CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Completed *


__ADS_3

Aleena melangkah ke luar kamar milik Lian, Susana rumah yang masih sama saat awal Aleena datang ke rumah Lian.


Aleena melangkah menuju kamar Diaz, tiba di depan pintu kamar Aleena ragu. Tidak pantas rasa seorang wanita masuk ke dalam kamar seorang pria.


Aleena mengurungkan niatnya, lalu Aleena berjalan ke balkon ruang tengah. Entah sampai kapan Aleena menunggu Diaz atau Lian bangun.


Tapi harusnya Lian pergi ke kantor, karena ini hari kerja. Aleena melangkah cepat menuju kamar Diaz untuk membangunkan Lian.


Aleena membuka pintu, lalu masuk kedalam kamar. Aleena sedikit terkejut karena Lian tidak berada di samping Diaz.


Kemana Lian? Aleena bertanya-tanya.


Aleena keluar kamar untuk mencari Bik Nina, mungkin Bik Nina tau kemana Lian pergi.


"Bik,,, Lian kemana?" Tanya Aleena pada Bik Nina yang sedang mencuci piring.


"Ehhh ,,, Non cantik. Mas Lian sejak pagi udah jalan ke kantor Non" Ucap Bik Nina tersenyum.


"Serius Bik?" Aleena tidak percaya.


"Iya Non, wong Bibik yang siapkan sarapan buat Mas Lian" Ucap Bik Nina tenang.


"Ohhh ,,, Aleena pikir Lian masih tidur hehe" Ucap Aleena malu.


"Mas Lian Ndak pernah Ndak masuk kantor Non. Meski hanya tidur 2 jam, pasti selalu bangun dan pergi ke kantor " Jelas Bik Nina.


"Syukurlah,,," Aleena kagum.


"Non Ndak ke kampus?" Tanya Bik Nina.


"Kebetulan hari ini gak ada jadwal Bik" Jawab Aleena.


"Mas Diaz masih tidur yah" Tanya Bik Nina.


"Iya ,,, " Ucap Aleena.


"Mas Diaz bangun selalu siang, Non sarapan aja dulu. Kalo tunggu Mas Diaz kasian nanti Non lapar" Ucap Bik Nina.


"Aleena tunggu Diaz aja Bik, sekalian Aleena minta antar Diaz untuk pulang " Ucap Aleena.


"Yasudah, Bibik bangunkan Mas Diaz dulu,,," Ucap Bik Nina sambil melangkah menuju kamar Diaz.


Tak lama Bik Nina kembali, lalu menyiapkan sarapan untuk Diaz dan Aleena.


"Non, mas Diaz mandi dulu katanya. Non Ndak mandi sekalian?" Ucap Bik Nina.


"Aleena gak bawa baju Bik, di rumah aja deh" Jawab Aleena tersenyum.


"Tuhh ,,, Mas Diaz sudah datang,,," Ucap Bik Nina.


Aleena menatap Diaz, lalu tersenyum.


"Sori Al, nunggu lama" Ucap Diaz minta maaf.


"Gapapa,,, " Jawab Aleena.


Mereka menikmati hidangan yang sudah di sajikan oleh Bik Nina. Sesekali Aleena melirik ke arah Diaz.


Diaz memang beda dengan Lian, dari segi pisik mereka sebelah dua belas. Sama-sama Good Looking, Pantas saja Tara bilang kalau sudah dari bibitnya unggul pasti buahnya juga unggul.


Aleena tersenyum mengingat ucapan Tara sang Sahabat. Dan mulai hari ini Aleena akan coba lepaskan semua hal yang akan membuat dirinya sedih atau sakit.


Biarlah semua berjalan sesuai alurnya, tentang rasa yang ia miliki saat ini biar terus berada di hatinya. Sampai ia menemukan tempat yang tepat untuk berlabuh.


"Kamu mau langsung pulang,,,,?" Tanya Diaz.


Aleena diam tidak bereaksi dan masih menikmati hidangan.


"Al ,,,, heeiii" Seru Diaz sambil mencubit pipi Aleena.


"Awwww ,,, Diaz" Ucap Aleena terkejut sambil tersenyum.


"Kamu Aku tanya ?" Ucap Diaz.


"Ohhh , kamu nanya apa? Hehe" Ucap Aleena.


"Mau langsung pulang?" Tanya Diaz lagi.


"Iya, Aku takut Mama kawatir " Ucap Aleena.


"Mama kamu udah tau kamu di sini. Tadi pagi Lian hubungi orang tua kamu " Jawab Diaz tenang.


"Serius?" Ucap Aleena.


"Iya ,,," Ucap Diaz.


"Syukurlah,,," Jawab Aleena tenang.


"Aku antar pulang yah" Ucap Diaz sambil mengusap rambut Aleena.


"Okey ,,," Jawab Aleena.


Setelah sarapan Aleena siap-siap untuk kembali ke rumah. Mereka keluar rumah menuju mobil.


"Al ,,, " Panggil Diaz.


"Ya kenapa?" Tanya Aleena.


"Kita jalan dulu yuk " Ucap Diaz.

__ADS_1


"Kemana? Aku belum mandi Diaz" Ucap Aleena.


"Gak mandi juga masih cantik " Ucap Diaz jujur.


Aleena tersenyum sambil menatap Diaz.


"Btw kamu jadi pindah kuliah di sini? " Tanya Aleena.


"Hmmm ,,, entahlah. Aku males banget ngurusin. Kaya aq cuti dulu satu semester, baru lanjut lagi" Jelas Diaz.


"Gak sayang?" Ucap Aleena.


"Hmmm ,,, Aku lebih sayang sama seseorang. Bukan kuliah Aku heheh" Ucap Diaz polos


Aleena tersenyum kaku lalu diam tak menjawab.


"Jadi kita mau kemana?" Tanya Diaz.


"Aku mau pulang dulu, mau ganti baju" Jawab Aleena.


"Oke ,,," Ucap Diaz.


"Kriiiiing,,, kriiiiing,,, kriiiiing"


Ponsel Aleena berdering.


Aleena meraih ponselnya yang ada di dalam tas kecilnya. Terlihat Tara menghubunginya.


"Yupp ,,, Kenapa Ra?" Jawab Aleena.


"Aleennnaaaa ,,,, Lo kemana aja? Gue tunggu di kampus yah sekarang!" Seru Tara.


"Gue lagi otw rumah, mandi dulu yah " Jawab Aleena.


"Whatever Gue tunggu sekarang okeyy " Ucap Tara lalu menutup telponnya.


"Yaz ,,, Aku mau ke kampus. Tapi kita pulang dulu Aku mau mandi dan ganti baju " Ucap Aleena.


"Siap ,,, Nona" Ucap Diaz tersenyum.


@Kampus.


"Aku tunggu di mobil deh" Ucap Diaz.


"Kamu bukan supir Aku, ayo join aja gapapa* Ucap Aleena.


"Serius gapapa?" Ucap Diaz meyakinkan.


"He'eh, lagian Aku gak ada kelas hari ini" Ucap Aleena.


"Oke ,,," Jawab Diaz.


Mereka keluar mobil bersamaan, seperti biasa semua mata tertuju pada Aleena dan Diaz


Tiba di kantin, Aleena mencari sosok Tara, ternyata Tara sudah duduk di pojok dekat kaca jendela.


Aleena dan Diaz mendekati Tara, Tara melambaikan tangan ke arah Aleena.


"Ada apa sih?" Ucap Aleena sambil menggeser bangku yang ada didekat Tara.


"Kangen Gue sama Lo, Traveling mulu Lo!" Ucap Tara.


"Gue kira ada apa" Ucap Aleena manyun.


"Kalian mau minum apa?" Tanya Diaz.


"Hmmmm ,,, terserah kamu aja" Jawab Aleena.


"Ok, wait " Ucap Diaz lalu melangkah untuk memesan minuman.


"Al ,,, sejak kapan Lo semakin dekat sama Diaz?" Tanya Tara penuh curiga.


"Lo kan tau Ra, Diaz itu adeknya Lian. Pasti kalo gak sama Lian yah sama Diaz" Jelas Aleena.


"Tapi feeling Gue Diaz ada hasrat sama Lo" Tebak Tara.


Aleena menghela nafas panjang.


"Yup ,,, Lo bener" Ucap Aleena.


"Mending sama Diaz deh, dari pada sama abangnya gak jelas" Ucap Tara ketus.


"Sssstttt,,, gak enak kalo Diaz denger!" Ucap Aleena sambil menutup mulut Tara dengan tangan kanannya.


Tak lama Diaz datang duduk di samping Aleena, membawakan dua soft drink untuk Aleena dan Tara.


"Al ,,, Aku mau tau dong. Tempat Legend nya Lian" Ucap Diaz tersenyum.


"Jadi kamu belum tau?" Ucap Aleena terkejut.


"Belum, hehe" Jawab Diaz.


"Yaudah kalo mau kita kesana" Ucap Aleena.


"Aku sendiri aja,Tara masih kangen sama kamu" Ucap Diaz membelai rambut Aleena.


"Oke, nanti Aku nyusul kesana" Ucap Aleena.


"Tara, titip Nona cantik ini yah" Ucap Diaz pada Tara.

__ADS_1


"Siap ,,," Jawab Tara semangat.


Diaz melangkah meninggalkan Aleena dan Tara.


"Tuhhh kan, Gue bilang juga apa. Dari cara dia natap Lo trus sikapnya sama Lo beda jauh sama Lian" Ucap Tara kagum.


"Ra , Lian dan Diaz memang dua orang yang berbeda. Tapi Gue nyaman bisa deket sama Lian dan Diaz. Mereka berdua ngejaga Gue, Lian dan Diaz sama-sama saling melengkapi kekurangan mereka" Jelas Aleena.


"Tapi Al ,,," Ucap Tara.


"Tara ku sayang, buat saat ini biar semua berjalan sesuai alurnya aja. Kedepannya Gue juga Gak tau. Apa Gue jatuh cinta sama orang lain bukan Diaz atau Lian" Ucap Aleena.


"Maksud Lo? Ada niatan jatuh cinta sama orang lain gitu?" Ucap Tara bingung.


"Susah di jelasinnya panjang deh ini mahh " Keluh Aleena manyun.


"Gue dukung apapun yang buat Lo bahagia " Ucap Tara tersenyum.


"Thanks Bestie ,,," Ucap Aleena.


"Tapi Al, kalo Gue lebih pro ke Diaz. Gue harap Lo pikirin lagi hehe" Ucap Tara.


"Gak semudah itu Ra, Mereka kan kakak beradik. Gue gak akan rusak hubungan mereka. Dan yang Gue salut dari mereka, mereka itu bisa menahan perasaan mereka terhadap Gue" Jelas Aleena.


"Meski Gue tau Lian masih berharap bisa baik-baik aja sama Raya. Tapi Gue ngerasain tulusnya Lian ke Gue" Ucap Aleena sambil tertunduk.


"Sori Al, Gue gak ada maksud bikin Lo sedih" Ucap Tara menyesal.


Aleena menarik nafas, Lalu merapikan rambutnya.


"Gue susul Diaz dulu,,, Lo mau ikut?" Tanya Aleena.


"Gue balik deh,,,Gue gak mau jadi obat nyamuk Lo sama Diaz hehe" Ucap Tara.


"Bareng Gue aja, Diaz gak akan keberatan Ra" Ucap Aleena.


"Aldi udah tunggu Gue hehe ,,," Ucap Tara tersipu.


"What? Lo jadian sama doi?" Ucap Aleena terkejut.


"He"eh " Tara mengangguk.


"Ko Gak cerita? " Aleena kesal.


"Aleena ku sayang, gimana mau cerita Lo sibuk sama dua pangeran Lo itu" Jawab Tara.


"Pokonya besok Lo wajib cerita sama Gue!" Ucap Aleena.


"Siap, yaudah Gue cabut yah" Ucap Tara lalu merapikan buku dan tasnya yang ada di atas meja.


"Oke take care" Ucap Aleena sambil meluk sahabatnya.


Aleena menatap Tara yang melangkah keluar kantin, ternyata benar Aldi sudah menunggunya. Aleena hanya tersenyum melihat sahabatnya yang kini sudah menemukan cintanya.


Aleena melangkah menuju Danau belakang kampus untuk menemui Diaz.


Diaz masih berada di Danau, Aleena mendekati Diaz yang tengah duduk memandang ke arah Danau. Peraih seperti Lian dengan posisi seperti itu


"Heeiii ,,, betah juga di sini" Seru Aleena lalu duduk disebelah Diaz.


"Udah curhatnya hehe" Jawab Diaz tersenyum.


"Curhat?" Aleena bingung.


"Biasanya kalo cewek udah kumpul pasti ujung-ujungnya curhat" Tebak Diaz.


"Hehe ,,, kamu bisa aja" Ucap Aleena.


"Gimana kamu suka tempat ini?" Tanya Aleena lagi.


"Lian tuh emang tau aja tempat ternyaman. Pantes aja kamu cinta banget sama Lian" Ucap Diaz.


"Heiii ,,, kamu tuh sama Lian Dua orang yang berbeda,,," Ucap Aleena.


"Aku harap kamu tetap menjadi diri kamu sendiri, jangan berubah hanya karena Aku atau Lian"Ucap Aleena sambil menatap wajah Diaz dan mengusap pipi Diaz.


Diaz sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Aleena.


"Al, tapi kamu taukan perasaan Aku sama kamu?" Tanya Diaz sambil memegang kedua tangan Aleena.


"Ya Aku tau, dan kamu juga harus tau. Aku gak mau hubungan kamu dan Lian gak baik hanya karena Aku" Ucap Aleena menjelaskan.


"Jujur Aleena, ini baru pertama kalinya Aku jatuh cinta. Ternyata serumit ini, mungkin ini karma masa lalu Aku. Dulu jalani hubungan tanpa ada rasa cinta " Ucap Diaz dengan wajah kesal.


"Kenapa Aku harus jatuh cinta sama kamu, orang yang Lian cintai" Ucap Diaz lagi.


"Kamu tau dari mana Lian mencintai Aku?" Tanya Aleena.


"Aku tau Lian, Aku tumbuh bersama Lian. Dia masih berharap sama Raya cuma alasan aja. Mungkin Lian tau Aku juga mencintai kamu, makanya Lian masih berharap bisa memperbaiki hubungannya dengan Raya. Tapi akhirnya Raya udah nikah" Ucap Diaz pangan lebar.


"Justru Aku takut, Aku takut hubungan kita bertiga udah sangat baik. Aku nyaman berada diantara kalian..." Ucap Aleena tertunduk.


"Maafin Aku ,,, harusnya Aku gak kembali ke Jakarta. Jadi makin rumit" Ucap Diaz menyesal.


"Diaz, denger Aku. Kita ikuti aja arah kemana perasaan kita. Biar hati yang akan menentukan, Aku bersyukur ada kalian yang selalu ada buat Aku" Ucap Aleena.


Diaz menatap jam tangannya, sudah hampir gelap.


"Kita pulang yuk, besok kamu harus kuliah" Ucap Diaz.

__ADS_1


"He'eh" Jawab Aleena.


Diaz menggenggam tangan Aleena mereka melangkah bersam menuju parkiran.


__ADS_2