CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Enough! *


__ADS_3

"Beautiful Girl ,,, " Seru Elio lalu melambaikan tangan ke arah Aleena.


Aleena tersenyum lalu menghentikan langkahnya, menunggu Elio datang mendekat.


"Lusa jadi kan?" Ucap Elio.


"He'eh, Mama udah kasih ijin Aku" Jawab Aleena.


"Thanks, Aku pikir kamu gak bisa ikut" Elio tersenyum.


"Aku harus temui Mama dan Papa kamu untuk minta ijin?" Elio bertanya.


"Nanti juga kamu ketemu mereka pas jemput Aku" Ucap Aleena.


"Iya bener juga hehe" Ucap Elio.


"Sekarang mau kemana?" Tanya Elio.


"Hmmm ,,, Aku mau ke rumah Diaz" Jawab Aleena.


"Aku antar ya!" Pinta Elio.


"Gak usah, Aku udah pesan Taxi online, sebentar lagi datang" Jawab Aleena.


"Oke, hati-hati yah" Ucap Elio lalu mengusap kepala Aleena dengan lembut.


"Kamu juga hati-hati naik motornya" Aleena tersenyum.


"Thanks Beautiful Girl" Ucap Elio.


"Yaudah, Aku jalan dulu ya. Drive udah tunggu Aku, Bye " Ucap Aleena lalu meninggalkan Elio.


Elio menatap Aleena yang berlalu meninggalkannya. Elio melangkah ke arah Club' Basket. Bulan depan akan ada Turnamen antar kampus se-Jakarta.


Jadi Elio harus ikut latihan bersama Team Basket nya.


Elio sangat senang sekali, Karena Aleena akan ikut Touring bersama Club' Motornya.


Karena beberapa kali Event Touring Elio selalu seorang diri tidak pernah ada yang duduk di Jok belakang motornya.


Elio harus hati-hati dan tidak boleh membuat kesalahan dalam mengendarai motornya. Karena Aleena akan duduk di Jok belakang motornya.


"Elio ,,, " Tiba-tiba terdengar seseorang memanggil Elio.


Elio menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Elio mengerutkan dahinya, Metha mendekati Elio dengan senyuman.


"Boleh bicara sebentar?" Tanya Metha.Elio hanya mengangguk.


"Aku denger Club' Motor kamu mau Touring?' Tanya Metha.


"Iya, kenapa?" Jawab Elio.


"Boleh Join?" Pinta Metha.


"Maksudnya?" Elio tidak mengerti.


"Aku mau duduk di jok belakang motor kamu" Ucap Metha jujur


"Sorry, Aku udah ajak seseorang. Kamu telat" Jawab Elio.


"Aleena?" Tebak Metha.


"Yup,,, " Jawab Elio.


"Kenapa harus Dia?" Tanya Metha.

__ADS_1


"Gapapa, memang Aku mau bawa Aleena" Jawab Elio tenang.


"Kamu tau Aleena itu cewek Plin plan yang gak punya pendirian" Ucap Metha.


"Maksud kamu, Aleena dekat dengan Lian dan adik nya?" Ucap Elio.


"Itu kamu tau, Cewek PHP. Kamu mau jadi korban PHP Aleena" Metha dengan wajah kesal.


"Heeiii, Aku dan Aleena hanya berteman. Dan yang Aku tau juga Aleena dekat dengan Lian dan adik. Mereka itu saling menjaga dan care" Jelas Elio.


"Kaya nya kamu lebih tau Aleena. Kamu belum lama kenal dengan Aleena" Metha mulai bosan.


"Diaz adik nya Lian, pernah bicara sama Aku. Dia minta Aku untuk jagain Aleena di saat Dia berada jauh dari Aleena" Jelas Elio.


"Waw, so sweet. Seistimewa itu kah seorang Aleena di mata kalian?" Metha kesal.


"Yup, Buat Aku pribadi Aleena beda. Mungkin di mata Lian dan adik nya bisa lebih. Karena sudah lebih lama kenal Aleena" Ucap Elio.


Elio menatap wajah Metha yang sudah sedikit kesal, dengan ucapan dan penjelasan Elio.


"Yaudah, Aku mau ke Club' Basket dulu" Ucap Elio lalu melangkah meninggalkan Metha.


"Apa bagusnya Aleena huuuuhhhh " Keluh Metha.


***


Aleena melangkah ke dalam rumah Diaz, seperti biasa Rumah seluas ini tidak ada tanda-tanda kehidupan.


Aleena menaiki anak tangga menuju kamar Diaz, Aleena melewati kamar Lian. Dan tiba-tiba Lian keluar dari balik pintu kamar lalu menarik tangannya Aleena untuk masuk ke dalam kamar nya.


"Lian ,,, " Seru Aleena terkejut.


Lian menutup pintu kamar, lalu menatap wajah Aleena, Lian mengusap rambut Aleena.


Aleena membalas tatapan mata Lian.


"I Miss you so much, Sorry Aku gak bisa menahan rasa ini terlalu lama" Ucap Lian lembut.


"Lian ,,, Aku----" Seru Aleena gugup.


"Ssstttttt ,,,, " Ucap Lian sambil meletakkan jari di bibir mungil Aleena.


Lian mengangkat dagu Aleena, dan mulai mengecup lembut bibir Aleena.


Aleena pun tidak bisa menahan, rasanya selama ini. Aleena membalas ciuman Lian dengan lembut.


"Honey ,,, " Teriak Raya dari luar kamar Lian.


"Damn ,,,," Seru Lian kesal.


"Ini yang Aku takuti, benar adanya" Ucap Aleena. Aleena mengatur nafasnya.


"Kamu tenang, biar Aku hadapi Raya" Ucap Lian membuka pintu untuk menemui Raya.


"What are you doing?" Tanya Raya emosi.


"Kenapa? " Tanya Lian tenang.


"Kamu bersama Aleena di dalam?" Tanya Raya.


"Yup" Jawab Lian tenang.


"Kamu jahat" Ucap Raya.


"Aku? Gak salah. Selama ini siapa yang jahat. PIKIR" Ucap Lian dengan nada suara tinggi.

__ADS_1


"Honey, kamu berani bentak Aku?" Raya kesal.


"Raya, sejak kamu putuskan kembali ke London dan meninggalkan Aku di Tokyo. Semua udah selesai" Ucap Lian.


"Aku ke London, hanya ingin bertemu Papa. Dan memastikan keadaan Papa" Raya menjelaskan.


"Enough Raya, Aku udah gak bisa ikut ke dalam permainan kamu lagi. Please " Ucap Lian.


"Kamu udah gak mencintai Aku lagi?" Ucap Raya.


"Kamu tau, Aku putuskan bawa kamu ke Jepang. Dengan harapan kita bisa menikah dan Aku bisa melindungi kamu dari Justin. Dan menolong Om David untuk lepas dari hutangnya" Jelas Lian.


"Tapi apa? Respon kamu hanya biasa. Dan seolah-olah kamu mengulur waktu untuk perceraian kamu dan Justin. Aku selalu memaafkan kamu, belum cukup bukti Aku selama ini selalu menunggu kamu. Aku selalu mencoba dari awal ketika kita selalu seperti ini. Tapi kali ini udah cukup, please jangan ganggu Aku lagi. Aku lelah sama hubungan ini" Ucap Lian lagi.


"Honey, Aku cinta sama kamu. Kamu gak sadar hubungan kita selalu seperti ini. Karena kita udah di takdirkan bersama" Ucap Raya.


"Tapi kamu yang melawan takdir itu sendiri, di saat takdir itu udah nyata di depan mata. Kamu gak yakin dan kamu menolaknya. Stop playing my heart" Ucap Lian.


"Dengan mudah kamu datang dan pergi sesuka hati kamu, tanpa memikirkan dan tanpa kamu tau perasaan Aku seperti apa?" Ucap Lian.


"Itu hal biasa kan? Sejak dulu kita masih sekolah Aku seperti itu. Dan kita masih bisa kembali karena cinta yang kita miliki" Ucap Raya.


"Aku lelah, sorry Kita gak bisa sama-sama lagi. Sekarang Aku dan Aleena lebih fokus sama Diaz" Ucap Lian.


"Diaz? What wrong with Diaz?" Tanya Raya.


"Lebih baik kamu gak perlu tau, selama kita di Jepang kamu selalu melarang Aku berkomunikasi dengan Diaz. Padahal saat itu Diaz butuh Aku" Ucap Lian.


"Diaz kenapa?" Raya mendesak Lian.


"Kamu tau, Diaz sakit. Sakitnya serius, umur Diaz tidak akan lama lagi" Ucap Lian.


"Diaz sakit apa?" Raya masih bertanya.


"Leukemia" Jawab Lian.


"My God" Raya terkejut.


"Please jangan ganggu Aku" Ucap Lian.


"Aku mau bertemu Diaz" Ucap Raya.


"Sorry gak bisa, Aku takut kondisi emosi Diaz masih labil. Aku takut berpengaruh dengan kesehatan Diaz yang lagi drop" Ucap Lian.


"Jadi maksud kamu, kalo Aku menemui Diaz. Kondisi Diaz makin buruk?" Raya kesal.


"Diaz tau hubungan kita seperti apa. Diaz selalu berfikir dan berharap kita baik-baik aja. Intinya untuk saat ini jangan" Ucap Lian.


"Oke ,,, But please give me second chance" Raya memohon.


"Sorry Raya Aku gak bisa, hubungan kita udah gak sehat. Kamu akan terus seperti ini " Ucap Lian.


"Dan sebaiknya kamu jangan pernah datang lagi dan kita gak usah bertemu lagi" Ucap Lian lagi.


"Heeiii , Aku gak pernah memohon atau ngemis sama Cowok. Tapi kali ini kamu buat Aku mengemis" Ucap Raya dengan nada suara tinggi.


"Whatever, Sorry sebaiknya kamu pergi" Ucap Lian lalu kembali masuk ke dalam kamar.


"Honey , tunggu... ! " Seru Raya marah.


Lian tidak menghiraukan dan pedulikan Raya.


"Damn !!! " Raya kesal.


"Tunggu Aku akan balas semua ini, Aku janji kamu dan Aleena gak akan pernah bisa bersama" Ancam Raya dengan nada suara tinggi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2