CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* El & Al *


__ADS_3

Aleena duduk di bangku, dan menghadap ke arah Elio yang duduk di atas motor nya. Aleena mengikat rambutnya yang tergerai karena hembusan angin selalu menutupi wajah nya.


Elio yang berada di hadapan Aleena, memperhatikan Aleena. Begitu lama Elio menatap wajah Aleena.


"Dia benar-benar cantik , cantiknya natural" Puji Elio dalam hati.


"Kenapa ? Ada yang aneh ?" Tanya Aleena sambil melambaikan tangan ke arah Elio.


Elio hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Aleena.


Aleena tau sejak tadi Elio memperhatikan diri nya.


"El , Fitting baju dulu!" Seru seseorang yang keluar dari dalam Basecamp Mereka.


"Ohhh okay" Jawab Elio lalu turun dari atas motor nya.


"Tunggu yah, Aku masuk dulu" Pinta Elio lalu tersenyum.


"He'eh" Jawab Aleena.


Elio melangkah menuju Basecamp, Seseorang yang tadi memanggil Elio melangkah mendekati Aleena dan duduk di samping Aleena.


"Hai ,,, Gue Arga" Seru Arga lalu duduk di sebelah Aleena.


"Aleena" Jawab Aleena.


"Lo cewek nya El?" Tanya Arga


"Aku ?" Jawab Aleena.


"Iya siapa lagi, Lo datang sama El" Ucap Arga.


"Bukan, Aku teman kampus El" Jawab Aleena.


"What? Elio kuliah ? Sejak kapan dia suka belajar?" Seru Arga terkejut.


"Iya, hari ini pertama kali masuk kuliah" Ucap Aleena.


"kesambet setan mana itu anak " Seru Arga aneh.


Aleena tertawa kecil mendengar ocehan Arga , Arga terlihat lucu dan humoris.


"Tapi feeling gue Lo sama El ,,, Hmmm nanti juga Lo berdua tau lah" Seru Arga.


"Feeling?" Ucap Aleena.


"Selama Gue berteman dan kenal El, Dia gak pernah bawa cewek. Hari ini amazing banget Gue liat Dia bawa Lo" Ucap Arga polos.


"Memang kalo berteman sama cewek aneh yah?" Ucap Aleena.


"Gak juga sihh, Gue pikir El gak doyan temenan sama cewek" Ucap Arga.


Aleena tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Arga tentang Elio. Aleena masih bingung kenapa Aleena tidak bisa menolak ajakan Elio. Padahal mereka baru saja bertemu dan berkenalan hari ini.


Terlihat Elio melangkah mendekati Aleena dan Arga. Elio memang memiliki wajah yang bisa di bilang tampan. Dan Elio Style tersendiri yang berbeda dengan cowok kebanyakan.


"Cabut yuk!" Seru Elio menatap Aleena.


"Lo mau kemana El?" Tanya Arga.


"Ikutin putaran roda hehe" Jawab Elio sambil tertawa.


"Gue seriusan Bro " Ucap Arga.


"Gue juga serius" Jawab Elio.


"Serah Lo dahh " Ucap Arga kesal.


Elio hanya tersenyum melihat wajah Arga, Elio meraih Helm dan kembali memakai Helm kepada Aleena. Mereka naik ke atas Motor.


"Gue cabut yah, Ga" Ucap Elio pada Arga.


"Okay, have fun Bro" Jawab Arga.

__ADS_1


Elio dan Aleena meninggalkan Arga, Elio melajukan motornya.


Aleena enggan bertanya pada Elio, Karena butuh suara keras untuk berbicara di atas motor.


Aleena tidak tau Elio akan membawa Aleena kemana, namun dari sepanjang perjalanan Aleena hanya melihat perbukitan. Dan perkebunan teh.


"Deggg ,,,," Jantung Aleena bergetar.


Aleena teringat Taman langit. Tapi arah jalan ini berbeda dengan Taman Langit.


Elio menghentikan laju motornya, Elio melihat di sekelilingnya. Lalu kembali melaju untuk memarkir motor nya agar aman.


Aleena turun dari motor, Aleena mencoba melepaskan Helm yang ada di kepala nya. Namun sulit, Elio melihat Aleena yang berusaha membuka Helm.


Elio mendekati Aleena lalu membantu Aleena membuka helm nya.


"Thanks " Ucap Aleena.


Elio tersenyum lalu mengusap kepala Aleena.


Aleena menatap sekeliling bukit ini, Bukit ini berbeda dengan Taman Langit. Bukit ini lebih sulit untuk bisa berada di atas sana.


"Kita naik kesana" Seru Elio.


Aleena diam sejenak, melihat jalan yang harus di tempuh agak sulit.


Elio meraih tangan Aleena, lalu menuntun Aleena.


"Ikuti langkah kaki Aku, kalo kamu takut atau ragu melangkah" Ucap Elio.


Aleena mengangguk.


Elio menggenggam tangan Aleena begitu erat, agar Aleena tidak terlepas. Aleena mengikuti langkah kaki Elio.


Dan akhirnya sampai juga di atas bukit. Taman langit bisa di lalui oleh mobil atau motor. Namun bukit ini hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki.


Aleena kagum karena bukit ini lebih berwarna dan indah. Karena di bukit ini ada beberapa tanaman bunga yang beragam warna. Walaupun hanya tanaman liar.


Tapi bentuk dan warnanya sangat indah, Taman langit hanya sebuah bukit yang terhampar luas tanpa ada tanaman bunga seperti ini.


"Hmmm , banyak orang bilang. Ini Bukit Bintang" Jawab Elio.


"Bukit Bintang?" Ucap Aleena.


"Iya, Karena kalo langit mulai gelap. Bintang-bintang akan terlihat dan jarak mereka dengan kita sangat dekat. Makanya Bukit ini di beri nama Bukit Bintang" Jelas Elio.


Aleena teringat Lian, kenapa Elio dan Lian sama-sama ada hubungannya dengan Bintang dan perbukitan.


Sebuah kebetulan atau skenario dari Tuhan? Aleena berpikir dalam diam. Yang berbeda hanya sosok dan sifat mereka.


"Kamu suka tempat ini?" Tanya Elio.


"Aku suka banget tempat-tempat seperti ini, lebih natural dan tenang. Tapi Bukit ini mengingatkan Aku dengan Seseorang dan Bukit yang sering Aku datangi bersama Dia" Ucap Aleena.


Entah kenapa Aleena berucap seperti itu, mungkin Aleena begitu merindukan Lian.


"Sori, Aku gak ada maksud buat kamu sedih. Karena Aku bawa kamu ke sini. kamu jadi ingat seseorang" Ucap Elio.


"Yaudah kita ke tempat lain, yang jauh lebih ramai" Ucap Elio.


"Gak usah, Aku suka tempat ini" Ucap Aleena.


"Are you sure?" Elio meyakinkan.


"I'm sure" Jawab Aleena tersenyum.


"Duduk yuk" Seru Elio.


Aleena mengikuti Elio yang duduk di atas sebuah batu besar.


Aleena memandang jauh ke depan, saat ini Aleena berada di suatu tempat. Bersama seseorang yang baru saja ia temui dan ia kenal.


Aleena tidak mempunyai pikiran yang negatif terhadap Elio, sudah hampir senja sebentar lagi akan gelap. Aleena melirik jam tangannya. Pukul 17.30 menit.

__ADS_1


Elio yang memperhatikan Aleena yang sedang melihat jam tangannya.


"Kenapa , mulai bosan?" Tanya Elio.


"Aku gak pernah bosan, dengan suasana dan view seperti ini" Jawab Aleena tersenyum.


"Kamu gak takut, pergi sama Aku. Kita baru aja kenal?" Tanya Elio menatap Aleena .


"Seharusnya sih Aku takut dan waspada. Memang belum satu hari kita kenal. Tapi kamu udah tau hal paling pribadi. Nomor ponsel dan rumah Aku. Aku bukan type orang yang mudah memberikan Nomor ponsel dan alamat rumah Aku" Jelas Aleena.


Elio hanya tersenyum mendengar penjelasan dari Aleena.


"Kenapa kamu tersenyum?" Tanya Aleena.


"Oya, Aku belum jelasin dari mana Aku tau itu semua" Ucap Elio.


"Yup, kamu belum jawab pertanyaan Aku" Ucap Aleena.


""Pertama, Nomor ponsel kamu Aku dapat dari anak kampus. Memang agak sulit karena gak semua siswa di sana tau nomor ponsel kamu. Kedua, diam-diam Aku ikutin kamu pulang ke rumah" Ucap Elio jujur.


"What? Kamu" Aleena terkejut.


"Sori Aku udah lancang" Jawab Elio.


"Aku juga gak tau kenapa harus begitu sama kamu, sebelum nya Aku gak pernah perduli sama wanita" Jelas Elio lagi.


Aleena menatap Elio, yang sibuk mengikat rambut nya. Elio memang unik, dengan gaya rambut dan penampilan seperti itu.


"Krriiing ,,, Krriiing"


Ponsel Aleena berdering, Aleena meraih ponselnya dari saku celana jeans nya. Diaz menghubungi Aleena.


"Heeiii ,,, Where are you?" Tanya Diaz.


"Aku lagi di luar, sama teman " Jawab Aleena.


"Aku ada di rumah kamu, tapi Tante bilang kamu pergi" Ucap Diaz.


"Yup, Kenapa ?" Tanya Aleena.


"Miss you" Ucap Diaz jujur.


"Thanks " Jawab Aleena.


"Besok Aku jemput di kampus" Ucap Diaz.


"Mmmm , Aku ada kelas Jam 12" Ucap Aleena.


"Yaudah Aku jemput yah. Aku antar kamu ke kampus " Ucap Diaz.


"Oke, thanks Diaz" Jawab Aleena.


Aleena menaruh ponsel nya kembali ke dalam saku celana nya. Aleena salah tingkah karena sejak menjawab telpon dari Diaz. Elio menatap wajah Aleena begitu lama.


"Your boy friend?" Tanya Elio serius.


"Hmmm , Him is my best friend" Jawab Aleena jujur.


"Just a friend?" Elio meyakinkan.


"Yup, real best friend" Jawab Aleena tenang.


"Good" Jawab Elio sambil menghela nafas.


Aleena kembali melirik jam tangannya, Sudah hampir pukul 8 malam. Aleena tidak enak untuk meminta pada Elio untuk kembali ke rumah.


"Kamu mau pulang?" Tanya Elio pada Aleena. Elio tau Aleena begitu gelisah saat melihat jam tangannya.


"Yup, tapi kaya nya kamu masih mau di sini" Ucap Aleena.


"Sebenarnya Aku mau kasih liat sesuatu sama kamu. Tapi sepertinya malam ini momen itu gak ada" Ucap Elio.


"momen? Sesuatu?" Ucap Aleena dalam hati.

__ADS_1


"Ok, We have to go " Seru Elio.


Elio bangun dari duduknya lalu mengulurkan tangannya ke arah Aleena. Aleena meraih tangan Elio lalu mereka melangkah menuju motor, untuk kembali pulang.


__ADS_2