
"Sori , Lo Elio?" Seru Diaz menghampiri Elio yang tengah duduk di depan Club Basket.
"Iya , kenapa?" Jawab Elio sambil menatap wajah Diaz. Elio tidak asing lagi dengan wajah Diaz.
"Lo pasti Diaz" Ucap Elio lagi.
"Iya, Bisa kita ngobrol sebentar?" Tanya Diaz.
"Oke, kita ke kantin atau di sini?" Ucap Elio.
"Kaya nya di sini aja" Jawab Diaz.
"Ada apa cari Gue?" Tanya Elio tenang.
"Sori sebelumnya, Gue tau saat ini Lo lagi deket sama Aleena" Ucap Diaz.
"Iya hanya sebatas teman" Jelas Elio.
"Tapi feeling Gue, LO suka sama Aleena. Bener gak?" Tanya Diaz.
"Bohong aja Gue gak suka sama Aleena, tapi Gue tau di hati Dia cuma ada satu cowok" Jawab Elio tenang.
"Gue juga sama kaya Lo, sejak pertama Gue liat Aleena Gue langsung jatuh cinta. Tapi Gue sadar yang Aleena cinta bukan Gue. Tapi kakak Gue. Mungkin Aleena udah cerita sama Lo" Ucap Diaz.
"Aleena cuma bilang , kisah cinta Dia sama Lian gak akan pernah di mulai dan gak akan pernah ada" Ucap Elio.
"Tapi Dia beruntung punya Lo sama Lian yang selalu care dan menjaga Dia" Ucap Elio lagi.
"Gue ke sini sengaja, mau minta Lo secara langsung untuk jaga Aleena. Karena Gue akan pergi , untuk waktu yang gak pasti" Jelas Elio.
"Kemarin Aleena bilang itu sama Gue, Dia bilang bakal kehilangan sosok Lo" Ucap Elio.
"Gue percaya sama Lo, buat jaga Aleena" Ucap Diaz.
"Kalo Gue boleh tau, kenapa Lo harus pergi. Bukannya Lo juga cinta sama Aleena? Kenapa Lo gak fight?" Ucap Elio.
Diaz menarik nafasnya.
"Justru karena Gue cinta sama Aleena maka nya Gue harus pergi. Hubungan Gue sama Aleena juga sama kaya hubungan Dia sama Lian. Gak akan pernah di mulai. Gue tau Lian lebih memilih kembali sama Raya karena Lian tau perasaan Gue ke Aleena. Mungkin Lian kasih Gue ruang biar hubungan Gue sama Aleena. Tapi Cinta gak bisa di paksa, dan Gue juga gak bisa jalani hubungan sama Aleena karena Lian sodara Gue, Kakak kandung Gue" Jelas Diaz.
"Tapi Lian, kasih kesempatan buat Lo sama Aleena. Harusnya Lo manfaatin itu" Ucap Elio.
"Faktanya di hati Aleena hanya ada Lian, Aleena rela menahan perasaannya. Karena Aleena pikir kebahagiaan Lian itu Raya, padahal Gue tau Lian mulai mencintai Aleena. Hanya karena Gue Lian mengalah" Jelas Diaz
"Completed banget" Ucap Elio sambil garuk kepala.
"Tolong jaga Aleena" Ucap Diaz.
"Lian tau Lo mau pergi?" Tanya Elio.
"Gue gak bilang sama Lian" Ucap Diaz.
"Diaz ,,, Elio ,,," Seru Aleena yang tiba-tiba datang dengan wajah kaget melihat Diaz dan Elio.
"Kaget yah?" Ucap Diaz tersenyum.
"Surprise aja, kalian bisa ngobrol bareng. Hayo lagi ngomongin Aku yah ?" Tebak Aleena sambil duduk di antara Diaz dan Elio.
"Uhhhh GR ,,," Ucap Diaz sambil mencubit hidung milik Aleena.
__ADS_1
"Diaazzz ,,,," Keluh Aleena.
"Kalian udah saling kenal sebelum nya?" Tanya Aleena penasaran.
"Gak, gak sengaja aja. Ketemu langsung aja kita ngobrol hehe" Ucap Elio.
"Ohhhh ,,, " Aleena mengangguk.
"Al, hari ini sampai jam berapa kuliah?" Tanya Diaz.
"Ada satu mata kuliah aja sih" Jawab Aleena.
"Oke, Aku tunggu di tempat Legend hehe" Ucap Diaz.
"He'eh " Jawab Aleena.
"Yaudah kalian masuk kelas" Ucap Diaz.
"Oke, Ayo El" Ucap Aleena
Elio melangkah bersama Aleena menuju kelas.
"El, sebenarnya kalian lagi omongin apa sih?" Tanya Aleena yang masih penasaran.
"Cuma bahas hobi kita aja para cowok" Jawab Elio berbohong.
"Serius? Gak ada hal lain?" Aleena masih penasaran.
" Yes, emang kenapa?" Tanya Elio.
"Gapapa sih, Seneng aja kalian bisa nyambung" Ucap Aleena.
...***...
Jam kuliah sudah usai, Aleena segera menemui Diaz yang sudah menunggu di Danau belakang kampus.
"Mau kemana Aleena sayang?" Tanya Tara.
"Diaz udah tunggu Gue di Danau" Jawab Aleena.
"What? sejak kapan Diaz demen nongki di sana? " Tara terkejut mendengar ucapan Aleena.
"Heeiii , Danau tempat umum. Siapa aja bebas datang ke sana" Jawab Aleena.
"Agak aneh aja, Kenapa Diaz jadi kaya Lian?" Ucap Tara.
"Mau Gue jelasin sekarang apa nanti? Jujur nih kalo sekarang pasti lama. Kasian Diaz udah tunggu Gue " Ucap Aleena.
"Kalo pun Gue minta jelasin sekarang, Lo gak akan mau" Ucap Tara.
"Thanks Tara ku " Seru Aleena.
"Eehhh Al, tunggu" Seru Tara.
"Apa lagi?" Ucap Aleena
"Hubungan Lo sama si Anak motor?" Tanya Tara sambil memandang Elio yang tengah memasuki buku ke dalam Backpack nya.
"Maksudnya?" Aleena bingung.
__ADS_1
"Bukan lagi rahasia Al, Lo sama si anak Motor jadi Trending topik. Kalo di kasih Judul mungkin Al dan El hehe" Ucap Tara.
"Udah biasa Tara, dulu Gue Deket sama Lian juga gitu. Trus sama Diaz juga kan sama. Meski Diaz gak kuliah di sini l, tapi Diaz ikut trending juga kan" Ucap Aleena.
"Susah jadi orang cantik, selalu aja jadi Trending haha" Tara tertawa.
"Bisa aja Lo, yaudah Gue jalan dulu yah" Ucap Aleena.
Tara mengangguk.
Aleena melangkah meninggalkan Tara yang masih berada di ruang kelas. Aleena mempercepat langkahnya agar segera sampai di Danau belakang kampus.
Aleena tidak enak, karena Diaz sudah lama menunggu di sana. Aleena tersenyum melihat Diaz yang masih menunggu.
Aleena mendekati Diaz, lalu menepuk pelan pundak milik Diaz.
"Maaf kamu harus menunggu lama" Ucap Aleena lalu duduk di sebelah Diaz.
"It's ok" Diaz tersenyum.
"Kita mau kemana? Atau kita bicara di sini aja" Tanya Aleena.
Diaz menatap wajah Aleena, sepertinya Aleena sangat lelah. Makanya Aleena memberi pilihan untuk berbicara di tempat ini.
"Oke, kita di sini aja" Diaz setuju.
"Thanks Ya, kamu paling tau dan mengerti Aku. Aku lelah hari ini" Ucap Aleena seperti mengeluh.
"Lusa Aku akan berangkat " Ucap Diaz tenang sambil menatap wajah Aleena.
"Are you sure?" Aleena terkejut.
"He'eh" Jawab Diaz mantab.
"Secepat itu" Ucap Aleena lemas.
"Aku harus segera mengurus surat-surat untuk kuliah di tempat baru" Jawab Diaz.
"Where do you go?" Tanya Aleena.
"Somewhere, Maaf Aku belum bisa kasih tau kamu di mana itu. Aku sendiri masih harus mencari tempat yang pas dengan Aku" Jawab Diaz.
"Kamu sengaja menghilang , Atau menghindar dari Aku?" Ucap Aleena.
"Aku bukan orang seperti itu, Aku bukan orang yang gampang menyerah atau larut dari kenyataan" Ucap Diaz.
"I know, tapi kenapa di saat Lian pergi. Kamu juga harus pergi" Ucap Aleena dengan nada suara sedikit terisak.
"Heeiii , Aku pasti akan kembali" Ucap Diaz menenangkan Aleena.
"Lian juga janji seperti itu " Ucap Aleena tertunduk.
"Yang pasti Aku pergi bukan menghindar, kamu harus percaya sama Aku Al" Diaz meyakinkan.
"Baiklah, Aku gak akan memaksa. Itu semua hak kamu, Aku cuma berharap di saat kamu jauh dari Aku. Jangan pernah lupakan Aku" Ucap Aleena.
"Never ever Aleena, Kamu wanita pertama yang ada di hati Aku. Kamu yang terindah" Ucap Diaz.
Aleena menyandarkan kepalanya di bahu Diaz, entah kenapa Aleena merasa momen seperti ini tidak akan pernah terulang lagi bersama Diaz.
__ADS_1
"Diaz ,,, Aku takut kamu gak akan pernah lagi" Ucap Aleena dalam hati.