CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Support untuk Diaz *


__ADS_3

Aleena kembali menuju kamar Diaz, Pintu kamar Diaz sedikit terbuka. Sepertinya Bik Nina berada di dalam kamar. Terdengar perbincangan antara Diaz dan Bik Nina.


"Mas , ayo di makan dulu. Setelah itu minum obat nya. Mas Diaz harus sembuh " Ucap Bik Nina.


"Bik, Diaz juga mau sembuh Bik. Diaz gak selera makan" Jawab Diaz.


Aleena refleks membuka pintu dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Sini Bik, Biar Aku yang suapin Diaz hehe" Ucap Aleena.


"Aleena ,,,, Sejak kapan kamu di sini" Diaz terkejut.


"Aku baru aja datang " Jawab Aleena.


"Sini Bik, biar Aleena yang bujuk Diaz" Seru Aleena.


"Baik Non, kalo begitu Bibik lanjut kerjaan Bibik dulu" Ucap Bik Nina sambil meletakkan piring yang berisi makanan untuk Diaz. Lalu melangkah keluar kamar.


"Ayo Diaz, makan siang. Aku mau kamu kaya kemarin lagi. Pokoknya kalo kamu sembuh kita Around the world. Aku janji" Ucap Aleena.


"Jangan menghibur Aku Al ,,," Jawab Diaz dengan senyum tipis nya.


"Aku support kamu ,,, " Ucap Aleena.


"Aku tau, kamu udah tau semua nya tentang penyakit Aku" Ucap Diaz menatap wajah Aleena.


Aleena mendekati Diaz lalu duduk di samping Diaz.


"Doa dan keinginan Aku hanya satu saat ini, Aku mau kamu sembuh dan melawan penyakit kamu. Aku janji akan selalu ada untuk kamu" Ucap Aleena tulus.


"Al, Aku gak mau kamu seperti ini setelah tau yang sebenarnya. Aku gak mau kamu iba dengan penyakit Aku saat ini" Ucap Diaz.


"Iba? Aku care sama kamu. Aku gak mau kamu kaya gini. Aku takut kehilangan kamu. jangan berpikir kaya gitu Diaz " Aleena menjelaskan.


"Kamu tau, setelah Aku tau semuanya. Hati Aku hancur mood Aku kacau. Jujur Aku takut kehilangan kamu, Aku takut kehilangan sosok kamu dan semua tentang kamu. Sekarang Aku hanya minta sama Tuhan, dalam doaku kembalikan Diaz yang dulu" Ucap Aleena lalu menangis, Aleena tidak mampu untuk menahan tangisannya.


"Heeiii ,,, kenapa kamu nangis. Aku baik-baik aja Aleena" Seru Diaz tersenyum.


"Kamu janji mau Kemo yah, nanti Aku yang temani kamu" Ucap Aleena.


"Iya Aku mau, Kemo pertama Aku lusa. Aku tunggu kamu yah buat temani Aku" Ucap Diaz.


Aleena tersenyum dengan ucapan Diaz, lega rasanya mendengar Diaz mau Kemoterapi.


"Sekarang kamu makan yah, terus minum obat!" Ucap Aleena.


Aleena meraih piring yang berada di atas meja.


Aleena mengarahkan sendok yang berisi nasi dan sayur ke mulut Diaz. Diaz mulai menikmati makanan suapan demi suapan. Mungkin saat ini Diaz bahagia karena beberapa hari lalu sampai hari ini Aleena selalu menemaninya.

__ADS_1


Diaz berpikir paling tidak di saat-saat terakhir dalam hidup nya, Aleena menemani. Wanita yang Diaz cinta.


Aleena gembira melihat Diaz hari ini begitu semangat, Aleena harap Diaz akan selalu seperti ini untuk melawan penyakitnya.


"Besok pulang kuliah Aku kesini lagi yah, Sekarang Aku harus pulang. Aku cuma minta sama kamu, jangan lupa minum obat dan makan yah. Jujur hari ini Aku bahagia liat kamu yang semangat..." Ucap Aleena.


"Thank you so much, Kamu udah kasih waktu untuk jaga dan rawat Aku" Diaz tersenyum.


"Aku mau kamu sembuh, setelah itu kita keliling dunia berdua lagi" Ucap Aleena.


"Aku pulang yah, jaga diri kamu" Ucap Aleena.


"Take care, maaf Aku gak bisa antar kamu pulang " Ucap Diaz.


"Gapapa " Aleena tersenyum. Lalu melangkah keluar kamar Diaz.


***


"Krriiing ,,, Krriiing"


Ponsel Aleena berdering, Aleena meraih ponselnya. Lian menghubungi Aleena.


"Al, Aku udah di Airport" Seru Lian dalam panggilan telponnya.


"Really? Aku masih di kampus. Masih ada kelas satu lagi. Setelah itu Aku ke rumah kamu" Ucap Aleena.


"Oke, Aku langsung ke rumah yah. See you there" Ucap Lian lalu mengakhiri panggilannya.


Aleena melangkah menuju kelas sambil tersenyum, tanpa Aleena sadari ternyata Elio memperhatikan Aleena sejak Aleena menjawab telpon dari Lian.


"Beautiful girl,,," Seru Elio mendekati Aleena.


Aleena menoleh ke arah Elio dan menghentikan langkahnya lalu tersenyum.


"Are you happy ?" Tanya Elio.


"Maksudnya?" Aleena tersenyum.


"Mmmm ,,, beberapa hari lalu. Kamu tuh gak kaya gini" Ucap Elio.


"Yup. Mood Aku lagi kacau kemarin hehe" Jawab Aleena tenang.


"Kalo senyum kaya gini kan makin cantik " Puji Elio.


"Semua cewek itu cantik El ,,," Ucap Aleena.


"Tapi buat Aku, kamu yang paling cantik. Serius deh" Elio jujur.


"Thank you " Aleena tersenyum.

__ADS_1


"Pulang kuliah free gak?" Tanya Elio.


"Hmmm , Aku harus ke rumah Diaz. Kenapa?" Tanya Aleena.


"Kamu ingat gak, Touring Club' Aku?" Ucap Elio.


"Iya, kenapa?" Ucap Aleena.


"Aku udah daftarin kamu untuk ikut" Ucap Elio.


"Tapi---- untuk waktu sekarang ini Aku gak bisa kemana-mana. Ada hal yang lebih penting, menyangkut seseorang " Ucap Aleena.


"Ohhh baiklah ,,, tapi Aku berharap kamu bisa join. Kostum udah jadi" Ucap Elio sedikit kecewa.


Aleena tidak enak hati, karena saat ini Aleena sudah berjanji akan ikut bersama Elio dan Club' Motornya.


Namun Aleena harus lebih banyak waktu bersama Diaz. Diaz sangat membutuhkan Aleena.


"Mmmm ,,, nanti Aku kabari lagi" Ucap Aleena.


"Aku harap kamu bisa join Al , Please " Ucap Elio.


Aleena tersenyum.


Mereka melangkah memasuki ruang kelas, Ternyata Tara sudah masuk ke dalam kelas terlebih dahulu. Aleena mendekati Tara dan duduk di bangku.


"Ciieee ,,,, " Seru Tara jail.


"Ciieee juga haha" Balas Aleena sambil tertawa.


"Lo janjian Ama tuh anak motor ?" Tanya Tara kepo.


"Nope, gak sengaja ketemu di koridor " Jawab Aleena.


"Roman nya mepet terus itu anak motor " Tara terus menggoda.


"Sstttt ,,, Waktu nya belajar. Itu Bapak Dosen udah datang " Seru Aleena sambil melirik ke arah Sang Dosen yang sudah duduk di bangkunya.


"Waduh ,,, on time banget ini Bapak " Tara cemberut.


"Tapi Al , Doi cinta mati Ama Lo kayanya" Ucap Tara.


"Ra , Lo itu. Tiap ada cowok yang dekat sama Gue selalu bilang gitu" Ucap Aleena.


"Lahhh ,,, serius Al" Ucap Tara.


"Bahas nanti yah, waktunya belajar Ra" Aleena mengingatkan.


Tara cemberut mendengar ucapan Aleena, Aleena hanya tersenyum melihat raut wajah Tara. Tara memang selalu seperti itu, sebenarnya Tara itu ingin sekali melihat Aleena benar-benar terikat dalam satu komitmen.

__ADS_1


Sejak pertama masuk kuliah, Aleena sama sekali tidak merespon setiap ada yang mendekati atau terang-terangan menyatakan perasaan terhadap Aleena.


Aleena hanya fokus terhadap Lian Si Gunung Es. Dan sampai saat ini perasaan Aleena masih sama terhadap Lian. Tidak ada yang berubah.


__ADS_2