
"Kamu sakit?" Tanya Aleena menatap wajah Diaz.
Diaz hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya.
"Kamu Kenapa? " Tanya Aleena lagi.
"I'm Ok, Aku cuma lelah aja" Jawab Diaz meyakinkan Aleena.
Namun Aleena tidak yakin Diaz baik-baik saja, apa yang Diaz sembunyikan. Aleena mendekat dan menyentuh kening Diaz. Suhu tubuh Diaz begitu hangat.
"Udah ke Dokter?" Tanya Aleena kawatir.
"Udah, kata Dokter Aku harus bedrest" Jawab Diaz.
"Btw ada apa, tiba-tiba kamu datang" Tanya Diaz.
"Kamu gak ada kabar, Aku pikir kamu udah meninggalkan Jakarta " Jawab Aleena.
"Do you Miss me?" Tanya Diaz.
"Yup, Aku kangen bercandaan kamu yang garing, Aku kangen Diaz yang jail dan banyak lagi hehe" Ucap Aleena.
"Thanks " Jawab Diaz tersenyum.
"Feeling Aku gak salah, maka nya Aku datang ke sini. Aku telpon kamu gak di jawab" Keluh Aleena.
"Sori udah buat kamu cemas" Ucap Diaz sambil mengusap kepala Aleena.
"Kamu jadi pergi?" Tanya Aleena.
"Mmmm , Tunggu Aku membaik" Jawab Diaz.
"Aku pikir kamu gak akan pergi " Ucap Aleena.
"Semua berkas udah masuk, Aku tinggal pergi aja" Jawab Diaz.
"Aku gak akan memaksa kamu, itu hak kamu. Tapi Aku masih berharap kamu tetap disini hehe" Ucap Aleena.
Diaz hanya tersenyum, tidak bisa menjawab keinginan Aleena.
"Kenapa orang-orang yang Aku sayang, selalu pergi tinggalin Aku. Kamu dan Lian " Aleena tertunduk.
"Hmmm , udah jalan nya kaya gitu Al. Semua pasti akan pergi " Ucap Diaz.
Aleena tidak paham dengan ucapan Diaz. Apa makna dari ucapan Diaz? Feeling Aleena mengatakan ini pertanda buruk.
"Diaz, kalo ngomong jangan ngaco. Aku tau kamu tuh ceplas-ceplos kan ?" Aleena protes.
"Aku bicara apa adanya Aleena, Kita semua akan pergi, kembali pada sang pencipta. Ucapan Aku bener hehe" Ucap Diaz tertawa.
Ucapan Diaz makin membuat Aleena berfikir tidak baik. Sebenarnya ada apa dengan Diaz ?.
"Tadi nya Aku mau ke taman langit , Tapi kamu harus istirahat" Ucap Aleena.
"Aku temani!" Seru Diaz.
Aleena menatap wajah Diaz.
"Kamu gak yakin?" Tanya Diaz.
"Kamu harus Bedrest, Aku gak mau kamu kenapa-kenapa" Ucap Aleena.
__ADS_1
"Cuma ke Taman Langit, Aku masih bisa Al" Diaz meyakinkan.
"Next time aja yah, kamu harus fit lagi " Ucap Aleena.
"Tapi Aku juga jenuh, beberapa hari cuma di kamar tidur" Keluh Diaz.
"Yaudah, kita keluar. Tapi jangan ke Taman Langit. Udaranya gak bagus buat kamu" Ucap Aleena.
"Kamu ada ide?" Tanya Diaz.
Aleena menggelengkan kepalanya.
"Keliling Jakarta aja gimana?" Ucap Diaz.
"Oke " Jawab Aleena setuju.
Diaz mencoba bangun dari atas tempat tidur, dengan sangat hati-hati Diaz bergerak dan melangkah. Aleena memperhatikan tiap gerakan Diaz.
"Yaz , kamu yakin mau pergi ?" Tanya Aleena ragu.
"Iya , kenapa?" Jawab Diaz.
"Tapi gak sampai malam yah, Kamu masih harus Bedrest kan" Ucap Aleena.
"Setelah melihat kamu datang, Aku jauh lebih baik dari kemarin" Diaz tersenyum. Aleena membalas senyuman Diaz.
Mereka melangkah ke luar kamar, Aleena benar-benar memperhatikan langkah Diaz yang begitu tertatih.
Mereka melewati ruang makan, terlihat Bik Nina menatap Diaz dan Aleena. Bik Nina sedikit terkejut melihat Aleena dan Diaz.
"Mas Diaz mau kemana?" Tanya Bik Nina.
"Tapi Mas Diaz harus istirahat, Ndak boleh kemana-kemana kata Dokter" Ucap Bik Nina kawatir.
"Aku udah baikan Bik" Ucap Diaz sambil mengedipkan mata. Bik Nina hanya diam, Aleena melihat raut wajah Bik Nina yang begitu kawatir dengan Diaz.
Sepertinya ada yang Diaz tutupi, tentang kondisi badannya. Aleena harus mencari tau dari Bik Nina, Aleena tidak mungkin mendesak Diaz untuk berkata jujur.
Mereka memasuki mobil, Diaz mulai melajukan mobilnya dengan pelan. Berbeda tidak seperti biasanya. Aleena semakin yakin bahwa Diaz benar-benar sakit serius.
"Diaz, kita ngafe ada yuk" Ajak Aleena.
"Boleh juga, tapi Aku mau suasana yang tenang. Gak terlalu rame" Ucap Diaz.
"Kemang yuk " Ajak Aleena.
Diaz mengangguk dan tersenyum.
@ Kemang
Diaz memilih Private room , Diaz hanya ingin suasana yang tenang dan tidak terlalu ramai.
Wajah Diaz begitu pucat, Aleena kawatir. Setelah selesai makan Aleena putuskan untuk segera kembali ke rumah Diaz.
"Setelah ini kita pulang yah" Ucap Aleena.
"Secepat itu?" Diaz kaget.
"Aku lupa belum buat tugas kuliah besok hehe" Ucap Aleena berbohong.
"Itu bukan alasan kamu aja kan, Please kamu jangan terlalu kawatir sama Aku. Saat ini Aku jauh lebih baik karena ada kamu di sini" Ucap Diaz.
__ADS_1
"Nope, beneran Aku lupa belum buat tugas" Aleena meyakinkan Diaz.
"Oke, paling gak hari ini Aku senang. Kamu datang ke rumah. Aku jadi baikan" Diaz jujur lalu tersenyum.
Usai makan mereka kembali ke rumah, Diaz ingin mengantarkan Aleena pulang. Namun Aleena menolak.
"Aku antar kamu pulang" Ucap Diaz.
"Gak usah, Aku mau ke antar kamu sampai depan kamar kamu. Buat pastiin kamu istirahat lagi. Please" Aleena memohon.
"Tapi kamu harus kerjakan tugas kamu, buat besok" Ucap Diaz.
"Setelah dari rumah kamu, Aku langsung pulang " Jawab Aleena.
"Oke" Ucap Diaz tidak mampu menolak ke inginan Aleena.
Tiba di rumah Diaz, Aleena dan Diaz melangkah menuju kamar Diaz.
"Udah minum obat?" Tanya Aleena.
"Nanti aja, kalo mau tidur " Jawab Diaz.
"Kenapa harus nanti? Kalo sekarang harusnya udah minum obat " Ucap Aleena.
Diaz hanya tersenyum mendengar ocehan Aleena.
"Mana obat nya? Biar Aku bantu" Ucap Aleena.
"Aku bisa sendiri Al" Tolak Diaz.
"Aku mau kamu minum obat, setelah itu Aku pulang dan kamu istirahat" Ucap Aleena.
Diaz menarik nafas, dan menatap wajah Aleena dengan wajah serius.
"Baiklah, Aku tuh gak bisa nolak ke kemauan kamu" Ucap Diaz.
"Kali ini ke inginan Aku, untuk kebaikan kamu" Aleena membela diri.
"Kalo dipikir-pikir kamu udah kaya Mama, yang selalu bawel ingatkan Aku minum obat kalo Aku lagi sakit hehe" Ucap Diaz.
"Saat ini Aku jadi Mama kamu, biar kamu cepat minum obat dan istirahat " Jawab Aleena.
Diaz meraih kotak obat dan memberikan pada Aleena, Aleena meraih obat milik Diaz.
Aleena menatap kotak obat nya, terlihat ada lima macam obat yang harus Diaz minum setiap hari nya. Aleena bingung obat apa ? Dan Diaz sakit apa?.
"Aku ambilkan Air hangat dulu" Ucap Aleena, Aleena melangkah menuju dapur untuk mengambil air hangat sambil membawa obat milik Diaz.
Sebenarnya sengaja Aleena berinisiatif mengambil air hangat, karena Aleena akan memfoto semua obat milik Diaz. Aleena akan mencari tau tentang penyakit Diaz yang sebenarnya.
Aleena meraih obatnya satu persatu dan mulai mengambil foto obatnya. Lalu Aleena Kembali masuk ke dalam kamar Diaz. Untuk membantu Diaz meminum obat nya.
"Oke , sekarang kamu istirahat. Aku mau pulang" Ucap Aleena.
"Thanks for today" Ucap Diaz tulus.
"Kamu istirahat yah, Aku mau kamu sehat seperti biasanya" Ucap Aleena.
Diaz mengangguk dan tersenyum.
Aleena segera melangkah keluar, Taxi yang Aleena pesan sudah menunggu.
__ADS_1