
Mata kuliah sedah selesai, Aleena merapihkan alat tulis dan buku yang masih ada di atas meja nya.
Terlihat Elio melangkah keluar kelas, Elio menunggu Aleena di depan kelas. Aleena melirik ke arah Elio.
"Al, tuhh udah stand by di depan " Seru Tara jail.
"Mau apa yah Doi" Aleena bingung.
"Nge date , maybe" Jawab Tara.
"Gokil Lo , pikiran Lo selalu ke arah sana trus" Aleena manyun.
"Lo langsung balik , apa mau sama Doi?" Tanya Tara.
"Diaz mau jemput Gue, tapi belum ada tanda-tanda Diaz datang. Diaz juga belum hubungi Gue" Ucap Aleena.
"Waduh , bentrok dong jadwal Lo hehe" Goda Tara makin jail.
"Tarraa ,,, bisa gak sih serius dikit" Aleena menggerutu kesal.
"Baper banget Lo sekarang haha" Ucap Tara.
"Gak tau random banget Gue sekarang " Keluh Aleena.
"Yaudah Lo ikut Doi aja, nanti kalo Diaz jemput Lo. Lo balik sama Diaz" Ucap Tara.
"Iya juga, Thanks Tara ku" Ucap Aleena.
"Gue juga mau ke Club, Mapala. Aldy mau ada Briefing acara bukan depan" Ucap Tara.
"Nanti gue telpon kalo gue boring yah" Ucap Aleena.
"Oke" Jawab Tara.
Tara dan Aleena melangkah ke luar kelas, Tara menuju Club Mapala dan Aleena menghampiri Elio yang sudah menunggu nya.
"Hari ini kamu free gak?" Tanya Elio.
"Aku belum tau, kenapa?' Tanya Aleena.
"Aku mau ajak kamu pergi " Ucap Elio.
"Aku gak janji" Jawab Aleena sambil melirik ke jam tangan nya.
"Kamu tunggu seseorang?" Tanya Elio ingin tau.
"Yup, Aku tunggu Diaz. Dia janji mau jemput Aku" Jawab Aleena jujur.
"Ohhh Oke" Jawab Elio dengan wajah kecewa.
"Tapi Diaz belum datang, Aku mau tunggu Diaz di belakang kampus. Seperti biasa " Seru Aleena tersenyum.
"Mau temani Aku?" Ucap Aleena lagi.
Elio mengangguk lalu tersenyum.
Mereka melangkah menuju belakang kampus, Aleena akan menunggu Diaz Di Danau.
Tiba di Danau, Aleena duduk di ikuti oleh Elio yang duduk di samping Aleena.
"Kamu mau ajak Aku kemana?" Tanya Aleena Sambil mengikat rambutnya.
"Bukit Bintang, Malam ini Aku mau tunjukkan sesuatu sama kamu. Kamu pasti suka" Ucap Elio.
"Waw, kaya nya seru " Ucap Aleena.
"Tapi kalo kamu gak bisa, mungkin next kita kesana" Ucap Elio.
"Aku belum bilang bisa atau gak hehe" Ucap Aleena.
__ADS_1
"Jadi kamu mau ikut?" Tanya Elio.
"Mmmmm , malam ini?" Tanya Aleena meyakinkan.
"He'eh " Elio mengangguk.
"Nanti Aku kabari" Ucap Aleena.
"Aku harap kamu bisa ikut, Karena menunggu momen ini harus tunggu beberapa bulan lagi" Ucap Elio.
"What? Momen apa? " Aleena penasaran.
"Nanti juga kamu tau, saat kita di sana" Jawab Elio.
"Al ,,, " Terdengar suara Diaz memanggil Aleena.
Aleena menoleh ke belakang, Diaz sudah berdiri tidak jauh dari Aleena dan Elio duduk.
"Aku pergi dulu, nanti Aku kabari" Ucap Aleena sambil bangun dari duduknya.
"Oke , take care" Ucap Elio.
Aleena mengangguk dan tersenyum.
Aleena melangkah menghampiri Diaz, Mereka pergi meninggalkan Elio yang masih duduk seorang diri.
"Tumben kamu telat datang nya?" Tanya Aleena.
"Ada sesuatu yang harus Aku urus" Jawab Diaz.
"Urgent?" Tanya Aleena ingin tau.
"Mmmmm Yup , bisa di bilang gitu hehe" Jawab Diaz.
"Btw itu siapa?" Tanya Diaz penasaran.
"Elio, anak baru di kampus" Jawab Aleena santai.
"Kami baru aja kenal kemarin, Dia enak aja buat temen ngobrol. Sambil menunggu kamu datang Aku minta temani Dia ke sana" Jelas Aleena.
"Ada yang mau Aku bicarakan sama kamu, kamu ada waktu?" Ucap Diaz.
"Yaudah sekarang aja, kita ngobrol di mana?" Tanya Aleena.
"Hmmm, tempat yang tenang pasti nya" Ucap Diaz.
"Beach ,,," Jawab Aleena.
"Good idea hehe" Seru Diaz sambil mencubit hidung milik Aleena.
"Diiaazzz, sakit " Keluh Aleena.
Diaz hanya tersenyum melihat Aleena yang mengusap hidung nya.
@ Baywalk - Jakarta.
Ternyata suasana di sini lumayan rame, Aleena salah prediksi. Aleena hanya senyum-senyum sendiri sambil melirik ke arah Diaz.
"Why ?" Ucap Diaz aneh.
"Kamu sadar gak sih, tadi kamu bilang cari tempat yang tenang untuk ngobrol. Ternyata ide Aku salah hehe" Ucap Aleena.
"Iya juga sih haha" Diaz tertawa.
"Yaudah, udah terlanjur sampe di sini. Kita ngafe aja, di depan ada Cafe tuh" Seru Diaz lagi.
Aleena mengangguk tanda setuju.
Mereka masuk ke sebuah Cafe yang cukup ternama, Starbucks. Diaz memesan Coffee untuk dirinya dan juga Aleena. Aleena menunggu di meja yang langsung menghadap ke laut.
__ADS_1
Diaz menghampiri Aleena sambil membawa Minuman yang Diaz pesan. Diaz duduk di hadapan Aleena.
"Kamu mau bicara apa?" Tanya Aleena penasaran.
"Udah gak sabar yah" Ucap Diaz sambil menikmati minuman yang ada di hadapannya.
"Iya, kaya nya penting banget" Jawab Aleena yang juga meminum Coffe yang ada di hadapannya.
"Tentang Lian, Raya dan Justin" Ucap Diaz.
"Udah dapet kabar tentang mereka?" Desak Aleena penasaran.
"Teman ku sudah kasih info yang kita inginkan " Ucap Diaz.
"Lalu?" Tanya Aleena.
"Justin dan Raya gak pernah terikat dalam pernikahan. Mereka hanya tinggal bersama dalam satu rumah. Karena memang Om David memiliki hutang yang sangat besar ke pada keluarga Justin" Jelas Diaz.
"What? Kenapa bisa begitu " Aleena tidak percaya.
"Kenyataan seperti itu Al" Ucap Diaz.
"Mungkin style di sana kaya gitu, hidup bersama tanpa ikatan. Dan mereka menganggap itu sebuah pernikahan" Ucap Diaz.
"Tapi kita harus keep dari Lian, Aku gak mau Lian tau" Ucap Aleena kawatir.
"Lian pasti akan tau nanti" Ucap Diaz.
"Maksud Aku, biar Lian sendiri yang tau hal sebenarnya. Aku gak mau Lian berfikir kita menghalangi niat baik Lian untuk menikah dengan Raya " Ucap Aleena.
"Aku juga berpikir kaya gitu, cukup kita yang Tau" Ucap Diaz.
"Tapi feeling Aku gak bagus dengan ke hadiran Raya yang tiba-tiba datang. Aku takut Raya ada maksud lain, Lian hanya sebagai alat untuk Raya" Ucap Diaz.
"Heeiii, don't think bad about Raya. Mungkin kamu benar Raya memperalat Lian agar bisa lepas dari Justin. Karena Raya sangat mencintai Lian, ingat itu" Ucap Aleena.
"Will see, apakah feeling Aku benar atau salah " Ucap Diaz.
"Lian udah hubungi kamu?" Tanya Aleena.
"Hanya beberapa kali, Lian selalu minta Aku jagain kamu" Ucap Diaz.
"Jagain gimana, Aku udah gede" Tanya Aleena.
"Jaga kamu dari cowok-cowok yang coba mendekati kamu hehe" Jawab Diaz.
Aleena hanya tersenyum, Aleena tau yang Diaz maksud itu Elio. Elio dan Aleena hanya sekedar berteman.
"Al , Next Aku juga akan pergi. Tinggalin Jakarta, Aku harap kamu bisa jaga diri kamu saat Aku gak ada di dekat kamu" Ucap Diaz.
"Where do go?" Aleena terkejut.
"Entahlah, Aku butuh suasana baru. Dan Aku juga mau lanjutin kuliah di tempat baru" Jawab Diaz.
"Are you sure?" Aleena menatap Diaz.
"I'm sure, tapi Aku belum tau mau lanjut kuliah di mana?" Ucap Diaz.
"Kenapa semua harus pergi? Lian, dan kamu juga akan menyusul pergi" Aleena tertunduk.
"Heeiii , Aku pergi untuk belajar. Dan Aku pasti akan kembali" Ucap Diaz.
"Kembali dengan waktu yang belum pasti" Ucap Aleena.
"Dimana pun Aku berada, kamu akan selalu ada di hati Aku Al " Ucap Diaz.
Aleena menatap wajah Diaz, Kuliah mungkin hanya alasan Diaz. Apakah Diaz jenuh dengan situasi seperti ini, cinta segitiga yang tidak ada ujungnya.
Aleena berfikir, Mungkin Diaz lelah. Dan juga Diaz menjaga perasaan Lian sebagai kakak nya dan orang yang lebih dahulu mencintai dan bertemu Aleena.
__ADS_1
Jadi Diaz berfikir, lebih baik Lian atau dirinya sama-sama tidak bersama Aleena. Tidak ada yang terluka , tidak ada yang tangis. Lebih baik seperti ini, kami saling menjaga dan menyayangi satu sama lain.
Kisah cinta mereka memang belum dimulai dan tidak akan pernah di mulai. Karena alasan mereka sama, menjaga perasaan masing-masing. Terutama Lian dan Diaz hubungan mereka akan baik-baik saja.