CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Waiting ,,, ! *


__ADS_3

Aleena terbangun dari tidurnya, Aleena meraih ponselnya untuk melihat pukul berapa sekarang. Aleena menatap Diaz yang sudah terlelap. Aleena turun dari atas tempat tidur lalu melangkah ke balkon kamar.


Aleena membuka Slidding Door, Entah kenapa malam pertama di Amsterdam terasa asing. Aleena menatap langit malam, langitnya masih sama. Namun berada di tempat yang berbeda jauh dari rumah.


Bintang pun begitu banyak berada di atas langit. Namun Aleena's Star tidak berada di sini. Karena Aleena's Star hanya ada di Taman langit.


Aleena teringat Lian, seharusnya Aleena tengah menikmati kebersamaan bersama Lian. Lewati hari bersama Lian, namun semua itu hanya sebuah rencana.


Tuhan berkehendak lain, apa mungkin Lian tidak di takdirkan bersama Aleena?. Apakah Aleena harus menyerah dengan cintanya yang selama ini tersimpan dengan sangat rapih di dalam hatinya.


Aleena melangkah masuk ke dalam kamar, untuk mengambil ponselnya. Alena meraih ponselnya di atas tempat tidurnya. Lalu kembali melangkah ke Balkon.


Aleena ingin menghubungi Lian melalui pesan WhatsApp, Aleena men-Scroll layar ponselnya untuk mencari kontak WhatsApp milik Lian.


Terlihat di ruang Chat Lian sedang Online, dan Lian sedang mengetik pesan. Apakah Lian ingin mengirim pesan untuk dirinya.


Aleena mencoba keluar dari aplikasi WhatsApp, jantung Aleena berdebar. Tak lama terdengar bunyi Notifikasi nada dering khusus.


Aleena memang memberikan nada dering khusus untuk Lian, Ternyata benar Lian mengirim sebuah pesan untuk Aleena.


Aleena membuka pesan dan membacanya.


"Heeiii Peri hati ku ,,, dimanapun kamu berada saat ini. Aku harap kamu baik-baik aja, Setelah urusan Raya selesai, Aku akan menemui kamu secepatnya" Isi pesan dari Lian.


Aleena membacanya, entahlah apakah Aleena akan membalas pesan dari Lian. Aleena meletakkan ponselnya di atas meja.


Semua perasaan Aleena menjadi satu, marah, sedih , kecewa dan ingin sekali memeluk Lian.


Selama ini Aleena mencoba menahan perasaannya. Dan Aleena selalu berdoa dan berharap suatu hari nanti Lian akan menyatakan perasaan terhadap dirinya.


"Al ,,, " Tiba-tiba terdengar suara Diaz.


Diaz mendekati Aleena dan duduk di sebelahnya.


"Are you ok?" Tanya Diaz.


Aleena menatap wajah Diaz, lalu mengangguk. Aleena mencoba terlihat baik-baik saja di depan Diaz.


"Ingat Lian?" Tanya Diaz.


"Nope, Tiba-tiba Aku kebangun. Entah kenapa mau liat langit malam" Ucap Aleena berbohong.


Diaz tau Aleena berusaha menutupi rasa sedihnya.


"Ternyata langit Amsterdam dan Langit Jakarta beda yahh hehe" Ucap Aleena.


"Aku pikir di sini Aku bisa bertemu Aleena's Star, ternyata gak ada" Ucap Aleena lalu tertunduk.

__ADS_1


Ternyata Aleena tidak bisa menahan rasa sedihnya, Air mata Aleena kembali terjatuh.


"Aku tau kamu sakit, Aku tau kecewa dan sangat sedih. Untuk apa menahan tangis kamu. Menangislah Aleena!" Ucap Diaz sambil memeluk Aleena.


"Aku nyerah, mungkin cukup sampai disini Aku berjuang untuk rasa yang Aku miliki untuk Lian. Lian memang di takdirkan bukan untuk Aku, tapi untuk Raya" Ucap Aleena sambil terisak.


"Heeii,,, kenapa nyerah. Selama ini kamu udah berjuang untuk Lian" Ucap Diaz.


"Kamu yang merubah Lian yang sekarang" Ucap Diaz lagi.


"Cinta dalam hidup Lian hanya Raya, Aku gak bisa merubah itu" Ucap Aleena.


"Aku harap kamu gak rapuh, Aleena yang Aku kenal gak seperti ini" Ucap Diaz.


"Diaz, Aku juga manusia biasa yang bisa nangis dan rapuh " Ucap Aleena.


"I know ,,," Ucap Diaz.


"Aku lebih suka Aleena yah beberapa bulan lalu Aku kenal. Aleena yang selalu ingin Lian bahagia" Ucap Diaz lagi.


"Deggg ,,," Jantung Aleena bergetar.


Diaz benar, bukankah dari awal Aleena tau tentang hubungan Lian dan Raya. Aleena hanya ingin Lian bahagia.


"Kamu benar, seharusnya Aku gak serapuh ini. Padahal Aku sendiri yang pernah bilang, Aku ingin Lian bahagia" Ucap Aleena.


***


@Keukenhof Garden.


Sengaja Diaz membawa Aleena ke tempat ini, Aleena pasti menyukai tempat seperti ini. Taman bunga yang terkenal di Belanja, Sepanjang taman ini di tanami Bunga Tulip berwarna warni.


Mungkin dengan melihat banyaknya bunga Tulip disini bisa merubah suasana hati Aleena.


Aleena tersenyum melihat di sekelilingnya begitu banyak Bunga Tulip yang tumbuh dan bermekaran.


"Waawww ,,, it's a beautiful!" Seru Aleena tersenyum.


"Kamu suka?" Tanya Diaz.


"Yup, thank you so much" Ucap Aleena.


"Kenapa Aku bawa kamu ke Amsterdam, Alasannya ini. Di sini juga banyak tempat-tempat indah seperti yang ada di dalam pikiran kamu dan Lian " Ucap Diaz.


Aleena tersenyum, Diaz benar di setiap tempat pasti ada tempat seperti ini. Aleena melangkah mendekati kumpulan Bunga-bunga Tulip yang berwarna warni.


Melihat ekspresi wajah Aleena yang begitu gembira membuat Diaz merasa tenang. Diaz tau sejak pertama kali datang Aleena hanya menutupi rasa sedihnya dengan berpura-pura kalau Aleena baik-baik saja.

__ADS_1


Diaz duduk di sebuah bangku dari batang Pohon, yang tidak jauh dari Aleena. Diaz meraih ponselnya lalu mengambil foto Aleena yang tengah mencium bunga Tulip.


Diaz berniat akan mengirim foto Aleena kepada Lian. Diaz tidak ingin Lian kawatir dengan suasana hati Aleena.


Karena Diaz tau, Lian merasa bersalah kepada Aleena. Lian sendiri tidak bisa menolak kedatangan Raya yang tiba-tiba.


Karena Lian masih memiliki rasa pada Raya, Lian ingin melindungi Raya. Diaz mencoba mengirimkan Foto Aleena pada Lian. Diaz harap buka Raya yang membuka isi WhatsApp Diaz.


"Heeiii ,,, Kamu kenapa?" Tanya Aleena mendekati Diaz.


"Gapapa, Aku suka liat ekspresi kamu melihat Tulip itu" Ucap Diaz.


"Kamu bosan yah, berada di tempat seperti ini?" Tanya Aleena.


"Nope, Berada di dekat kamu. Gak pernah ada kata bosan. Malah excited banget " Ucap Diaz Jujur.


Aleena tersenyum menatap wajah Diaz.


Aleena bersyukur dan beruntung, di kelilingi orang baik dan tulus seperti Lian dan Diaz.


Namun Cinta tidak berpihak pada Aleena, setiap akan melewati moment baik bersama Lian selalu saja ada hal yang membuat mereka seperti ini.


"Setelah ini kita mau kemana?" Tanya Diaz.


"Hmmm ,,, Aku kangen rumah" Ucap Aleena jujur.


"Bukan rumah, tapi Lian. Aku tau raga kamu berada di sini. Tapi hati dan pikiran kamu di Jakarta" Ucap Diaz.


"Aku capek Yaz, harus pura-pura kuat. Aku juga bisa nangis, Aku juga bisa kecewa dan Aku juga bisa marah" Ucap Aleena. kali ini Aleena tidak bisa lagi menahan apa yang ada di dalam hatinya.


"Benar kata Tara, Kisah Aku sama Lian itu rumit. Karena hubungan Lian dan Raya gak akan pernah berakhir. Mereka sama-sama tenggelam dalam masa lalu mereka. Meski Raya sudah menikah dengan Justin namun hati Raya dan Lian masih sangat terikat oleh cinta mereka masing-masing" Ucap Aleena lagi.


"Aku sudah putuskan, Aku merelakan Lian bersama Raya. Karena dalam diri mereka ada ikatan batin. Karena mereka sudah terlalu jauh dalam berhubungan" Aleena masih terus bicara.


Diaz hanya mendengarkan apa yang Aleena ucapkan, menurut Diaz itu luapan emosi Aleena selama ini.


"Seperti janji Aku, Aku ingin Lian bahagia. Kebahagiaan Lian itu Raya bukan Aku" Ucap Aleena sambil tertunduk dan menangis.


"Besok kita kembali ke Jakarta" Ucap Diaz lalu memeluk Aleena yang masih menangis.


"Maafin Aku Diaz ,,," Ucap Aleena sambil terisak.


"it's ok" Jawab Diaz.


"Aku mau kamu bahagia dan tenang" Ucap Diaz lagi.


Aleena ingin Lian bahagia, dan Diaz pun ingin Aleena bahagia. Diaz rela menjadi bayang-bayang Lian untuk Aleena.

__ADS_1


Diaz dan Aleena sama-sama menunggu, Menunggu keajaiban untuk cinta yang mereka miliki.


__ADS_2