
"Kriiinngggg,,, kriiinngggg,,, "
Ponsel Aleena berdering.
Aleena meraih ponsel yang berada di atas meja riasnya. Terlihat di layar ponsel nya.
' Love of my life ❤️ '
Aleena memang memberikan nama Lian di kontak ponselnya dengan nama itu.
Aleena menjawab panggilan Lian.
"Heeiii, nanti malam Aku jemput yahh!" Seru Lian.
"Kemana?" Tanya Aleena penasaran
"Acara syukuran keluarga ku, Minggu depan Aku mulai bekerja di perusahaan Papa" jelas Lian.
"Oohh yaaa, seneng denger nya" seru Aleena.
"See you, Aleena Myesha Tanu" ucap Lian sambil menutup panggilan nya.
"Huuhhh, selalu aja gitu. Matiin telpon sebelum selesai" keluh Aleena.
Aleena sangat senang mendengar Lian sudah mulai bekerja di perusahaan Papanya.
Lian mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya nanti.
"Ma,,, " Seru Aleena pada sang Mama sambil memeluk nya.
"Kenapa sayang" jawab sang Mama.
"Mau cerita" ucap Aleena manja.
"Pasti Lian ,,,, " tebak sang Mama. Aleena hanya tersenyum.
"Minggu depan Lian mulai bekerja di perusahaan Papanya." Cerita Aleena.
"Bagus dong, tinggal cari calon istri" goda sang Mama sambil mencolek hidung Aleena.
"Ihhh, Mama Aku serius" ucap Aleena.
"Mama juga serius sayang" seru sang Mama.
"Tapi, Lian berharap Papanya segera buka jalur di London Ma. Lian ingin mencari Raya" jelas Aleena.
"Kamu takut kehilangan Lian?" Tanya Sang Mama. Aleena mengangguk pelan
"Sayang, jodoh tak akan lari. Yakin sayang" Ucap Sang Mama menenangkan Aleena.
"Malam ini Lian undang Aku di acara syukuran keluarga nya, Aku bingung Ma" ucap Aleena.
"Kenapa?" Tanya sang Mama penasaran.
"Gak tau deh, perasan Aku gak enak aja Ma" ucap Aleena ragu.
"Datanglah sayang, itu suatu kehormatan buat Lian. Berarti kamu sudah menjadi bagian dari Lian. Jangan kecewakan Lian" Kata sang Mama bijak sambil mengusap rambut Aleena.
Aleena masih berdiri di depan cermin kamar nya, sebentar lagi Lian akan menjemputnya, malam ini acara syukuran keluarga Lian.
Aleena bingung harus mengenakan Dress macam apa. Aleena membuka lemari bajunya, memilih satu persatu koleksi Dress yang Ia miliki.
Aleena meraih Strapless Dress berwarna biru bahan Organza, dengan motif garis acak dari bagian dada hingga Paha.
Motif garis nya di penuhi oleh manik-manik dan Payet, sehingga memiliki kesan Glamor.
"Ini cocok kayanya" pikir Aleena, sepertinya Ia akan mengenakan Dress ini malam ini.
__ADS_1
Aleena bergegas memakai Dressnya lalu memulai merias wajahnya dan juga rambutnya.
Aleena memutar-mutar tubuh nya di depan cermin sambil merapihkan Dress yang sudah Ia pakai.
Aleena meraih Anting jepit Mutiara. Agar tidak terlalu polos. Aleena mencari koleksi heels yang ada di Rak sepatu.
Aleena meraih Heels berwarna putih ada beberapa mutiara di bagian tali pengikatnya.
Aleena menghela nafas dengan lega, semua sudah cukup untuk acara malam Aku ini.
Aleena lirik ke arah jam dinding, Lian belum juga datang menjemput nya.
"Tookk ,,, Tookk ,,,"
suara ketukan pintu, Sang Mama membuka pintunya.
"Aleena, kamu cantik Nak" seru Mama memeluk anaknya.
"Cocok gak Ma?" Tanya Aleena.
"Cocok banget, udah pasti Lian makin jatuh cinta sama kamu" Goda Mama Jahil. Aleena tersipu malu.
"Ayo, turun. Pangeran udah datang" Goda Mama lagi.
Aleena mengangguk lalu melangkah mengikuti sang Mama keluar kamar untuk menemui Lian.
Lian terpesona melihat Aleena, Cukup lama Lian memandangi Aleena.
"Kamu cantik Aleena" bisik Lian dalam hati. Aleena menatap Lian, kali ini Lian terlihat sangat Tampan dengan Jas Putih yang dipakainya. Lian tidak bisa lepas dari warna kesukaan nya.
"Sudah sana berangkat, nanti kalian kena macet" seru sang Mama, bingung karena Lian dan Aleena saling berpandangan.
"Baik Tante, Lian mau culik Aleena lagi yahh!" ucap Lian pamit pada Mama Aleena.
"Ma, Aleena pergi dulu yahh" sambung Aleena.
Lian memegang jemari Aleena menuju AUDY Q7 milik nya.
***
@Hotel Mulia, Jakarta.
Acar keluarga Lian di adakan di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Lian melajukan AUDY Q7 menuju Hotel Mulia.
Para Tamu undangan sudah mulai berdatangan, Rekan Bisnis Orang Tua Lian sudah terlihat di sana. Lian menggandeng Tangan Aleena lalu menghampiri Kedua Orang Tua nya.
"Kamu pasti Aleena ,,, " Ucap Sang Mama tersenyum.
Aleena tersenyum malu. Sambil memperkenalkan diri kepada Orang Tua Lian. Aleena mengulurkan tangannya ke arah Mama dan Papa Lian.
"Malam Om, Tante, Aku Aleena" Sapa Aleena sambil tersenyum. Tante Martha Mamanya Lian tersenyum lalu memeluk Aleena.
Aleena kaget dengan sikap Tante Martha yang welcome kepada nya.
"Lian, kamu tidak pernah cerita punya pacar secantik ini" Ucap Tante Martha. Sambil melepaskan pelukannya.
Om Bram tersenyum kepada Aleena, Aleena membalas senyuman nya.
"Aleena silahkan menikmati hidangan yahh. Om dan Tante harus menemui Tamu yang lain" ucap Om Bram. sambil mengusap pundak Aleena.
Lian mengarahkan Aleena menuju Mini Bar untuk duduk dan minum di sana. Semua mata tertuju pada Lian dan Aleena. Aleena meraih lengan Lian untuk menutupi rasa grogi nya.
Acara sudah di mulai, Host sudah menyapa para Tamu undangan. Dan mempersilahkan Om Bram dan Lian memberi sambutan kepada para Tamu undangan.
"Terimakasih Rekan Bisnis, keluarga dan semua yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Malam ini dengan Bangga kami sebagai orang tua dari anak kami Putra pertama kami Lian Devandra Pratama. Yang akan melanjutkan Bisnis Kami di salah satu perusahaan kami. Kami Harap Lian bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan yang sudah kami bangun sejauh ini" Ucap Om Bram kepada para Tamu undangan.
Om Bram memberikan Microphone kepada Lian, agar Lian memperkenalkan dirinya kepada para Tamu undangan.
__ADS_1
"Terimakasih untuk Mama dan Papa, yang sudah membesarkan Lian sampai saat ini. Terimakasih juga untuk peri hatiku, yang sudah banyak buat Aku berubah. Aleena Myesha Tanu" ucap Lian sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Aleena. Para Tamu undangan bertepuk tangan dan mata mereka tertuju pada Aleena. Aleena hanya tersenyum.
Lian menghampiri Aleena. Aleena mencubit lembut pinggang Lian.
"Ihhh, kamu bikin Aku grogi aja" ucap Aleena tersipu.
"Sengaja, biar mereka tau kalo kamu milikku" Ucap Lian mencubit hidung milik Aleena.
Sementara dari kejauhan, Orang Tua Lian memperhatikan Lian dan Aleena.
"Pa, kamu Liat. Lian begitu bahagia, sudah lama kita tidak melihat senyuman Lian. Tapi malam ini Lian terlihat bahagia" Ucap Tante Martha.
"Iya Ma, Papa rasa Lian sudah jatuh cinta pada Aleena" Ucap Om Bram.
"Mama suka sama Aleena, dia cantik dan Anggun" ucap Tante Martha.
"Iya Ma, tadi kamu dengar nama Aleena ada Tanu nya Ma" ucap Om Bram.
"Iya kalo tidak salah Aleena Myesha Tanu" sambung Tante Martha.
"Seperti nya tidak asing dengan Nama Tanu?" Ucap Om Bram sambil mengerutkan keningnya.
"Apa Aleena putri dari Mas Tanu, Aditya Tanu?" Ucap Tante Martha.
"Aditya Tanu teman lama kamu waktu jaman SMA kan Pa? " Tebak Tante Martha mencoba mengingat.
"Kalo memang benar itu lebih baik Ma, kita bisa jadi keluarga" Ucap Om Bram, Tante Martha menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Tante Martha menghampiri Lian dan Aleena yang tengah berbincang sesekali Aleena tersenyum.
"Boleh gabung?" Tanya Tante Martha pada Lian dan Aleena. Sambil duduk di hadapan mereka.
"Silahkan Tante" jawab Aleena tersenyum.
"Aleena rumah mu dimana cantik?" Tanya Tante Martha.
"BSD city Tante, Cluster Lyndon Park" Jawab Aleena.
"Papa mu Aditya Tanu?" Tanya Tante Martha.
"Iya benar Tante, Tante kenal Papa?" Jawab Aleena terkejut.
"Papa mu teman lama Papanya Lian sayang. Waktu jaman SMA" Ucap Tante Martha senang.
"Kebetulan sekali, sudah lama kami tidak jumpa" Jelas Tante Martha.
"Next, ajak mereka ke rumah yah" ucap Tante Martha.
"Lian, kita atur makan malam dengan Papa dan Mamanya Aleena. Sebelum Mama dan Papa kembali" sambung Tante Martha.
"Serius Ma?" Tanya Lian.
"Iya, sayang. Oke, kalian lanjutkan lagi yah" ucap Tante Martha sambil berlalu meninggalkan kan Aleena dan Lian.
Lian dan Aleena saling berpandangan, Lian tertawa. Aleena bingung kenapa Lian tertawa.
"Heeiii, kamu kenapa? Ada yang lucu?" Ucap Aleena bingung.
"Udah kebayang, pasti mereka mau jodohin kita" Ucap Lian kembali tertawa.
"Ihhh, emang masih jaman jodoh-jodohan" ucap Aleena.
"Kamu gak mau kalo kita di jodohin?" Tanya Lian. Aleena menatap Lian lalu tertunduk.
"Masih ada Raya di hati kamu,,,, " Ucap Aleena dalam hati.
***
__ADS_1