CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Hanya untuk Raya *


__ADS_3

Lian tengah menikmati secangkir teh hangat, udara malam hari jepang cukup dingin, sebentar lagi akan memasuki musim gugur.


Sudah hampir satu Minggu Lian berada di Tokyo - Jepang.


Sesungguhnya Lian tidak nyaman berada jauh dari rumah, tapi demi Raya dan melindungi Raya semua itu akan Lian lakukan.


Lian belum menghubungi Diaz atau Aleena, Lian meraih ponselnya yang berada di atas meja. Orang pertama yang akan Lian hubungi adalah Diaz.


Lian mencari kontak telepon milik Diaz, Lian mencoba menghubungi Sang Adik tersayang.


"Tuuutttt ,,, Tuuutttt" Nada tersambung.


"Kamu telpon siapa?" Tiba-tiba Raya datang menghampiri Lian dan merebut ponsel milik Lian lalu membatalkan panggilan telpon Lian.


"What are you doing Raya?" Seru Lian kesal.


"Stop Lian, saat ini kita sudah hidup bersama. Aku gak mau kamu melibatkan orang lain kedalam hubungan kita. Walau itu Diaz adik kamu" Ucap Raya.


"Heeiii , sejak kapan kamu mengatur Aku sampai hal kaya gini?" Ucap Lian dengan nada suara tidak suka.


"Sejak kita memutuskan jauh dari Jakarta dan mereka !" Jawab Raya.


"Mereka ?" Ulang Lian.


"Iya mereka , Diaz dan Peri hati kamu" Ucap Raya kesal.


"Kamu ini kenapa? Diaz dan Aleena orang yang paling care sama Aku" Jawab Lian tenang.


"Lalu saat ini Aku berada di sisi kamu untuk apa?" Ucap Raya.


"Raya kita akan segera menikah, apa yang kamu takutkan?" Ucap Lian.


"Honey, Aku belum berpisah dari Justin " Ucap Raya.


"Kamu tenang aja, Aku udah urus semua. Tinggal tunggu surat gugatan dan hanya butuh tanda tangan kamu" Ucap Lian tersenyum.


"What? Kenapa kamu gak bilang sama Aku?" Raya terkejut.


"Aku mau buat kejutan sama kamu, Aku bahagia bisa menikah dengan kamu. Cinta sejati ku" Ucap Lian.


Tapi Raut wajah Raya seperti tidak senang mendengar ucapan Lian. Sepertinya Raya benar-benar tidak mau terikat oleh pernikahan.


"Honey, Aku takut Justin akan berbuat sesuatu sama kita" Ucap Raya.


"But I'm not afraid! " Jawab Lian.


"Kamu gak tau Justin seperti apa" Ucap Raya sambil menunduk.

__ADS_1


"Justru dengan Aku akan tau Justin seperti apa, setelah surat itu sampai di tangan Justin" Ucap Lian.


"Whatever, Aku kawatir dengan Papa dan Mama di sana. Karena Aku tau Justin!" Ucap Raya.


"Kamu gak pernah jelasin, sifat detail Justin gimana. Cuma kamu yang tau sifat Justin" Ucap Lian.


Raya diam dan hanya menatap wajah Lian.


"Honey, Justin akan melakukan apa aja yang bisa buat Dia marah. Dia bisa menggunakan banyak cara untuk bisa mendapatkan apa yang Justin inginkan" Jelas Raya.


"Oke, Aku akan tunggu. Reaksi Justin seperti yang kamu bilang itu" Ucap Lian tenang sambil meneguk Teh hangat.


"Kamu ingat waktu pertama kali kamu kembali ke Jakarta, Cukup lama kamu di Jakarta dan kita juga ke Bali. Tapi Justin sama sekali gak mencari kamu?" Ucap Lian.


"Deggg ,,," Jantung Raya bergetar.


"Seharusnya Justin sudah berada di Jakarta, Setelah kamu meninggalkan London. Tapi Justin sama sekali gak bertindak mencari kamu" Ucap Lian.


"Hmm , Justin gak tau rumah kamu" Jawab Raya dengan wajah sedikit panik.


"Heeiii, Justin bisa memaksa minta alamat rumah Aku dari Om David. Kamu bilang Justin bisa melakukan banyak cara" Jawab Lian.


"Bisa saja Papa menutupi semuanya, Papa mau melindungi Aku dan juga Kamu" Jawab Raya.


"Raya, please Kali ini biar Aku yang bertindak. Aku Fight untuk hubungan kita. Aku mencoba melepaskan kamu dari Justin. Kenapa kamu seolah-oleh menahannya. Dan kamu masih ingin bersama Justin " Ucap Diaz.


"Iya Aku tau. Justru Aku ingin bantu Om David dan kamu lepas dari Justin " Ucap Lian.


"Dengan cara kita menikah?" Tanya Raya.


"Yup " Jawab Lian.


"Itu belum cukup Honey " Ucap Raya.


"Raya, Aku pernah bicara sama Om David. Aku akan membantu Om David melunasi hutang-hutangnya pada Justin. Agar kamu bisa lepas dari Justin" Jelas Lian.


"Impossible, Hutang Papa sangat banyak. Gak sedikit Honey "Ucap Raya.


"Enough, Biarkan Aku yang bertindak. Kamu dan keluarga kamu hanya tunggu kabar selanjutnya" Ucap Lian tenang.


"Kamu yakin?" Raya tidak percaya.


"Semua akan Aku lakukan untuk kita" Jawab Lian meyakinkan.


Tiba-tiba Raya terkejut melihat Cincin yang ada di jari Manis Lian. Raya meraih tangan Lian dan menatap Cincin yang di pakai oleh Lian.


"Aku baru liat Cincin ini?" Tanya Raya lalu menatap wajah Lian

__ADS_1


"Cincin ini belum lama Aku pakai, sebelum kita datang ke Jepang" Jawab Lian.


"Seperti Cincin couple?" Tanya Raya lagi.


"Benar, Separuhnya di pakai Aleena" Jawab Lian tenang.


"Maksudnya apa?" Raya marah.


"Gapapa, Sengaja Aku titipkan pada Aleena. Suatu hari nanti Aku akan ambil cincin yang di pakai Aleena" Lian jujur.


"Untuk apa?" Raya mulai tidak suka.


"Aku punya janji pada Aleena" Jawab Lian.


"Traveling berdua? Sampai kapanpun Janji itu gak akan terjadi" Ucap Raya.


"Walau gak aja terjadi, setidaknya Aku udah buat Aleena senang" Ucap Lian.


"Who do you love?" Tanya Raya tegas.


"Aku gak perlu jawab, kamu tau jawabannya" Ucap Lian.


Ada apa dengan Lian, Lian yang saat ini jauh berbeda dengan Lian yang beberapa tahun lalu.


"Kamu berubah, kamu bukan Lian yang Aku kenal" Ucap Raya.


"Aku masih Lian yang dulu, namun saat ini Aku akan lebih tegas sama kamu. Karena kita akan segera menikah" Jawab Lian.


"Aku lebih suka kamu yang dulu, Aleena sudah merubah kamu" Ucap Raya.


" Aku yang dulu terlihat lemah, hanya bisa menunggu dan berharap keajaiban datang" Ucap Lian.


"Kamu memang selalu bermain dengan perasaan Aku, Saat ini Aku yakin ingin menikah dan hidup bersama kamu selamanya" Ucap Lian lagi.


"No Lian, i love you so much. Aku lebih memilih pergi dari Justin hanya untuk bersama kamu" Ucap Raya.


"Iya, kita harus menikah. Agar kamu gak pergi lagi dari Aku" Ucap Lian.


"Baiklah, kita akan menikah. Setelah urusan Aku dan Justin selesai " Ucap Raya.


"Thanks Raya" Ucap Lian lalu memeluk Raya.


Kali ini Lian benar-benar ingin menikah dengan Raya. Lian percaya Raya memang untuk Lian. Raya yang akan menemani Lian selamanya.


Berkali-kali Lian dan Raya terpisah, namun selalu saja dengan cara yang entah bagaimana mereka kembali bersama.


Dan ini sudah menjadi keputusan Lian, semua resiko yang nanti akan terjadi sudah Lian pikirkan.

__ADS_1


' Kita telah lewati, rasa yang pernah mati. Bukan hal baru bila kau tinggalkan Aku ,,, Tanpa kita mencari jalan untuk kembali. Takdir cinta yang menuntun mu kembali pada ku ... '


__ADS_2