
Aleena menatap jam di layar ponselnya, Tepat pukul 21.37 WITA. Sesaat lagi Lian akan pergi ke Jepang meninggalkan Jakarta untuk waktu yang lama.
Entah kapan Aleena akan bertemu lagi dengan Lian, Aleena mengecup Cincin yang berada di jari manisnya. Cincin pemberian Lian. Sebagai janji Lian akan datang untuk menjemput Aleena dan menepati janjinya.
Aleena tidak mau berharap banyak pada Lian, biarkan Lian fokus bersama Raya. Jika memang Lian di takdirkan untuk Aleena pasti akan kembali, tanpa ada halangan lagi.
Aleena menatap langit, dimana pun Aleena berada. Aleena selalu menatap langit, langit yang sama namun di tempat yang berbeda.
Aleena selalu berharap bisa melihat kehadiran Aleena's Star seperti di Taman Langit. Namun Aleena's Star selalu saja tidak nampak.
Aleena ingin kembali ke rumah, semoga saja Diaz setuju jika besok pagi sudah kembali ke Jakarta.
Aleena ingin pergi ke Taman Langit, dan Juga Kampus. Aleena ingin pergi ke tempat dimana Lian suka. Agar Aleena bisa merasakan kehadiran Lian.
"Heeiii ,,, What are you doing?" Tanya Diaz yang tiba-tiba saja datang menghampiri Aleena.
"Hmmm ,,, Besok bisa kembali ke Jakarta?" Tanya Aleena pada Diaz dengan sangat hati-hati.
"Why not ,,, senyaman kamu aja" Jawab Diaz tersenyum.
"Serius?" Ucap Aleena meyakinkan.
"Yes ,,, Besok kita Check out. Dan kembali ke Jakarta" Jawab Diaz meyakinkan Aleena.
"Thank you so much, Diaz " Ucap Aleena tersenyum.
Diaz paling suka melihat Ekspresi wajah Aleena jika suasana hati nya seperti ini. Aleena selalu ceria dan senyuman manis milik Aleena yang begitu khas.
"yaudah sekarang kita tidur, pagi kita udah harus kembali ke Jakarta" Ucap Diaz.
"Oke ,,," Jawab Aleena semangat.
Diaz meraih ponselnya dari dalam saku celananya, terlihat di layar ponselnya Lian mengirim sebuah pesan dari aplikasi WhatsApp.
Diaz membuka isi pesan dari Lian.
"My Little Bro, Gue pamit yah. Gue titip Aleena. Gue percaya Lo bisa jaga Aleena dengan baik. Gue juga berharap hubungan Lo sama Aleena jauh lebih serius lagi. Dengan Gue pergi dan kasih ruang buat Lo dan Aleena. Gue harap Lo bahagia" Isi pesan Lian.
__ADS_1
Diaz tersenyum membaca isi pesan dari Lian.
Diaz mencoba membalas pesan dari Lian.
"Lo baik-baik di sana Mas, karena Lo jauh dari Gue dan Aleena. Gue kawatir di saat mood Lo lagi gak bagus, Cuma Aleena yang bisa buat mood Lo baik lagi. Seharusnya Lo gak perlu kaya gini, cuma karena kita punya rasa yang sama ke Aleena. Semua keputusan ada di tangan Aleena bukan Gue atau Lo. Gue juga berharap Lo bahagia, jaga diri Lo Mas. Kabarin Gue kalo ada apa-apa" Balas Diaz dalam pesannya untuk Lian.
Sejujurnya Diaz sangat Kawatir pada Lian, Karena Diaz sangat tau sifat Raya. Lian sering kali terluka oleh sifat dan sikap Raya.
Tapi ini sudah menjadi keputusan Lian, Diaz ataupun kedua orang tuanya tidak bisa menahannya.
Karena tujuan Lian sangat baik, ingin menikahi Raya. Lian sudah cukup dewasa untuk dapat mengambil keputusan dan jalan hidup yang Lian pilih.
Diaz segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, besok pagi mereka harus sudah kembali ke Jakarta.
Diaz menatap wajah Aleena yang sudah terlelap, Aleena terlihat sangat cantik. Wajah cantiknya begitu natural.
Diaz mendekati Aleena lalu mengusap lembut kepala Aleena. Diaz merapihkan Bedcover Aleena yang sedikit terbuka.
Diaz melangkah menuju singel bed di sebelah singel bed Aleena. Diaz sengaja memesan kamar yang memiliki dua tempat tidur.
Diaz merebahkan tubuhnya, lalu menutup kedua matanya. Karena rasa kantuk sudah menyerang.
Diaz dan Aleena merapihkan Travel bag mereka, mereka akan segera Check out dari penginapan.
Jadwal penerbangan menuju Jakarta pukul sembilan pagi. Mereka menggunakan Minibus fasilitas dari Hotel untuk mengantar mereka menuju Airport.
Tiba di Airport Aleena dan Diaz menuruni Minibus yang mengantarnya. Diaz memesan tiket pesawat menuju Jakarta.
"Diaz, gimana kuliah kamu? Gak jadi pindah ke Jakarta?" Tanya Aleena.
"Hmmm , Aku gak kepikiran kuliah dulu. Mau off mungkin lanjut lagi nanti" Jawab Diaz.
"kamu yakin? Gak sayang?" Ucap Aleena.
"Nope, Aku lebih Sayang seseorang. Dibanding kuliah Aku" Ucap Diaz polos.
"Deeggg" Jantung Aleena berdebar mendengar ucapan Diaz.
__ADS_1
Aleena tau itu ungkapan tulus Diaz dari hatinya.
"Maksud Aku biar kita bisa kuliah sama-sama. Kamu kuliah di kampus Aku sama seperti Lian" Ucap Aleena.
"Gak harus kuliah, Aku kita masih bisa tetap sama-sama. Misalnya Aku bisa antar jemput kamu kuliah. Dan menurut Aku itu jauh lebih aman dan buat Aku tenang. Aku harus menjaga kamu Aleena, Lian berpesan sama Aku agar menjaga kamu" Ucap Diaz jujur.
"Kamu bukan supir Aku Diaz, dan lagi Aku bukan anak kecil yang tiap waktu harus selalu di jaga. Aku bisa jaga diri Aku sendiri" Ucap Aleena.
"I know, Tapi Aku mau Lian gak kawatir di sana. Aku tau Lian aka selalu memikirkan kamu. Apa salahnya Aku membuat Lian tenang dan bahagia untuk Lian" Ucap Diaz.
"Diaz ,,," Ucap Aleena terharu.
Diaz mengorbankan kuliahnya hanya karena Aleena dan Lian.
"Kamu tenang aja yah, Aku harap kamu bisa mengerti dengan keputusan Aku untuk cuti kuliah. Aku akan menjaga kamu, sampai Lian kembali" Ucap Diaz.
"Lian kembali pun tidak akan berubah, Mungkin saat Lian kembali sudah terikat dengan pernikahan bersama Raya" Ucap Aleena.
"Tapi Aku gak yakin, hubungan mereka akan berjalan mulus. Aku tau Raya dan Aku tau Lian. Kita liat aja kedepannya, apakah mereka bisa jadi lebih baik lagi dan benar-benar terikat dalam sebuah pernikahan" Ucap Diaz.
"Seharusnya kita percaya Lian, kita support keputusan Lian" Ucap Aleena.
"Support dan doa selalu ada untuk Lian, Lian saudara ku satu-satunya. Kami saling menyayangi satu sama lain. Dan yang pasti kami saling care" Ucap Diaz.
"Senangnya punya saudara, gak kaya Aku. Hanya seorang anak semata wayang. Terkadang Aku juga butuh teman untuk sharing di rumah. Aku hanya punya Mama dan Papa. Dan Mama itu teman curhat yang paling menyenangkan" Ucap Aleena.
"Justru Aku dan Lian sangat iri sama kamu. Kamu punya orang tua yang selalu ada di rumah. Gak kaya Aku dan Lian, mereka sibuk dengan urusan pekerjaan mereka. Dan kamu tau orang tua ke dua Aku dan Lian hanya Bik Nina" Ucap Diaz.
"Yup , Aku tau. Bagaimana tulusnya Bik Nina sama kamu dan Lian" Jawab Aleena.
"Bik Nina paling tau segalanya tentang Aku dan Lian. Mama dan Papa ku aja kalo apa-apa selalu tanya Bik Nina. Mulai dari hal kecil" Ucap Diaz.
"Mmmm, next kita kasih kejutan buat Bik Nina. Kita buat Bik Nina bahagia, mungkin kita ajak pergi bersama" Ucap Aleena memberi ide.
"Good idea, Aku setuju. kenapa selama ini Aku dan Lian gak pernah berpikir ke arah sana" Ucap Diaz menyesal.
"Wanita memang selalu peka dalam hal seperti ini. Bik Nina udah merawat kamu dan Lian sejak kecil. Jadi kita kasih kebahagiaan untuk Bik Nina. Sebagai tanda ucapan terimakasih selama ini sudah merawat kamu dan Lian" Ucap Aleena.
__ADS_1
"Thanks Aleena, nanti kita pikirkan lagi. Kita akan bawa kemana Bik Nina pergi" Ucap Diaz
"Oke" Jawab Aleena tersenyum.