CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Bimbang *


__ADS_3

Lian merapihkan beberapa pakaian yang akan Ia bawa, Lian meraih Travel Bagnya lalu memasukan pakaiannya ke dalam. Lian tersenyum, Akhirnya bisa keliling dunia bersam Aleena.


"Mass ,,, " Terdengar suara Diaz memanggil Lian, tak lama Diaz sudah berada di hadapan Lian.


"prepare nih ,,," Goda Diaz.


"Yup ,,," Jawab Lian tersenyum lalu meletakan Travel Bagnya di dekat sofa.


"Gue yakin Aleena bakalan hepi, dan Gue juga berharap setelah Traveling Lo sama Aleena ada kemajuan" Ucap Diaz tulus.


Lian tersenyum mendengar ucapan Sang Adik.


"Honeeyyy ,,,, " Tiba-tiba terdengar suara yang tak asing bagi Lian dan Diaz.


Lian dan Diaz saling bertatapan, dengan wajah terkejut.


"Damn!" Keluh Diaz.


Ternyata benar Raya sudah berada di depan pintu kamar Lian.


"Honey ,,, " Raya mendekati Lian dan Diaz lalu memeluk Lian.


Lian membalas pelukan Raya, Diaz hanya diam melihat Lian dan Raya.


"What happened?" Tanya Lian pelan.


"Aku kabur dari Justin" Ucap Raya dengan suara pelan.


"Justin berbuat apa lagi sama kamu?" Ucap Lian kawatir.


"Gue cabut dulu Mas ,,," Ucap Diaz lalu melangkah keluar kamar Lian, meninggalkan Lian dan Raya.


Ada rasa kesal dalam hati Diaz, kenapa Raya tiba-tiba muncul di saat yang tidak tepat. Lusa malam Lian dan Aleena akan Traveling bersama.


"Honey what wrong with Diaz?" Tanya Raya.


"Gapapa, Diaz cuma sedikit kesal aja sama teman lamanya" Ucap Lian berbohong.


"Really?" Tanya Raya meyakinkan lagi.


"Yup ,,, Trust me" Jawab Lian.


"Aku takut Justin Akan mencari Aku ke sini, Dia pasti tau kemana Aku pergi" Ucap Raya.


"Kamu aman bersama ku di sini " Ucap Lian menenangkan Raya.


"I'm not sure, Justin pasti maksa minta alamat rumah kamu ke Papa" Ucap Raya.


"Sebenarnya ada apa?" Tanya Lian lagi penasaran.


Raya diam sejenak lalu menatap wajah Lian.


"Aku minta Cerai sama Justin, Aku gak kuat lagi. Hidup bersama dalam kepura-puraan apalagi Justin selalu saja emosi selalu main tangan" Ucap Raya.

__ADS_1


mendengar cerita Raya, dengan refleks Lian memeluk Raya.


"kamu istirahat dulu, dimana barang-barang kamu?" Ucap Lian.


"Travel bag, masih ada di depan" Jawab Raya.


"Ok, Take a rest now" Ucap Lian.


"kamu mau kemana?" Tanya Raya.


"gak kemana-mana, Aku mau ambil Travel bag kamu. kamu tidur dulu" Ucap Lian.


"ok, thank you so much Honey " Ucap Raya.


Raya segera merebahkan tubuhnya, memang Raya merasa lelah dan sedikit Jet lag.


Lian melangkah ke arah kamar Diaz, lalu menghampiri Diaz. Diaz berada di balkon kamarnya.


"Yaz,,," Panggil Lian lalu duduk di sebelah Diaz.


"Gue tau maksud Lo kesini Mas, Lo mau cancel Traveling Lo sama Aleena" Ucap Diaz sedikit ketus.


"Gue bingung" Ucap Lian.


"Tanya hati Lo!" Ucap Diaz.


"Sori kalo memang benar Traveling Gue sama Aleena Gue pending. Raya butuh perlindungan dari Gue" Jelas Lian.


"Aleena pasti hancur, dan Lo udah ijin sama Bokap Nyokap Aleena" Ucap Diaz.


"Yang Lo tau cuma itu, tapi Lo gak tau hati sama perasaan Dia " Ucap Diaz.


"Apa pernah Lo liat Dia marah sama Lo, walau Dia tau posisi Dia kaya apa? Dia masih ada dan selalu ada buat Lo" Ucap Diaz lagi.


"I know!, please jangan sudutin Gue" Ucap Lian.


"Please bantu Gue Yaz " Ucap Lian memohon.


"selama ini apa sih yang gak Gue bantu Mas, Gue selalu ada dan bantu Lo" Ucap Diaz.


"Bantu Gue bicara sama Aleena" Pinta Lian.


"Gue gak sanggup kalo liat Aleena sedih" Ucap Diaz.


"Harusnya Lo yang temui Aleena, trus ngomong langsung" Ucap Diaz lagi.


Lian menghela nafas.


"Masih ada waktu satu hari, Gue akan pikirin lagi" Ucap Lian.


"Mana bisa, Sekarang Raya udah ada di depan mata. Lo gak akan bisa nemuin Aleena" Ucap Diaz.


Lian diam tak bereaksi, Lalu Lian melangkah keluar kamar Diaz. Untuk membawa Travel bag milik Raya lalu kembali masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


***


Diaz masih berada di balkon kamarnya, sudah cukup lama Diaz berada di sana. Entah apa yang Diaz lakukan, Diaz hanya bingung harus apa untuk Aleena. Agar Aleena tidak sedih atau kecewa, karena sudah pasti Traveling bersama Lian batal.


"Yaz ,,, " Panggil Lian yang tiba-tiba menghampiri Diaz lalu duduk di sebelah Diaz.


Diaz hanya menoleh ke arah Lian.


"Gue tau, Lo marah banget sama Gue!" Ucap Lian.


"Apalagi ini menyangkut Aleena, Gue tau Lo kecewa dan marah besar sama Gue" Ucap Lian lagi.


"Gue udah gak bisa bilang apa-apa Mas, Gue sendiri aja udah buntu cari cara biar semua baik-baik aja. Kenapa Raya harus datang di saat kaya gini?" Ucap Diaz.


"Sejujurnya Gue dan niatan mau balik ke Amsterdam, saat Lo sama Aleena cabut. Tapi semua gagal" Ucap Diaz lagi.


"Ngapain Lo harus balik ke sana?" Tanya Lian.


"Lo tau jawabannya" Ucap Diaz.


"Lo kan Tau, semua udah Gue atur biar Gue bisa Traveling sama Aleena. Gue juga mana tau Tiba-tiba Raya datang. Bukan ke inginan Gue Raya ada di sini" Ucap Lian.


"Entahlah Mas, Gue bingung" Ucap Diaz.


"Gue mohon sama Lo, Wujudkan mimpi Aleena buat keliling dunia. Tapi bukan sama Gue, Lo Yaz. yang bisa Wujudkan itu semua" Ucap Lian sambil memegang pundak Diaz.


"Gak semudah itu Mas, Yang Aleena bayangin tuh pergi sama Lo bukan sama Gue" Ucap Diaz.


"Gue percaya Lo bisa buat Aleena bahagia" Ucap Lian.


Diaz menatap wajah Lian yang penuh harap.


Posisi Diaz sangat terjepit, Jika Diaz menerima tawaran dari Lian agar menemani Aleena. Diaz tidak ingin terkesan mengambil keuntungan dari situasi seperti ini.


Namun dalam pikiran Diaz hanya satu, Diaz Ingin Aleena tersenyum dan bahagia.


"Cepet packing, besok sore Lo harus jemput Aleena" Seru Lian.


Diaz masih diam hanya bisa menatap wajah Lian yang terlihat penuh beban dan rasa bersalah.


"Gue cuma gak habis pikir sama Lo, kebahagiaan Lo udah di depan mata. Tapi Lo milih situasi rumit macam ini" Ucap Diaz.


"ini pilihan Gue Yaz, setelah urusan Raya selesai. Dan Lo balik dari Traveling, Gue janji akan menemui Aleena dan minta maaf" Ucap Lian berjanji.


"Whatever, Yang penting Lo bahagia sama keputusan Lo" Ucap Diaz.


"Thanks Yaz, Lo emang paling mengerti Gue" Ucap Lian lalu memeluk Sang Adik tersayang


"Gue cuma mau Lo tau, Gue care sama Lo. Dan Lo juga tau Gue sayang sama Lo Mas" Ucap Diaz.


"Iya Gue paham, Maaf Gue udah ngecewain Lo dan Aleena" Ucap Lian.


Diaz tau posisi Lian dan sangat sulit, Diaz tidak bisa menyalakan Lian sepenuhnya. Namun Raya datang di saat yang tidak tepat, Diaz tidak Sanggup kalau harus melihat Aleena sedih apalagi menangis.

__ADS_1


"Asli Gue gak bisa mikir, Damn!!!" Seru Diaz kesal menahan amarahnya.


__ADS_2