CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Cinta dalam hati ,,, *


__ADS_3

Pukul 06.07 WITA.


Aleena membuka kedua matanya, pagi ini Aleena akan jalan-jalan ke tepi pantai. Aleena melangkah ke luar kamar menuju pantai.


Aleena tersenyum melihat ombak yang bergulung-gulung menghampiri Aleena, seperti menyapa Aleena pagi ini.


Aleena duduk di pasir putih, sambil menatap lurus ke depan. Pagi ini suasana hati Aleena jauh lebih baik. setelah semua curahan hati Aleena sudah ia utarakan pada Diaz.


Aleena akan menyimpan rasa cintanya untuk Lian, biarlah Cintainya Aleena letakkan di dalam ruang hatinya yang paling terdalam.


Mungkin lebih baik seperti ini, menjadi sandaran untuk Lian. Seperti Diaz menjadi sandaran untuknya.


Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menutup kedua mata Aleena. Aleena terkejut, Aleena tau siapa yang melakukan ini. Hanya Lian yang sering melakukan ini pada Aleena.


Tapi Aleena tidak yakin, jika Lian yang menutup ke dua matanya. Lian berada di Jakarta.


Aleena mencoba melepaskan kedua tangan yang menutup matanya. Lalu membalikan tubuhnya. Tangan yang menutup mata Aleena sudah terlepas.


Aleena membuka matanya, Aleena terkejut ternya benar. Lian berada di hadapannya.


"Lian ,,," Seru Aleena pelan dengan wajah tidak percaya.


"Surprise ,,," Seru Lian lalu memeluk Aleena.


Aleena masih diam tidak membalas pelukan Lian.


"Heii ,,, kamu gak hepi Aku berada di sini?" Tanya Lian.


"I can't believe,,," Ucap Aleena.


"Aku sengaja datang, untuk bertemu kamu" Ucap Lian.


"Tapi ,,, Raya?" Ucap Aleena.


"Ssstttt ,,, saat ini hanya ada Aku dan kamu. Jangan bahas yang lain" Ucap Lian.


Sejujurnya Aleena sangat bahagia bisa melihat Lian berada di sini. Namun Aleena takut kebahagiaannya akan segera hilang.


"Please jelasin, bagaimana kamu bisa berada di sini?" Tanya Aleena sambil melepaskan pelukan Lian.


Aleena menatap wajah Lian, mereka saling berhadapan.


"Hmmm ,,, tadi malam Diaz hubungi Aku. Diaz meminta Aku datang untuk menemui kamu. Tanpa pikir panjang Aku langsung pergi kesini" Ucap Lian menjelaskan.


Aleena masih ragu, Lian datang seorang diri. Mana bisa Lian lepas dari Raya, Raya akan selalu bersama Lian.


Aleena melihat sekitarnya, Aleena mencoba meyakinkan kalau Lian benar-benar datang seorang diri tanpa Raya.


"Kamu cari siapa? Raya?" Tanya Lian.


Aleena hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


"Hanya ada Aku dan kamu, no body else" Ucap Lian meyakinkan Aleena.


"Baiklah, untuk apa kamu datang kesini. seharusnya kamu bersama Raya" Ucap Aleena tenang.


"Dengarkan Aku" Ucap Lian sambil memegang kedua tangan Aleena.


"Waktu ku gak banyak, Aku datang ingin meminta maaf atas janji Aku sama kamu" Ucap Lian.


"Tapi suatu hari nanti, Aku janji akan datang membawa kamu pergi. Hanya kita berdua" Ucap Lian lagi.


"Please jangan pernah janjikan apa-apa lagi sama Aku. Aku gapapa, Aku gak mau merusak kebahagiaan kamu sama Raya" Ucap Aleena.


"Kamu marah?" Tanya Lian.


"Kapan Aku bisa marah sama kamu? Sedikit pun Aku gak bisa marah sama kamu Lian" Ucap Aleena jujur.


"Itulah hebatnya kamu, Dan bodohnya Aku selalu saja melukai kamu dan buat kamu kecewa" Ucap Lian menyesal.


"I'm fine,,, seperti janji Aku sejak awal Aku tau kisah kamu dan Raya. Aku ingin kamu bahagia" Ucap Aleena.


"Maafkan Aku Aleena" Ucap Lian.


"Heeiii ,,, Aku gapapa. Lanjutkan langkah kamu bersama Raya yang sempat terhenti. Saat ini Raya sudah ambil keputusan untuk hidup bersama kamu. Jangan kamu sia-siakan lagi. Kesempatan tidak akan datang dua kali" Ucap Aleena.


"Entahlah, Aku masih ragu dengan Raya. Dalam hati kecilku menolak adanya Raya" Ucap Lian.


"Kamu gak yakin dengan apa yang sudah Raya lakukan?. Raya udah berani ambil resiko pergi dari Justin. Raya juga tau bagaimana nasibnya dan keluarganya jika melepaskan diri dari Justin. Tapi demi kamu dan hanya karena kamu Raya lakukan itu Lian" Ucap Aleena.


"Positif thinking, kamu sangat mencintai Raya. Harusnya kamu percaya dengan pengorbanan Raya saat ini untuk kamu" Ucap Aleena.


"Kamu benar, Aku harus percaya pada Raya. Aku akan mencoba" Ucap Lian.


"Pergi ketempat ternyaman untuk kalian berdua. Doa aku selalu ada di tiap langkah kamu" Ucap Aleena tulus.


Walau sebenarnya hati Aleena sangat sakit mengatakan hal ini pada Lian. Namun Aleena meyakinkan Lian, kalau dirinya baik-baik saja.


"Aku berencana akan membawa Raya jauh dari Jakarta, Agar Justin gak bisa menemukan Aku dan Raya" Ucap Lian.


"Deeggg " Jantung Aleena berdebar kencang ada rasa sakit dalam hatinya mendengar ucapan Lian.


Ingin sekali Aleena bertanya kemana Lian akan membawa Raya pergi. Namun hati kecilnya melarang.


"Pergilah Lian, Kebahagiaan kamu sudah di depan mata" Ucap Aleena.


"Kamu akan selalu menjadi Peri hati ku Aleena. kamu akan selalu ada di dalam hati Aku" Ucap Lian memeluk Aleena.


"Aku bahagia melihat kamu bahagia, Meski kita tidak terikat dalam satu ikatan cinta. Biarkan semua ini berjalan sebagaimana mestinya" Ucap Aleena dalam hati.


"Aku sudah menepati janjiku, Kamu sudah bahagia dan kembali bersama Raya. Bahagia selalu untuk kamu dan Raya" Ucap Aleena.


"Thank you so much,,, Aku masih punya hutang janji sama kamu. Suatu hari nanti Aku akan datang menjemput kamu" Ucap Lian.

__ADS_1


"Jangan bahas janji itu lagi, kita harus menjaga perasaan Raya" Ucap Aleena.


"Tapi hati kecilku mengatakan, Aku akan kembali untuk menepati janjiku" Ucap Lian meyakinkan Aleena.


"Whatever, Yang penting saat ini kamu harus fokus dengan Raya" Jawab Aleena.


"Oya, Aku titip ini sama kamu. Next Aku akan datang untuk mengambilnya dan saat itu kita akan pergi bersama seperti janji aku sama kamu" Ucap Lian sambil merogoh saku Jaket nya.


Lian mengeluarkan sesuatu dari saku Jaket yang Lian kenakan. Lian mengeluarkan kotak cincin berwarna putih, warna kesukaan Lian.


Lian membuka kotak itu, lalu terlihat ada sebuah cincin disana. Lian meraih cincin lalu memasukan kembali kotak cincin kedalam saku jaketnya.


Sebuah cincin yang bisa terbelah menjadi dua. Lian meraih tangan kanan Aleena dan memakaikan cincin itu di jari manis milik Aleena.


Aleena terkejut dengan apa yang Lian lakukan pada dirinya.


"Kamu pakai satu, Aku pakai satu. kita sama-sama pakai cincin ini. Sebelum Aku datang dan kembali untuk menepati janjiku. Please jangan kamu lepas cincin ini" Ucap Lian memohon.


Aleena diam menatap Cincin yang sudah berada di jari manisnya. Entah apa maksud Lain dengan ini.


Apa sebagai tanda pengikat untuk Aleena, agar Aleena tidak membuka hati untuk orang lain?.


Apakah Lian meminta Aleena menunggunya kembali? Entahlah Aleena masih bingun.


"Ini untuk apa?" Tanya Aleena.


"Jangan berpikir yang berat, ini sebagai tanda janji Aku sama kamu. Aku titip ini sama kamu, jangan kamu lepas yah" Ucap Lian dengan suara lembut.


"Seharusnya Cincin ini Aku berikan sama kamu ketika kita berada di Jepang, namun semuanya gagal. Sudah lama Aku menyimpan cincin ini, mungkin saat ini yang tepat untuk Aku berikan sama kamu" Ucap Lian lagi.


"Baiklah Aku akan pakai cincin ini, sampai kamu datang kembali cincin gak akan Aku lepas" Ucap Aleena.


"Janji?" Ucap Lian.


"Yup Janji" Jawab Aleena tersenyum.


"Thanks Peri hati ku" Ucap Lian lalu mengecup kening Aleena.


Lalu Lian mengecup kedua mata Aleena dengan penuh perasaan. Aleena merasakan hangatnya kecupan Lian, Kecupan yang sangat tulus.


"Lian, Ijinkan Aku untuk tetap mencintai kamu. Dan menyimpan Nama kamu di Hati Aku, dalam tiap Doa ku akan selalu ada Nama kamu. Walaupun Aku tau saat ini ada Raya di samping kamu" Ucap Aleena berusaha jujur dengan apa yang Aleena rasakan.


"Mana mungkin Aku melarang kamu berdoa untuk Aku, Apalagi kamu menyimpan cinta kamu untuk Aku. Never ever" Ucap Lian. Sambil menatap wajah Aleena.


Aleena gadis polos yang sangat cantik, Aleena tulus terhadapnya. Kalau bukan karena Raya mungkin saat ini mereka sudah terikat dalam ikatan cinta mereka.


"Aku bahagia Lian"Bisik Aleena lembut.


"Thanks udah mencintai Aku dengan tulus" Ucap Lian.


Lian mengecup bibir mungil Aleena, Aleena membalas kecupan Lian.

__ADS_1


__ADS_2