CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Hide for a while *


__ADS_3

Aleena melangkah mondar-mandir di dalam kamar, Aleena belum bisa mengambil keputusan untuk ke inginan Tante Martha. Mungkin Aleena akan pergi beberapa hari, untuk menenangkan diri.


Aleena meraih Travel bag, lalu memasukan beberapa pakaian dan barang yang Aleena butuhkan. Selesai packing Aleena meraih ponselnya lalu memesan tiket pesawat secara online.


Aleena mendapatkan jadwal penerbangan pukul Lima sore ini. Aleena melangkah ke luar kamar. Untuk menemui Sang Mama dan meminta ijin, untuk pergi seorang diri. Tanpa Lian dan Diaz, semoga saja Mama dan Papa mengerti dengan keputusan Aleena saat ini.


"Ma ,,," Seru Aleena lalu mendekati Sang Mama dan memeluknya dari belakang.


"Kenapa sayang?" Ucap Sang Mama terkejut.


"Aku mau bicara sebentar, bisa?" Tanya Aleena.


"Ok, kita duduk di taman belakang" Ucap Sang Mama.


Sang Mama menatap wajah anak gadisnya, anak semata wayang yang sangat di cintainya. Aleena terlihat bingung dari raut wajahnya.


"Bicaralah , ada apa sayang?" Ucap Sang Mama mengelus lembut rambut panjang Aleena.


"Ma, sore ini Aku mau pergi untuk beberapa hari. Aku mau menenangkan pikiran Aku Ma" Ucap Aleena.


"Kemana dan sama siapa?" Tanya Sang Mama yang terkejut mendengar ucapan Aleena.


"Aku mau ke Jogja sendirian, boleh?" Tanya Aleena.


"Jogja? Tempat siapa?" Tanya Sang Mama lembut.


"Mama ingat Hany? Sahabat Aku masa SMA dulu. Aku mau ke rumah Hany" Ucap Aleena.


"Hany, oh Ya Mama ingat. Sebelumnya kamu belum pernah datang ke Jogja sayang" Ucap Sang Mama.


"Hany akan jemput Aku di Airport" Ucap Aleena.


"Oke, Mama akan kasih ijin kamu. Tapi kamu harus cerita tujuan kamu kesana dan untuk apa?" Ucap Sang Mama.

__ADS_1


"Mama mau kamu jujur sayang" Ucap Sang Mama lagi.


"Mama tau, saat ini Diaz lagi berjuang melawan penyakitnya. Sebelum Aku pergi bersama Elio, Tante Martha bicara empat mata sama Aku. Tante Martha ingin Aku bertunangan dengan Diaz, Mungkin dengan Aku bertunangan Masih ada harapan untuk Diaz bertahan hidup" Aleena mulai bercerita.


"Sakit apa Nak?" Sang Mama terkejut.


"Leukemia, kanker darah. Papa dan Mamanya berusaha mencari Dokter terbaik dan Donor Tulang sumsum untuk Diaz" Jelas Aleena.


"Pantas saja sudah lama Diaz tidak main ke sini, lalu bagaimana kondisi Diaz saat ini?" Tanya Sang Mama.


"Diaz masih harus sering Kemoterapi, sambil menunggu Tulang sumsum yang cocok untuk Diaz. Dengan Kemoterapi paling tidak Diaz masih bisa bertahan hidup" Ucap Aleena.


"Dan tujuan kamu pergi ke Jogja?" Tanya Sang Mama.


"Mama, ini pilihan sulit dan posisi Aku sangat tidak nyaman Ma" Ucap Aleena.


"Sejujurnya Aku mau Diaz sembuh, Aku takut kehilangan Diaz. Tapi Aku gak bisa kasih keputusan untuk keinginan Tante Martha, Mama tau Lian dan Diaz adik kakak. Dan Mama juga tau gimana perasaan Aku terhadap Lian. Sampai saat ini belum berubah Ma" Ucap Aleena menahan tangisannya.


"Aku butuh waktu untuk menjawab keinginan Tante Martha. Mungkin dengan berada jauh dari Lian dan Diaz" Ucap Aleena lagi.


"Menurut Mama, keputusan Aku bener apa gak. Aku menghilang beberapa waktu hanya untuk mendapatkan jawaban. Memang Tante Martha tidak memaksa Aku, tapi kelemahan Aku Diaz. Aku sayang sama Diaz, Aku takut Diaz tidak bisa melawan penyakitnya" Ucap Aleena. Tanpa Aleena sadari air mata Aleena terjatuh.


"Sayang ,,, " Seru Sang Mama lalu memeluk Aleena.


"Seharusnya kamu tidak pergi Nak, jika kamu kawatir dan sayang sama Diaz" Ucap Sang Mama sambil membelai rambut Aleena.


"Ma , rasa sayang Aku untuk Diaz jauh lebih dari perasaan cinta. Bagi Aku Diaz itu sahabat yang menyenangkan, Pelindung Aku dan Diaz selalu ada di saat hari Aku hancur melihat Lian dan Raya. Dan Diaz penguat Aku di saat Lian selalu memberikan keputusan bersama Raya" Ucap Aleena sambil terisak.


"Buat Aku hubungan Aku dan Diaz jauh lebih nyaman seperti ini. Diaz tidak pernah memaksa Aku untuk menerima pesanannya, karena Diaz tau siapa yang Aku cintai Ma" Ucap Aleena lagi.


"Ssstttt ,,, Yasudah. Jangan menangis lagi. Jika kamu tetap ingin pergi dan menenangkan hati dan pikiran kamu. Mama gak akan mencegah, pergilah Nak. Selama itu bisa membuat kamu tenang dan jauh lebih baik" Ucap Sang Mama.


"Ma, mungkin selama Aku pergi Aku gak akan bawa Hp Aku. Kalau ada apa-apa Mama bisa hubungi Hany, Kontak telepon Hany ada di ponsel Aku. Aku titip ponsel Aku sama Mama" Ucap Aleena. Sambil menyerahkan ponsel milik nya ke pada Sang Mama.

__ADS_1


"Aleena, Kamu pakai ponsel Mama yang satu nya. Agar lebih mudah menghubungi kamu, dan kamu juga harus menghubungi Hany untuk menjemput kamu di Airport" Ucap Sang Mama.


Aleena diam sejenak, ucapan Sang Mama memang benar. Aleena butuh ponsel, Aleena memang tidak mau membawa ponsel miliknya. Aleena tidak mau siapapun menghubungi nya kecuali kedua orang tuanya.


"Baiklah Ma, Aku pakai ponsel Mama selama Aku di Jogja" Ucap Aleena.


"Tenangkan pikiran dan hati kamu sayang, semoga setelah kembali dari Jogja kamu jauh lebih baik dan tenang " Ucap Sang Mama.


"Thank you so much Mama" Aleena memeluk erat tubuh Sang Mama.


"Apapun keputusan kamu, Mama akan support sayang " Ucap Sang Mama.


Aleena mengangguk dan tersenyum.


"Aleena siap-siap dulu Ma, Masih ada waktu dua jam lagi" Ucap Aleena.


"Oke" Jawab Sang Mama.


Aleena melangkah meninggalkan Sang Mama, Sang Mama menatap langkah Aleena.


Sang Mama berfikir, Lian, Diaz dan Aleena mereka memang didalam hati mereka sudah terikat rasa tulus. Satu sama lain saling menjaga dan menyayangi.


Wajar saja Aleena saat ini dalam posisi yang sangat sulit. Aleena tidak mau Lian atau Diaz terluka karena keputusannya. Aleena menahan perasaannya bahkan mengorbankan cinta untuk Lian.


Hanya karena, Aleena mau hubungan Lian dan Diaz sebagai kakak beradik baik-baik saja.


Mungkin kalau Sang Mama ada di posisi Aleena , akan merasakan hal yang sama. Jika Aleena menerima permintaan orang tua Diaz, bagaimana dengan Lian dan juga rasa cinta Aleena terhadap Lian.


Dan bila Aleena lebih memilih ego nya, yaitu Lian. Aleena takut kondisi Diaz drop, dan mungkin Aleena akan kehilangan sosok Diaz.


Wajar saja Aleena saat ini lebih memilih, menenangkan pikirannya. Agar dapat berpikir dengan tenang, dan mendapatkan jawaban.


"Mama yakin kamu bisa menentukan apa yang terbaik untuk kamu Nak" Ucap Sang Mama.

__ADS_1


Sang Mama berharap Aleena bahagia dengan siapapun pilihan hatinya. Mungkin ini proses kedewasaan untuk Aleena. Agar bisa mengambil keputusan yang bijak dan tepat.



__ADS_2