
Aleena meletakkan Travel bagnya, di dekat tempat tidur. Tak lama Aleena merebahkan tubuhnya di atas kasur. Aleena menatap sekeliling kamarnya. Aleena rindu kamarnya, tempat di mana semua Mood nya jadi satu di kamar ini.
Dan kamar ini jadi saksi di kala Aleena tertawa, bahagia dan menangis. Sang Mama belum menemuinya, Karena sejak Aleena pulang ke rumah. Sang Mama sedang keluar.
Aleena ingin sekali memeluk Sang Mama, Aleena ingin bercerita yang sebenarnya pada Sang Mama. Tapi Aleena takut, Nama baik Lian akan berkurang di mata Sang Mama dan Papanya.
Aleena meraih ponselnya, lalu meng-Scroll layar Ponselnya untuk mencoba menghubungi Tara. Aleena kangen Tara sahabat terdekatnya sejak pertama masuk Kuliah.
"Tuuutttt ,,, Tuuutttt" Nada tersambung.
"Taarrraaaa ,,, I Miss you so much Bestie" Seru Aleena dalam panggilan telponnya.
"Kemana aja Tuan Putri " Jawab Tara.
"Kanggeeen Gue sama Lo" Ucap Aleena.
"Lo dimana? " Tanya Tara.
"Baru banget mendarat di kamar Gue" Ucap Aleena.
"Lo ke sini dong, Please " Ucap Aleena memohon.
"Lo gapapa Gue kesana? Lo baru nyampe. Gak capek?" Tanya Tara meyakinkan.
"Nope, I need you Tara" Ucap Aleena.
"Hmmm ,,, nanti Gue kabarin. Bisa gak Gue ke rumah Lo" Jawab Tara.
"Beneran Gue tunggu" Ucap Aleena memaksa.
"Iya Tuan Putri " Jawab Tara.
"Thank you so much Tara sayang " Ucap Aleena gembira.
Aleena mengakhiri panggilannya, lalu melangkah ke kamar mandi. Aleena akan menunggu Tara, jadi setelah Tara datang Aleena sudah jauh lebih Fresh.
Selesai mandi Aleena melangkah menuju Balkon kamarnya. Tempat terfavorit Aleena di sana. Sambil menunggu Tara datang. Aleena duduk sambil meluruskan kakinya di Sofa.
Aleena menatap Cincin yang di berikan oleh Lian. Aleena mengecup Cincinnya.
"Lian I Miss you so much" Ucap Aleena pelan.
"Dimanapun kamu berada, Aku harap kamu baik-baik saja. Dan bahagia".Ucap Aleena lagi.
"Al ,,, Aleena" Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Aleena. Dari suaranya Aleena sudah tau kalau itu Tara yang memanggilnya.
"Ra ,,, Gue di balkon" Seru Aleena.
Terdengar langkah Tara mendekati Aleena.
"Jihhh , Hobi banget Lo duduk di sini" Celetuk Tara lalu duduk di samping Aleena.
"My Favorite place hehe" Jawab Aleena tersenyum.
"Miss you Tara ku sayang " Ucap Aleena lagi lalu memeluk sahabatnya. Tara pun membalas pelukan Aleena.
"Btw berapa lama Lo cabut sih?" Tanya Tara.
"Gue gak menghitung hari berapa lama Gue pergi" Jawab Aleena.
__ADS_1
"Gimana mau Lo hitung tuh Hari, Traveling bareng pangeran lupa segalanya" Ucap Tara.
"Pangeran? Pangeran dari Hongkong" Jawab Aleena asal.
"Lo traveling bareng Lian kan? Si pangeran Dari Kutub Utara alias si Gunung Es" Ucapan Tara.
"Nope " Jawab Aleena dengan ekspresi wajah sedikit sedih.
"Nah Lohhh , Lo pergi sama siapa?" Ucapa Tara terkejut.
"Diaz" Jawab Aleena.
"What? Gue gak salah denger? kenapa jadi Traveling sama adek nya Pangeran" Ucap Tara tidak percaya.
"Faktanya gitu, Gue pergi sama Diaz. Bukan Lian" Ucap Aleena.
"Kenapa? Kok Bisa?" Tanya Tara ingin tau.
Aleena hanya diam melihat Tara yang begitu kepo dan penasaran.
"Cerita sama Gue Al, kenapa?" Ucap Tara mendesak Aleena..
"Makanya Lo Gue suruh datang, Gue mau curhat sama Lo Tara" Ucap Aleena.
"Yaudah cerita, kenapa harus pake drama Korea segala" Ucap Tara penasaran.
"Heeiii , Lo lupa. Sejak kapan Gue suka drama Korea? Inget yahh Gue suka Drama Mandarin terutama Vic Zhou. Chen Ling alias Hue Che Lei" Ucap Aleena protes.
"Oh iya Gue lupa hehe. Yaudah deh mau Mandarin atau Korea. Gak penting, Gue cuma mau denger cerita Lo. Ok!" Ucap Tara.
"Mulai dari mana yah " Ucap Aleena sedikit mengulur waktu bercerita. karena Aleena paling suka menggoda Tara. Tara kalau penasaran pasti akan salah tingkah dan terus mendesak Aleena.
"Terserah, Mau dari A sampe Z boleh. Atau dari Z dulu juga gapapa" Ucap Tara.
"Kenapa lagi sih Al, Mau Curhat aja banyak ritualnya" Ucap Tara protes.
"Hahaha ,,, Gue paling suka sama kalo Lo kaya gini. Ini yang paling Gue kangen dari Lo" Ucap Aleena sambil tertawa.
"Huuuuhhhhh ,,, Aleena" Ucap Tara.
"Lo emang sobat Ter the best Gue" Puji Aleena tulus.
"Yaudah serius " Ucap Tara memohon.
"Kenapa Lo bisa pergi sama Diaz, harusnya Lo sama Lian Keliling dunia?" Tanya Tara.
"Gue juga kaget Ra, Yang jemput Gue pagi itu Diaz bukan Lian. Gue pikir Lian udah ada di airport atau Lian kasih Gue kejutan. Dan Nyokap Gue juga berpikir Lian udah nunggu Gue di Airport" Ucap Aleena.
"Bukan kejutan tapi terkejut beneran" Ucap Tara.
"Gue baru tau, kalo Lian cancel pergi sama Gue. Saat Gue di udah di Airport" Jelas Aleena.
"Asli rumit banget, Ekpektasi Keliling dunia sama Lian Realita sama Diaz" Ucap Tara agak kesal.
"Gue tanya Diaz, apa Lian udah nunggu Gue di Airport. Diaz gak jawab, Dua cuma bilang sampai Airport nanti dia jelasin" Ucap Aleena masih bercerita.
"Sampe di Airport, Diaz jujur semuanya. Gue tau Diaz berat banget buat jujur sama Gue. Dan akhirnya Diaz bilang, waktu Lian packing baju. Raya tiba-tiba datang, pilihan sulit buat Lian di saat Lian mau menepati janji sama Gue. Tapi Raya kembali" Ucap Aleena pelan.
"Terus,,," Seru Tara masih penasaran.
__ADS_1
"Intinya gini, Raya kabur dari Justin dan milih balik ke Lian. Karena Lian kawatir banget sama Raya, akhirnya Lian batalin pergi sama Gue. Lian minta Diaz buat Traveling bareng sama Gue" jelas Aleena.
"Labil banget Lian" Ucap Tara kesal.
"Ra, Gue bisa ngerti banget posisi Lian saat itu. Lian gak bisa untuk gak perduli sama Raya. Karena Gue dan Lian tau gimana sifat Justin" Ucap Aleena.
"Jadi Lian mau lindungi Raya dari Justin" Ucap Aleena lagi.
"Dengan cara?" Tanya Tara.
"Yang Gue tau saat ini Lian udah gak ada di Jakarta. Lian membawa Raya pergi jauh dari Jakarta, untuk waktu yang lama" Ucap Aleena.
"Menurut Gue ini bukan posisi sulit buat Lian, Kalo emang sulit. Harusnya Lian gak pergi juga sama Raya. Apa Lian hubungi Lo? Atau kasih kabar basa basi minta maaf. Karena harus pergi sama Diaz bukan sama Dia " Ucap Tara.
"Gak sama sekali, Gue tau dari Diaz" Jawab Aleena jujur.
"Aleena , Lo kan cuma tau dari Raya sifat Justin kaya gimana? Lo belum pernah tau dan ketemu Justin " Ucap Tara.
"Coba dehhh, Lo Flashback. Waktu Lo ke Bali bareng Raya. Berapa lama Raya pergi dari Justin? Selama itu gak ada gerak dari Justin buat cari Raya. Kalo emang Justin tau kisah lama Raya dan Lian pasti Justin dalam waktu 1-2 hari langsung cari Raya untuk kembali" Ucap Tara panjang lebar.
"Deegggg ,,," Jantung Aleena bergetar hebat.
Semua yang di ucapkan Tara ada benarnya, pertama kali Aleena bertemu dan berkenalan dengan Raya. Raya cukup lama berada di Jakarta dan juga Bali.
Namun tidak ada tanda-tanda kehadiran Justin, menjemput atau mencari Raya. Seperti Raya punya rencana pada Lian.
Pantas saja hati Lian menolak kehadiran Raya, namun karena Lian sangat baik dan polos. Lian selalu saja terbebani oleh Tanggung Jawab Moral pada Raya.
Dan bukan hanya itu Lian mengorbankan rasa yang Lian miliki untuk Aleena. Hanya demi melindungi Raya dan karena Diaz juga memiliki perasaan yang sama terhadap Aleena.
Aleena kawatir pada Lian, Aleena takut sesuatu terjadi pada Lian.
"Heeiii ,,, kenapa diam?" Seru Tara pada Aleena sambil menggelengkan tangannya ke arah wajah Aleena.
"Gue lagi pikirin semua ucapan Lo tadi, ada benarnya semua Ra. kenapa Gue gak kepikiran ke arah sana" Ucap Aleena.
"Ucapan Gue yang mana?" Tanya Tara.
"Tentang Justin yang gak pernah mencari Raya saat Raya pergi jauh" Jelas Aleena.
"Mana sampe sana pikiran Lo Al, Yang Lo pikir cuma Lian, kebahagiaan Lian sama Raya. Tapi kebahagiaan Lo gak pernah Lo pikirin" Ucap Tara kesal.
"Tapi Ra, Waktu di London. Gue pernah coba ke rumah orang tua Raya. Pas banget Raya datang sama cowok. Mungkin itu Justin, pas tau Gue datang. Gue sempat liat Raya ngobrol sama tuh cowok. Trus Raya nyemperin Gue dan Tuh Cowok masuk ke dalam rumah Orang tua Raya" Jelas Aleena.
"Lo liat gak Justin seperti apa?. Apa seburuk yang Raya bilang?" Tanya Tara.
"Hmmm , Gue sih cuma sepintas liat itu Cowok. Dari gesture tubuhnya dia gak seperti yang Raya jelasin ke Gue dan yang lain" Ucap Aleena.
"Raya kasih tau Lo gak siapa itu cowok?" Tanya Tara.
"He'eh. Raya bilang itu Justin. Trus Raya bawa Gue pergi ke taman dekat rumah orang tuanya buat ngobrol. Dia bilang lebih aman ngobrol di sana dari pada di rumahnya. Takut Justin tau" Jelas Aleena.
"Aleena sayang, harusnya Lo udah peka. Menurut Gue Lo coba bicara sama Diaz masalah ini. Coba Lo sama Diaz make sure ke Justin. Lo cari tau kebenaran semua ucapan Raya. Lo coba beranikan diri Lo buat ketemu dan bicara sama Justin tapi jangan sendirian. Lo harus sama Diaz" Saran Tara.
"Nanti Gue coba bicara sama Diaz. Kalo Dalma waktu dekat ini Gue harus cabut ke London kayanya gak mungkin. Gue gak enak sama Bokap Nyokap Gue. Dan gimana kuliah Gue" Ucap Aleena.
"Lo pikirin aja dulu baik-baik. Itu sih saran dari Gue dan semoga aja feeling Gue gak benar yah tentang hubungan Justin dan Raya yang menurut Gue aneh" Ucap Tara.
"Iya Tara sayang, Gue bakal pikirin lagi. sambil tunggu kabar dari Lian" Ucap Aleena.
__ADS_1
"Sori Al , Gue bukan mau doktrin Lo atau apalah. Gue cuma gemes sama hubungan Lo dan Lian yang gak ada ujungnya. Tarik ulur aja, Gue mau Lo bahagia itu aja" Ucap Tara.
"Thank you so much Tara" Seru Aleena lalu memeluk sang Sahabat.