CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Secret admirer *


__ADS_3

Diaz memikirkan ulang apa yang di ucapkan Aleena pagi tadi, memang ada benarnya. Ada sedikit keanehan dari pernikahan Raya dan Justin.


Sebagai seorang suami jika pasangan pergi lama dan jauh dari rumah, seharusnya Dia akan mencari tau kemana pasangan pergi.


Namun Justin tidak ada pergerakan mencari Raya bahkan menjemput Raya untuk pulang ke rumah. Justin bisa mencari tau semua hal tentang Raya dari Orang tua Raya.


Diaz akan mencoba menghubungi Daren, Teman lamanya di Amsterdam dan juga teman satu kampus. Semoga saja Daren bisa lebih cepat membantu Diaz untuk mencari tau tentang siapa Justin.


Diaz mengirimkan pesan singkat pada Daren, Diaz menjelaskan semua hal yang Diaz butuhkan.


Diaz keluar kamar lalu melangkah ke arah Mini Bar di rumahnya. Diaz meraih sebotol Wine dan gelas. Lalu Diaz melangkah lagi ke dalam kamarnya. Diaz akan menikmati Wine sore ini di Balkon kamarnya.


Sambil menikmati langit sore yang sebentar lagi akan menuju gelap. Langit sore yang berwarna Orange, Dengan Hiasan Matahari yang akan segera tenggelam. Sunset yang cukup cantik walau hanya terlihat dari Balkon kamarnya.


Diaz membuka tutup botol, lalu menuangkan Wine kedalam gelasnya. Diaz meneguk Wine yang sudah berada di dalam gelas.


"Krriiing ,,, Krriiing" Terdengar suara dering ponsel milik Diaz. Diaz meraih yang berada di atas meja.


Diaz menatap layar ponselnya, Siapa yang menghubungi Diaz senja ini. Diaz terkejut ternyata telpon dari Anne teman satu kampus nya di Amsterdam.


Anne seorang gadis Blasteran Indo-Belanda, Anne juga sudah Pasih berbahasa Indonesia.


"Hiii ,,, Diaz. How are you?" Sapa Anne.


"I'm Ok" Jawab Diaz.


"Aku di Jakarta, bisa kita meet up?" Tanya. Anne.


"Serius?" Jawab Diaz kaget.


"Yup, Bisa kita meet up malam ini?" Tanya Anne.


"Mmmm ,,, Dimana?" Tanya Diaz sedikit ragu.


"Aku buta sama Jakarta, Sekarang Aku lagi di Hotel The Ritz-Carlton Pasific place" Jawab Anne.


"Ok, Jam tujuh kita ketemu. Sampai Lobby AQ kabarin lagi" Jawab Diaz.


"Thank you so much" Jawab Anne gembira.


"Yup" Ucap Diaz.


Anne, Gadis cantik yang cukup populer di kampusnya Diaz. Entah ada apa tiba-tiba Anne datang ke Jakarta.


Diaz menatap jam pada layar ponselnya, sudah hampir pukul tujuh malam. Diaz bersiap-siap untuk menemui Anne.


Diaz melangkah keluar kamar, menuruni anak tangga. Sampai di meja sudut ruang tamu Diaz meraih kunci mobilnya.


Diaz melajukan mobilnya ke arah Pacific Place, tempat Anne menginap di sana. Sejujurnya Diaz enggan untuk pergi malam ini.


Namun karena rasa tidak enak, dan Anne sudah datang jauh-jauh. Tower Pacific Place sudah terlihat. Dalam hitungan menit Diaz akan segera sampai.


Tiba di Lobby Hotel, Diaz meraih ponselnya dari saku Jaketnya. Diaz menghubungi Anne untuk segera menemuinya di Lobby.


"Tuuutttt ,,, Tuuutttt" Nada tersambung.


"An, Aku udah di Lobby " Ucap Diaz.


"Ok, wait!" Jawab Anne lalu menutup telponnya.


Hampir 10 menit Diaz menunggu Anne di Lobby, Tak lama Anne datang menghampiri Diaz.


Anne mendekati Diaz lalu memeluk Diaz. Diaz sangat terkejut dengan sikap Anne yang langsung memeluk tubuhnya.


"Miss you so much Diaz" Seru Anne.

__ADS_1


Diaz hanya tersenyum tidak menghiraukan ucapan Anne.


"Long time no see you " Ucap Anne.


"Hehe , kamu apa kabar?" Tanya Diaz.


"Sedikit gak baik, karena kamu menghilang dari kampus" Ucap Anne jujur.


"Aku ambil cuti, sepertinya Aku mau pindah kuliah di Jakarta aja" Jawab Diaz.


"Serious ?" Anne terkejut.


"Yup, Jakarta jauh lebih nyaman" Jawab Diaz.


Mendengar ucapan Diaz wajah Anne seperti tidak senang dan raut wajahnya menjadi sedih.


"Are you ok?" Tanya Diaz.


"Aku datang ke sini, mau kembali ke Amsterdam bersama kamu. Tapi kamu tidak ingin kembali" Jawab Anne.


"Banyak hal penting yang akan Aku kerjakan di sini" Jawab Diaz.


"Diaz, kita pergi ke Cafe or Bar terdekat di sini" Pinta Anne pada Diaz.


"Mmmm ,,, Skye Bar" Ucap Diaz.


"Mmmm pernah dengar, tempat itu. View nya bagus ya?" Ucap Anne.


"Yup, Ayo kita ke sana" Ajak Diaz.


"Ok" Anne setuju.


Diaz dan Anne pergi menuju Skye Bar, tak cukup lama untuk menuju ke sana. Kurang lebih hanya 20 menit.


@Skye Bar.


Diaz memilih tempat yang biasa Diaz pilih bersama Aleena. Seorang Waiters datang menghampiri Diaz dan Anne membawa daftar menu.


Diaz memesan Cocktail dan juga Mojito untuk Anne. Tak lama pesanan mereka datang, Anne langsung meminumnya.


"Btw, tadi kamu bilang banyak hal yang harus kamu lakukan di sini. Maksudnya apa?" Tanya Anne pada Diaz sambil menatap wajah Diaz.


"Adalah, yang pasti penting banget hehe" Jawab Diaz.


"Kamu tau, kenapa Aku datang ke Jakarta. Aku mau jemput kamu kembali ke Amsterdam" Ucap Anne jujur.


"What? Kenapa harus jemput Aku?" Tanya Diaz terkejut.


"Kamu menghilang dari kampus, Aku tanya ke teman-teman. Meraka bilang kamu kembali ke Jakarta setelah Orang tua kamu datang" Ucap Anne.


"Iya Papa dan Mama datang, meminta Aku kembali ke Jakarta. Aku juga kangen Jakarta, tempat kelahiran ku" Jawab Diaz.


"Kamu gak akan pernah kembali ke Amsterdam lagi?" Tanya Anne ingin kepastian dari Diaz.


"Yup, Aku sudah putuskan untuk Stay di Jakarta. Kenapa? Sepertinya kamu gak suka?" Ucap Diaz sambil menikmati Cocktail yang di hadapan nya.


"Diaz, Sudah lama Aku menyukai kamu. Sejak awal kita masuk kampus, tapi yang Aku rasakan kamu biasa saja sama Aku" Ucap Anne jujur.


Diaz terkejut dan juga kaget mendengar kejujuran dari Anne, Diaz sama sekali tidak merasa Anne diam-diam menyukainya.


Yang Diaz tau Anne salah satu gadis cantik yang sangat di puja oleh teman-teman Cowok di kampus nya.


"You're kidding me?" Ucap Diaz.


"Aku serius, Cukup lama Aku menyimpan rasa ini. Sampai akhirnya Aku sendiri sudah tidak bisa menahan ini sendirian" Ucap Anne.

__ADS_1


"Bukannya kamu berhubungan dengan Boby?" Tanya Diaz.


"Iya kamu benar, Aku menerima Boby hanya mengisi kekosongan Aku aja" Ucap Anne.


"Cinta bukan mainan, seharusnya kalo kamu gak memiliki perasaan yang sama. Hubungan itu gak harus ada" Ucap Diaz.


"Aku menunggu dan berharap kamu yang akan menyatakan perasaan kamu terhadap Aku" Ucap Anne.


Diaz menatap wajah cantik Anne yang sedikit kemerahan karena pengaruh dari minumannya.


Anne memang cantik, namun Anne bukan type wanita yang Diaz inginkan. Diaz tidak suka dengan wanita populer seperti Anne.


Wanita idaman Diaz semua ada pada Aleena, Selain cantik Aleena sangat sederhana.


"I'm so sorry An, Aku memang gak punya perasaan apa-apa sama kamu. We are A just friends" Ucap Diaz.


"I know, dari sikap kamu yang cuek sama Aku. Harusnya Aku tau, tapi hati ini yang membawa Aku ke Jakarta untuk bertemu kamu dan Aku berusaha jujur sama Kamu tentang perasaan Aku" Ucap Anne menjelaskan.


"Apakah kamu sudah mencintai wanita lain di sini? Sehingga kamu tidak mau kembali ke Amsterdam?" Tanya Anne lagi.


"Yup, Awalnya Aku pulang ke Jakarta hanya untuk berlibur dan bertemu Kakak Aku. Namun Aku jatuh cinta dengan Dia. Sejak pertama kali Aku melihat Dia" Jawab Diaz Jujur.


"Boleh Aku tau siapa Dia?" Ucap Anne.


"Mmmm , Dia Anaknya teman lama Papa Ku" Jawab Diaz.


"What is her name ?" Tanya Anne ingin tau.


"Her name is Aleena" Jawab Diaz.


"Beautiful name, Pasti Dia sangat cantik " Ucap Anne.


"Menurut Aku Dia, Gadis paling cantik yang pernah Aku temui. Menurut Aku ya" Ucap Diaz.


"Kamu sudah ada komitmen dengan Dia?" Tanya Anne.


Diaz tidak menjawab, Diaz hanya menggelengkan kepalanya.


"Why?" Tanya Anne.


"Karena Aleena sangat mencintai Lian, Kakak Aku" Ucap Diaz jujur.


"What?" Anne terkejut.


"Yup, Saat ini hubungan kami sangat baik dan dekat. Kami selalu bersama" Ucap Diaz.


"Tapi kalian tidak ada komitmen, Dan bagaimana perasaan Kakak kamu?" Tanya Anne.


"Kalo Aku cerita semuanya pasti kamu akan terkejut dan juga bingung. Because it's so complicated" Ucap Diaz.


"Aku serius Diaz" Ucap Anne.


"Aku juga serius, jadi intinya. Aku mencintai Aleena, Aleena mencintai Lian. Tapi Lian mencintai Cinta pertama" Ucap jujur.


"Bener, sangat rumit. Tapi Aleena tau kamu mencintai Dia?" Tanya Anne.


"Yup Aleena tau, dan Lian pun tau Aku mencintai Aleena" Jawab Diaz.


Anne menghela nafasnya, Anne merasa bingung dengan semua cerita Diaz. Tapi ada sedikit keraguan dalam hati Anne.


Anne menganggap semua cerita Diaz hanya sebuah alasan untuk menolaknya. Anne akan tetap mencoba mencari celah untuk bisa memasuki ruang hati Diaz.


Karena Anne sudah cukup lama menyimpan rasa terhadap Diaz. Anne sudah tidak mampu menahannya. Anne putuskan datang ke Jakarta, mencari Diaz hanya untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.


__ADS_1


* Anneline Gabrielia Christine *


__ADS_2