
Pikiran Aleena sangat kacau, Banyak pertanyaan dalam hati Aleena. Diaz akan memutuskan untuk pergi dari Jakarta. Kenapa semua harus pergi dari sisi Aleena.
Apakah ini skenario baru dari Tuhan, Aleena harus kehilangan Dua Pria yang selalu menjaga dan perduli terhadap nya.
"Krriiing ,,, Krriiing"
Ponsel Aleena berdering, Aleena menatap layar ponselnya yang berada di atas tempat tidur. Elio menghubungi.
"Maygat ,,,, Lupa " Seru Aleena.
Aleena melangkah ke Sliding door, Ternya Elio sudah berada di depan rumahnya.
Aleena berlarian kecil keluar kamar dan menuruni tangga. Aleena menghampiri Elio yang sudah menunggu nya.
"Aku belum kabarin kamu, tapi kamu datang juga" Ucap Aleena.
"Walaupun kamu bilang gak bisa, tapi kalo Aku udah ada di sini. Kamu gak akan menolak" Ucap Elio yakin.
"Waw, yakin banget kamu hehe" Ucap Aleena.
"Feeling Aku selalu benar " Ucap Elio.
"Aku memang butuh tempat buat relax, Random banget" Keluh Aleena.
"Ayo naik" Seru Elio.
"Kamu gak bawa helm?" Tanya Aleena.
"Kita pergi malam, jadi aman" Ucap Elio tenang.
"Tapi buat savety " Ucap Aleena.
"Saat kamu naik dan duduk di belakang Aku, Aku gak boleh buat kesalahan " Ucap Elio.
Aleena menatap mata Elio, tatapan mata Aleena terhadap Elio memberikan arti Aleena percaya pada ucapan Elio.
Tanpa ragu Aleena naik ke atas motor milik Elio, Elio menyalakan motor lalu motor melaju perlahan lalu melaju dengan kecepatan.
Elio memang sudah mahir dan Pro dalam mengendarai sepeda motor. Hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai di Bukit Bintang.
Sampai di Bukit Bintang, Elio langsung menggandeng tangan Aleena. Aleena mengikuti langkah Elio yang begitu cepat, Aleena mengimbangi langkah kaki Elio.
Elio seperti mengejar sesuatu, mungkin Elio ingin cepat berapa di atas bukit. Tiba di atas bukit Elio dan Aleena mengatur nafas mereka .
"Masih ada waktu" Terdengar Elio berucap sambil melihat jam tangannya.
"Apa yang mau kamu tunjukkan sama Aku?" Tanya Aleena ingin tau.
Elio menatap Aleena, lalu mengusap kepala Aleena dengan lembut.
"wait a minute, kita akan liat momen yang paling cantik malam ini" Jawab Elio.
Aleena menatap langit, Cahaya Bulan malam ini sangat terang. Di tambah banyak Bintang di atas langit sebagai hiasan.
Aleena menoleh ke arah Elio, yang juga sama menatap langit. Namun Elio seperti mencari sesuatu di atas langit.
__ADS_1
"Heeiiii , liat itu" Seru Elio sambil mengarahkan tangannya ke atas langit.
Aleena menoleh ke atas langit, ternyata ini yang di tunggu Elio.
Bintang-bintang di atas langit satu persatu terlihat seperti turun ke bumi. Seperti tetesan air hujan, mungkin bisa di bilang hujan meteor atau bintang jatuh.
"Waw, Beautiful " Seru Aleena takjub.
"Kamu suka" Tanya Elio.
"He'eh , Suka banget" Ucap Aleena.
Fenomena ini tidak lama berlangsung, hanya sekitar tiga puluh detik. Namun Aleena sangat gembira bisa melihat langsung peristiwa alam seperti ini.
Elio duduk di atas rumput, di ikuti Aleena yang juga duduk di samping Elio.
"Jadi ini yang kamu tunggu?" Tanya Aleena.
"Yup, fenomena ini jarang banget terjadi. Kalo pun datang butuh waktu beberapa tahun" Jelas Elio.
"Dari mana kamu tau , malam ini ada momen Hujan meteor?" Tanya Aleena.
"Beberapa tahun lalu ketika Aku masih Sekolah, Aku berada di sini di waktu yang sama. Tanggal dan jam yang sama, Momen ini datang sama seperti malam ini" Jelas Elio.
"Setiap tahun di tanggal yang sama, Aku selalu ketempat ini, berharap momen itu datang namun tidak ada" Ucap Elio lagi.
"Jadi tiap tahun di tanggal dan waktu yang sama kamu selalu datang ke sini?" Tanya Aleena.
"Iya, berulang selama tiga tahun. Dan di tahun yang ke tiga, Hujan itu datang lagi" Jawab Elio.
"Dan setiap tiga tahun sekali Aku selalu datang ke sini. Hanya untuk melihat Hujan ini, tapi malam ini sangat beda dan Spesial. Aku gak datang sendirian seperti momen sebelumnya. Aku datang bersama kamu, dan membuat malam ini menjadi beda dan makin cantik. Jadi gak akan pernah terlupakan dalam hidup Aku" Ucap Elio lagi.
"Kenapa natap Aku kaya gitu" Tanya Elio heran.
"Gapapa, Aku cuma ingat seseorang yang juga sama kaya kamu. Kalian sama-sama suka Bintang dan juga tempat macam ini" Jawab Aleena.
"Who is it?" Tanya Elio.
"Lian" Jawab Aleena.
"Lian?" Ulang Elio.
"Iya, Lian Senior di kampus kita" Ucap Aleena.
"Do you love him?" Tanya Aleena.
"Mmmm, My first love. Maybe" Jawab Aleena.
"Waw, beruntung banget Lian. Di cintai cewek kaya kamu " Ucap Elio.
"Gak juga, Kisah kami gak akan pernah di mulai" Aleena tertunduk.
"Kalo kamu gak keberatan, sharing aja. Aku siap jadi pendengar kamu" Elio menatap wajah Aleena.
"Lian terkenal sangat dingin, setiap hari datang ke kampus selepas kuliah atau gak ada jam kuliah. Lian selalu duduk di Danau belakang kampus. Diam-diam Aku selalu memperhatikan dan mengikuti Lian" Aleena mulai bercerita.
__ADS_1
"Menurut Aku Lian itu unik dari kebanyakan cowok di kampus, Dia gak bisa adaptasi apa lagi berbaur sama orang di sekitarnya. Satu kampus tau itu, sampai Lian dapat julukan ' SI GUNUNG ES '. Karena Lian lebih suka menyendiri dan gak mau kenal sama siapapun" Aleena masih bercerita.
Elio mendengarkan cerita Aleena.
"Sampai akhirnya Aku beranikan diri Aku untuk menyapa dan berkenalan dengan Lian, Respon pertama Lian masih diam gak ada reaksi" Ucap Aleena.
"Saat Aku mendekati Lian, Lian pergi meninggalkan Aku. Aku pikir Lian memang cowok aneh yang hanya bisa hidup sendiri tanpa butuh seorang teman" Aleena masih bercerita.
"Namun, waktu Aku di kantin. Ternyata Lian datang menghampiri Aku, merebut Ponsel Aku. Ternyata Lian menaruh kontak telepon nya di ponsel Aku" Ucap Aleena.
"Lian pasti luluh, dengan keberanian kamu. Kamu pantang menyerah" Ucap Elio.
"Akhirnya Lian menelepon Aku, Lian minta ketemu di Danau belakang kampus. Singkat nya Kami bertemu, sejak saat itu hubungan kami baik. Lian jadi suka culik Aku malam-malam datang ke rumah. Sama kaya kamu yang tiba-tiba datang ke rumah" Ucap Aleena.
"Lalu hubungan kalian gimana?" Tanya Elio.
"Udah Aku bilang, kisah kamu gak akan pernah di mulai" Jawab Aleena.
"Kenapa? Ada wanita lain?" Ucap Elio.
"Lian masih berharap sama cinta pertama nya, cinta masa kecilnya" Jelas Aleena.
"Lian berubah menjadi pendiam setelah cinta pertama nya pergi, Dan setiap hari nya Lian hanya bisa menunggu berganti hari di Danau belakang kampus. Dan juga Taman Langit, Dia selalu menunggu kedatangan Bintang yang paling terang di antara bintang yang lain. Sampai akhirnya Bintang itu Lian kasih nama Aleena's Star, Karena Bintang itu muncul ketika Lian datang bersama Aku" Jelas Aleena.
"Kisah yang bagus" Ucap Elio.
"Di saat hubungan kami dekat, kami gak pernah ada komitmen. Aku dan Lian menjalani hari hari kami mengalir apa adanya. Namun tiba-tiba Cinta pertama nya datang. Lian goyah dan Aku memaklumi nya. Lian memang gak bisa lepas dari Raya" Ucap Aleena.
"Diaz?" Tanya Elio.
"Diaz adiknya Lian, Diaz ini lebih jujur tentang perasaan nya. Diaz terang-terangan bilang mencintai Aku, dan Diaz bilang rela menjadi bayang-bayang Lian untuk Aku" Jelas Aleena.
"Really?" Seru Elio.
"Dan akhirnya Lian pergi bersama Raya, Lian ingin menikahi Raya. Dan juga bilang mau pergi tinggalkan Jakarta. Dengan alasan melanjutkan kuliah, seharusnya Diaz kuliah di Amsterdam. Diaz datang ke Jakarta hanya berlibur. Namun karena Aku Diaz jadi ambil cuti kuliah" Ucap Aleena.
"Kenapa Diaz ikut pergi, kenapa Diaz gak berjuang?" Tanya Elio.
"Mungkin ini lebih baik, karena Lian dan Diaz kakak beradik. Aku gak mau hubungan mereka jadi gak baik hanya karena Aku" Ucap Aleena.
"Kamu sendiri gak berjuang untuk cinta kamu?" Ucap Elio.
"Melihat orang yang paling kita cintai bahagia, kita juga jauh lebih bahagia. Kebahagiaan Lian itu Raya bukan Aku" Ucap Aleena.
"Good girl, mana ada cewek kaya kamu" Ucap Elio.
"Pasti ada, Karena kamu baru bertemu Aku aja hehe" Ucap Aleena.
"Aku cuma berharap Lian bahagia bersama Raya" Ucap Aleena tersenyum sambil menatap langit.
"Jujur saat ini Aku random banget, Ketika tau Diaz akan meninggalkan Jakarta. Aku pasti kehilangan sosok Diaz, Diaz yang selalu menjaga Aku, Diaz yang selalu menghibur Aku" Ucap Aleena.
"Aku pasti akan merindukan Diaz" Aleena tersenyum.
"Kamu gak akan kesepian, saat ini ada Aku. Aku harap kamu bisa welcome dengan kehadiran Aku " Ucap Elio.
__ADS_1
"Terlintas di benakku, apa ini skenario baru dari Tuhan. Lian pergi, masih ada Diaz. Dan kamu hadir ketika Diaz akan pergi" Ucap Aleena.
Aleena menatap wajah Elio lalu tersenyum.