat di depan kamar Lian, Aleena menghentikan langkahnya. Pintu kamar Lian terbuka sedikit, Aleena memegang handle pintu. Aleena membuka sedikit pintu kamar Lian.


Aleena tersenyum melihat kamar milik Lian masih tertata rapi dan tidak ada yang berubah. Aleena menutup kembali pintu kamar Lian.


Aleena melangkah menuju kamar Diaz, Aleena mengetuk pintu kamar Diaz. Namun tidak ada jawaban, Aleena mencoba masuk ke dalam kamar.


Ternyata benar Diaz sedang tertidur dengan Bedcover yang menutupi tubuh nya. Aleena mendekati Diaz yang terlelap.


"Yaazzz ,,,, " Panggil Aleena.


Diaz tidak bereaksi masih tertidur.


"Diaz,,, bangun " Ucap Aleena sambil memegang tangan Diaz.


Diaz membuka matanya perlahan, Diaz terkejut melihat Aleena sudah berada di samping nya.


Diaz bangun dan mencoba duduk.

__ADS_1


Aleena terkejut melihat wajah Diaz begitu pucat. Ada apa dengan Diaz????


__ADS_2