
Diaz sudah berada tepat di depan rumah Aleena, Diaz melihat jam di layar ponselnya. Sudah pukul 21.47 menit. Hampir pukul 10 malam.
Diaz ragu ingin langsung menemui Aleena dan meminta ijin pada orang tua Aleena. Ada rasa tidak enak karena sudah hampir larut malam.
Diaz mencoba menghubungi Aleena melalui panggilan telepon, Diaz ingin Aleena tau. Bahwa Diaz sudah berada di depan rumahnya.
" Tuuutttt ,,, Tuuutttt " Nada telpon tersambung. Panggilan pertama Aleena tidak merespon. Diaz akan mencoba sekali lagi.
"Diaz ,,," Seru Aleena dengan suara pelan, sepertinya Aleena sudah tertidur.
"Are you sleeping?" Tanya Diaz.
"Aku ketiduran, kamu dimana?" Tanya Aleena.
"Maaf harus menunggu lama, Aku udah di depan rumah kamu. Aku gak enak kalo harus masuk. Karena sudah hampir larut malam" Ucap Diaz.
"Taman Langit jadi?" Tanya Aleena.
"Kamu yakin? Hampir jam 10 malam" Ucap Diaz.
"Nevermind, Aku turun sekarang. Tunggu Aku" Pinta Aleena.
"Oke " Jawab Diaz sambil menutup telponnya.
Selang lima menit berlalu, terlihat Aleena keluar dari rumah. Dan membuka pintu gerbang, Aleena melangkah menghampiri Diaz. Aleena segera masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Diaz.
Aleena terlihat sangat cantik dan natural, Karena Aleena baru saja bangun dari tidurnya. Hanya menggunakan T-shirt lengan panjang dan celana panjang sport. Dengan rambutnya yang di biarkan tergerai.
"Maaf yah kamu jadi ketiduran" Ucap Diaz sambil mengusap kepala Aleena.
"Gapapa, Aku udah terbiasa menunggu" Ucap Aleena.
"Deeggg ,,," Jantung Diaz bergetar mendengar ucapan Aleena. Apa maksud dari ucapan Aleena
"Are you angry with me?" Tanya Diaz.
"Nope, Aku cuma bicara apa adanya. Yaudah yuk jalan" Seru Aleena.
Diaz men-Starter Mobilnya, lalu menginjak pedal gas nya perlahan. Dan Mobil melaju dengan sangat cepat, Diaz berharap segera sampai di Taman Langit.
Empat puluh lima menit berlalu, mereka sudah tiba di Taman Langit. Dengan cepat Aleena membuka pintu mobil lalu melangkah keluar.
Seperti biasa Aleena menuju tempat yang biasa Aleena dan Lian menunggu Aleena's Star.
Diaz memperhatikan Aleena begitu excited, Diaz mengerti mungkin Aleena Rindu Lian. Karena sejak Lian pergi, Aleena sudah tidak mendengar kabar Lian secara langsung.
Lian belum menghubungi Aleena, Mungkin dengan cara pergi ke Taman Langit bisa mengurangi rasa rindu Aleena pada Lian.
__ADS_1
Diaz membuka pintu mobilnya, lalu melangkah mendekati Aleena. Diaz berdiri di sebelah Aleena.
"Sori Diaz, Aku selalu merepotkan kamu. Meminta kamu datang hanya untuk menemani Aku ke sini" Ucap Aleena sambil menatap wajah Diaz.
"Memang seharusnya seperti ini, Aku udah janji akan selalu menjaga dan berada di samping kamu" Ucap Diaz.
"Thanks, Aku belum bisa membalas semua kebaikan kamu" Jawab Aleena.
"Aku gak minta itu" Ucap Diaz.
"Entah kenapa, setelah sampai di sini. Perasaan Aku jauh lebih tenang" Ucap Aleena sambil menghela nafas panjang, Aleena menghirup udara malam.
"Aku tau kamu rindu Lian" Ucap Diaz.
"Rindu yang terlarang, Aku bisa aja menghubungi Lian. Mendengar suara Lian, tapi Aku mencoba untuk menahannya. Aku harus menjaga perasaan Raya" Ucap Aleena.
"Oya, Lian udah menghubungi kamu?" Tanya Aleena.
"Belum, sehari setelah Lian pergi. Aku mencoba mengirimkan pesan lewat WhatsApp. Lian hanya membacanya tapi gak jawab" Ucap Diaz.
"Mungkin Lian masih sibuk, Lian juga harus beradaptasi di sana" Ucap Aleena.
"Al,,," Panggil Diaz.
Aleena menoleh ke arah Diaz, lalu menatap wajah Diaz.
"Lian juga menahan perasaannya, hanya karena Aku" Ucap Diaz jujur.
"Maksud kamu?" Aleena terkejut.
"Lian tau, Aku mencintai kamu. Aku juga tau Lian mencintai kamu. Tapi Karena Aku, akhirnya Lian mencoba kembali bersama Raya. Lian meyakinkan lagi hatinya, apakah Raya memang cinta sejatinya" Jelas Lian.
"Dari mana kamu tau, Lian mencintai Aku?" Tanya Aleena.
"Aku tau Lian, Kami tumbuh bersama hingga dewasa" Ucap Diaz.
"Seperti yang pernah Aku bilang, Harusnya Aku gak kembali ke Jakarta. Mungkin kalian udah bersama" Ucap Diaz.
"Heeiii, jangan bicara kaya gitu" Ucap Aleena.
"Awalnya Aku ke Jakarta, karena menuruti keinginan Mama dan Papa. Dan juga Lian meminta Aku pulang, tapi setelah Aku melihat kamu kenapa harus ada rasa cinta untuk kamu. Kenapa bukan dengan wanita lain" Ucap Diaz.
"Kamu menyesal?" Ucap Aleena.
"Aku gak akan pernah menyesal memiliki rasa cinta ini untuk kamu" Ucap Diaz jujur.
Aleena hanya diam menatap wajah Diaz, Sejujurnya Aleena juga ingin tau siapa Anne dan apa hubungannya dengan Diaz.
__ADS_1
Namun Aleena tidak berani dan menahan semua rasa ingin tau nya. Aleena tidak mau Diaz berfikir Aleena cemburu atau hal lain.
Memang ada sedikit rasa takut kehilangan Diaz, Saat ini hanya Diaz yang selalu ada untuk Aleena. Yang selalu menemani Aleena dan sandaran Aleena.
Aleena tidak tau perasaan nya untuk Diaz itu apa? Apakah Aleena mulai bisa membuka hatinya untuk Diaz. Atau hanya sekedar rasa posesif yang ang tiba-tiba muncul ketika ada wanita lain yang mencintai Diaz .
Atau rasa takut kesepian jika memang benar Diaz memiliki rasa yang sama terhadap Anne. Bisa saja Diaz lelah dengan rasa cinta nya pada Aleena, dan Diaz membuka hati untuk Anne.
"Kaya nya ada sesuatu yang mau kamu katakan?" Tabak Diaz.
"Kamu benar, banyak hal yang ingin Aku tanyakan, dan juga banyak yang ingin Aku tau" Jawab Aleena jujur.
Aleena menghela nafas panjang, lalu duduk di atas rumput. Aleena menarik tangan Diaz , agar Diaz ikut duduk di samping nya. Diaz mengikuti keinginan Aleena.
"Kamu tau, saat ini banyak hal yang Aku takutkan" Ucap Aleena sambil merapihkan rambutnya yang menutup wajahnya karena terkena hembusan angin.
"Coba kamu sebutkan satu persatu apa yang kamu takutkan?" Tanya Diaz.
"Aku gak bisa ungkapkan ini, rasanya sulit" Ucap Aleena.
"Yang paling kamu takutkan saat ini?" Tanya Diaz mendesak.
"Heeiii ,,, Biar Aku keep sendiri. Kalo udah gak sanggup baru Aku sharing hehe" Ucap Aleena.
"Aku juga takut, sama seperti kamu" Ucap Diaz.
"Really? " Aleena tersenyum.
"Aku takut gak bisa menjaga dan melindungi kamu lagi, Dan yang paling Aku takutkan satu hal. Aku bukan orang pertama yang kamu cari di saat kamu butuh sandaran" Ucap Diaz.
Aleena menoleh dan menatap wajah Diaz, Aleena terharu mendengar kejujuran Diaz.
"Diaz, perasaan yang kita miliki saat ini masih mencari tempat berlabuh yang tepat. Karena hati gak bisa bohong dan Hati tau tempat yang paling telat untuk berlabuh" Ucap Aleena.
"Aku gak perlu mencari tempat berlabuh lagi, Karena Aku udah menemukan tempat itu. Yaitu kamu!" Ucap Diaz.
Entah kenapa Diaz dengan refleks memeluk tubuh Aleena. Aleena terkejut dengan apa yang Diaz lakukan.
Aleena membalas pelukan Diaz, Pelukan Diaz terasa hangat dan nyaman. Apakah Aleena harus mengakui kalau Aleena mulai jatuh cinta pada Diaz.
Aleena mulai takut kehilangan Diaz, Aleena baru merasakan rasa takut setelah melihat Anne.
Entah rasa takut ini atas dasar cinta atau kesepian. Tapi Aleena belum mau mengakui rasa takut nya pada Diaz.
Aleena takut ini hanya emosi sesaat, dan Aleena tidak mau memberikan harapan pada Diaz. Aleena tidak ingin Diaz kecewa.
"Tuhan , tunjukkan pada ku. Siapa yang terbaik dan pilihan hati ku. Aku gak mau seperti ini terus" Ucap Aleena dalam hati.
__ADS_1