
Hari ini Lian memulai kehidupan baru, Lian sudah mulai bekerja di Kantor Papa nya. Hari-hari Lian akan di sibukkan dengan urusan kantornya.
Masih sama Lian mengenakan setelan Jas Putih, Lian makin terlihat Tampan seperti Executive Muda.
Lian menuruni anak tangga rumahnya, untuk sarapan bersama Orang Tua nya. Mereka sudah menunggu Lian di sana. Terlihat Bik Nina tengah menyiapkan hidangan untuk mereka.
"Mas Lian" seru Bik Nina kagum. Melihat penampilan Lian hari ini.
"Kenapa Bik?" Tanya Lian Heran.
"Mas Lian ganteng banget, Bibik sampe pangling Mas" Seru Bik Nina lagi.
"Bibik kalo udah muji orang paling bisa dehh" Ucap Lian tersenyum.
Lian menggeser kursi lalu Ia duduk untuk menikmati sarapan.
"Lian, selamat menjalankan hari baru kamu Nak. Papa yakin kamu bisa" Ucap Papa nya.
"Semangat sayang" sambung Mama nya lagi.
"Iya, Ma, Pa." Ucap Lian sambil menikmati hidangan.
"Nanti di Kantor kamu langsung temui Pak Robby. Dia sudah Papa percaya untuk mengarahkan kamu di kantor" Ucap Sang Papa.
Lian mengangguk pelan.
"Oya sayang, sebelum Mama dan Papa kembali ke New York. Atur pertemuan dengan keluarga Aleena yah" Pinta sang Mama.
"Mmmm, oke nanti Lian tanya Aleena" Ucap Lian.
"Ma, Pa, Diaz gimana?. Udah lama Diaz gak pulang" Tanya Lian.
"Oya, sebelum kami ke New York. Kami akan Transit ke Belanda untuk menjenguk Diaz. Kalo bisa Diaz harus kembali" Jelas Sang Mama.
"Aku kangen Diaz Ma" Ucap Lian.
"Iya sayang, Mama paham. Nanti Mama minta Diaz untuk pulang yah" Ucap Sang Mama.
Lian mengangguk lalu tersenyum.
Usai sarapan, Lian bergegas untuk ke kantor baru nya. Sejujurnya Lian belum pede untuk memulai kehidupan baru nya.
Karena support Aleena dan Bik Nina, yang buat Lian yakin menjalani nya.
Lian men Starter AUDY Q7 milik nya, menuju Kantor nya. Kantor Lian berada di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.
"Semoga hari ini menyenangkan" Pinta Lian dalam hati.
"Krriiinngg ,,, Krriiinngg ,,, "
Ponsel Lian berdering. Lian meraih ponsel yang Ia letakkan di atas Dasboard mobilnya. Terlihat di layar ponsel nya
' Peri Hati ku ❤️ '
Lian tersenyum lalu menjawab panggilan.
"Semangat Lian, semoga hari kamu menyenangkan" Seru Aleena memberi semangat.
"Baru aja Aku berharap sama kaya ucapan kamu. Thanks Aleena Peri Hati ku" Balas Lian.
"Ya udah, Aku mau ngampus juga nihh. Hati-hati Lian" Ucap Aleena lalu menutup panggilan nya.
Lian memasuki basemen untuk memarkirkan Si Putih AUDY Q7 nya. Lalu Lian memasuki Lift untuk menuju Kantor nya.
Tiba di meja receptionis seorang Pria seumuran dengan Papa nya menghampiri Lian lalu menyambutnya.
"Selamat datang Mas Lian, saya Pak Robby kepercayaan Pak Bram Papa nya Mas Lian" sapa Pak Robby.
"Terimakasih kasih Pak Robby, Saya harap Pak Robby bisa membantu saya di Perusahaan ini" ucap Lian pada Pak Robby.
"Siap Mas, saya akan bantu jika di perlukan" Ucap Pak Robby meyakinkan Lian.
"Sekali lagi terimakasih" Lian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Pak Robby.
"Mari Mas saya antar untuk memperkenalkan kepada semua Staff " Pak Robby mempersilahkan.
"Baiklah" ucap Lian.
"Rekan kerja, perkenalkan Ini Mas Lian. Anak dari Pak Bram, Owner kita. Mulai hari ini Mas menempati posisi sebagai Manager Utama" Ucap Pak Robby memperkenalkan Lian kepada semua Staff.
"Terimakasih Rekan kerja, mohon bantuannya dan bimbingannya" Lian menyapa semua Staff nya.
"Mari Mas, saya tunjukan Ruangan untuk Mas Lian" Pak Robby mempersilahkan. Lian mengangguk pelan.
Lian memasuki Ruang Kerjanya, yang sudah tertata rapi. Ruang Kerja yang nyaman pikir Lian. Lian menatap sekeliling Ruang Kerjanya.
"Oya Mas, Mas Lian butuh Assistent tidak?" Tanya Pak Robby.
"Aku rasa gak perlu Pak, Aku lebih suka Aku yang atur sendiri" Jawab Lian.
"Oke siap Mas, kalo butuh bantuan hubungi saya aja" Ucap Pak Robby. Sambil meninggalkan Lian di Ruang nya.
"Tookk ,,, Tookk ,,,"
suara pintu di ketuk.
"Iya masuk" seru Lian.
"Surprise ,,, " seru Aleena menghampiri Lian lalu memeluknya.
"Ihhh kamu nakal yahh" Ucap Lian membalas pelukan Aleena sambil mencubit hidung milik Aleena.
"Katanya ngampus?" Ucap Lian.
"Hehe, Iya setelah dari sini Aku langsung ke Kampus" Jawab Aleena santai.
"Nanti pulang Aku jemput yah" Ucap Lian.
"He'eh" Aleena mengangguk.
"Semangat kerja, jangan lupa makan siang yahh" Ucap Aleena.
"Aku pergi dulu ya, Takut telat" sambung Aleena.
"Kamu ke sini cuma mau bilang semangat?" Tanya Lian heran lalu tersenyum.
__ADS_1
"Gak mau temani Aku kerja?" Tanya Lian lagi.
"Kalo Aku di sini bahaya, kamu gak fokus kerja" Goda Aleena.
"Justru Aku makin semangat" Seru Lian.
"Next time, Aku bakal temani kamu. Janji" Aleena melangkah ke arah pintu.
"Aleena, tunggu" panggil Lian lalu menghampiri Aleena.
"Thanks, nanti ku jemput" Lian mengecup Kening Aleena. Aleena mengangguk sambil tersenyum.
"Al, Aleena" Tara memanggil Aleena sambil mencolek lengan Aleena.
"Kenapa?" Tanya Aleena.
"Tuuhh, Pangeran udah nunggu" Goda Tara sambil mengarahkan jari nya ke arah luar kelas.
Aleena menoleh ke arah luar lalu tersenyum melihat Lian sudah menunggu nya.
"Ciieee, mau di culik kemana lagi?" Goda Tara ingin tahu.
"Mau di ajak nikah kayanya hahaha " Ucap Aleena sambil menjulurkan lidahnya.
"Amiiin ,,, semoga cepat yahh " Seru Tara semangat.
"Belum saat nya Tara sayang, masih banyak yang harus di perbaiki ?" Ucap Aleena.
"Apalagi yang mau di perbaiki? Udah sama-sama cocok juga " Seru Tara manyun.
"Lha ,,, ko Lo yang ngambek? " Ucao Aleena.
"Sejak kapan gue doyan ngambek, pokonya gue tunggu ending nya Lo berdua happy" Ucap Tara sambil tersenyum.
"Lo emang sobat terbaik gue" Ucap Aleena.
Aleena merapihkan bukunya dan bergegas menghampiri Lian yang sudah menunggu.
"Gue jalan dulu yahh" Ucap Aleena pada Tara.
"Have fun" Ucap Tara.
"Kita mau kemana?" Tanya Aleena.
"Mau antar kamu pulang" Jawab Lian santai.
"Udah gak mau culik Aku lagi?" Ucap Aleena.
"Haha,,, Next Aku culik lagi yahh" Ucap Lian sambil mengusap rambut Aleena.
Tiba di depan Rumah Aleena, Lian mengantar Aleena masuk untuk menemui Orang Tua Aleena.
"Aku mau ketemu Papa dan Mama kamu" Ucap Lian.
"Mau apa?" Tanya Aleena ingin tahu.
"Nanti juga kamu tau, udah sana panggil mereka" Pinta Lian.
Aleena masuk menemui Kedua Orang Tua nya, beberapa menit kemudian Aleena keluar bersama Papa dan Mamanya.
"Malam ini ya?" Tanya Om Adit.
"Iya Om, Lian tunggu di rumah yah Om" Ucap Lian lagi.
"Iya, terimakasih Lian, suatu kehormatan untuk kami di undang ke rumah mu" Ucap Om Adit sambil tersenyum.
"Lian pamit Om, Tante. Sampai ketemu di rumah" Ucap Lian pamit kepada Orang Tua Aleena.
"Aleena, ada acara apa Orang Tua Lian mengundang kita?" Tanya Sang Papa.
"Waktu acara syukuran keluarga Lian Mama nya sempat tanya Aku soal Papa, kata Mama Lian Papa teman lama Papa nya Lian" jelas Aleena.
"Teman lama Papa?" Ucap sang Papa bingung sambil mengerutkan keningnya.
"Aku juga lupa nanya siapa nama Papa nya Lian" Ucap Aleena sambil senyum.
"Kira-kira siapa yah Ma?" Tanya sang Papa sambil menoleh ke Arah Istrinya.
"Yasudah nanti juga kita tau siapa mereka Pa. Yang penting kita datang ke sana karena mereka sudah mengundang kita" Ucap Sang Mama.
"Sayang, kamu harus Anggun malam ini, Mama rasa ini bukan pertemuan biasa" Ucap sang Mama sambil mengusap rambut Aleena. Aleena mengangguk pelan.
"Aku ke kamar dulu yah Ma, Pa." Pamit Aleena kepada Orang Tua nya.
Kembali Aleena membuka lemari pakaian nya, untuk memilih Dress yang akan Ia kenakan malam ini.
Kali ini Aleena akan memilih Dress berwarna putih, karena Aleena tau itu warna kesukaan Lian.
Aleena meraih Mini Dress yang berwarna putih, dengan lengan panjang. Aleena ingin tampil sopan di hadapan keluarga Lian, lalu Ia mulai mengenakan nya.
Aleena mulai merias wajah nya dengan Natural, setelah itu rambut nya. Aleena sengaja membiarkan rambut panjang nya tergerai.
Tepat pukul 07.00 Wib. Aleena keluar kamar menuruni anak tangga yang untuk menuju Ruang Tamu, Kedua Orang Tua nya sudah menunggu di sana.
"Ayo kita berangkat, nanti telat" Ucap sang Mama. Sambil merangkul anak gadisnya. Menuju Range Rover Milik Papa Aleena. Papa Aleena melajukan mobilnya menuju Rumah Lian.
@Lian's Home.
Tiba di rumah Lian yang Megah, Aleena dan Orang Tua sudah di sambut oleh Bik Nina.
"Non Aleena, Bibik Kangen Non" Sapa Bik Nina sambil memeluk Aleena.
"Sama Aleena juga kangen Bik Nina" Ucap Aleena.
"Oya Bik, ini Mama dan Papa Aku" Ucap Aleena memperkenalkan Orang Tua nya.
"Pantes aja Non Aleena cantik, wong Mama nya juga cantik masih muda" puji Bik Nina.
"Terimakasih kasih Bik" Ucap sang Mama.
"Mari Non, Bapak dan Ibu juga Mas Lian sudah menunggu" Bik Nina mempersilahkan masuk.
Bik Nina membawa mereka ke Ruang Makan menemui Lian dan keluarga nya.
Papa Lian, tersenyum melihat kehadiran Papa nya Aleena.
__ADS_1
"Aditia Tanu, sudah lama kita tidak berjumpa" Sambut Om Bram memeluk Papa Aleena.
"Bram, ternyata kamu" Balas Papa Aleena.
"Mari silahkan, kita langsung makan saja setelah itu baru kita nostalgia" Seru Tante Martha.
Mempersilahkan Aleena dan keluarga nya menuju meja makan.
Pandangan mata Lian selalu tertuju pada Aleena, Lian mengagumi kecantikan Aleena.
Sesekali Aleena melirik ke arah Lian, Aleena tau Lian sedang menatap nya.
Selesai makan malam, kedua Orang Tua mereka menuju ruang keluarga untuk berbincang dan bernostalgia tentang kenangan mereka di masa dulu.
"Kami mau ke taman belakang" Ucap Lian memberi tahu. Karena Lian melihat mereka tengah asik berbincang-bincang.
"Iya Nak" Ucap Tante Martha.
Lian menggandeng tangan Aleena, menuju taman belakang.
Tante Martha memperhatikan Lian dan Aleena sambil tersenyum.
"Aleena sangat cantik yahh Mbak" Ucap Tante Martha.
"Alhamdulillah, Aleena harta kami paling berharga" Ucap Tante Mila.
"Sejak Lian mengenal Aleena, sifat Lian jadi berubah. Aku harap mereka bisa terus bersama" Ucap Tante Martha.
"Kita berdoa saja untuk kebahagian mereka" Ucap Tante Mila.
"Oya Mbak, setau ku anak mu dua, kemana adiknya Lian?" Tanya Tante Mila.
"Diaz, kuliah di Amsterdam Mbak. Kemarin sempat di Jakarta. Tapi Diaz minta pindah" Jelas Tante Martha.
"Iya dulu terakhir kita ketemu. Aku lagi hamil Aleena, terus Mbak Martha lagi hamil juga" kenang Tante Mila.
"Iya, sampai-sampai kita bilang kalo nanti anak kita lahirnya sepasang kita jodohkan" Ucap Tante Martha.
"Tapi malah Lian yang dekat dengan Aleena" Ucap Tante Mila.
"Mas Adit, Anak kita sudah saling kenal dan dekat. Semoga kedekatan mereka sampai ke jenjang pernikahan" Ucap Tante Martha pada Papa Aleena.
"Saya tidak bisa memaksakan ke hendak saya. Biar mereka yang menentukan kita hanya berdoa agar semua sesuai harapan" Ucap Om Adit.
"Iya benar, anak jaman sekarang beda dengan jaman kita dulu. Mana mau mereka di jodohkan" Ucap Tante Martha.
"Paling tidak mereka sudah saling kenal dan dekat" Ucap Tante Mila.
"Kita berdoa saja untuk mereka" Lanjut Om Bram.
Kedua keluarga makin asik berbincang-bincang.
Sementara Aleena dan Lian menikmati cerahnya malam ini.
"Cerah banget malam ini, banyak bintang" Ucap Aleena sambil menatap langit.
"Udah lama yahh kita gak ke Taman Langit" Ucap Lian.
"Next kita ke sana yah" Ucap Lian lagi.
"Kalo kamu sibuk jangan paksain Lian, sekarang kamu udah punya tanggung jawab di Kantor" Ucap Aleena.
"Sesibuk apapun Aku akan sisihkan waktu untuk kita" Bisik Lian.
Lian menatap wajah Aleena begitu dalam, lalu membelai lembut rambut panjang Aleena.
"Kamu cantik" Puji Lian tulus dalam hatinya.
"Kamu tau? Udah berapa kali kamu bilang ini" Ucap Aleena.
"Is Real,,," Ucap Lian tersenyum.
"Mmmm,,, Apa yang mereka bicarakan yah di dalam?" Tanya Aleena penasaran.
"Perjodohan kita mungkin" Ucap Lian sambil tersenyum. Aleena hanya tersenyum.
"Dari pada penasaran kita gabung aja sama mereka!" Ajak Aleena. Aleena menarik lengan Lian untuk menghampiri keluarga mereka.
"Naahh itu mereka" Seru Tante Martha. Sambil mengarah Mata pada Lian dan Aleena.
"Aleena hayo kita pulang Nak" Ucap Tante Mila sambil mengusap rambut Aleena.
"Om, Tante, Aleena pamit" Ucap Aleena.
"Aleena sayang, Tante titip Lian. Lusa kami berangkat lagi" Ucap Tante Martha. Aleena tersenyum.
"Terimakasih kasih atas jamuan nya Mas Bram dan keluarga" Ucap Om Adit.
"Sama-sama Mas, terimakasih juga sudah mau hadir" Ucap Om Bram.
"Kami sekeluarga pamit" Ucap Om Adit ke pada keluarga Lian.
Aleena dan keluarga nya meninggalkan rumah Lian, dalam perjalanan ada obrolan ringan di antara mereka. Pastinya tentang Aleena dan Lian.
"Aleena, seperti nya Orang Tua Lian berharap kalian berjodoh" Ucap Sang Papa.
"Masa?" Ucap Aleena.
"Iya sayang, mereka berharap kedekatan kalian bisa berlanjut sampai ke pernikahan" Lanjut Sang Mama.
Aleena hanya tersenyum.
"Menurut Papa dan Mama gimana?" Tanya Aleena kepada kedua Orang Tua nya.
"Kalau Papa, tidak mau memaksakan ke hendak. Artinya kami tidak egois untuk memaksa perjodohan itu" Tegas Sang Papa.
"Iya Nak benar, toh kalian yang menjalani. Kita tidak tau kedepannya nanti bagaimana hubungan kalian" Di Ucap Sang Mama.
"Aku beruntung banget punya Orang Tua seperti kalian, Ma, pa, Aleena masih harus Selesaikan Kuliah. Jadi Aleena gak mau kecewakan Mama dan Papa" Jelas Aleena.
"Iya sayang kami tidak akan memaksakan. Kami hanya mau kamu Bahagia, karena hanya kamu milik kami satu-satunya" Ucap Sang Mama.
"Love you Ma, Love you Pa" Ucap Aleena.
"Love you too sayang" Ucap Sang Mama dan Papa berbarengan.
__ADS_1