
Pukul 8.15 Aleena sudah berada di kampus, Sebenarnya Jam pertama kuliah Aleena pukul 10.00 pagi. Aleena sengaja datang lebih awal, Aleena ingin ke Danau belakang kampusnya.
Hampir satu bulan Aleena tidak datang ke kampus, Aleena rindu tempat ini. Di sini Aleena selalu mengikuti dan memperhatikan Lian.
Aleena melangkah ke tempat duduk yang biasa di tempati oleh Lian. Aleena meraih ponselnya untuk membuka Aplikasi Musik yang ada di ponselnya.
Aleena memasang Earphone lalu membuat playlist untuk memilih beberapa lagu yang menurutnya sesuai dengan suasana hatinya.
Aleena mengangkat tangan kirinya, lalu melihat cincin pemberian Lian. Apakah Lian benar-benar akan kembali dan menepati janjinya? Pikir Aleena.
Sementara Aleena tau Lian akan segera menikah dengan Raya, Sampai kapan Aleena menunggu? Saat ini Aleena yang tengah menunggu Lian.
Beberapa tahun lalu, Lian selalu berada di sini dan menghabiskan waktu hanya untuk menunggu Raya. Dan saat ini Aleena yang berada di sini menunggu Lian.
Tuhan memang bisa membolak balikan keadaan, Baiklah Aleena akan mencoba menjadi seperti Lian menunggu takdir dan keajaiban.
Aleena melirik jam tangannya, Sudah hampir pukul 10. Saatnya Aleena masuk kelas, Aleena akan memberi sedikit kejutan pada Tara.
Karena yang Tara tau, Aleena belum masuk kuliah. Aleena bangkit dari duduknya lalu melangkah menuju kelas.
"Hheeiiii ,,,, " Terdengar suara seseorang. Namun Aleena masih meneruskan langkahnya menuju kelas.
"Heeiii , Beautiful girl!" Aleena masih mendengar suara itu.
Aleena penasaran dan menghentikan langkahnya, lalu mencari asal suara itu.
Aleena menoleh ke kiri, terlihat sosok Pria dengan Rambut di ikat dan gaya Modis plus casual. Sepertinya Aleena belum pernah melihat sosok ini selama Aleena kuliah di sini.
Siapa dia ? Dan mau apa ? Aleena bertanya-tanya. Pria itu mendekati Aleena lalu tersenyum.
"Kamu panggil Aku?" Tanya Aleena dengan wajah bingung.
"Yup, of course. Siapa lagi karena hanya kita berdua di sini" Jawab Pria asing itu.
Aleena melirik ke sekelilingnya, benar juga hanya ada mereka berdua saja. Aleena menarik nafas dan mencoba untuk tenang.
"Ada apa? Sebelum nya Aku belum pernah liat kamu di kampus?" Tanya Aleena.
"Aku Elio " Seru Elio sambil mengarahkan tangannya ke Aleena untuk berjabat tangan.
Aleena tidak membalas uluran tangannya, Aleena hanya diam menatap wajah Elio.
"Kamu gak mau kita berkenalan?" Ucap Elio.
"Hmmm ,,, Aku Aleena" Jawab Aleena singkat tanpa mengulurkan tangannya.
"Aleena , Nama yang cantik. Sesuai dengan orang nya" Ucap Elio lalu menarik tangannya kembali. Karena Aleena tidak menyambut uluran tangan Elio.
Aleena melirik jam tangannya, Aleena terkejut 10 menit lagi kelas akan di mulai.
"Sori, Aku harus masuk kelas. Bye" Seru Aleena lalu melangkah cepat.
Yang ada dalam pikiran Aleena hanya segera bisa sampai ke kelas, Aleena tidak ingin terlambat masuk kelas.
__ADS_1
Dosen nya kali ini sangat Killer dan sedikit angker. Aleena tidak mau membuat kesalahan.
Ruang kelas sudah terlihat, Aleena mengambil langkah paling cepat dengan sedikit berlarian kecil.
"Huft ,,, Sampe juga " Keluh Aleena dalam hati.
Aleena membuka pintu lalu masuk ke dalam kelas, Aleena mengatur nafasnya. Untung saja Sang Dosen belum masuk ke kelas, Aleena tidak melihat Tara.
Di mana Tara? Kemana Tara? Apa mungkin hari ini Tara tidak masuk Kuliah? Apa mungkin Tara terlambat. Tapi setau Aleena Tara tidak pernah terlambat masuk kelas apa lagi bolos untuk masuk kelas.
Terdengar langkah dan pintu terbuka, ternya Sang Dosen sudah datang tepat waktu. Pukul 10.00 Konsisten sekali Dosen nya.
Tapi Sang Dosen datang bersama Elio Pria asing yang baru saja bertemu dengan Aleena.
Mau apa Dia? Aleena bertanya dalam hati.
"Anak-anak ku, perkenalan Elio Mahasiswa baru. Bapak tadi bertemu Elio di koridor seperti nya Elio sedang bingung mencari kelas. Ternyata tepat sekali dia akan mengikuti kelas saya hari ini" Seru Pak Dosen.
"Elio, kenapa kamu tidak meminta bantuan atau bertanya ke pada teman yang lain?" Tanya Sang Dosen.
"Tadi saya udah ketemu salah satu siswa di sini, Saya mau bertanya dan meminta bantuan Pak. Namun sepertinya Dia terburu-buru mau masuk kelas" Ucap Elio sambil tersenyum menatap Aleena.
"Deeggg " Jantung Aleena bergetar.
"Oke, silahkan duduk dan cari tempat untuk kamu mengikuti kelas saya" Seru Sang Dosen.
"Terimakasih Pak" Jawab Elio tersenyum lalu melangkah mendekati Aleena.
Jantung Aleena masih berdetak kencang, Aleena menatap kursi tempat biasa Tara duduk, apa mungkin Elio akan duduk di sebelahnya.
"Finally , ternyata kita di pertemukan lagi Gadis cantik' Seru Elio sambil mengedipkan matanya dan tersenyum ke arah Aleena.
Hampir semua mata tertuju pada Aleena dan Elio. Aleena hanya diam tidak bereaksi.
Kenapa Tara tidak masuk kelas, Dan akhirnya Pria ini duduk di sebelah nya.
60 menit berlalu, jam pertama Sudah selesai. Sang Dosen meninggalkan kelas, Aleena merapihkan beberapa buku dan alat tulis nya ke dalam Tote bag.
Aleena akan kembali ke Danau belakang kampus, untuk menunggu kelas berikutnya. Aleena bangkit dari tempat duduk, ketika Aleena ingin melangkah. Namun Elio menahan Aleena dengan menarik pelan tangan Aleena.
Aleena terkejut lalu menoleh ke arah Elio dengan wajah tidak suka.
"Where do you go?" Tanya Elio tersenyum.
Aleena diam tidak menjawab, Aleena berusaha melepaskan tangan Elio yang masih memegang tangan Aleena.
"Temani Aku melihat-lihat kampus. Aku mau mau masuk Club Basket, Bisa temani Aku kesana?" Pinta Elio.
Aleena menghela nafasnya, berusaha tenang dan sabar menghasilkan makhluk asing yang berada di samping nya.
"Oke, Aku temani dan antar kamu ke Club Basket. Setelah itu Aku tinggalkan kamu di sana" Jawab Aleena.
"Thanks" Jawab Elio tersenyum.
__ADS_1
Mereka melangkah bersama menuju Club Basket, Arah Club Basket dan Danau belakang kampusnya satu Arah. Hanya saja Club Basket yang lebih dulu.
Sepanjang koridor menuju Club Basket, Aleena hanya diam dalam langkah nya. Tapi Elio selalu menatap wajah Aleena.
Beberapa siswa yang berada di koridor menatap Aleena dan Elio. Entah apa yang ada di pikiran mereka Aleena tidak perduli dan tidak mau tau.
Club Basket sudah terlihat, Aleena merasa lega karena tugasnya sudah selesai mengantar makhluk asing ini.
"Oke kita hampir sampai, di sana Club Basket yang kamu cari" Ucap Aleena tersenyum.
"Heeiii kamu kalo senyum makin cantik" Puji Elio.
"Thanks, Dan tugas Aku selesai mengantar kamu" Jawab Aleena kembali Tersenyum.
"Thanks Gadis cantik, Btw kamu mau kemana? kita masih ada kelas kan?" Tanya Elio.
"Hmmm ,,, Aku mau ke Danau belakang kampus" Jawab Aleena.
"Setelah dari Club Aku ke sana yah!" Ucap Elio.
"Whatever, Aku jalan dulu ya" Ucap Aleena lalu melangkah meninggalkan Elio.
Menunggu kelas berikutnya, Aleena akan menghabiskan waktu di sini. Karena tidak ada Tara, biasanya Aleena lebih memilih di perpustakaan atau Cafe yang berada di area kampus Nya.
Aleena meraih Tote bag lalu mengeluarkan buku catatannya, Aleena membuka buka catatan. Dan membaca ulang semua materi, hampir satu bulan Aleena tidak mengikuti kelas dan datang ke kampus.
Aleena mendengar langkah kaki seseorang mendekati nya, mungkin itu Elio. Karena Elio bilang akan menyusul Aleena.
Benar saja Elio duduk di samping Aleena, lalu tersenyum. Sepertinya Elio suka berada di sini, terlihat dari ekspresi wajah Elio.
"Kamu suka di sini?" Tanya Aleena.
"Yup, tenang banget di sini. Lumayan buat belajar kali ujian hehe" Jawab Elio.
"Hanya beberapa orang yang suka ke sini, Mungkin mereka lebih suka tempat yang jauh lebih ramai" Ucap Aleena.
"Tapi Aku suka di sini, tenang, dan bisa mendengar bisikan angin" Ucap Elio
Aleena melirik ke arah Elio, sedikit aneh sih. Pria dengan style seperti Elio, seharusnya lebih suka tempat ramai seperti kebanyakan anak muda jaman sekarang.
"Kenapa?" Tanya Elio.
"Gapapa" Jawab Aleena sedikit gugup kerena Elio tau Aleena melirik ke arah nya.
"Aneh yah, kalo Aku suka tempat seperti ini?" Tanya Elio.
"Mmmm, iya sih. Harusnya cowok dengan style kaya kamu harusnya di Club or Cafe" Ucap Aleena.
"Aku juga suka tempat macam itu, ada kalanya kita butuh ketenangan" Ucap Elio.
Aleena tersenyum dan menatap lurus ke depan, menikmati suasana tenang tempat favorit Lian.
*
__ADS_1
* ELIO KEANDRA BRAMASTA *