CINTA Itu KAMU !

CINTA Itu KAMU !
* Elio ? *


__ADS_3

Aleena meletakkan Tote bag nya di atas meja Laptop. Aleena duduk di tepi tempat tidur, sore ini Aleena akan membuat catatan materi dari buku yang baru Aleena pinjam dari perpustakaan.


Aleena melirik jam dinding, sudah pukul 13.14 menit. Masih ada waktu untuk Aleena beristirahat dan bermalas di kamarnya. Aleena merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Krriiing ,,,, Krriiing"


Ponsel Aleena berdering.


Aleena menatap layar ponselnya, nomor baru yang tidak masuk dalam kontak telepon Aleena. Aleena membiarkan Ponsel nya terus berdering dan tidak berbunyi lagi.


Aleena memang sangat hati-hati bila ada yang menghubungi dengan nomor yang belum ia kenal.


"Krriiing ,,, Krriiing"


Ponsel kembali berdering.


Dengan rasa malas Aleena menjawab panggilan telepon.


"Gadis cantik ,,,," Seru si penelpon.


"Deegggg" Jantung Aleena berdebar.


"Elio" Ucap Aleena dalam hati.


Aleena tau Elio yang menelpon, karena sejak pertama bertemu di kampus hari ini. Elio selalu saja memanggil Aleena dengan sebutan itu.


Aleena terkejut, dari mana Elio tau nomor ponsel nya. Karena Elio tidak meminta nomor telepon Aleena atau mereka saling bertukar nomor telepon.


"Heeiii ,,, Aleena. Beautiful girl" Seru Elio lagi.


"Who's this?" Tanya Aleena pura-pura tidak tau.


"Kita baru aja ketemu dan jadi teman baik, di kampus" Jawab Elio.


"Dari mana kamu tau nomor Aku?" Tanya Aleena ingin tau


"Kamu tau siapa Aku?" Tanya Elio.


"Yup , Elio" Jawab Aleena.


"You're right" Ucap Elio.


"kamu belum jawab Aku, tau dari mana nomor ponsel Aku?" Tanya Aleena lagi penasaran.


"Bukan hal sulit bisa tau nomor kamu" Jawab Elio tenang.


"Aku serius El!" Ucap Aleena.


"Kamu tau kalo Aku biasa di panggil El?" Ucap Elio.


"Mmmm lebih simpel aja. Kamu belum jawab pertanyaan Aku?" Seru Aleena.


"Aleena, Gadis cantik yang famous di kampus. Siapa yang gak tau nomor ponsel kamu. Aku dapat dari salah satu anak kampus kita" Jawab Elio.


"I'm not sure" Jawab Aleena.


"That's right, Trust me " Elio meyakinkan Aleena .


"Whatever, kamu mau apa?" Tanya Aleena.


"Kamu ada waktu?" Tanya Elio.


"Sore ini Aku mau buat catatan materi, kenapa?" Jawab Aleena.


"Abis itu free?" Tanya Elio.


"Entahlah,,, tergantung mood Aku hehe" Jawab Aleena.

__ADS_1


"Temani Aku bisa? Aku belum banyak teman di Jakarta" Ucap Elio.


"Lalu?" Ucap Aleena.


"Temani Aku please " Elio memohon.


"Where do you go?" Tanya Aleena.


"Aku jemput yah, Share Loc alamat kamu" Ucap Elio.


"Sori Aku gak bisa kasih alamat rumah Aku sembarangan, Kita ketemuan aja di Senopati " Ucap Aleena.


"Ohhh Ok" Jawab Elio.


"Nanti Aku kabari lagi" Jawab Aleena.


"Thanks Beautiful girl" Ucap Elio.


Aleena menutup telponnya.


Aleena teringat Diaz, sejak terakhir mereka pergi ke Taman Langit Diaz tidak lagi menghubungi dan datang ke rumah Aleena.


Aleena berpikir mungkin Diaz sibuk dengan Anne, selama Anne di Jakarta Diaz menemani Anne.


Aleena tidak ingin merusak moment dan Quality time mereka. Namun ada yang hilang, biasanya Diaz selalu datang ke rumah atau tiba-tiba muncul di kampus nya.


Sejak Lian sibuk bekerja dan sekarang Lian sudah jauh dari Jakarta, Hanya Diaz satu-satunya yang selalu menemani Aleena.


Tuhan memang adil, di saat seperti ini. Tidak ada Lian dan Diaz, Tuhan mengirimkan Teman baru untuk Aleena. Meski mereka baru saja kenal hari ini.


Aleena membuka buku dan mencatat beberapa materi di buku catatannya. Sambil di temani segelas coklat panas dan wafel buatan Sang Mama.


Tak terasa waktu cepat berlalu, Aleena melirik jam di dinding. Sudah pukul 16.47 menit. Aleena segera pergi mandi, dan bersiap-siap untuk menemani Elio.


***


Aleena masih memilih pakaian yang akan Ia kenakan.


"Iya Bik " Jawab Aleena dari dalam kamar.


"Ada tamu yang cari" Ucap Bik Nah.


Aleena terkejut, siapa yang datang? Aleena tidak pernah memberikan Alamat rumah nya sembarangan. hanya orang terdekat Aleena yang tau rumah Aleena.


Selesai memakai pakaian, Aleena segera keluar kamar. Dengan cepat Aleena menuruni anak tangga.


Tiba di ruang tamu, benar dugaan Aleena. Ternyata Elio yang datang. Elio tersenyum melihat Aleena.


Aleena diam sejenak menatap Elio, Style Elio memang sedikit beda dari beberapa cowok yang Aleena kenal.


Dengan postur tubuh tinggi dan rambut yang sedikit panjang. Elio mengikat rambutnya, dengan T-shirt hitam dan Jacket leather berwarna senada dengan T-shirt yang di gunakan.


"Surprise ,,, " Seru Elio sambil tersenyum.


"Kamu---" Ucap Aleena.


"Sssttt ,,, nanti Aku jelaskan. Aku tau kamu bingung" Seru Elio.


Aleena hanya menghela nafas dengan wajah bingung dan penuh tanda tanya.


Mereka melangkah ke luar rumah Aleena, Sepertinya Elio tidak membawa mobil.


Elio membawa Motor Sport Kawasaki NINJA H2r berwarna hitam.


"Gapapa kan kita naik motor?" Tanya Elio.


"Aku belum pernah naik motor sport macam ini" Ucap Aleena polos.

__ADS_1


"Waawww, suatu kehormatan Aku orang pertama yang bawa kamu pergi naik motor" Ucap Elio.


"First time, agak sedikit nervous" Ucap Aleena.


Elio tersenyum melihat ekspresi wajah Aleena, Aleena semakin cantik dengan wajah bingung nya.


Elio meraih Helm yang berada di Jok belakang.


"Pake ini biar savety" Ucap Elio sambil memakaikan Helm pada Aleena.


Aleena tidak menolak apa yang di lakukan Elio terhadap nya.


Kemudian Elio memakai Helm, laku menaiki motornya. Di ikuti Aleena yang mulai duduk di belakang Elio.


"Sumpah Aku belum terbiasa naik motor jadi agak bingung dan kaku hehe" Seru Aleena Jujur.


"Pegangan yah, kita mulai otw " Elio mengingatkan.


Aleena mulai memegang pinggang Elio, hampir seperti memeluk tubuh Elio dari belakang.


Entahlah Elio akan membawa Aleena kemana, Elio melajukan motornya secepat kilat. Sesekali Aleena memeluk erat tubuh Elio karena takut dengan kecepatan motor Elio.


Aleena pasrah, tidak mampu menolak apa lagi protes. Ini pertama kalinya Aleena naik motor apa lagi dengan kecepatan sepeda ini


Hanya butuh waktu tiga puluh lima menit, mereka sampai di tujuan. Ternyata Elio membawa Aleena ke sebuah Club Motor, dan Elio salah satu member Club tersebut.


Aleena turun dari motor, Elio membuka Helm yang di kenakan oleh Aleena. Elio merapihkan rambut Aleena yang menutupi wajah Aleena ketika Helm di lepas tadi.


Aleena mengatur nafasnya, ada rasa yang timbul dari hati Aleena dengan sikap Elio seperti itu.


"Kita dimana?" Tanya Aleena.


"Club Motor" Jawab Elio.


"Kamu ikut join?" Tanya Aleena.


"Yup kita mau bahas schedule Touring" Ucap Elio.


"Touring? Naik motor?" Tanya Aleena.


"Iya, masa naik mobil. Ini Club motor hehe" Jawab Elio.


"Trus kamu bawa Aku ke sini untuk apa? Kamu bilang kamu gak punya banyak teman di Jakarta " Ucap Aleena.


"Pertama, Aku mau kamu ikut temani Aku saat Touring nanti. Kedua Memang Aku gak punya banyak teman, teman ku hanya di Club ini aja dan kamu" Jawab Elio.


"Nanti dulu, kamu mau Aku ikut saat acara Touring nanti?" Tanya Aleena.


"He'eh" Jawab Elio Santai.


"Kenapa harus Aku? Kita baru aja kenal itu pun baru hari ini, pagi tadi" Ucap Aleena.


"Entahlah, Aku juga bingung. Tapi hati gak akan pernah salah. Ke pada siapa dia akan nyaman" Ucap Elio.


"Maksud kamu?" Aleena bingung.


Elio tidak menjawab pertanyaan Aleena, Elio meraih tangan Aleena lalu menuntun Aleena agar segera masuk ke dalam Club.


Aleena mengikuti langkah Elio, mereka berjalan berdampingan. Suasana di dalam Club masih sepi belum semua Member datang.


Aleena duduk tepat di hadapan Elio, Aleena memperhatikan Elio yang sibuk mengikat rambutnya. Pria yang ada di hadapannya baru saja Aleena kenal.


Belum lama, belum ada hitungan hari, masih dalam hitungan jam. Tapi entah kenapa Aleena bisa pergi bersama Elio.


Dan pertama kali dalam hidup Aleena bisa naik motor sport yang cukup besar. Sedikit menegangkan dan menyenangkan.


...***...

__ADS_1


__ADS_2