CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Let it Go ! *


__ADS_3

"Al , tolong pikirkan lagi ucapan ku tadi!" Pinta Lian.


"Tapi---- " Jawab Aleena.


"Jangan di jawab sekarang, kamu pikirkan lagi nanti" Ucap Lian.


Aleena hanya mengangguk lalu membuka pintu mobil dan keluar.


"Thanks untuk waktunya" Ucap Lian.


"Take care bye ,,, " Ucap Aleena.


Lian menutup kaca mobil dan mobil melaju meninggalkan Aleena. Seperti biasa Aleena selalu melihat Lian pergi sampai mobilnya tidak terlihat, lalu masuk ke dalam rumahnya.


Aleena duduk di tepi tempat tidur, Aleena kembali memikirkan ucapan Lian. Agar Aleena dan Diaz terikat, demi kondisi Diaz.


Menurut Aleena apakah ini akan membuat Diaz merasa aneh, secara tiba-tiba Aleena meminta hubungan mereka terikat.


Hati kecil Aleena menolaknya, Aleena lebih memilih untuk tetap berada di samping Diaz, menemani Diaz dan memberikan support untuk Diaz.


Aleena takut ke inginan Lian akan membuat Diaz berfikir keras, yang nantinya akan menggangu kondisi Diaz.


"Tok ,,, Tok"


Terdengar suara ketuk pintu.


"Sayang, boleh Mama masuk" Seru Sang Mama dari luar kamar. Aleena melangkah menuju pintu lalu membuka pintu kamar yang sudah Aleena kunci.


"Masuk Ma" Aleena tersenyum.


"Belum tidur?" Tanya Sang Mama lalu masuk bersama Aleena.


"Sebentar lagi, kenapa Ma?" Tanya Aleena.


"Udah lama kita gak ngobrol yah" Ucap Sang Mama sambil mengusap kepala Aleena.


"Iya, Aleena juga mau cerita banyak sama Mama. Tapi bingung mau yang mana dulu hehe" Aleena tersenyum.


"Oke satu-satu yang paling mengganggu pikiran kamu" Ucap Sang Mama.


Aleena menghela nafas, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Sang Mama.


"Mama tau, Saat ini Diaz sakit serius Ma" Ucap Aleena.


"Diaz? Sakit apa?" Tanya Sang Mama terkejut.


"Leukemia Ma, Aleena gak sanggup liat kondisi Diaz. Tapi hebatnya Diaz bisa menutupi rasa sakitnya" Ucap Aleena.


"Ya Tuhan, sejak kapan?" Sang Mama terkejut.


"Entahlah Aku gak tau sejak kapan, hampir satu bulan Diaz menghilang. Dan tiba-tiba datang kasih tau Aku kali Diaz akan pergi dari Jakarta untuk kuliah di Luar. Tapi ternyata selama satu bulan itu Diaz check out sendirian hanya untuk memastikan penyakit nya" Jelas Aleena.


"Mama dan Papanya tau?" Tanya Sang Mama.


"Yang tau hanya Bik Nina, Aku curiga saat datang ke rumah Diaz. Tubuh dan wajahnya beda Ma. Saat Diaz akan minum obat Aku foto semua obat milik Diaz. Lalu Aku cari tau tentang obat yang Diaz minum. Diaz sengaja menutupi dari Orang tuanya dan juga Lian" Jelas Aleena.


"Kenapa Diaz seperti itu?" Ucap Sang Mama.


"Alasan Diaz gak mau buat semua kawatir tentang penyakitnya" Jawab Aleena.


"Tapi Aku coba hubungi Lian, agar segera pulang karena Diaz sakit serius" Ucap Aleena lagi.


"Memang Lian kemana?" Sang Mama bingung.

__ADS_1


"Aku belum cerita sama Mama, tentang Lian. Mama ingat waktu Aku bilang mau keliling dunia sama Lian dan ternyata Diaz yang menjemput Aku" Ucap Aleena.


"Iya Mama ingat, kenapa?" Tanya Sang Mama.


"Sehari sebelum Aku dan Lian pergi, ternyata Raya datang. Raya lari dari rumah dan suaminya" Jelas Aleena.


"Raya sudah menikah?" Tanya Sang Mama.


"Iya, dipaksa oleh kedua orang tuanya. Karena Papa nya punya hutang dengan keluarga suaminya makanya Raya harus menikah" Ucap Aleena.


"Completed banget ya" Keluh Sang Mama.


"Akhirnya Lian lebih memilih melindungi Raya, dan meminta Diaz menggantikan Lian Traveling sama Aku" Ucap Aleena.


"Haduh semakin rumit, sekarang Diaz sakit. Apa yang mau kamu lakukan?" Tanya Sang Mama.


"Aku akan support Diaz Ma, meski Aku tau kemungkinan Diaz untuk sembuh itu sangat kecil. Aku udah tanya Dokter ahli, walaupun nantinya ada Donor Tulang sumsum yang cocok untuk Diaz. Itu gak seratus persen sembuh, jarang sekali bisa berhasil meski udah menjalani operasi pencangkokan sumsum tulang" Jelas Diaz.


"Kasian Diaz, dengan usianya yang masih sangat muda sudah terkena kanker darah " Ucap Sang Mama.


"Kemarin Lian meminta Aku untuk mewujudkan impian Diaz, tentang perasaan Diaz sama Aku" Jelas Aleena.


"Kamu jawab apa?" Ucap Sang Mama.


"Aku gak bisa Ma, Karena Lian dan Diaz sama-sama mencintai Aku. Mereka satu keluarga, Jadi lebih baik seperti ini. Aku akan fokus dengan kesehatan Diaz dan Support Diaz Ma" Ucap Aleena.


"Tapi kamu masih mencintai Lian?" Tanya Sang Mama.


Aleena menarik nafas, lalu tersenyum.


"Rasa itu akan selalu ada Ma, meski nantinya kami gak bisa bersama. Tapi akan ada ruang di hati Aku untuk Lian walau hanya sedikit" Jawab Aleena.


"Satu lagi Mama mau tau , teman baru kamu yang anak Club Motor. Gimana?" Tanya Sang Mama lagi.


"Iya, keliatannya Dia juga anak baik dan sopan" Ucap Sang Mama.


"Kami hanya berteman" Jawab Aleena.


"Tapi Ma, Elio minta Aku untuk dampingi Dia saat acara Touring Club' Motornya" Ucap Aleena lagi.


"Terserah kamu sayang, sejak awal kami memberikan kepercayaan sama kamu. Kamu harus menjaga itu" Ucap Sang Mama.


"Tapi dalam kondisi Diaz saat ini? Aku masih ragu untuk ikut " Ucap Aleena.


"Tapi kamu sudah berjanji untuk ikut?" Ucap Sang Mama.


"He'eh, sebelum Aku tau Diaz sakit" Jawab Aleena.


"Kalo menurut Mama, ikut. Karena gak setiap weekend atau setiap bulan ada acara itu. Sekali-kali refreshing naik motor" Ucap Sang Mama.


"Mama kasih Aku ijin?" Tanya Aleena.


"Pergilah sayang, asal kamu happy" Jawab Sang Mama.


"Thanks Mommy hehe" Seru Aleena sambil memeluk Sang Mama.


"Yaudah istirahat " Ucap Sang Mama.


sambil mengusap kepala Aleena lalu melangkah ke luar kamar.


Aleena kembali mempertimbangkan saran dari Sang Mama, Benar juga jika Aleena ikut serta dalam acara Club Motor Elio.


Untuk pertama kalinya Aleena akan menempuh perjalanan jauh dengan satu Club'. Mungkin lebih menyenangkan, dan acara ini hanya ada per enam bulan sekali.

__ADS_1


Baiklah Aleena akan menemui Elio besok di kampus, Aleena akan memberi tau kalau Aleena ikut dalam Touring Club' Motornya Elio.


Aleena merebahkan tubuhnya, lalu memejamkan matanya.


...***...


@Kampus.


Aleena melangkah melewati koridor, Aleena melihat Sosok Raya yang sedang melangkah mendekati Aleena.


"Raya? kenapa Dia di sini?" Ucap Aleena dalam hati.


"Aleena ,,, " Panggil Raya yang sudah berada di hadapan Aleena.


"Raya" Ucap Aleena.


"Kaget ya" Ucap Raya.


"Bisa kita bicara ?" Pinta Raya.


"Mmmm ,,, kita ke Danau aja lebih enak buat ngobrol" Jawab Aleena.


"Oke" Jawab Raya.


Mereka menuju Danau belakang kampus, Entah mau apa Raya menemui Aleena. Sejujurnya Aleena sudah tidak mau tau lagi tentang hubungan Raya dan Lian yang selalu saja seperti ini.


Tiba di Danau, Raya menatap sekeliling Danau lalu duduk di dekat Aleena.


"Mau bicara apa?" Tanya Aleena tersenyum.


"Sorry sebelumnya, kalo Aku harus bicara ini sama kamu" Ucap Raya.


"Soal apa yah?" Aleena tidak mengerti.


"Kamu mau Lian bahagia?" Tanya Raya.


"Gak harus Aku jawab, kamu tau jawabannya" Ucap Aleena tenang.


"Aku pikir setelah kami pergi jauh dari Jakarta, Lian berhenti melupakan kamu. Tapi Lian selalu saja mencoba mencari tau tentang kamu " Ucap Raya.


"Heeiii, selama kalian pergi Aku gak pernah hubungi Lian dan Lian pun gak pernah hubungi Aku"Ucap Aleena.


"Iya Aku tau, tapi Lian selalu mencoba mencari tau kamu dari Diaz. Dengan alasan menanyakan kabar" Jelas Raya.


"Menurut Aku itu hal wajar, Lian menghubungi Diaz. Mereka saudara, jadi Aku harap kamu jangan berfikir apapun. Apalagi tentang Aku dan Lian" Jelas Aleena yang masih tenang.


"Kamu masih mencintai Lian, dan masih berharap kalian bisa bersama" Raya menatap wajah Aleena.


"Nope, Aku udah merelakan kalian berdua untuk bahagia. Mungkin seperti ini lebih baik" Jawab Aleena.


"Kamu bisa bantu Aku, Agar Aku dan Lian bisa baikan lagi?" Pinta Raya.


"Sori Raya, ini di luar jalur Aku. Kalian udah sama-sama dewasa, Bukannya Lian ingin menikah dengan kamu?" Ucap Aleena.


"Ya, Lian ingin kami menikah. Tapi urusan Aku dan Justin belum selesai" Jawab Aleena.


"Sori yah, Aku harus masuk kelas. Next kita ngobrol lagi" Ucap Aleena.


"Oke, thank untuk waktunya" Jawab Raya.


Aleena melangkah meninggalkan Raya, Aleena tidak habis pikir dengan hubungan mereka berdua. Aleena sudah tidak ingin ikut campur lagi dalam hubungan Lian dan Raya.


Sepertinya sudah cukup selama ini Aleena mengalah, dan merelakan Lian bersama Raya.

__ADS_1


__ADS_2