CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Refresh hati *


__ADS_3

Aleena tengah duduk di depan jendela kamar Hany, sambil menatap langit cerah sore hari di Jogjakarta. Aleena menunggu kedatangan Hany pulang dari kampus dan Toko Meubel milik Keluarganya.


"Akhirnya pulang juga " Seru Hany yang tiba-tiba masuk kedalam kamar lalu menghampiri Aleena yang masih duduk dan tersenyum.


"Dari pagi juga Gue udah balik Han" Ucap Aleena.


"Di culik kemana sama anak motor hehe" Hany ingin tau.


"Bukit Bintang " Jawab Aleena.


"Waw, tau aja tempat populer paling romantis di sini" Seru Hany.


"Justru, Gue bingung Elio udah hafal semua tempat di Jogja. Mungkin karena dia sering Touring sama Club'Motor nya" Jawab Aleena.


"Trus semalaman Lo dimana and ngapain aja?" Hany mendesak Aleena agar bercerita.


"Semalam tuh hujan, baju gua pada basah. Alhasil Gue bermalam di Resort deket sana" Ucap Aleena.


"Trus ,,,, ?" Tanya Hany.


"Maksudnya?" Aleena bingung.


"Lo ngapain dan apa yang Lo omongin semalam suntuk sama Dia?" Tanya Hany.


"Elio tetep berharap Gue milih Dia, Justru Gue kesini lagi cari jawabannya. Dengan adanya Dia di sini makin pusing" Keluh Aleena manyun.


"Dia tau Lo di sini dari mana?" Tanya Hany lagi.


"Seseorang kepercayaan dia dan keluarganya, semacam spy mungkin hehe" Jawab Aleena.


"Orang penting dong kalo keluarganya punya spy gitu. Lo gak kawatir, maksud Gue hidup Lo selalu diawasi terus saat lo jauh dari Elio?" Ucap Hany.


Aleena terdiam, ucapan Hany ada benarnya. Kemanapun Aleena pergi Elio pasti akan menemuinya.


"Coba Lo pikir baik-baik, Lo restart hati Lo. Gue sebagai sobat Lo gue dukung siapapun pilihan Lo" Ucap Hany.


"Gue lebih takut lagi, kalo seandainya gue gak milih Elio. Gue takut Elio bisa nyakitin orang-orang terdekat gue Han" Keluh Aleena.


"Jadi maksudnya Lo udah pilih Elio, demi orang-orang terdekat Lo. Tapi Lo sendiri gimana? Nyaman ? Bahagia?" Sesak Hany.


"Gue bingung" Aleena mulai bosan.


"Bicara baik-baik sama Elio, kalo emang Lo cinta sama Dia. Ikuti kata hati Lo, tapi kalo Lo udah punya pilihan hati. Lo buat kesepakatan kalo Lo sama Dia cukup berteman gak lebih. Simple banget Al " Hany menjelaskan.


"Faktanya gak sesimpel yang Lo ucapin tadi" Ucap Aleena.


"Lo belum nyoba kan?. Sekarang gue mau tau. Apa Lo udah tau jawabannya siapa yang Lo pilih dari ke tiga pangeran itu?" Tanya Hany.


"He'eh" Ucap Aleena sambil mengangguk.


"Lian ?" Tebak Hany.

__ADS_1


"Iya, Gue belum bisa move on dari Lian. Dan sampai saat ini Gue masih menunggu janji Lian buat ajak Gue keliling dunia berdua. Ini sebagai janji Lian sama Gue" Ucap Aleena sambil mengarahkan cincin yang ada di jari manisnya.


"Kalian udah tunangan?" Hany terkejut.


"Bukan, cincin ini sebenarnya sepasang. Lian juga pake satu. Lian bilang gue gak boleh lepas cincin ini sampai janji Dia di tepati" Jelas Aleena.


"Aleena sayang, sekarang udah jelas. Dan Lo juga udah tau jawabannya. Kenapa harus Lo bikin ribet sih" Ucap Hany sambil menepuk keningnya.


"Lo gak ngerti Han, banyak perasaan yang harus gue jaga. Diaz lagi sakit melawan penyakitnya, Hidupnya tergantung dari kemoterapi dan masih menunggu Donor Tulang sumsum yang cocok. Di tambah lagi Elio, cowok misterius dan selalu menghantui gue" Ucap Aleena sambil menghela nafasnya.


"Asli rumit banget" Ucap Hany menggelengkan kepalanya.


"Krriiing ,,, Krriiing "


Terdengar suara ponsel berdering, ponsel milik Elio yang di berikan kepada Aleena.


Aleena meraih ponselnya, lalu menjawab panggilan telepon.


"I Miss you ,,," Seru Elio dalam panggilannya.


"Ada apa?" Tanya Aleena.


"Aku jemput kamu tiga puluh menit lagi" Ucap Elio.


"Mau kemana?" Aleena terkejut.


"Nanti kamu juga tau, siap-siap yahh" Pinta Elio lalu mengakhiri panggilannya.


"Mau culik Lo lagi?" Tanya Hany.


"He'eh" Jawab Aleena lalu mengangguk.


"Saatnya Lo ungkapin semuanya, dan Lo kasih tau jawabannya" Saran Hany.


"Entahlah, Kayaknya besok gue kembali ke Jakarta" Jawab Aleena.


"Lo yakin?" Tanya Hany ragu dengan keputusan Aleena.


"Feeling Gue gak enak, dari pagi gue kepikiran Diaz" Ucap Aleena.


"Gue udah pesen tiket buat besok pagi, keberangkatan pertama. Sore ini gue beresin dulu sama Elio, Gue harus pergi lebih awal. Sebelum spy Elio ikutin Gue" Ucap Aleena.


"Mungkin itu lebih baik Lo pergi pagi, Tapi sejujurnya gue masih mau Lo di sini" Ucap Hany.


"Next gue kesini lagi sama seseorang yang udah menjadi pilihan hati Gue. Gue janji ,,, " Ucap Aleena.


"Gue tunggu janji Lo " Seru Hany sambil mengarahkan jari kelingkingnya ke arah Aleena. Aleena menyambutnya dengan jari kelingkingnya juga.


"JANJI" Seru Aleena dan Hany bersamaan lalu saling berpelukan.


Dan tiba-tiba terdengar suara motor milik Elio, Hany melangkah ke arah jendela kamarnya. Untuk memastikan bahwa benar Elio.

__ADS_1


"Tuh pangeran berkuda besi udah nunggu hehe" Ledek Hany pada Aleena.


"Bisa aja dirimu hehe" Ucap Aleena sambil bangkit dari duduknya.


"Gue cabut dulu yah" Pamit Aleena pada Hany.


"Take care " Ucap Hany.


Aleena tersenyum sambil melangkah ke luar kamar, untuk menemui Elio yang sudah menunggunya.


Aleena tersenyum menghampiri Elio, lalu menaiki motor. Aleena tidak bertanya mau kemana. Elio pasti lebih tau tempat-tempat yang bagus di Jogjakarta.


Ternyata Elio membawa Aleena masuk kedalam sebuah Cluster Perumahan Elite . Aleena diam dan penuh tanda tanya, untuk apa Elio membawanya ke sana.


Elio menghentikan laju motornya tepat di depan sebuah rumah mewah dengan Cat berwarna putih.


Seorang Security membukakan pintu gerbang untuk Elio, membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


"Selamat sore Den Elio" Sapa Sang Security sambil tersenyum ramah.


"Papa dan Mama udah datang?" Tanya Elio.


"Sudah Den, Mereka sudah menunggu " Jawab Sang Security.


"Papa dan Mama? Maksudnya?" Aleena bertanya dalam hati.


"Apakah ke dua orang tuanya tinggal di kota ini?" Aleena masih bertanya dalam hati.


Elio berhenti di depan pintu, lalu meraih tangan ke arah Aleena agar segera turun dari atas motornya.


"Ini rumah siapa?" Tanya Aleena bingung.


"Rumah Ku, kenapa? Kaget ya?" Jawab Elio tersenyum.


"Keluarga kamu tinggal di Jogja?" Tanya Aleena lagi.


"Hmmm ,,, di tiap kita besar. Papa selalu investasi rumah. Dan bukanya waktu itu kamu pernah bertanya tentang keluarga Aku? Saat ini waktu yang tepat. Karena kedua orang tua ku ada di Jogja " Jelas Elio.


Aleena diam, sebenarnya siapa Elio dan keluarganya? Aleena melangkah mengikuti langkah Elio yang menuju masuk kedalam rumahnya.


Elio memegang handle pintu lalu membuka pintu dengan perlahan.


"Aku tunggu di sini aja" Pinta Aleena pada Elio. Aleena akan menunggu di ruang tamu.


"Kamu bukan tamu yang harus menunggu di ruang tamu. Kamu akan menjadi bagian dari keluarga ku" Ucap Elio.


"Deggg " Jantung Aleena berdebar kencang.


"Apa maksud dari ucapan Elio?" Tanya Aleena dalam hati.


Aleena takut Elio akan membawanya bertemu dengan orang tuanya sebagai pendamping hidupnya. Elio benar-benar nekat, padahal Aleena sama sekali belum memberi jawaban pada Elio.

__ADS_1


__ADS_2