
Sejak pagi sekitar pukul 06.00 Aleena sudah berada di Ocean Beach. Sejak datang ke Ayana Resort and Spa Aleena belum berenang di sana.
Aleena pergi seorang diri ke Ocean Beach, karena Diaz dan yang lainnya masih tertidur.
Pagi ini cuaca dan udaranya sangat bagus, Aleena bersemangat untuk pergi ke Ocean Beach.
Sengaja Aleena pergi berenang lebih awal, karena waktu pagi tidak terlalu banyak yang datang. Jadi Aleena lebih leluasa untuk berenang.
Dari kejauhan Lian memandangi Aleena, Aleena sangat cantik dengan rambut tergerai dan basah.
Aleena membiarkan rambutnya yang panjang basah. Lian mendekati Aleena yang tengah asik berenang sendiri.
"Heeiii" Sapa Lian tersenyum.
"Sejak kapan kamu disini?" Tanya Aleena terkejut.
"Belum lama, sekitar 5 menit" Jawab Lian santai lalu tersenyum.
"Yang lain mana?" Tanya Aleena.
"Raya udah Aku ajak kesini Dia gak mau, masih ngantuk. Kalo Diaz tau sendiri tidurnya" Jelas Lian.
"Ayo turun!" Ajak Aleena.
"Gapapa Aku turun?" Tanya Lian.
"Kenapa?" Aleena mengerutkan keningnya.
"Kamu gak takut Aku Khilaf?" Goda Lain sambil melangkah turun ke pool mendekati Aleena.
"It's Ok" Aleena tersenyum.
"Aleena, besok hari terakhir kita di sini" Ucap Lian.
"Kita keluar Yuk, Ke Uluwatu liat Tari Kecak, atau kita ke Tanah Lot liat Sunset" Ucap Aleena semangat.
"Ya, nanti kita atur aja. Yang penting kamu ikut" Ucap Lian Sambil memeluk pinggang Aleena.
Aleena menarik nafas dalam-dalam, lalu menatap wajah Lian.
"Kenapa?" Ucap Lian sambil membelai rambut Aleena.
"Lian, Aku gak mau Raya melihat kita kaya gini" Aleena mengingatkan.
"Ssstttt, Jangan bahas yang lain. Sekarang hanya ada Aku dan Kamu" Ucap Lian sambil menaruh jarinya di bibir Aleena.
"Aku rindu saat berdua sama Kamu, meski saat ini kita satu atap tapi ada dinding yang menghalangi" Ucap Lian jujur.
"Kita harus jaga perasaan Raya" Ucap Aleena.
"Kamu selalu jaga perasaan Raya, tapi Aku dan Raya gak pernah jaga perasaan kamu" Ucap Lian.
"I'm fine" Ucap Aleena.
"Kamu pandai menutupi rasa sedih kamu" Ucap Lian.
Lian menarik lengan Aleena, lalu membawa Aleena ke tepi kolam. Untuk duduk dan berbincang.
"Lian, kenapa kamu dan Raya gak nikah aja" Ucap Aleena pelan.
Lian terkejut menatap wajah Aleena.
"Kenapa kamu ucapkan ini?" Tanya Lian.
"Agar kalian selalu bersama gak akan terpisah lagi" Ucap Aleena tersenyum lalu membelai lembut wajah Lian.
"Agar gak ada lagi perpisahan, gak ada lagi luka. Kalian akan bahagia" Ucap Aleena lagi.
"Aleena, Aku belum yakin dengan Raya. Menurut ku, setelah Raya tinggal di London. Begitu banyak yang Raya tutupi" Ucap Lian.
"Maksudnya?" Tanya Aleena.
"Iya, Aku pernah tanya dimana Raya tinggal. Tapi Raya selalu mengalihkan dengan topik lain" Jelas Lian.
"Tiap Aku bertanya arah hubungan kami, Raya gak bisa jawab. Dia selalu bilang mencintai ku" Jelas Lian lagi.
"Aku hanya ingin kamu bahagia" Ucap Aleena.
"Aleena" Ucap Lian sambil memeluk Aleena.
"Tolong pikirkan lagi tentang kebahagiaan kamu dan Raya" Ucap Aleena.
Lian hanya diam dan terus memeluk Aleena, Lian bingung harus bicara apa lagi.
"Kamu sendiri gak bahagia, kamu sendiri terluka" Ucap Lian.
"Lian cinta tak harus memiliki, selama kamu bahagia Aku pun bahagia" Ucap Aleena.
"Tapi ini gak adil" Ucap Lian.
"Lian, mungkin kalo Aku gak hadir di hubungan kalian. Kamu gak akan seperti ini, kamu lebih fokus untuk Raya" Ucap Aleena.
"Aku takut kamu pergi" Ucap Lian.
"Aku gak akan kemana-mana, Aku gak akan berubah. Kamu selalu ada di tiap doa-doaku, dan nama kamu akan selalu ada disini" Ucap Aleena sambil mengarahkan tangan Lian ke dada Aleena.
"Wooiii,,,, malah asik berduaan" Seru Diaz mendekati Aleena dan Lian.
"Ganggu aja Lo" Ucap Lian.
"Ayo katanya mau Spa?" Ucap Diaz.
"Oya Aku lupa, hari ini kita mau Spa bareng" Ucap Aleena.
Aleena beranjak dari duduknya lalu berdiri sambil mengarahkan tangan ke Lian. Lian menyambutnya lalu berdiri.
Aleena mengikuti langkah Lian dan Diaz. Menuju tempat Spa, Raya sudah berada di sana lebih dulu.
Tiba di tempat Spa, terlihat Raya sudah mulai di Spa. Aleena mendekati Raya lalu tersenyum.
"Sorry, Aleena Aku duluan" Ucap Raya tersenyum.
__ADS_1
"Iya, dari pagi Aku udah di Ocean Beach" Ucap Aleena sambil mengikat rambut panjangnya.
"It's Ok" Ucap Raya.
"Gila Fresh banget Gue, otak Gue jadi encer" Seru Diaz.
"Selama ini otak Lo beku yahh!" Ucap Raya tertawa.
"Sial Lo, hahaha" Diaz tertawa.
Aleena hanya tersenyum mendengar ucapan Diaz.
Sementara Lian melirik ke arah Aleena, Aleena sangat cantik dengan rambut di Cepol membuat lehernya yang jenjang dan mulus membuat Aleena makin terlihat Sexy dan cantik.
"Guys, besok kita ngayab yuk. Keliling Bali" Seru Diaz.
"Kita ke Tanah Lot, lanjut ke Pura Uluwatu liat tari Kecak" Ucap Diaz lagi.
"Atur aja" Ucap Raya.
"Gue udah atur sama pihak Ayana buat antar kita kesana" Ucap Diaz semangat.
️09:00 Am.
Aleena, Lian, Diaz dan Raya sudah berada di Loby menunggu Driver dari pihak Ayana untuk membawa mereka keliling Bali.
Rute pertama Driver akan membawa mereka ke Pura Uluwatu, mereka akan menyaksikan Live Tari Kecak di sana.
@Pura Luhur Uluwatu.
Sekitar kurang dari 60 menit mereka tiba di sana, Diaz membeli tiket masuk ke dalam Pura.
Mereka mengenakan baju khas Bali, memakai kamen (kain bawahan tradisional), selendang, dan juga atasan dengan potongan yang menutupi sampai bahu. Yang sudah di sediakan di sana.
Pura yang berada di dataran tinggi dekat dengan Laut yang langsung mendapat akses ke Samudera Hindia.
Aleena berjalan beriringan dengan Diaz, mereka berjalan di belakang Raya dan Lian.
"Diaz kayanya kalo kita mau liat Live Tari Kecak, Kita gak akan bisa ke Tanah Lot. Tari Kecak itu di mulai saat menjelang Magrib" Jelas Aleena.
"Kamu mau banget liat Sunset di Pura Tanah Lot yah?" Tanya Diaz.
Aleena mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah kita tanya mereka aja, mau liat Live Tari Kecak apa gak?" Ucap Diaz.
"Tapi sayang kalo kita ke sini gak liat Live Tari Kecak" Aleena bimbang.
"Gini aja kita tambah 1 hari lagi di Bali?" Diaz memberi ide.
"Tapi Raya harus segera kembali ke London" Ucap Aleena.
"Bingung saya" Ucap Diaz sambil mengerutkan keningnya.
"Ya udah kita gak usah ke Tanah Lot" Ucap Aleena.
"Kamu yakin?" Ucap Diaz ragu.
Sudah pukul 5 sore waktu Bali, pertunjukan Live Tari Kecak segera di mulai. Mereka mencari posisi duduk untuk melihat pertunjukan.
Secara tidak sadar Aleena duduk bersebelahan dengan Lian. Aleena merasa tidak enak hati dengan Raya. Tapi melihat wajah Raya, Raya terlihat biasa saja dan tenang.
Mungkin pikir Raya, Lian di himpit dua gadis yang sama-sama mencintai Lian. Aleena tidak mau ambil pusing, tujuan mereka kesini untuk bersenang-senang.
Pertunjukan sudah di mulai, semua penari sudah memasuki arena Tari.
Mereka menikmati pertunjukan sekaligus melihat Samudera Hindia yang begitu indah.
Bangku penonton sudah di penuhi oleh pengunjung yang akan menikmati pertunjukan.
Diam-diam Lian merangkul pinggang Aleena, Aleena terkejut dengan apa yang Lian lakukan.
Aleena menoleh ke arah Lian, Lian hanya tersenyum. Sudah hampir gelap pertunjukan masih saja berlangsung. Api unggun mulai menyala di tengah para penari.
Sudah pukul 06.30 WITA. Pertunjukan sudah berakhir, satu persatu penonton meninggalkan tempat pertunjukan.
Tiba di Hotel, setelah mandi mereka berempat akan Dinner di Rock Bar. Aleena dan Diaz lebih dulu ke Rock Bar.
Selang 20 menit Raya datang bersama Lian, mereka memesan makan malam.
Usai dinner mereka memesan Cocktail dan Beer, mungkin malam ini spesial karena Little Party untuk Raya yang akan kembali ke London.
Raya terlihat bahagia karena Lian dan yang lainnya memberikan kesan untuk Raya.
"Thanks all, Aku sayang kalian" Seru Raya sambil mengangkat gelas.
"Cheers ,,," Seru Diaz dan yang lain.
"Gue harap Lo cepat kembali ke Jakarta" Seru Diaz kembali.
"I hope so" Ucap Raya.
"Thanks Honey, Love you" Ucap Raya mengecup bibir Lian.
Aleena hanya tersenyum, lalu kembali meneguk minumannya. Aleena sudah tidak mau ambil pusing dengan Raya dan Lian.
Aleena sudah mencoba untuk terbiasa dengan Lian dan Raya. Aleena support mereka berdua.
Seperti biasa Raya dan Diaz yang mabuk berat, alhasil Aleena dan Lian yang harus memapah mereka menuju kamar.
Aleena membawa masuk Diaz ke dalam kamar tidur lalu merebahkan tubuh Diaz.
Aleena melangkah ke Sliding Door untuk menghirup udara Bali di malam terakhir.
"Bali, Aku pasti kembali. Dengan cerita yang berbeda" Ucap Aleena tersenyum.
Tiba-tiba ada yang memeluk Aleena tubuh Aleena dari belakang, Wangi Parfum ini milik Lian.
"Kenapa belum tidur?" Bisik Lian.
"Aku masih menikmati udara malam Bali" Ucap Aleena.
__ADS_1
"Kamu suka di sini?" Tanya Lian.
"Thanks ya, udah ajak Aku join ke sini" Ucap Aleena.
"Next kita ke sini lagi berdua" Ucap Lian.
"Berdua?" Tanya Aleena terkejut.
"Iya, Aku janji hanya kita berdua" Ucap Lian.
Aleena hanya tersenyum, dan tidak terlalu menghiraukan ucapan Lian. Karena belum tentu bisa terwujud.
"Aku istirahat dulu, kamu juga harus istirahat. Besok pagi kita udah check out dari sini" Ucap Lian mengingatkan.
"Oke" Ucap Aleena sambil mengangguk.
Lian meninggalkan Aleena seorang diri. Sebenarnya Aleena masih ingin Lian menemaninya. Rasa kantuk sudah mulai menyerang, Aleena masuk ke dalam kamar lalu tidur.
' Back to Jakarta '
Sampai di Bandara Soekarno-Hatta, Diaz akan mengantar Aleena pulang.
Sepanjang perjalanan Aleena hanya diam, sesekali menatap wajah Diaz yang sedang fokus menyetir.
"Aleena, setelah ini kamu mau apa?" Tanya Diaz.
"Kembali ke kampus, kuliah lagi" Ucap Aleena.
"Oya, kamu kapan kembali ke Belanda?" Tanya Aleena.
"Kayanya Aku pindah Kuliah di Jakarta aja deh" Ucap Diaz.
"Oya, Good jadi Aku ada teman main" Ucap Aleena tersenyum.
" Ya, berawal dari teman. Mungkin bisa lanjut ke arah lain" Ucap Diaz semangat.
Aleena hanya tersenyum mendengar ucapan Diaz.
"Aku polos banget yah, jujur banget ngarep bisa pacaran sama kamu haha" Ucap Diaz tertawa.
"Lebih baik jujur, dari pada di simpan sendiri" Ucap Aleena.
"Berarti Aku punya kesempatan" Ucap Diaz tambah semangat. Aleena hanya tertawa melihat tingkah laku Diaz.
"Tapi gimana sama Lian? Kalo Raya pergi?" Ucap Aleena.
"Lian udah dewasa, Dia tau mana yang baik buat Dia" Jelas Diaz.
Aleena hanya diam menatap lurus ke depan. Diaz benar semua keputusan ada pada Lian. Aleena sudah memberi kebebasan untuk Lian.
Lian pasti tau kemana arah hubungan mereka berdua. Sudah jelas Aleena memberi jalan untuk menikahi Raya wanita yang Lian cintai.
Jujur Aleena takut jika saat itu tiba, dimana Lian akan benar-benar melupakannya.
Di dalam ruang hati Aleena masih ada nama Lian. Sampai detik ini Lian masih ada di hati Aleena.
Tiba di rumah Aleena, Diaz menurunkan Travel Bag milik Aleena. Lalu menemui Orang Tua Aleena.
"Permisi Tante, Diaz antar Aleena pulang. Makasih udah kasih ijin Aleena ikut liburan" Ucap Diaz pada Tante Mila.
"Sama-sama Diaz, Makasih juga udah jaga Aleena" Ucap Tante Mila tersenyum.
"Diaz pamit Tante, salam sama Om" Ucap Diaz.
"Oke, nanti Tante sampaikan. Kamu hati-hati di jalan ya" Ucap Tante Mila.
Aleena merebahkan tubuhnya di atas kasur, sejenak ingin beristirahat.
@Lian's Home.
Lian memandangi wajah Raya, kali ini Lian menatap wajah Raya begitu dalam.
Melihat cara Lian memandangi nya seperti itu Raya menjadi tidak nyaman dengan tatapan mata Lian.
"Are you ok Honey?" Ucap Raya.
Lian masih diam dan terus menatap wajah Raya.
"Hei, kamu kenapa?" Tanya Raya lagi.
Lian menghela nafas.
"Sampai kapan kita terus begini?" Tanya Lian.
"Maksud kamu?" Raya bingung.
"Aku gak mau pisah sama kamu lagi" Ucap Lian.
"Honey, Aku harus kembali. Papa sudah menunggu Aku di rumah" Ucap Raya.
"Kamu gak kasih Aku kepastian kapan kembali ke Jakarta?" Ucap Lian.
"Jangan kaya anak kecil" Ucap Raya.
"Raya, dengar Aku" Ucap Lian sambil memegang jemari Raya.
"Kita menikah" Ucap Lian serius.
"What?" Raya terkejut.
"Kita menikah, cuma itu cara agar kamu gak akan pergi lagi dari Aku" Lian menjelaskan.
"Honey, apa gak terlalu cepat? Kita masih muda. Masih banyak hal yang kita belum kita tau. Lagi juga Aku belum mau terikat" Jelas Raya.
"Please Raya jangan menghindar lagi, belum cukupkah bukti cinta Aku ke kamu?" Ucap Lian.
"Ini bukan masalah bukti atau perasaan yang kamu maksud, tapi perjalanan kita masih panjang. Aku belum mampu dan siap untuk menjadi seorang istri" Raya menjelaskan.
"Lusa Aku harus pergi, please jangan antar Aku ke Airport. Aku gak mau ada drama air mata" Ucap Raya.
Lian kecewa mendengar semua ucapan Raya, ternyata dugaan Lian salah. Lian pikir Raya akan senang mendengar ucapannya untuk menikahi Raya. Tapi Raya menolak dengan alasan yang menurut Lian tidak masuk akal.
__ADS_1
"Aku harus pulang, mau packing barang-barang yang harus Aku bawa" Ucap Raya sambil beranjak dari duduknya lalu